Category: BERITA

  • JNE Berbagi Keberkahan di Ramadan 2024 

    JNE Berbagi Keberkahan di Ramadan 2024 

     

    Jakarta berandanegeri.com. Memasuki bulan Suci Ramadan 1445 H, seluruh masyarakat menyambut antusias dengan tradisi saling berbagi. Serta menjadi waktu berkumpul bersama keluarga maupun kerabat terdekat agar dapat menjalankan ibadah bersama, memperkuat silahturahmi dan melaksanakan serangkaian aktivitas keagamaan lainnya. 

     Pada Ramadan kali ini, JNE turut berbagi keberkahan. Diantaranya, JNE memberikan promo Berkah Ramadan diskon kiriman 20% dari Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan tujuan Pulau Jawa, Bali, Sumatera (Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang dan Lampung) dan Nusa Tenggara Barat dengan layanan Reguler mulai dari 25 Maret – 25 Mei 2024.

    Menyambut lebaran Idul Fitri 2024, JNE memberikan promo ongkos kirim khusus bagi para pemudik yang ingin membawa kendaraan bermotor ke daerah tujuan. Program ini di mulai dari 25 Maret – 5 April 2024 dengan kiriman pelayanan JTR serta pelanggan mendapatkan cashback sebesar Rp. 200.000*. Promo berlaku untuk jenis layanan JTR150, JTR250 dan JTR>250 dari dan tujuan Sumatra (khusus daerah Bandar Lampung dan Palembang), Pulau Jawa dan Bali.  

    Pada momen berbagi berkah Ramadan 2024, PESONA (Pesenan Oleh-oleh Nusantara) menghadirkan bazar untuk kebutuhan selama bulan Ramadan. Mulai dari 18 -28 Maret yang berlokasi di Kantor Pusat JNE Express, Jl. Tomang Raya, No. 11 area parkir kendaraan kantor JNE Express.

    Pesona juga mengadakan program Bazar Jajanan #RamadanBersamaPesona menghadirkan promo hingga 50% di website https://bit.ly/RamadanBersamaPesona selama bulan Ramadan. 

    Roket Indonesia juga menyelenggarakan program THR Ramadan, dengan memberikan potongan ongkos kirim hingga Rp 14.999 menggunakan kode THRRoket2024 mulai dari 1 – 14 April 2024. Roket Indonesia merupakan layanan instan kurir JNE yang saat ini sudah tersedia di Google Play Store. Layanan praktis kiriman sampai tujuan kurang dari 1 jam, aman dan terpercaya dengan fitur Live Tracking, serta terdapat layanan multidrop yang dapat memudahkan pengiriman ke berbagai lokasi di dalam kota dalam satu order. Roket Indonesia kini telah hadir di 53 Kota di Indonesia. 

     Program spesial Ramadan berupa aktivasi giveaway di sosial media, JNE pun ikut menyemarakkan dalam memeriahkan Ramadan kali ini dengan Kuis Games Si JONI edisi spesial Ramadan. Berhadiah produk – produk dari puluhan brand lokal Tanah Air. 

    Tak ketinggalan juga, JNE melakukan kegiatan rutin tahunan selama bulan Ramadan. Dengan melakukan aktivasi menyalurkan bantuan untuk adik-adik di panti asuhan, serta berbagi takjil sejumlah 33.000 takjil kepada masyarakat di seluruh cabang JNE di Indonesia. 

    JNE juga memberikan layanan posko bagi para pemudik di dua jalur yaitu lintas Sumatera dan Jawa yang meliputi Kota Cirebon dan Bandar Lampung di H-7 sampai dengan H+1 lebaran Idul Fitri 2024. 

     Eri algunadi, SVP Marketing Group Head JNE menyampaikan, “Di momen Ramadan dan Idul Fitri 2024, semangat berbagi ini diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan pengiriman paket. Oleh karena itu, dengan tagline Connecting Happiness, JNE pun ingin berbagi melalui berbagai program – program menarik. Kali ini pelanggan setia dapat semakin mudah dan nyaman dalam mengirimkan paket ke seluruh Indonesia. JNE pun memberikan dukungan nyata kepada para UMKM di momen spesial ini”. 

     Seperti halnya yang terjadi di tahun sebelumnya, jumlah pengiriman JNE pada peak season seperti Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, menghadapi kondisi ini, JNE telah melakukan berbagai antisipasi dan persiapan seperti, penambahan di sektor SDM dan armada, dari jumlah karyawan yang saat ini berjumlah lebih dari 50 ribu orang.

    JNE juga memiliki mega hub di kawasan strategis dekat dengan bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten seluas 4 hektar yang dilengkapi dengan Automatic Sorting Center. Serta juga memastikan titik-titik layanan, khususnya Kantor Pusat dan Kantor Cabang di kota-kota besar setiap provinsi dapat melayani kebutuhan pengiriman pelanggan selama 24 jam.  

    ( Athy Meaq).

     

  • Penyair, dan Budayawan  Pdt.Roberth William Marthin ( Romo Marthin ) Meninggal Dun

    Penyair, dan Budayawan  Pdt.Roberth William Marthin ( Romo Marthin ) Meninggal Dun

     

    JAKARTA berandanegeri.com. Penyair, Sastrawan, Budayawan dan Pendeta Roberth William Marthin, S.Th, M.Ag, atau biasa dipanggil Romo Marthin meninggal dunia pada Sabtu (10/2/2024) sekitar pukul 14.00 WIB karena serangan penyakit jantung.

    Menurut keterangan dari Penyair Nanang R Supriyatin melalui medsos pada laman facebook-nya di Jakarta, Sabtu sore (10/2/2024) sudah beberapa hari tim redaksi Majalah ‘Apresiasi Sastra’  (AP) berniat mengadakan pertemuan demi terbitnya majalah AP edisi ke-2.

    Lalu pada Sabtu siang (10/2/2024), tim redaksi berkumpul di kantin Taman Ismail Marzuki (TIM).

    “Salah satu yang kami tunggu pastinya Romo William Marthin, salah seorang redaktur, atau yang akrab disapa Romo Marthin,” ujarnya.

