Category: BERITA

  • “In Memoriam” Mama Veronika Wilhelmina Njo – Tifaona:  Ibu “Super Woman” di Balik Dua Bintang

    “In Memoriam” Mama Veronika Wilhelmina Njo – Tifaona: Ibu “Super Woman” di Balik Dua Bintang

     

    Minggu, 20/10/2024, diadakan Misa Requiem mengenang 40 hari berpulangnya Ibu Veronika Wilhelmina Njo. Biasa disapa Mama Ony. Adalah istri dari Alm. Bapa Brigjend Pol (Purn) Anton Enga Tifaona. Merupakan orang NTT pertama yang menduduki jabatan Kapolda di jajaran Kepolisian Negara. Mantan Kapolda Maluku, mantan Kapolda Sulutteng dan mantan Wakapolda Jawa Barat. Ibu dari 10 orang anak (satu meninggal bayi). Semua anak-anaknya sudah mentas di bidang profesinya masing-masing. Salah anak dari rahimnya berkarya di Kepolisian Negara sebagai Perwira Tinggi Polri menyandang Bintang Dua (Irjen Pol). Mama Ony berpulang pada Rabu, 11/09/2024 dan dimakamkan pada 13/09/2024 di TPU Kramat Pulo Jakarta.

    Membaca jejak posisi, peran dan pengabdian seorang Mama Ony di balik sukses orang-orang terkasihnya, seperti kita sedang membaca dengan hati Puisi “Ibunda Tercinta,” karya Umbu Landu Paringgi. Syair puisi ini, pada setiap kata dalam larik dan baitnya, mencapai chemistry yang menggetarkan tentang arti dan makna seorang ibu. Mengenai sosok seorang Ibu, penyair asal Sumba, NTT yang dijuluki Presiden Malioboro itu menulis pada puisinya: 

     

    Ibunda Tercinta

     

    Perempuan tua itu senantiasa bernama:

    duka derita dan senyum abadi.

    Tertulis dan terbaca jelas kata-kata

    puisi dari ujung rambut sampai

    telapak kakinya

     

    Perempuan tua itu senantiasa bernama:

    korban, terimakasih, restu dan ampunan.

    Dengan tulus setia telah melahirkan

    berpuluh lakon, nasib dan sejarah manusia

     

    Perempuan itu senantiasa bernama:

    cinta kasih sayang, tiga patah kata purba.

    Di atas pundaknya setiap anak tegak

    berdiri menjangkau bintang-bintang

    dengan hatinya dan janjinya

    (Umbu Landu Paranggi)

     

    Bernama lengkap Veronika Wilhelmina Njo (Mama Ony), lahir di Bajawa, 31/03/143. Ayah Petrus Njo asal Sabu dan ibu Suzana Ndoekona dari Ba’a Rote Ndao, NTT. Merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. Walau orangtuanya berasal dari luar Flores, keluarga ini sangat dekat dengan Raja Bajawa saat itu Pea Mol dan Siwamole. Dengan itu saat kecil Mama Ony diambil jadi anak angkat Raja Bajawa dan diberi “nama adat” (dilawi) di kampung Bajawa dan diberi nama Mole Tai (nama dari ibunda Pea Mole). Karena itu, pada generasi mereka, Mama Ony oleh kerabat Raja Bajawa dipanggil dengan Ony Mole. Karena itu, malam sebelum pemakaman, diadakan seremoni adat Bajawa untuk almarhuma sebelum dilakukan seremonial tutup peti oleh Keluarga Njo sesuai adat tradisi Sabu, NTT.

    Tahun 1955, Opa Petrus Njo diangkat sebagai Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Flores “Vedapura” (Benteng Ilmu) sehinga keluarga Mama Ony kembali menetap di Ende sebagai Pusat Yayasan Vedapura. Dari catatan masa kecil sebagai anak angkat Raja Bajawa,  anak dari Ketua Yayasan Vedapura dan anggota DPRD Flores dari Partai Katolik,  mereka adalah elit terpelajar di Flores masa itu. Usia sekolah lanjut, Mama Ony mengikuti kakaknya di Surabaya tapi tidak dituntaskan. Dia berhenti, memutuskan kembali ke Ende karena mau mengurus mamanya Oma Suzana yang mengidap asmah dan mulai sakit-sakitan.

     

    Jejak Istri Bhayangkara Sejati

    Menikah dengan Bapa Antonius Stephanus Enga Tifaona 18 /11 1964 di Gereja Katolik  Mater Boni Konsili, Bajawa, Flores, dikaruniai 10 orang anak (satu meninggal masih bayi) dengan 13 cucu.  Setelah merayakan 52 tahun pernikahan, Bapa Anton berpulang, 15 Oktober 2017, pada usia 83 tahun. Setelah suami berpulang Mama Ony pun menyusul menghadap sang khalik pada Rabu, 11/09 2924 di RSCM Jakarta.

    Di mata anak-anak, Mama Ony adalah wanita “super woman.” Mengurus sendiri anak-anaknya sejak melahirkan, merawat dari kecil hingga dewasa dan berkeluarga. Setia menemani suami bahkan menjadi tiang doa di dalam keluarga. Selalu melatih dan mendidik anak-anaknya sejak kecil untuk selau berdoa setiap malam. Doa Rosario bersama selalu menjadi andalannya sekaligus kekuatannya. Doa Rosario bagi Mama Ony bahkan sudah sebagai nafas kehidupan setiap harinya. Selalu berdoa Rosario setiap hari untuk suami dan anak-anak serta cucunya, juga untuk kerabat, kenalan yang meminta bantuan doa. Kecintaanya terhadap Rorasio membawanya pada masa tua, bersama Bapa Anton menghabiskan kesibukan setiap hari dengan membuat untaian manik-manik Rorasio dan dibagikan kepada yang membutuhkan agar orang lain yang memilikinya semakin mencintai Bunda Maria.

    Sebagi istri seorang Bhayangkara Negara (Polisi), Mama Ony memulai hidup berkeluarga yang unik. Ketika menikah, suaminya sudah menjabat sebagai Komandan Resort Kepolisian (Danres) — saat ini Kapolres — di Bajawa, Flores. Pada usia yang masih sangat muda, 21 tahun, tapi posisi suaminya sebagai Danres menuntut Mama Ony harus segera meng-“upgrade”dirinya untuk memimpin ibu-ibu Bhayangkari di lingkup Kabupaten. Mulai belajar bicara dan beri sambutan di depan umum serta lainnya.

    Sejak saat itu, dalam tugas dan pengabdiannya di Kepolisian, suaminya Bapa Anton Tifaona hampir pada semua fase karirnya selalu menduduki jabatan pimpinan. Dengan sendirinya menuntut peran dari pendampingnya pada posisi setara di lingkungan kepolisian negara. Selalu berperan sebagai istri pimpinan dalam kurun waktu yang panjang tampaknya telah turut membentuk pola dan karakter pribadi mama Ony juga dalam pola hidup kesehariannya. Dia, Mama Ony dibentuk untuk harus berdiri tegar di samping suaminya. Harus selalu mengayomi, kuat hadapi masalah juga harus bisa tegas untuk hal-hal yang harus diperbaiki. Dia selalu perhatian dan mengasihi. Penuh pengertian tapi bisa tegas untuk hal-hal yang dinilai harus diperbaiki.

    Suaminya, Bapa Anton Tifaona, berdinas sebagai Pol Airud (Polisi Air dan Udara) di Kalimantan usai tamat dari PTIK. Luasnya wilayah kedinasan di Kalimantan, Mama Ony dan anak-anak sering ditinggalkan suaminya berdinas. Bahkan bisa berbulan-bulan. Berdinas di Dili, Timtim masih masa awal proses integrasi, sarat dengan tugas dan beban karja. Mama Ony harus mengurus anak-anaknya seorang diri. “Saya tahu, tugas dan tanggung jawab Bapa sangat berat. Saya urus anak. Setiap hari pada jam-jam tertentu, saya selalu berdoa untuk Bapa. Hanya doa. Saya hanya bersandar pada kuasa Tuhan. Tuhan yang menyempurnakan.” Cerita Mama Ony suatu ketika tentang masa-masa sulit yang pernah dilewati bersama Bapa Anton.

    Karena itu, peran Mama Ony sangat sentral dalam keluarga. Terutama pada posisinya sebagai istri yang harus berdiri tegar di samping suami. Hadapi tantangan dan kesulitan dalam berdinas, suami juga bisa goyah. Tugas istri harus menguatkan. Seperti dialami Mama Ony selama mendampingi suaminya Bapa Anton. Tercatat Bapa Anton banyak melahirkan gagasan yang hingga kini dipakai secara nasional maupun konsep pembinaan dan pendidikan di internal Polri. Seperti pemakaian Helm, Buka Tutup Jalur Puncak, Latihan Bersama Polri dan Polisi Malaysia dan lainnya. Tapi rekam jejaknya menunjukan selama 12 tahun dengan 8 kali mutasi jabatan Bapa Anton masih dengan pangkat yang sama: Kolonel Polisi. Menjalani posisi ini bagi seorang perwira Polri masa itu bukanlah hal mudah. Tentu butuh peran seorang istri yang berkarater kuat di sampingnya.

     

    Wanita Berkarakter Unggul

    Pada posisi penting dan jabatan suaminya, Mama Ony mengaku memang banyak godaan. Cukup banyak kejadian, orang datang dengan berbagai iming-iming. Dari hadiah ini dan itu hingga tas yang penuh dengan uang. Mama Ony tidak bergeming. Tidak pernah mau terpengaruh. Tidak hanya dari pejabat dan bawahan. Bahkan ada kejadian ketika mendampingi Ibu Tien Soeharto dalam kunjungan ke Timtim. Saat pamit pulang Jakarta, Ibu Tien serahkan satu tas. Setelah dibuka isinya penuh dengan uang. “Uang itu saya ambil dan bagi habis untuk semua ibu-ibu Bahayangkari di Timtim saat itu. Saya tidak mau beri makan anak-anak saya dari jenis uang begitu,” tutut Mama Ony mengenang.

    Ada kejadian yang sangat krusial. Ketika usai masa tugas sebagai Kapolda Sulutteng, sudah ada penugasan dari Mabes untuk pindah menjadi Kapolda Sumut. Tapi karena ada calon titipan dari Cendana, Bapa Anton lalu dialihkan mutasinya sebagai Wakapolda Jawa Barat. Justeru turun lagi ke Wakapolda walau sudah dua kali menjabat Kapolda. Sebuah sistem mutasi yang aneh. Ketika itu, Bapa Anton sudah putuskan untuk berhenti. Minta pensiun dini. Hanya ketenangan dan ketegaran Mama Ony, walau berat Bapa Anton Tifaona akhirnya bisa menerima ke Jawa Barat, sebagai Wakapolda.

    Pribadi dan karakter Mama Ony, sebagai istri dan sebagai Ibu, telah memberi nilai positif dan membanggakan. Sosok wanita dan ibu dengan karakter unggul. Seorang wanita kuat yang memampukan dua orang lelaki di sampingnya menggapai “Bintang” di pundak mereka. Satu, suaminya sendiri Brigjen Pol (Purn) Drs. Anton Enga Tifaona menyandang Bintang Satu (Brigjen Pol). Dan kedua, anak dari rahimnya kini sudah menyandang “Bintang Dua” (Irjen Pol) Daniel Bolly Hironimus Tifaona, S.IK, M.Si. Sukses menggapai Bintang bagi keduanya, tentu tak lepas dari peran Mama Ony di samping mereka. Boleh jadi benar kata orang: Di balik pria sukses selalu ada wanita hebat di sampingnya. Dan dari rahim unggul akan hadir generasi unggul. Melukiskan sosok Mama Ony rasanya terlampau puitis sebagaimana terbaca pada senandung puisi “Ibunda Tercinta” di atas.

    Belajar dari kehidupan seorang Mama Ony, adalah belajar tentang bagaimana hidup ini bisa terpatri mulia. Tentang kesetiaan, pengabdian dan ketekunan. Tentang pelayanan, amal saleh yang bermanfaat dan menyiapkan generasi berakhlak mulia sebagai kerja untuk keabadian. Pada hidupnya, Mama Ony seakan mengajarkan bahwa dalam hitungan usia hidup, kita harus mampu memberi keindahan dan energi positif pada dunia. Bahwa mesti ada jejak mulia yang ditinggalkan. Diwariskan. Terpancar nilai-nilai keutamaan hidup yang bermanfaat. Menyiapkan generasi unggul dan berakhlak mulia adalah berkarya untuk keabadian.