    Tiba-tiba berita duka datang melalui percakapan telepon antara Fanny Jonathans dan Remmy Novaris DM.Tak lama kemudian mendapat kabar langsung dari istri Romo Marthin.

    “Benar, Romo meninggal dunia karena serangan jantung, sekitar pukul 14.00 wib.” ucap ketua Dapur Sastra Jakarta (DSJ) Remmy Novaris DM.

    Kemudian, meyakinkan ke kami yang berada di dekatnya.Rapat untuk majalah dipersingkat.

    Masing-masing dari kami terdiam sejenak. Almarhum, kabarnya disemayamkan di Gereja Petra, Koja, Jakarta Utara.

    “Kami, Sunu Wasono, Helmi Haska, Giyanto Subagio, Eki Thadan, Jimmy S. Johansyah, Remmy Novaris, Nunu, dan saya mengambil keputusan bersiap mendatangi lokasi persemayaman Romo di Gereja Petra, Koja, Jakarta Utara,” ucapnya.

     

    Kumpulan Puisi Terakhir

    “Manusia Baya”, adalah kumpulan puisi terakhir almarhum Romo Marthin yang diterbitkan Teras Budaya, Januari 2024.

    Padahal rencana semula Sabtu sore (10/2/2024) sebanyak 100 eksampler buku kumpulan puisi “Manusia Baya” dimaksud akan diserahkan kepada sang penyair.

    “Namun ,Tuhan berkehendak lain. Ia, Romo William Marthin, S.Th.M.Ag,  pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya,” katanya dengan nada suara sedih.

    Romo William Marthin- pemerhati sekaligus pegiat kebudayaan, pelayan umat (pendeta) di Gereja Protestan Indonesia Barat  (GPIB) dan pengajar/ dosen.

    Menulis beberapa buku filsafat dan theologi, esai dan renungan kebudayaan.(*)

     

    Kontributor : Lasman Simanjuntak

     

     

  • Gelar Musik dan Baca Puisi “Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya” Karya Nuyang Jaimee

    Gelar Musik dan Baca Puisi “Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya” Karya Nuyang Jaimee

     

     

    Jakarta, Senin, 18 Deseber 2023 berandanegeri.com – Gelar musik dan parade baca puisi Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya karya Nuyang Jaimee, akan berlangsung Selasa, 19 Desember 2023 mulai pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB.

    Bertempat di Pasar Gembrong Jln. Basuki Rahmat , Prumpung, Cipinang Besar, Jakarta Timur.

    Road Show Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya akan disemarakkan dengan pembacaan puisi, teaterikal puisi, gelar musik, dan komedian Betawi.

    Pengisi acara silaturahmi komunitas sastra tutup.tahun 2023 ini yaitu Lasman Simanjuntak (KSJ), Guntoro Sulung (KSJ), Sihar Ramses Simatupang (KTN), Riri Sastria (JSM), Yogi S Karmas (KPS), Ireng Halimun (Sastra Semesta), Iyus Jayabumi (Kromatik).

    Selanjutnya Berly Gondrong dkk (Sanggar Ruang Condet), Badri adalah Badri (Seniman Ngopi Semeja), Narima Beryl Ivana (KSJ), Dyah Kencono Puspito Dewi (Sastra Reboan), Wahyu Toveng (KLB), Titieq Chemonk (Penyair Seksih), Dee Diana (Penyair Seksih), Toskir (KSJ), dan Jack Al Ghozali (KSJ).

    “Acara ini merupakan salah satu pembukaan rangkaian roadshow pertama dari roadshow selanjutnya gelar baca puisi karya puisi Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya karya Nuyang Jaimee, ” jelas Nuyang Jaimee di Jakarta, Senin siang (18/12/2023).

    Peluncuran dan bedah Buku antologi puisi tunggal karya Penyair Perempuan Indonesia Nuyang Jaimee telah diluncurkan awal Desember 2023 di Pusat Dokumentasi Sastra HB.Jassin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta dengan pembahas Prof. Dr. Wahyu Wibowo dan Tatan Daniel.

    Buku kumpulan puisi Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya karya Nuyang Jaimee diterbitkan oleh Teras Budaya Jakarta (TBJ), cetakan pertama November 2023, setebal 76 halaman dengan editor Nanang R Supriyatin.***

     

    Kontributor : Lasman Simanjuntak

     

     

     

  • Dengan Humor Melawan Praktik Ninabobo

    Dengan Humor Melawan Praktik Ninabobo

     

     Era demokrasi yang selama ini digerakkan oleh massa, kini tidak kontekstual lagi dengan hadirnya big data. Segala hal bisa dipetakan sampai ke tingkat individual dengan tujuan untuk alat pengontrol.

    Dengan metode penghitungan kuantifikasi perilaku pemilih dan kekuatan finansial, amat mudah siapa pun yang memahami algoritma internet memanipulasi selera populer.

    Hal dominan yang sekarang terjadi adalah praktik populisme politik populer berbasis pemetaan big data para pemilih membuat manuver politik semakin bisa dihitung.

    Hal ini disampaikan oleh peneliti Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Dominggus Elcid Li pada seminar ‘Mengintip Demokrasi Lewat Lubang Humor’ yang diselenggarakan oleh FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Kamis (7/12/2023).

    Selain Elcid Li, hadir sebagai pembicara Direktur MURI Jaya Suprana, komedian Anang Batas, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Ranggabumi Nuswantoro, dan dosen Program Studi Sosiologi Lucinda.

     

    Politik Komputasi

    Menurut Elcid Li, salah satu kekeliruan utama yang biasa diterima secara normatif adalah ‘anak-anak muda sekarang seleranya lain’. Persoalannya, orang tidak melihat bagaimana fenomena ini terbentuk. Misalnya, dengan membuka rekayasa sosial (social engineering) yang dimungkinkan dengan politik komputasi (computational politics) yang bisa memanipulasi hingga ke tingkat individual.

    “Jangan heran ketika perdebatan yang sifatnya substantif di level kenegaraan, ketika turun ke level bawah, jatuhnya hanya soal kibasan tangan, isu rumah tangga, dan lain-lain,” ujar Elcid.

     

    Rekayasa Sosial

    Perang di jagat maya ini berhasil membuat seluruh kritik dibungkam. Orang yang memiliki pengetahuan tentang orang lain bisa mendesain dan memanipulasi kawanan lain karena pengetahuan yang tidak berimbang (epistemic asymmetry).

    “Bagi saya, bukan lagi soal perilaku Gen Z sebagai pemilih terbesar, tetapi soal computational logic yang dijalankan secara efektif dalam memanipulasi perilaku pemilih. Tak hanya computational politics, dengan kombinasi kekuasaan presiden yang mendekati absolut, membuat social engineering menjadi sempurna,” tambahnya.

    “Siapa pun yang mampu secara riil memetakan sampai ke level bawah, penguasaan terhadap data, penguasaan berbagai instrumen kekuasaan, sumberdaya yang sangat kuat, tidak usah berbuat apa pun, dia akan menang,” ujar Elcid.

     

    Ket. Foto: Elcid Li,  Peneliti IRGSC, salah satu pembicra dalam seminar

     

     

    Menurut Elcid, dengan kondisi demikian, kelihatan sekali saat ini posisi Prabowo-Gibran di atas angin karena epistemic asymmetry, juga karena technocratic dominance ala Jokowi. Target dari tim Prabowo, dengan modus teleological replacement adalah dengan mendesain atau mengatur agar Gibran menjadi sasaran target dari pendukung Ganjar.

    “Sekian humor, komik, dan meme yang disebarkan untuk menyerang Gibran, aslinya memang disengaja agar agenda Ganjar menjadi tidak muncul atau tidak disorot. Posisi yang paling pas malah sedang dikerjakan Anies, dengan tidak menyerang Gibran/Jokowi dan hanya menampilkan program Anies,” ujar Elcid.

     

    Humor Itu Serius

    Menurut komedian Anang Batas, humor itu serius, menyenangkan tapi juga membahayakan. Hal ini tergantung pada materi apa, siapa yang menyampaikan, tepat tempat, dan tepat audience

    “Humor bisa jadi nilai plus tapi bisa jadi minus ketika kita bersuara bukan di ranah atau di tempat yang tepat,” ujar Anang.

    “Humor zaman dulu tidak pernah sevulgar sekarang, mencubit tak bikin sakit. Tapi komedi sekarang, sudah vulgar tapi tidak terasa,” tambah Anang.

    Terkait plesetan, Anang menjelaskan bahwa jenis humor ini sudah ada sejak abad 8 dan mendapat ruang yang penting di kerajaan. Ketika itu, abdi dalem raja diminta untuk menghibur rajanya. Abdi dalem boleh mengkritik rajanya lewat humor.

     

    Antitesis pada Pemilu 2024

    Mengutip buku “Kuasa Rakyat”, dosen FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta Rangggabumi Nuswantoro menjelaskan tiga pertimbangan seorang pemilih ketika menentukan pilihannya.

    Pertama, pertimbangan sosiologis, khususnya berbasis agama. Kedua, seiring berjalannya waktu beralih ke pertimbangan psikologis, bagaimana calon memberikan rasa aman, rasa nyaman. Ketiga, yang ideal, adalah pertimbangan rasional.

    Ketika perilaku pemilih bergerak maju, ujar Rangga, semakin hari kita melihat kenyataan yang berbeda. Pemilu 2014, seperti ada angin segar.

    “Dari masa konsolidasi demokrasi, kita melihat sebuah harapan ketika pemimpin seperti Jokowi lahir dari bawah. Masyarakat kita mulai melihat aspek psikologis dan melihat sesuatu yang lebih substansial,” ujar Ranggabumi.

    Yang menarik, kata Rangga, pada 2024, ada antitesis yang muncul. Pada 2016, saat pilkada Jakarta, kita berpikir bahwa masyarakat Indonesia makin rasional. Tahun 2024 tampaknya kita masih punya pekerjaan rumah bagaimana sebagai masyarakat kita bisa semakin rasional.

     

    Humor untuk Melawan Praktik Ninabobo

    Menurut Rangga, rasionalitas politik kita seakan-akan dijebak pada kondisi yang akhirnya kita dituntut untuk mempertahankan apa yang disebut zona nyaman.

    “Selama sembilan tahun kita diberi narasi akan menjadi bangsa besar, bonus demografi, yang membuat masyarakat melihat kondisi ini adalah kondisi yang nyaman. Ada sebuah ketakutan jangan-jangan kita tidak bisa melanjutkan situasi yang baik,” kata Rangga.

    ‘Dibalut dengan politik riang gembira, humor tidak lagi dilihat sebagai kritik, tapi menjadi meninabobokan rasionalitas. Kita perlu melihat, pada Pemilu 2024 sebanyak 60 persen diikuti usia di bawah 40 tahun ke bawah atau generasi yang lahir pasca 1998. Mereka tumbuh dengan narasi yang sudah lepas dari horror 1998 dan Indonesia akan menjadi negara besar di tahun Indonesia emas.

    “Saat ini ada kecenderungan untuk lebih menyukai pendekatan yang menawarkan kesenangan, membuat kita happy. Ibi banyak dimainkan oleh media. Artinya, di dalam narasi yang dimunculkan menjauhkan politik dari hal-hal yang sifatnya substansial,” ujar Rangga.

    Menurut Rangga, humor pada titik ini, pada Pemilu 2024, perlu dipakai sebagai pendekatan untuk menekan rasionalitas politik yang mencoba kritis pada situasi politik bahwa power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely.

    “Kita bisa melihat apa yang ada pada sebuah masa lalu, ada di masa ini,” tegas Rangga.

    Kita perlu memunculkan narasi tandingan yang mengajak orang muda untuk berpikir lebih substantif karena arena itu kini hanya diisi dengan narasi yang meninabobokan.

    Rangga mencontohkan bagaimana media seperti Tempo menemukan cara dan pendekatan baru bagaimana masuk ke pusaran politik, berbau humor dan obrolan ringan, misalnya lewat Podcast Bocor Alus.

    “Saya melihat cara itu berhasil. Tempo akhirnya mau turun gunung. Apa yang dilakukan Tempo menjadi menarik bagi kita sebagai bagian dari masyarakat sipil,” tukas Rangga.