    Kini, Mama Ony, Ibu “Super Woman” itu telah pergi ke tampat dimana semua kita akan sampai. Requiescat in Pace (RIP). ***

     

    Stanis Soda Herin, Penulis Biografi Brigjen Pol (Purn) Drs. Anton Enga Tifaona

     

  • Puisi Berjudul ‘Menulis Syair untuk Presiden Episode Dua’ Diangkat Menjadi Tembang Puitik oleh Komponis dan Musisi Indonesia Ananda Sukarlan

    Puisi Berjudul ‘Menulis Syair untuk Presiden Episode Dua’ Diangkat Menjadi Tembang Puitik oleh Komponis dan Musisi Indonesia Ananda Sukarlan

     

     

    Jakarta berandanegeri.com. Komponis dan Musisi Indonesia Ananda Sukarlan mengangkat tembang puitik dari puisi berjudul ” Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak.

    “Baru kelar partitur-nya.Nanti akan diterbitkan format lagunya.Terus penyanyi-penyanyi bakal pilih lagu, terutama yang mereka suka.Biasanya sih begitu.Terbit lagunya mudah-mudahan bulan depan, gitu deh,” katanya ketika dihubungi di Jakarta pada Rabu (16/10/2024).

    Ditanya lebih jauh kapan puisi berjudul “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak bisa tayang (dipublish), ia menjawab semoga bisa terwujud bln November 2024 mendatang.

    ” Soalnya aku enggak bisa maksa vokalis-vokalis itu untuk pilih laguku yang mana, kecuali di konser-ku ya,” ujarnya.

    Menurutnya, kalau mau “dipamerkan”, lanjut komponis yang juga pianis ini, bisa saja.

    “Silahkan partitur-nya di-screenshot.Misalnya halaman pertama, itu juga bisa mewakili perhatian vokalis-vokalis sih,aku di-tag aja, vokalis-vokalis itu akan lihat FB aku.Tembang puitik ini akan masuk volume ke-9,” pungkasnya.

     

    Paling Aktif dan Produktif

    Ananda Sukarlan telah diakui banyak negara sebagai komponis Indonesia yang paling aktif dan produktif dalam menciptakan tembang puitik, yaitu karya musik yang tercipta berdasarkan karya puisi yang sudah ditulis oleh penyair atau sastrawan.

    Lebih dari 500 karya untuk vokalis diiringi piano atau instrumen lain telah ia ciptakan dalam bahasa Spanyol, Inggris dan Indonesia.

    Selama hidupnya, Komponis Ananda Sukarlan telah menciptakan musik paling banyak dari puisi-puisi Emily Dickinson, dan Robert Frost.

    Di Indonesia ada puisi-puisi karya Penyair Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Eka Budianta, Emi Suy, Wiji Thukul, Nanang Suryadi, Hasan Aspahani , Pulo Lasman Simanjuntak dan juga penyair muda seperti Adimas Immanuel, Muhammad Subhan, serta puluhan penyair lainnya.

    Kini ia sedang dalam proses mengumpulkan semua karya tembang puitiknya yang sudah ia tulis sejak ia kuliah di Royal Conservatory of Music, Den Haag (Belanda) sejak akhir dekade 1980-an sampai kelulusannya dengan Summa CumLaude.

    Saat ini sudah terkumpul sekitar 300-an dalam 8 jilid buku “Tembang Puitik Ananda Sukarlan”.

    Bulan November 2023 lalu musisi berbintang Gemini ini menjadi warga negara Indonesia pertama yang dianugerahi penghargaan kesatriaan Royal Order of Isabella the Catholic (Real Orden de Isabel la Católica), penghargaan tertinggi dari Kerajaan Spanyol yang diberikan kepada tokoh sipil atau lembaga sebagai pengakuan atas jasa luar biasa terhadap negara atau hubungan internasional / kerjasama dengan negara lain. Selain diganjar Real Orden de Isabel la Católica, Ananda Sukarlan juga pernah dianugerahi gelar kesatriaan Cavaliere Ordine della Stella d’Italia oleh Presiden Italia Sergio Mattarella pada tahun 2020.

    Selain itu, seniman Indonesia pertama yang diundang Portugal tepat setelah hubungan diplomatik Indonesia dan Portugal pada tahun 2000 ini juga telah dianugerahi banyak pengakuan swasta seperti Prix Nadia Boulanger dari Orleans, Prancis.

    Baru-baru ini ia adalah salah satu dari 32 dalam buku Heroes Amongst Us (Pahlawan di Antara Kita) yang ditulis oleh Dr. Amit Nagpal yang diterbitkan di India.

    Ananda juga masuk sebagai salah satu dari 100 Asia’s Most Influential atau “Orang Asia Paling Berpengaruh” di dunia seni tahun 2020 oleh Majalah Tatler Asia.

    Berikut puisi “Menulis Syair untuk Presiden Episode Dua” karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak.

     

     

    MENULIS SYAIR UNTUK PRESIDEN
    -episode dua-

     

    jika aku jadi presiden
    aku akan melanjutkan
    menulis syair ini
    sambil menghitung jumlah utang negara
    di bawah awan garang

    bahkan angan-angannya telah dikorupsikan mencapai delapan puluh triliun rupiah

    setelah itu
    kutelan rakus ribuan kilometer
    jaringan jalan tol, kereta api cepat, bendungan tak bisa dijebol, dan mobil listrik yang sering meledak di pinggir jalan protokol

    sekarang lihatlah,
    aku sudah jadi presiden
    tak punya janji
    hanya kusodorkan
    perawan berpendidikan
    anak-anak mampu berlarian
    mengejar sejumlah harapan
    tanpa harus jadi pesakitan

    karena masa depan
    bukan lagi milik pesyair
    yang rajin menulis syair
    untuk disodorkan
    di pintu gerbang negarawan
    acapkali kebakaran
    uraikan kemacetan di seputar
    bunderan kematian.

     

    _______________

     

    Kontributor :
    Lasman Simanjuntak
    Kontak : 08561827332 (WA)
    Email : pulo_lasman@yahoo.com
    -di Perum Pamulang Permai I Jln.Bougenville 5 Blok A 42 No.8, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten

  • Latihan Dasar Kepemimpinan SMAN 2 Maumere: Mempersiapkan Pemimpin Muda Berkarakter Menuju Indonesia Emas

    Latihan Dasar Kepemimpinan SMAN 2 Maumere: Mempersiapkan Pemimpin Muda Berkarakter Menuju Indonesia Emas

     

    Maumere beranda negeri.com., 12 Oktober 2024 – SMAN 2 Maumere kembali menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi para siswa-siswi dalam rangka pemilihan calon pengurus OSIS yang baru. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (10-12 Oktober 2024), diadakan di dua lokasi yaitu Aula SMAN 2 Maumere dan Pantai Kita Maumere. Latihan ini bertujuan untuk melatih dan membentuk generasi muda agar siap menjadi pemimpin yang cerdas, kuat, dan berkarakter, sesuai dengan semangat Indonesia Emas di tahun 2045.