    Rangga mengajak para komedian untuk turun gunung karena humor saat ini justru dipakai untuk meninabobokan daya kritis publik.

    “Seolah kalau ada yang mengkritik, kita dianggap menjadi pihak yang mengingingkan politik tidak damai,” tambahnya.***

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Pelaku Usaha Kuliner di Kabupaten Sikka Diminta Memiliki Skill dan Inovasi Sajian kuliner yang Beragam Bersih dan Higienis

    Pelaku Usaha Kuliner di Kabupaten Sikka Diminta Memiliki Skill dan Inovasi Sajian kuliner yang Beragam Bersih dan Higienis

     

    MAUMERE berandanegeri.com. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, F.Even Edo Meko membuka Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner bagi pelaku usaha d Kabupaten Sikka,Propinsi Nusa Tenggara Timur,  Selasa (21/11/2023).

    Pelatihan berlangsung di Hotel Lokaria Indah selama 4 hari, dari Selasa 21 – 24 November 2023 yang diikuti sebanyak 40 peserta yang merupakan usulan dari  desa dan kelurahan, komunitas UMKM, SMK St. Thomas Maumere dan IFTK Ledalero.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka meminta seluruh pelaku usaha kuliner di setiap destinasi wisata memiliki skill dan inovasi dalam sajian kuliner yang beragam, bersih dan higienis.

    “Setiap pelaku usaha kuliner harus memiliki skill dan inovasi dalam menyajikan kuliner yang beragam, bersih dan higienis di setiap destinasi wisata,” kata Even Edo Meko.

    Menurut Even  Edo Meko, hal itu sangat penting dimana setiap orang harus makan, setiap makanan belum tentu enak dan setiap sajian yang enak belum tentu laku terjual.

    Oleh karena itu bagi pelaku usaha kuliner harus pahami cara menyajikan makanan yang bersih mutlak dibutuhkan, sehat dan higienis.

    Melalui pelatihan ini diharapkan  dapat meningkatkan skill dan pengetahuan pelaku usaha kuliner yang memiliki daya saing dalam mengolah sajian kuliner yang akan disajikan kepada pengunjung di setiap destinasi wisata.

    Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, Emma Irmina Puli  dalam laporannya menyampaikan jumlah pelaku usaha kuliner hingga Tahun 2023 mencapai 260 pelaku usaha.

    Akan tetapi, kendala utama yang dihadapi pelaku usaha kuliner adalah rendahnya SDM, kurangnya ragam sajian kuliner dan kurangnya perhatian pelaku usaha kuliner terhadap kebersihan dan higienitas.

    Tujuan dari pelatihan ini adalah tercapainya peningkatan pengetahuan dan skill inovasi sajian kuliner bagi pelaku usaha kuliner di Kabupaten Sikka.

     

    Keterangan Foto: Kepaluliner di Hot.el Lokaria, Selasa (21/11/2023a Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka Even Edo Meko saat membuka pelatihan 40 pengusaha kuliner

     

    Dalam pelatihan itu menghadirkan 4 narasumber yang bersertifikasi yakni, Master Trainer manajemen kuliner, Irwanto Mahmud,  Master Chef dari Restaurant Mikizu Izakaya-Labuan Bajo, Michael Irawan Wahyudi A,  Sherly Irawati selaku Pengusaha Ekonomi Kreatif dan Paulina Pakum Trainer dan Guru Tata Boga pada SMK Tawa Tanah Kewapante. ( ATHY MEAQ )

  • Resmi Ditutup, Provinsi Maluku Raih Juara Umum Pesparani Nasional III

    Resmi Ditutup, Provinsi Maluku Raih Juara Umum Pesparani Nasional III

     

    Provinsi Maluku kembali keluar sebagai juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional III, setelah menyabet gelar juara di tiga mata lomba pada ajang yang berlangsung selama kurang lebih empat hari di Jakarta.

    Pengumuman gelar juara ini dilakukan pada upacara penutupan yang berlangsung di Ancol Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Selasa 31 Oktober 2023 sore hingga malam, setelah perayaan ekaristi penutupan Pesparani III.

    Berdasarkan hasil pengumuman, Provinsi Maluku berhasil menjuarai tiga kategori pada lomba Pesparani III yang meliputi Paduan Suara Dewasa Gregorian, Paduan Suara Dewasa Campuran, dan Cerdas Cermat Rohani Anak.

    Sementara juara umum kedua direbut Provinsi Sulawesi Utara setelah menjuarai dua mata lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Wanita dan Mazmur Dewasa. Adapun juara umum III direbut Provinsi Jawa Tengah setelah juga meriah dua gelar juara yakni nomor Paduan Suara Suara Remaja Gregorian dan Mazmur Remaja.

    Di samping itu, tuan rumah DKI Jakarta sukses meraih dua gelar juara yaitu masing-masing pada nomor Paduan Suara OMK Campuran dan Mazmur OMK. Hanya saja, DKI Jakarta tidak kebagian gelar juara umum.

    Pada nomor-nomor lainnya, yaitu Paduan Suara Anak dimenangi Kalimantan Timur dan Cerdas Cermat Rohani Remaja direbut oleh Provinsi NTT.

    Nomor Paduan Suara OMK Etnik yang menjadi nomor ekshibisi pada Pesparani III ini tidak memiliki juara utama. Sejumlah provinsi sukses meraih gold atau juara satu bersama yaitu Sumatera Utara, Maluku, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Bali, Sulawesi Utara, Banten, DKI Jakarta, dan Papua Barat Daya.

    Pada Pesparani III di DKI Jakarta ini, ada 13 mata lomba dipertandingkan dan satu mata lomba ekshibisi. Ke-13 mata lomba tersebut adalah Paduan Suara Pria Dewasa Gregorian, Paduan Suara Dewasa Wanita, dan Paduan Suara Dewasa Campuran.

    Selain itu, Paduan Suara Remaja Gregorian, Paduan Suara Anak, Paduan Suara OMK Campuran, Mazmur Anak, Mazmur Remaja, Mazmur OMK, Mazmur Dewasa, Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, Tutur Kitab Suci,

    Mata lomba yang pada Pesparani III menjadi ekshibisi adalah Paduan Suara OMK Etnik. Meski ekshibisi, para peserta lomba ini memberikan penampilan terbaik sehingga sangat menghibur penonton.

    Penutupan Pesparani III berjalan sangat meriah, dihibur oleh sejumlah artis ibu kota mulai dari Saykoji, Siska Saras (Ex JKT48), Kevin Leon, Gerry Gani, hingga Oni N Friends Orchestra & Choir. Sementara deklarasi penutupan Pesparani III disampaikan Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC.

    Kontributor: Ricky Hayon

     

  • Novel “Prasa” dan “Kelir” Karya Yon Bayu Wahyono di luncurkan di PDS. HB.Jassin

    Novel “Prasa” dan “Kelir” Karya Yon Bayu Wahyono di luncurkan di PDS. HB.Jassin

     

    Peluncuran dan bedah dua novel PRASA dan KELIR karya Yon Bayu Wahyono berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu siang (29/10/2023).

    Untuk novel PRASA (Operasi Tanpa Nama) dibedah oleh Pemateri Isson Khairul, Cerpernis yang juga mantan Redaktur Pelaksana Majalah Remaja Gadis.

    Sedangkan untuk novel KELIR dibedah oleh Pemateri Sunu Wasono, Penyair dan Sastrawan yang baru saja ‘pensiun’ sebagai dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

    Acara Peluncuran dan Bedah Novel diawali dengan pembacaan nukilan yakni Retno Budiningsih membaca nukilan novel KELIR, sedangkan Devie Matahari membaca nukilan novel PRASA ( Operasi Tanpa Nama).

    Pada novel PRASA yang diterbitkan oleh Teras Budaya, novelis Yon Bayu Wahyono menggambarkan situasi ketimpangan sosial seperti Tragedi Mei 1998 lengsernya rezim Orde Baru Presiden Soeharto.

    Selain itu juga digambarkan kasus penggusuran, serta ketimpangan sosial lainnya yanga terjadi di Indonesia dalam bentuk karya fiksi.

    Sementara dalam novel KELIR lebih banyak berbicara suasana “klenik” intrik para dukun, teristimewa yang terkait dengan jalan politis, dan tempat-tempat kuburan keramat di sekitar Pulau Jawa ini.

    Dalam novel KELIR yang mengambil setting Desa Wangkal dengan tokoh yang ‘dikeramatkan’ Ki Lanangalas, yang kelak menjadi pusat ziarah bagi penganut kepercayaan orang-orang wangkal.

    Novelis Yon Bayu Wahyono, wartawan senior yang pernah bekerja sebagai pewarta di Suratkabar Mitra Dialog  (group media Harian Umum Pikiran Rakyat-red), kemudian Lampung Ekspress,  Media Pos, dan majalah Mysteri

    Ditemani kedua puterinya, Mas Yon-panggilan akrabnya- menceritakan bagaimana proses kreatif dalam menulis novel PRASA dan KELIR.

    Terasa dalam kedua novel tersebut Mas Yon memasukkan analis dan pengalamannya bertahun-tahun menjadi seorang jurnalis dengan melakukan pengumpulan data lapangan (semacam riset) dan interdept reporting.

    Sehingga sebagai jurnalis ia banyak bermain dengan fakta, dan sebagai novelis ia menghadirkan dalam format karya fiksi.

    Acara peluncuran dan bedah novel PRASA dan KELIR ini -ramai dikunjungi para undangan dan tamu- sehingga ruangan aula PDS.HB.Jassin penuh sesak, dan juga diselingi tanya jawab baik kepada Yon Bayu Wahyono, Isson Khairul, maupun Sunu Wasono.

    Pada kesempatan itu dihadirkan juga sebuah tarian daerah. Moderator adalah Nuyang Jaimee, MC.Nanang R Supriyatin, serta diakhiri dengan foto bersama.(*)

     

    Kontributor : Lasman Simanjuntak

     

  • Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Baca Puisi “Traumatik” di Panggung Sastra Reboan

    Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Baca Puisi “Traumatik” di Panggung Sastra Reboan

     

    Jakarta, Kamis, 26/10/2023,- Penyair Pulo Lasman Simanjuntak, 62 tahun, untuk kedua kalinya membaca puisi karya sendiri di panggung SASTRA REBOAN di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki di Jakarta, Rabu sore (25/10/2023).

    Pada kesempatan tersebut Penyair Pulo Lasman Simanjuntak-yang sehari-harinya adalah wartawan media online- membacakan puisi berjudul “Traumatik” yang ditulisnya pada Januari 1997. Puisi ini telah dipublikasikan (dimuat) di Harian Umum Seputar Indonesia  (SINDO) edisi Minggu Juli 2012.

     

    TRAUMATIK

    stasiun radio kuusung
    dari belakang punggung
    unjuk gigi
    hewan-hewan melata

    matahari mengepulkan asap hitam
    bencana berantai
    tidurku meninju bulan
    yang berdarah

    membuntingi pohon tunggal
    perawan bertekuk lutut
    perut ditikam belati
    kehilangan air mani

    kabar celaka
    membuatku makin menarik minat
    membenturkan geger otak
    ke dalam kulkas

    kebaktian sudah genap
    bapak menggali kuburan riuh
    saudaraku menjala pertempuran
    badai gurun
    jasad beradat penuh
    terbaring angkuh
    di atas papan catur

    berkembangbiaklah
    bumi yang labil
    turut berenang di dalam lautan
    tak bertepi
    ataukah menelan
    bunga-bunga karang

    tanyaku waktu itu
    mengapa dewa-dewa rajin mabuk
    menjaga pintu kematian
    sekian waktu dikhianati
    jadi suatu dongeng
    huruf-huruf lumpuh di lembaran koran

    aku kecurian
    tanah-tanah pijak
    sepuluh tahun kubangun
    jadi tugu hijau dihatimu
    mencair
    untuk penyair atau penginjil

    Jakarta, Juli 1997

     

    Peluncuran Buku Puisi Budhi Setyawan

    Sementara itu acara SASTRA REBOAN diisi dengan peluncuran buku antologi puisi tunggal ke-6 karya Penyair Budhi Setyawan yang berisikan 72 puisi.