     

    Pelatihan ini diikuti oleh para calon pengurus OSIS dan siswa-siswi yang memiliki minat dan potensi dalam kepemimpinan. Tujuan utama dari LDK ini tidak hanya memilih pengurus OSIS yang baru, tetapi juga melatih keterampilan kepemimpinan sejak dini agar para peserta siap memimpin dengan tanggung jawab di berbagai sektor kehidupan di masa depan.

    Materi-materi yang disampaikan selama kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting dalam kepemimpinan. Di antara materi tersebut adalah:

    1. Motivasi Organisasi – Membangun semangat berorganisasi dan menanamkan pentingnya kerja sama serta tanggung jawab dalam berorganisasi.
    2. Kepemimpinan Berkarakter Sesuai Profil Pelajar Pancasila – Menekankan pentingnya karakter dalam kepemimpinan, seperti integritas, disiplin, serta nilai-nilai Pancasila yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin.
    3. Teknik Berpidato – Melatih kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan ide-ide dengan percaya diri, dan berkomunikasi dengan baik.
    4. Kepemimpinan OSIS – Materi khusus tentang tata cara memimpin OSIS, termasuk memahami peran dan tanggung jawab sebagai pemimpin di lingkungan sekolah.
    5. Debat dan Diskusi – Mengasah kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah secara demokratis melalui debat dan diskusi.
    6. Teknik Memimpin Rapat – Menyiapkan peserta untuk bisa memimpin dan mengelola rapat secara efektif, baik dalam skala kecil maupun besar.

    Selain materi yang padat di kelas, peserta LDK juga diajak untuk mengikuti kegiatan outbound yang dilaksanakan di Pantai Kita Maumere pada hari terakhir. Outbound ini diisi dengan berbagai permainan yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, serta kepercayaan diri antar peserta. Acara ditutup dengan sesi refleksi yang memberikan ruang bagi para peserta untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari selama tiga hari pelatihan.

     

    Ketua Panitia Ibu Meldiana Hendrika

     

    Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat, seperti yang disampaikan oleh Ketua Panitia LDK Meldiana Henderina, S.Pd, “Kami berharap melalui LDK ini, para peserta tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga tentang pentingnya karakter yang kuat dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah calon pemimpin masa depan, dan kami ingin membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat.”

    Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para siswa-siswi SMAN 2 Maumere, khususnya calon pengurus OSIS yang baru, siap untuk mengemban tugas dan tanggung jawab mereka dengan penuh dedikasi, serta menjadi pemimpin yang berkarakter kuat, tangguh, dan cerdas, menuju Indonesia Emas yang lebih baik.

    (Yanto Hayon).

     

    Galery Foto

     

  • Penenun Sumba Timur Produksi Wastra Otentik dan Ecofriendly bersama Bakti BCA dan WARLAMI

    Penenun Sumba Timur Produksi Wastra Otentik dan Ecofriendly bersama Bakti BCA dan WARLAMI

     

    Waikabubak berandanegeri.com –  Penenun Sumba Timur, NTT, menyelesaikan program Pembinaan Wastra Warna Alam Sumba Timur yang diselenggarakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI).

    Kegiatan ini, Bukti Bakti BCA memberdayakan masyarakat dalam melestarikan budaya dengan mengintegrasikan komitmen Bakti BCA terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial.

    Pengrajin tenun ini telah mengikuti program pembinaan intensif yang berlangsung selama 6 bulan, yang berasal dari wilayah Kelurahan Kawangu, Kelurahan Watumbaka, Desa Kambatatana, Desa Persiapan Prai Klimbatu, hingga Desa Persiapan Wukukalara.

    Penenun didorong mengenali ragam tumbuhan lokal dan komoditas turunan bahan pewarna alam, seperti pasta atau serbuk dan benang celup, serta cara menerapkan langsung dalam pengolahan karya wastra penenun.

    EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pembinaan penenun dengan memanfaatkan pewarna alami dari tanaman, tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, juga meningkatkan kualitas dan nilai kain tenun.

    Oleh karena itu, Bakti BCA melengkapi program pembinaan ini dengan perluasan akses pasar, melalui partisipasi produk kain tenun mereka pada event-event strategis BCA.

    Harapannya, program Bakti BCA dapat memberikan dampak positif yang komprehensif, dari mulai pelestarian budaya dan lingkungan hingga peningkatan pendapatan masyarakat di Sumba Timur.

    Menurut dia, antara sumber pewarnaan alam yang digunakan adalah akar pohon mengkudu (Morinda Citrifolia L) untuk menghasilkan warna merah dan tarum atau nila (Indigofera Tinctoria) untuk menghasilkan warna biru.

    Pembinaan yang didapatkan para pengrajin tersebut terdiri dari serangkaian pelatihan yang komprehensif.

    Di tahap awal, peserta melakukan pemetaan tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber pewarna alami. Selanjutnya, belajar cara mengekstrak dan mengolah pewarna dari tanaman tersebut.

    Setiap tahap disertai dengan penugasan untuk menilai pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh. Terakhir, peserta mengaplikasikan pewarna alam pada kain wastra.

    Tak hanya itu, peserta pelatihan juga diajarkan tips dan trik dengan metode tertentu untuk mempercepat proses pewarnaan.

    Diana Kalara Lena, peserta program Pembinaan Wastra Warna Alam Sumba Timur, membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan dari Bakti BCA dan WARLAMI.

    “Program ini sangat bermanfaat bagi saya, memberi wawasan luas terkait pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber pewarna alami,” ujarnya.

    “Cara penyampaiannya juga mudah dimengerti dan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari cara menemukan tumbuhannya hingga pengaplikasiannya,” tambahnya.

    Selain melestarikan tradisi tenun, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi kami melalui produk wastra yang ramah lingkungan.

    Ia berharap hasil karya kami dapat memenuhi kebutuhan pasar fesyen berkelanjutan yang terus berkembang. Terima kasih kepada BCA dan WARLAMI atas dukungan yang luar biasa.

    Kemitraan Bakti BCA dan WARLAMI dalam memberikan dampak positif pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan telah berlangsung sejak 2022.

    Bakti BCA bersama WARLAMI menggelar pembinaan serupa kepada 28 penenun dari Desa Nekemunifeto, Bisene, Biloto, Kuanfatu, Nikiniki, Tuataum, dan Kuale’u dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

    Selain itu, Bakti BCA juga telah merampungkan pembinaan kepada 15 pegiat warna alam dari Baduy, Desa Kanekes, Lebak, Banten pada Februari lalu.

    Hingga 2024 total kain tenun warna alam yang dihasilkan dari tiga wilayah binaan (Timor Tengah Selatan, Baduy, dan Sumba Timur) sebanyak 216 kain.

    BCA meyakini bahwa pemberdayaan komunitas secara efektif akan memberikan manfaat bagi pelestarian ekosistem, sehingga terbentuk siklus yang saling berpengaruh untuk menciptakan kehidupan lebih baik lagi.

    “Kami ingin mengungkapkan apresiasi mendalam atas antusiasme para penenun Sumba Timur dalam mengikuti program ini,” ungkap Ketua WARLAMI, Myra Widiono.

    Menurutnya, potensi besar alam Sumba Timur dalam industri ecofashion memerlukan dukungan yang tepat agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    ( Athy Meaq)
  • Kegiatan Katekese Bulan Kitab Suci Nasional 2024 di SMAN 2 Maumere: Mengenal Nabi Nahum dan Habakuk, Allah Sumber Keadilan

    Kegiatan Katekese Bulan Kitab Suci Nasional 2024 di SMAN 2 Maumere: Mengenal Nabi Nahum dan Habakuk, Allah Sumber Keadilan

     

    Maumere berandanegeri.com – Dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2024, para guru dan siswa-siswi SMAN 2 Maumere melaksanakan kegiatan katekese bekerja sama dengan para Frater Seminari Tinggi Ledalero Unit Yoseph Sebanyak 32 Frater. Kegiatan ini diadakan setiap Sabtu sepanjang bulan September, pukul 16.00 hingga 17.30 WITA, bertempat di SMAN 2 Maumere.

    Guru Agama Katolik Benyamin Helianto Tueng Hayon, S.Fil, menyampaikan bahwa kegiatan katekese ini mengacu pada tema umum BKSN 2024, yaitu Allah Sumber Keadilan. Sepanjang kegiatan, para guru dan siswa Katolik serta umat beriman mendapatkan kesempatan untuk mengenal sosok Nabi Nahum dan Nabi Habakuk, dua nabi minor (nabi-nabi kecil) yang seringkali kurang dikenal, tetapi menyampaikan nubuat penting tentang Allah sebagai sumber keadilan.

    Katekese ini disusun dalam empat pertemuan, masing-masing dengan sub-tema yang dipilih untuk memperdalam pemahaman akan nubuat-nubuat Nabi Nahum dan Habakuk. Keempat sub-tema tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Allah dasar pengharapan dalam kesulitan (Nahum 1:1-8)
    2. Allah memulihkan kemuliaan manusia (Nahum 2:1-2)
    3. Menjadi manusia yang benar supaya tidak mengalami hukuman (Habakuk 2:1-5)
    4. Menjadi manusia yang bersukacita karena Allah yang adil (Habakuk 3:1-19)

    Menurut Benyamin, hari pertama kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat, dengan para Frater dan siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi dan permenungan bersama mengenai sub-tema yang telah ditentukan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendekatkan para pelajar Katolik dengan Kitab Suci, sekaligus menumbuhkan kecintaan dan penghayatan lebih dalam terhadap firman Tuhan yang ada di dalamnya.

    Selain kegiatan katekese bagi para siswa Katolik, siswa-siswi yang beragama lain juga mendapatkan pembinaan rohani bersama guru agama dan pendamping masing-masing, sesuai dengan keyakinan mereka. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang rohani bagi semua siswa, agar mereka dapat terus bertumbuh dalam iman dan nilai-nilai kehidupan yang mereka anut.

    Katekese ini diharapkan menjadi momentum berharga bagi para siswa Katolik SMAN 2 Maumere untuk memahami keadilan Allah melalui kisah Nabi Nahum dan Habakuk, serta memperdalam relasi mereka dengan Tuhan melalui Kitab Suci. Dengan penyelenggaraan kegiatan yang penuh antusias, diharapkan para siswa semakin terdorong untuk hidup menurut nilai-nilai keadilan, pengharapan, dan sukacita yang berasal dari Allah

    (Yanto Hayon))

     

  • Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMAN 2 Maumere: Fokus pada Literasi dan Numerasi untuk Pembimbingan Karya Tulis Ilmiah

    Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMAN 2 Maumere: Fokus pada Literasi dan Numerasi untuk Pembimbingan Karya Tulis Ilmiah

     

    Maumere beranda negeri.com – SMAN 2 Maumere menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi guru dalam bidang literasi dan numerasi pada hari Sabtu 7 September 2024. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WITA dan bertempat di aula SMAN 2 Maumere. Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, yaitu Ibu Agustina Elisabeth,.M.Pd, yang juga merupakan seorang dosen di universitas tersebut.

    Workshop dibuka oleh PLT Kepala Sekolah SMAN 2 Maumere, Bapak Hendrikus Hadir, S.Pd, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan penyegaran kepada para guru dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pembimbing karya tulis ilmiah (KTI) bagi peserta didik kelas XII. “Kegiatan ini sangat penting agar para guru dapat lebih siap dan kompeten dalam mendampingi siswa-siswi kelas XII untuk menyusun KTI yang berkualitas,” ujarnya.

     

    Ibu Elisabeth, selaku pemateri, menjelaskan dengan rinci tentang prosedur penulisan karya tulis ilmiah (KTI) mulai dari awal hingga akhir. Beliau juga membahas metode penelitian yang relevan serta memberikan contoh-contoh penerapannya dalam proses pembimbingan. Para guru mengikuti pemaparan dengan penuh perhatian dan antusiasme, menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung siswa mencapai hasil yang terbaik.

    Selain memberikan penyegaran materi, workshop ini juga diharapkan dapat memperkuat kompetensi para guru dalam menerapkan literasi dan numerasi dalam proses pembimbingan KTI, yang diakui sebagai komponen penting dalam pendidikan abad ke-21.