    Sebelumnya penyair dari Bekasi yang banyak mendirikan dan mengasuh kelas-kelas puisi telah menerbitkan buku amtologi puisi Kepak Sayap Jiwa (2006), Penyadaran (2006), Sukma Silam (2007), Sajak-sajak Sunyi (2017), dan Mahzab Sunyi (2019).

    Pemantik Diskusi adalah Herdi Sahrasad, Moderator Sofyan RH.Zaid, dan Master Ceremony (MC) Setyo Bardono.

    “Puisi itu tak perlu dimengerti, tetapi dinikmati saja,” ujar Penyair Herdi Sahrasad, Dosen yang juga mantan Wartawan Harian Umum Media Indonesia ini.

    Dikatakannya lagi, kita perlu memberi apresiasi atas terbitnya buku kumpulan puisi Budhi Setyawan berjudul “Kembali Ke Puisi “.

    ” Kepenyairan Budi Setyawan merupakan suatu semangat genre sastra.Puisi penghayatan dan pengembaraan,” kilahnya.

    Penyair Herdi Sahrasad sebagai pemantik diskusi menilai buku antologi puisi ” Kembali ke Puisi” merupakan refleksi serta pengembaraan jiwa maupun pikiran.

    “Imajinasi Budhi Setyawan yang bertolak dari apa yang ada di lingkungannya tentang kekasih, sahabat, kesunyian, kesendirian, dan lain-lain,” pungkasnya.

    Menanggapi pernyataan Herdi Sahrasad, moderator yang juga Pemimpin Redaksi sastramedia.com , Sofyan RH.Zaid memberikan kesimpulan antara lain karya puisi Budhi Setyawan merupakan pergulatan batin yang lembut.

    “Mas Budi mau menulis hal-hal yang lebih dekat kepadanya.Buku kumpulan puisi ini memang cukup koheran.Kembali ke puisi, sebuah refleksi,” ujarnya.

    Pada diskusi dan tanya jawab dua orang peserta yakni Sam Mukhtar Chaniago dan Remmy Novaris DM mengajukan seputar proses kreatif dan produktivitas menulis puisi serta menulis puisi berdasarkan kedekatan yang dilakukan oleh Budi Setyawan.

    Panggung Sastra Reboan Rabu, 25 Oktober 2023 , di PDS.HB.Jassin diisi juga dengan parade baca puisi para penyair seperti Feri Putra, Mita Katoyo , Dian Rusdiana , Undani, Ilenk Rembulan , Tikno Suhendro, Nurul Amalia , Safianty Anwar, Lasman Simanjuntak, Rissa Churria, Tulus Wijanarko , Rahajeng, Herul Mas Brur, Mulya Elha, Aloysius Slamet Widodo , Herdi Sahrasad.

    Para undangan yang ikut hadir pada acara SASTRA REBOAN terlihat ada Nuyang Jaimee , Riri Satria, Sam Mukhtar Chaniago, Wig SM, Remmy Novaris DM, Nunung Noor El Niel, Nanang Ribut Supriyatin , Moktavianus Masheka, Kurnia Effendi, Wahyu Toveng , Setyo Setiyo Bardono , Ical Vrigar, Guntoro Sulung II , Asmariah Supriyadi dan masih banyak lagi.(*)

    ————————————————

    Kontributor : Lasman Simanjuntak

  • Misa Arwah – Misa Lefa dan Mendulang Cinta Tuhan

    Misa Arwah – Misa Lefa dan Mendulang Cinta Tuhan

     

    Setiap tanggal 2 November, Gereja Katolik merayakan Hari Arwah untuk mengenang dan mempersembahkan doa bagi semua orang beriman yang telah meninggal. Gereja merayakan peringatan ini tepat sesudah Hari Raya Semua Orang Kudus (1 November). Dengan mempersembahkan Kurban Ekaristi pada Hari Arwah, imam bersama umat mengharapkan agar semua orang beriman yang telah wafat disucikan dan dapat memandang Allah dalam kebahagiaan. Secara singkat, kita akan membahas latar belakang Gereja merayakan Hari Arwah.

    Sejak awal Kristianitas, praktik dan tradisi memperingati dan mendoakan arwah telah berkembang di dalam Gereja melalui teks-teks liturgi awal. Praktik mendoakan arwah telah dilakukan sejak Perjanjian Lama, tepatnya ketika Yudas Makabe mendoakan arwah orang-orang yang gugur dalam pertempuran melawan Gorgias (2 Mak 12:38-45). St. Paulus pun berdoa bagi Onesiforus, kawan yang mengunjunginya di Roma (2 Tim 1:18). Pada abad ke-4, St. Yohanes Krisostomus, Uskup Agung Konstantinopel, berpesan dalam homilinya, “Baiklah kita membantu dan mengenangkan mereka [yang telah meninggal]. Kalau anak-anak Ayub saja telah disucikan oleh kurban yang dibawakan oleh bapanya (Ayb 1:5). Bagaimana kita dapat meragukan bahwa persembahan kita membawa hiburan untuk orang-orang mati? Jangan kita bimbang untuk membantu orang-orang mati dan mempersembahkan doa untuk mereka.”

    Pada abad-abad awal Kristianitas, nama-nama umat beriman yang telah meninggal dicatat pada plakat yang disebut diptych. Praktik mendoakan orang-orang mati menjadi tradisi Biara Benediktin sejak abad ke-6 dan dirayakan pada hari Sabtu sebelum Pentakosta. Praktik ini bermunculan pula di Spanyol maupun Jerman. Pada tahun 1030, St. Odilo, Abbas Biara Benediktin di Cluny, menetapkan agar diadakan peringatan arwah setiap tahunnya di biara-biara ordonya. Tradisi inilah yang di kemudian hari diikuti oleh keuskupan-keuskupan di Eropa sampai menjadi peringatan universal Gereja.