    Kegiatan ini berlangsung lancar, dengan semua peserta memberikan perhatian penuh sepanjang sesi. Para guru yang hadir juga diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mengenai kesulitan yang mungkin mereka hadapi dalam proses pembimbingan KTI di sekolah.

    Dengan terlaksananya workshop ini, SMAN 2 Maumere berharap agar para guru dapat lebih siap dan terampil dalam membimbing para siswa kelas XII, sehingga karya tulis ilmiah yang dihasilkan lebih berkualitas dan bermanfaat.

    (Yanto Hayon)

     

  • Reuni Akbar SMPK Frater Maumere, “Pulang ke Rumah”

    Reuni Akbar SMPK Frater Maumere, “Pulang ke Rumah”

     

    Alumni SMPK Frater Maumere menggelar Reuni Akbar dengan tema “Dari Alumni untuk Alumni” pada tanggal 9-10 Agustus yang baru lalu. Reuni akbar ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan sejak berdirinya sekolah ini pada 66 tahun yang silam. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan kembali hampir 2000 alumninya yang tersebar di berbagai pelosok tanah air hingga luar negeri.

    Dalam sambutannya, ketua panitia Reuni Akbar SMPK Frater Maumere, Femy Bapa sapaan akrab beliau, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak atas segala suport yang diberikan dalam rangka menyukseskan rauni akbar ini. Reuni akbar ini telah digagas dan didengungkan dalam hampir 10 tahun terakhir oleh para alumni, yang akhirnya dapat terselenggara di tahun ini. Panitia, yang adalah para alumni bekerja hanya dalam waktu dua bulan untuk mempersiapkan rangkaian acara Reuni Akbar yang diseleggarakan selama dua hari, demikian disampaikan pelaksana tugas sekretaris daerah Kabupaten Sikka itu. Femmy juga menyampaikan selamat datang kepada para alumni yang telah menyempatkan diri hadir dari berbagai wilayah di tanah air bahkan dari luar negeri khusus untuk reuni akbar ini, “Selamat Datang, Kembali Pulang ke Rumah”.

    Wilfrid Valiance, Pr salah satu alumni SMPK Frater Maumere yang turut merayakan reuni akbar ini, dalam renungannya pada perayaan Ekaristi Syukur Reuni Akbar yang dipimpin oleh yang mulia Uskup Maumere dan dihadiri 14 imam konselebran membawa para alumni bernostalgia pada masa-masa membersamai di almamater Yayasan Mardiwiyata – SMPK Frater Maumere. Romo Wilfrid, sapaan akrab beliau menyebut SMPK Frater Maumere sebagai rumah transformasi diri, yang telah berhasil membentuk pribadi-pribadi berkarakter seperti yang nampak pada saat ini. Hari ini para alumni hadir dalam versi terbaiknya. Selanjutnya, rumah transformasi ini mengutus putra-putri terbaiknya ke tengah dunia untuk menjadi agen-agen transformasi sosial, mengubah dunia dengan berbagai kebaikan, kefasikan, dan kharisma. Momen reuni kiranya menjadi momen bersatu hati, bergandengan tangan untuk melanjutkan karya-karya baik di tengah dunia, demikian refleksi yang dibawakan Romo Wilfrid dalam perayaan syukur Reuni Akbar SMPK Frater Maumere yang pertama ini.

    Hadir dalam perayaan syukur ini penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera, perwakilan Ketua Yayasan Mardiwiyata, dan kepala SMPK Frater Maumere saat ini Fr. Maria Sebastianus, BHK. Berkesempatan hadir pula dalam reuni akbar ini salah satu mantan kepala SMPK Frater Maumere, Kristoforus Klaman Wahon, beserta para guru yang telah purna tugas. Para alumni hadir memenuhi ruangan Aula Mardiwiyata yang berada di Jalan Kimang Buleng Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok, dalam kompleks persekolahan Yayasan Mardiwiyata Maumere. Tercatat alumni tertua yang hadir dalam acara reuni akbar ini berasal dari angkatan 1962, angkatan lulusan kedua sekolah ini.

     

    Perayaan Ekaristi Syukur Reuni Akbar SMPK Frater Maumere diselenggarakan pada hari kedua perayaan reuni akbar ini, dimana sehari sebelumnya telah diselenggarakan Devile 1000 langkah alumni yang digelar pada hari pertama reuni akbar, yang menghadirkan ribuan alumni dalam barisan-barisan jalan santai dari setiap angkatan yang berdevile dari lokasi sekolah pertama kalinya didirikan yaitu di depan gereja Katedral Maumere, melewati jalan Eltari hingga ke tugu MOF dan menuju jalan Anggrek untuk finish di lapangan SMPK Frater Maumere. Devile diakhiri dengan acara hiburan dan makan malam bersama oleh para alumni. Setelah Misa Syukur, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama dan pembentukan ikatan alumni SMPK Frater Maumere. Pada sore hingga malam hari digelar pertunjukkan seni dari setiap angkatan yang dirangkai dengan games seru, dan ditutup dengan dance bersama. 

    Kontributor:  Yersi (alumni Spater98)
  • Universitas Terbuka, Memajukan Bangsa Lewat Pendidikan

    Universitas Terbuka, Memajukan Bangsa Lewat Pendidikan

     

    Jakarta-Beranda Negeri. Salah satu tokoh penggagas berdirinya Universitas Terbuka (UT) di Lembata, Yosep Beda Hayon, S.AP (YBH) menegaskan bahwa kehadiran Universitas Terbuka (UT) di Lembata telah membawa terobosan baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Lembata.

    Dalam sambutan acara Peresmian Sentra Pelayanan Universitas Terbuka Nagawutung mengatakan, upaya awal pendirian UT di Lembata menuai tantangan.

    “Saat-saat awal kami merintis, tidak sedikit menuai pro-kontra, banyak yang tidak sependapat, tetapi karena tekad, dengan pendekatan pendidikan yang berkualitas, akhirnya berhasil hingga saat ini, tutur Yoseph.

    Yoseph Beda Hayon dikenal sebagai salah satu pendidik teladan di Nagawutung menilai perkuliahan zaman dulu tidak semudah saat ini.

    “Tahun pertama kami kuliah di Kupang, kami tiga orang dari Lembata, kami kuliah dengan modul yang besar-besar, tidak seperti yang ada sekarang yang sudah di buat lebih simpel”. Ungkapnya.

    YBH menambahkan pentingnya melahirkan generasi pendidik yang berkualitas di Lembata mendorongnya bersama rekan-rekannya berjuang dan memelopori pembangunan UT di negeri Sembur Paus tersebut.

    “Ketika lahir undang-undang pendidikan nomor 14 tahun 2005 yang mengharuskan Guru yang bisa mengajar di depan kelas minimal adalah yang sarjana, kami berinisiatif menemui direktur di Kupang agar UT bisa masuk ke Lembata” Cetus Yoseph.

    “Ketika masih sebagai Pengawas Sekolah, saya wajibkan para guru di Nagawutun untuk masuk UT. Saat itu hanya ada D2 PGSD dan pendidikan olahraga tahun 2005. Selanjutnya, di tahun 2007, ada perubahan regulasi jadi mereka yang semeter 5 transfer ke S1. Waktu itu, ada 125 guru yang jadi mahasiswa sehingga hingga saat ini, sudah ada banyak guru dengan gelar S.Pd di Nagawutun”, Cerita Yoseph.

    YBH menegaskan, kebijakan yang diambil saat itu sebagai solusi dalam menyelamatkan dunia pendidikan di Lembata. Karena, kalau paksa diterapkannya UU No.14 tahun 2005 di Lembata saat itu, maka tidak banyak guru yang bisa mengajar di depan kelas secara baik.

    “Kami bersyukur UT hingga hari ini tetap ada di Lembata dan telah menamatkan banyak sarjana di Kabupaten ini”, Imbuh Anggota DPRD Lembata terpilih 2024-2029 tersebut.

    Pada akhir sambutannya, ia menekankan UT sebagai lembaga perkuliahan yang legal dan diakui negara.

    “Jangan takut kuliah di UT. UT adalah kampus negeri dan legalitasnya di akui negara. UT di setujui oleh presiden RI tahun 1984”, tegas YBH.
    (Ricky H).

     

  • Membangun Karakter Anak Bangsa – Membumikan Pancasila

    Membangun Karakter Anak Bangsa – Membumikan Pancasila

     

    Jakarta berandanegeri.com. Pancasila merupakan warisan luar biasa para pendiri bangsa yang mengacu pada nilai-nilai luhur, yang bersifat orisinil dan tahan zaman. Sungguh warisan nilai yang sangat berharga. Namun dalam perjalanan kehidupan berbangsa upaya mewujudkan nilai sila-sila Pancasila terasa sangat lemah. Bahkan dalam perjalanan kehidupan berbangsa ada juga upaya untuk menyingkirkan Pancasila dengan ideologi lain. Juga di kalangan kaum muda ada indikasi nilai-nilai luhur Pancasila seakan dilupakan. Tergerak oleh keprihatinan ini para akademisi yang terdiri dari Agus Widjajanto, S.H., M.Hum, Dr. Drs Rusdin Tahir, M.Si, CIQaR., CIQnr, Prof. Dr. H. Nandang Alamsyah Deliarnoor, S. AP., S.H., M.Hum, Prof. Dr. Drs. Samu’n Jaja Raharja, M.Si, Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Pd, Dr. Drs. Rahman Mulyawan, M.Si, menuliskan gagasan-gagasan mereka mengenai Pancasila dalam sebuah buku Membangun Karakter Anak Bangsa – Melalui Pemahaman Falsafah Leluhur dan Nilai Pancasila.

    Praktisi Hukum Agus Widjajanto, S.H., M.Hum, (salah satu penulis buku), Sabtu, 1 Juni 2024 meluncurkan buku Membangun Karakter Anak Bangsa – Melalui Pemahaman Falsafah Leluhur dan Nilai Pancasila. Peluncuran buku digelar tepat di Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

    “Buku ini kami tulis sebagai bentuk keprihatinan yang mendalam sebagai anak bangsa atas kondisi bangsa,” kata dia kepada wartawan, Sabtu 1 Juni 2024.

    Bentuk keprihatinan dimaksud didasarkan pada kondisi bangsa yang dirasa telah kehilangan jati diri sebagai sebuah bangsa. Padahal, jati diri ini adalah ruhnya Indonesia namun tergerus akibat pengaruh budaya dan doktrin asing.

    Pengaruh budaya itu salah satunya terjadi karena kemajuan tekhnologi informasi. Kemajuan yang pada gilirannya membuat tidak ada lagi batas wilayah sebuah negara. Semua orang bisa dengan mudah mengakses informasi tanpa filter melalui gadget. Padahal tidak semuanya benar.

    Informasi yang kadang sulit untuk disaring tapi diterima begitu saja. Akibatnya banyak nilai-nilai jati diri bangsa tergerus, juga ajaran luhur bangsa dan nilai-nilai Pancasila,” tutur Agus Widjajanto.

    Pria kelahiran Kudus Jawa Tengah itu mengungkapkan, rasa kebangsaan perlahan tapi pasti luntur pada generasi muda. Banyak generasi muda saat ini mulai tidak paham dan meninggalkan budaya sendiri sebagai sebuah bangsa yang sangat minim pengetahuan atas sejarah bangsanya.

    Di sisi lain, peralihan kepemimpinan nasional dari Orde Baru ke Orde Reformasi seakan memberikan kesan bahwa semua orang mendapatkan kebebasan sebebas-bebasnya. Baik dalam mengekpresikan diri maupun mengeluarkan pendapat yang memang telah dijamin oleh konstitusi.

    “Tapi banyak juga yang melupakan hakekat dari kebebasan itu sendiri, terutama menyangkut rasa bertanggung jawab dan menghormati hak dari orang lain yang menjadi ajaran luhur para pendiri bangsa,” ucap Agus.

    Ajaran yang mengajarkan secara bijak sesuai dengan nilai nilai luhur bangsa ini sebagai bangsa yang besar dan berbudaya tinggi. Fenomena degradasi moral disampaikan dia bukan hanya menyangkut budaya tapi seluruh aspek kehidupan baik politik, ekonomi, hukum serta sosial.

    “Buku ini memuat ajakan agar segenap anak bangsa, di samping mengejar kemajuan dengan hal-hal baru, tapi juga jangan melupakan etika luhur dan budaya bangsa sendiri, agar tercipta keselarasan di semua lini kehidupan,” kata Agus Widjajanto.

    Diingatkan pula bahwa menjaga nilai-nilai luhur bangsa bukan hanya tanggungjawab pemerintah melainkan seluruh pihak. Baik kaum pendidik, agamawan, budayawan dan setiap insan sebagai warga negara.