    Dasar teologis dari perayaan Hari Arwah tidak dapat dilepaskan dari ajaran Gereja bahwa arwah semua orang beriman belum disucikan sepenuhnya dan masih harus menjalankan penyucian agar dapat masuk ke dalam kegembiraan surga (KGK 1030). Proses penyucian ini disebut Gereja sebagai purgatorium – api penyucian (KGK 1031). Gereja juga menganjurkan amal, indulgensi, dan karya penitensi demi orang-orang mati (KGK 1032). Kita pun dapat merefleksikan mengapa Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus pada 1 November dan mendoakan semua arwah pada 2 November. Kedua perayaan tersebut menunjukkan suatu refleksi iman bahwa selalu ada ikatan kasih yang kuat antara yang masih hidup, yang sudah meninggal, dan yang sudah bahagia di surga.

    Kematian orang-orang yang kita kasihi menggoreskan duka yang mendalam yang biasanya diungkapkan dalam sebuah upacara atau ritus. Ritus sebagai sebuah cara mengolah pengalaman kehilangan orang-orang yang kita kasihi dan dengan ritus membantu kita menegaskan bahwa kita tidak sendirian dalam rasa kehilangan itu. Ritus mempertemukan orang dan menggabungkan orang menjadi sebuah kelompok yang dipersatukan dalam rasa duka yang sama. Kematian mendekatkan orang, menjadikan orang pelaku ritus dan menyadarkan orang bahwa antara kekasih-kekasih kita yang sudah meninggal masih terjalin relasi dan kita yang masih berziarah ini dapat mendoakan mereka. Kita dapat belajar dari kematian kekasih-kekasih kita bahwa kualitas hidup kita ditentukan oleh kesadaran akan kematian (Kleden Budi, 2022).

    Dengan mengadakan Perayaan Ekaristi untuk mengenang para kekasih-kekasih kita, kita dipanggil untuk menghayati secara khusus saat kematian kita. Dalam iman dan doa kita, kita menjalin kembali hubungan keluarga kita dengan mereka; mereka sedang menanti kita, melindungi serta membantu kita. Mereka telah melihat Allah “dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”. Mereka meyakinkan serta memberi kita semangat untuk bertekun meneruskan perjalanan serta peziarahan kita yang masih tinggal di dunia ini. “Sebab disini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang” (Ibr 13:14). Jangan cemas, tetapi tengadahkanlah pandanganmu ke tujuan akhir hidup kita; itulah yang terpenting bagi kita. Kekasih-kekasih kita yang telah meninggal dunia sudah berada di sana, ke tempat kita akan berada pula. Sesungguhnya di sanalah tanah air kita bersama mereka, sehingga mereka menjadi sesama kita. Di situ pulah kita akan memasuki misteri tritunggal Bapa. Anak dan Roh Kudus, karena kita dibaptis dengan baptisan yang sama. Kita saling bergandengan tangan, karena maut sudah tidak ada lagi di sana, selain kehidupan kekal.

    Dilandasi pemikiran bahwa para kekasih-kekasih kita yang sudah meninggal amat perlu dikenang dan didoakan, keluarga besar Lamalera Jakarta melangsungkan Misa Peringatan Arwah untuk mengenang orang-orang Lamalera baik yang sudah meninggal di Jabodetabek maupun keluarga besar Lamalera yang sudah meninggal di darat maupun di laut, yang dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2023, di Gereja St. Yoseph Matraman Jakarta Timur. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Andreas Atawolo, OFM, diiringi koor Ina Lefa dengan dirigen Lia Keraf, yang membawakan lagu-lagu Ekaristi dalam bahasa Lamalera.

    Misa Arwah dan Misa Lefa bagi lefa alep adalah kepasrahan, penyerahan diri, kegiatan melaut mereka kepada Yang Kudus dan sekaligus permohonan kepada  Allah agar Ia berkenan memberikan berkat-Nya agar laut memberikan hasil yang berlimpah. Para lefa alep juga meyakini bahwa laut dengan murah hati memberikan seluruh ikan, baik ikan yang kecil-kecil sampai ke ikan Paus (kotoklema) sebagai kiriman dari leluhur dan Tuhan (knato). Ikan Paus (kotoklema) menjadi sangat penting bagi lefa alep karena hasil tangkapan ikan Paus diperuntukan untuk seluruh kampung, seluruh pulau Lembata. Cara pandang ini yang menumbuhkan pada diri mereka spirit untuk terus berharap (mengaji pole). Mengaji (berdoa) dan pole (berharap) sungguh menjadi nafas mereka.

    Pada diri lefa alep selalu terpancar h a r a p a n besar bahwa laut akan memberikan kelimpahan bagi mereka.  Bagi lefa alep laut adalah rahim yang menyimpan sejuta kekayaan. Laut di mata lefa alep juga dipandang sebagai  sebuah ruang perjumpaan dengan Tuhan. Kesulitan di laut adalah ujian iman dan panggilan untuk bertobat dan melakukan rekonsialisasi.

    Dalam kosmologi masyarakat Lamalera, leluhur juga menduduki peran penting. Leluhur dalam pandangan  masyarakat Lamalera adalah orang tua serta nenek moyang yang telah meninggal secara fisik tetapi roh atau jiwanya tetap hidup. Para leluhur ini diyakini akan menjaga dan melindungi laut. Dari leluhur, orang Lamalera belajar tentang keberanian, kejujuran, kemurahan hati, bela rasa, serta kasih sayang. Penghormatan dan kenangan kepada leluhur inilah yang mendorong orang-orang Lamalera mengadakan Misa Arwah dan Misa Lefa setiap tahun tanggal 1 Mei.  (Paskalis Liko Bataona)

  • LARS Kembali Serahkan Sertifikat Akreditasi “PARIPURNA” kepada Dua Rumah Sakit

    LARS Kembali Serahkan Sertifikat Akreditasi “PARIPURNA” kepada Dua Rumah Sakit

     

    Jakarta beranda negeri.com. Setelah kurang lebih sebulan pada (12/01/2023) menyerahkan sertifikat akreditasi PARIPURNA kepada 10 Rumah Sakit (RS), Lembaga Akreditasi Rumah sakit (LARS) kembali menyerahkan kepada dua RS, sertifikat akreditasi dengan hasil penilaian PARIPURNA.