    Ia berharap upaya membangun kembali karakter bangsa terus digalakkan agar bangsa ini kembali jati dirinya sesuai warisan leluhur dan para pendiri bangsa serta raja-raja nusantara yang agung dimasa lalu.

    Dalam buku itu juga ditekankan pula bahwa hidup sejatinya adalah agar bisa memberikan pencerahan kepada sesama sebagai lilin penerang kehidupan (urip kuwi sejatine urup). Diharapkan semua pihak kembali membumi kepada Ibu Pertiwi dan tidak pernah lupa budaya dan adat istiadat sendiri sebagai bangsa timur.

    Tentunya sesuai nilai luhur Pancasila bukan hanya berkedudukan sebagai Dasar Negara saja, akan tetapi juga sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa yang telah mulai dilupakan oleh generasi muda anak bangsa. Karena budaya kita adalah paternalistik, semuanya harus dimulai dari para pemimpin yang memberikan suri tauladan sekaligus panutan bagi semua anak bangsa. Yakni dengan perilaku yang menjunjung tinggi etika, moral, nilai-nilai agama, dan hukum.

    “Tiada gading yang tak retak, tapi setidaknya buku ini sebagai upaya mengembalikan  pemikiran terhadap sesama anak bangsa agar tidak melupakan jati dirinya sebagai bangsa yang berbudaya besar. Semoga bermanfaat!,” demikian Agus Widjajanto.

  • Yakobus Dumupa, Mantan Bupati Kabupaten Dogiyai, Siap Bertarung pada Pemilihan Gubernur Papua Tengah

    Yakobus Dumupa, Mantan Bupati Kabupaten Dogiyai, Siap Bertarung pada Pemilihan Gubernur Papua Tengah

    JAKARTA-BERANDANEGERI.COM Bupati Kabupaten Dogiyai  periode 2017-2022 Yakobus Dumupa, SIP, MIP menyatakan kesiapannya masuk dalam bursa Pemilihan Gubernur Provinsi Papua Tengah periode tahun 2024-2029 pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung November 2024. Yakobus juga siap mengikuti proses penjaringan bakal calon gubernur yang dilakukan partai politik maupun koalisi, termasuk mekanisme survei.

    “Saya mendapat banyak aspirasi dan dukungan dari berbagai kalangan agar mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua Tengah periode 2024-2029. Dukungan dan aspirasi tersebut tidak hanya dari warga Papua Tengah, tetapi juga warga provinsi lain di tanah Papua bahkan di luar tanah Papua,” ujar Jakobus Dumupa kepada Odiyaiwuu.com di Nabire, kota Provinsi Papua Tengah, Senin (8/4).

    Yakobus, mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), menambahkan, sebagai seorang tokoh muda yang mendapat dukungan dari sejumlah pihak agar dapat mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua Tengah pada Pilkada serentak November mendatang, ia menyambut baik aspirasi dan dukungan. Selain dukungan tersebut merupakan amanah, tak lepas pula tanggung jawab moral politik sebagai tokoh dan pemimpin muda tanah Papua. 

    “Saya siap mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan oleh partai politik maupun koalisi dalam rangka menjaring bakal calon Gubernur Provinsi Papua Tengah, termasuk mekanisme survei. Saya juga mengajak masyarakat Papua Tengah untuk menyerahkan proses penjaringan kepada partai politik maupun koalisi,” ujar Yakobus, mahasiswa Program Doktor Ilmu Antropologi Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Papua.

    Menurut Yakobus, proses penjaringan bakal calon gubernur maupun mekanisme survei oleh partai politik maupun koalisi diakuinya tentu akan dilakukan secara rasional dan objektif. Pasalnya, figur-figur potensial putra-putri tanah Papua dari Papua Tengah yang hendak dijaring dan didukung adalah pemimpin rakyat Papua Tengah ke depan yang diharapkan untuk membangun Papua Tengah. Di atas semua itu, ujar Yakobus, selebihnya diserahkan kepada kuasa Tuhan.

    Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Minggu (3/3) secara resmi meluncurkan tahapan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 di Garuda Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Ketua KPU RI Hasyim, Asy’ari SH, MH saat itu mengatakan, dalam proses penyelenggaraan Pemilu harus bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk mematuhi kode etik yang berlaku. Seluruh jajaran KPU provinsi dan kabupaten serta kota, ujarnya, wajib selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat hukum, dan pihak terkait dalam pelaksanaan Pilkada serentak.

    “Secara teknis saya meminta kepada teman-teman KPU provinsi, kabupaten/kota, senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, dan dengan pengadilan supaya dalam mengerjakan pekerjaan ataupun tugas penyelenggaraan Pilkada dengan baik,” ujar Hasyim.

    Menurut Hasyim, data KPU RI menunjukkan sebanyak 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota akan melakukan Pilkada serentak tahun 2024. Pemungutan suara Pilkada serentak 2024 akan dilaksanakan pada 27 November 2024.

    “Pilkada Serentak tahun 2024 akan diikuti sebanyak 37 provinsi, kemudian 508 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024. Pelaksanaan pilkada tahun ini rencananya akan digelar nanti pada tanggal 27 November 2024,” kata Hasyim lebih lanjut.

    Hasyim juga mengimbau seluruh KPU provinsi maupun kabupaten dan kota selaku penyelenggara Pemilu untuk menjalankan tugasnya dengan baik selama tahapan Pilkada serentak berlangsung. Hal tersebut penting mengingat merupakan tugas dan amanah yang diberikan negara.

    Pasca kontestasi Pemilu 2024, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan DPR RI, DPR RI dan DPRD provinsi serta kabupaten/kota (Pileg) 2024 sudah sampai pada tahapan terakhir masyarakat Indonesia di berbagai daerah akan dihadapkan dengan pesta demokrasi Pilkada serentak 2024, baik gubernur maupun bupati dan walikota.

    KPU RI menetapkan jadwal tahapan Pilkada 2024 sebagai berikut, Tanggal 5 Mei-19 Agustus 2024, pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan; 24-26 Agustus 2024, pengumuman pendaftaran pasangan calon; 27-29 Agustus 2024, pendaftaran pasangan calon; dan 22 September 2024, penetapan pasangan calon.

    Kemudian tanggal 25 September-23 November 2024, pelaksanaan kampanye; 27 November 2024, pelaksanaan pemungutan suara; dan 27 November-16 Desember 2024, penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

    (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

    ———————————————-

    Sumber Berita: Odiyaiwuu.com