    Bertempat di kantor sekretariat LARS, Menara Salemba, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (10/2/2023), Pkl 11.00 WIB, dr Hanibal Hamidi, M.Kes selaku Direktur Eksekutif LARS, menyerahkan dua sertifikat akreditasi PARIPURNA kepada dua Rumah Sakit antara lain: RS. Airan Raya (Lampung) dan RSIA Permata Ibunda Pandeglang (Jawa Barat).

    Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (LARS), memiliki 4 nilai budaya organisasi yang dijunjung tinggi oleh seluruh anggota LARS dengan menanamkan moto kerja; “Profesional, Integritas, Kredibelitas, dan Etika“. Moto kerja tersebut ditujukan bagi terwujudnya mutu pelayanan kesehatan rumah sakit dalam pemenuhan hak dasar kesehatan seluruh masyarakat Indonesia yang memenuhi unsur; “Ketersediaan, Keterjangkauan, Keberterimaan dan Kualitas”, yang sejalan dengan kesepakatan PBB bagi pemenuhan hak azasi kesehatan. Mengingat rekomendasi WHO bagi tata kelola rumah sakit yang berkualitas melalui pendekatan tentang PATH, yang dikembangkan menjadi MATH oleh dr. Budi Hartono, SE, MARS sebagai salah satu pendiri dan pengurus LARS. Selain seluruh ketentuan Standar Akreditasi Rumah Sakit oleh Kemekes tahun 2022 yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan akreditasi oleh LARS, yang didukung dengan berbagai tools strategis tersebut di atas, juga dilengkapi 4 tools ISO sebagai berikut; ISO 14001ISO 14001 (manajemen lingkungan), ISO 22000 (yang dimodifikasi sebagi tata kelola keamanan makanan bagi pasien), ISP/IEC 27001 (atau Information Security Management System (ISMS). Berbagai tool manajerial yang saling mempengaruhi secara linear tersebut, dintegrasikan dalam Platform Instrumen akreditasi digital LARS, yang dinamakan H-DIVA. Sehingga pengendalian berbagai informasi strategis tentang seluruh tools tersebut dapat terpantau dan terkendali dari dasbord H-DIVA.

    Keberhasilan dua RS tersebut berkat efektifitas kerjasama kemitraan LARS dan berbagai Rumah Sakit, juga merupakan hasil kerja keras seluruh komponen RS dibawah bimbingan PT Takelars yang profesional dalam mempersiapkan Rumah Sakit melalui bimbingan yang berkualitas. Dua RS mendapat nilai Paripurna ini merupakan bukti atas keberhasilan kerjasama kemitraan dalam melaksanakan “Program Kemitraan Akreditasi Rumah Sakit Paripurna LARS”, yang dilaksanakan melalui 4 kegiatan strategis yang berjalan lancar dan berkualitas melalui; a) Bimbingan Akreditasi, b)Simulasi Akreditasi, c) Akreditasi RS, dab d) Pendampingan pasca akreditasi selama masa aktif 4 tahun sertifikat akreditasi, sebagai jaminan mutu dari LARS bagi RS yang bermitra dengan LARS dalam memastikan performonce kinerja RS meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

     

    Selamat atas Penilaian PARIPURNA

    Direktur Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (LARS), dr. Hanibal Hamidi, M.Kes, di akhir acara penyerahan, mengucapkan proficiat dan ucapan selamat kepada kedua Rumah Sakit, yang telah diakreditasi oleh LARS di awal tahun 2023 dan mencapai angka PARIPURNA.

    “Selamat atas hasil akreditasi yang dicapai RS. Airan Raya dan RSIA Permata Ibunda yang mencapai penilaian PARIPURNA bersama LARS. Kedua RS telah menunjukkan hasil pelaksanaan pelayanan yang berkualitas dan pantas mendapat penilaian paripurna”, Tutur Hanibal.

    Ket. Foto: Penyerahan Sertifikat dari Direktur Eksekutif LARS, dr. Hanibal (Kiri) kepada Direktur RSIA Permata Ibunda, dr. Surada (Kanan).

    Ia pun berharap kualitas pelayanan di kedua RS tersebut tetap dijjaga dan berharap terus dikembangkan kedepannya.

    “Harapan kami (LARS), hasil pelayanan kedua RS yang berkualitas, harus tetap dijaga dan ditingkatkan agar menjadi RS yang terus berkembang kualitas mutu dan pelayanannya di masa mendatang”. Lanjut Hanibal.

    Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Eksekutif LARS, Dr. HP Bastaman, MPH FISQua, Para Direktur RS kedua RS al: RS. Airan Raya, dr. Zuchrady, MM.,PIA dan dr. H. Suradal, Sp.OG serta para staf dari kedua RS tersebut.

    Sekretaris Eksekutif LARS, Dr. HP Bastaman, MPH FISQua  turut mengapresiasi hasil yang dicapai kedua rumah sakit tersebut.

    “Terima kasih atas kehadiran  para direktur dan staf dari kedua RS yang hari ini  menerima sertifikat Paripurna. Semoga  hasil penilaian paripurna tetap dijaga kedua rumah sakit untuk terus berkembang ke depannya”.Tutur Bastaman.

     

    Tentang LARS

     LARS merupakan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit yang bekerja profesional, independen, non- profit yang berbasis sistem intekoneksi digital dan komunitas. LARS dipercaya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai lembaga penyelenggara akreditasi Rumah Sakit di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/ MENKES/6604/2021 tentang Lembaga Independen Penyelenggara Akreditasi Rumah Sakit.

    LARS saat ini dipimpin oleh dr. Hanibal Hamidi, M.Kes selaku Direktur, Dr. HP Bastaman, MPH, FISQua (Sekretaris Eksekutif) dan Ilham Nasai, M.AP (Bendahara).

    Ket. Foto: Bincang-bincang setelah Acara Penyerahan Sertifikat

    Berbagai informasi dapat dilihat pada web site LARS: lars.or.id, atau berbagai informasi di youtube dengan mengentikkan 4 kata “LARS” maka dapat diketahui apa saja yang telah diproduk oleh LARS. Salam LARS. (Ricky Hayon).

     

    —————————————————————————-