Category: BERITA

  • Forum Lembata Memanggil (FLM) Bertemu Wagub NTT, Konsolidasi Bantuan untuk Lembata

    Berandanegeri.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Josef A. Nae Soi, MM, mengucapkan terimakasih bagi Ketua dan para Anggota Forum Lembata Memanggil yang turut memberikan kepedulian dan membantu masyarakat Kabupaten Lembata yang mengalami musibah akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok beberapa waktu yang lalu. “Pemerintah Provinsi NTT memberikan support atas partispasi kemanusiaan yang dilakukan oleh Forum Lembata Memanggil untuk membantu saudara-saudara kita di sana (Lembata)”, sebut Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Josef A. Nae Soi, MM saat Audiens Bersama Forum Lembata Memanggil di Ruang Kerja Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Senin 21/12/2020.

    “Tentu saja dengan mengenakan baju seperti ini menunjukkan bahwa Forum Lembata Memanggil ikut merasakan, empathy dengan masyarakat di sana. Mereka tidak akan mengambil ahli tugas dari pada pemerintah, tapi mereka ikut membantu dan mereka meminta kepada saya, dimana tempatnya mereka akan bantu, dan apa yang masyarakat di sana butuhkan, supaya tidak overlapping, tidak tumpang tindih dengan yang lainnya”, jelas Wakil Gubernur Josef.

    “Forum Lembata Memanggil ini diprakarsai oleh tokoh Lembata luar biasa yaitu Almarhum Anton Tifaona, dan mereka akan melakukan pulang kampung untuk menghibur masyarakat yang terkena bencana gunung api yang meletus. Mereka sudah kirim dokter dengan alat kesehatan semuanya dan itu yang paling dibutuhkan di sana. Kita tahu bahwa kita sangat kurang untuk kesehatan. Terimakasih buat Forum Lembata Memanggil yang telah memberikan perhatian kepada kampung halaman dan membantu masyarakat di Lembata”, jelas Wagub Josef.

    Sementara itu, Ketua Forum Lembata Memanggil, Bernard Tifaona mengatakan Forum Lembata Memanggil ini terbentuk secara spontanitas oleh Diaspora NTT yang ada di Jakarta, bukan hanya warga Lembata saja tetapi seluruh warga Diaspora NTT yang ada di Jakarta. Tujuannya kemanusiaan. “Kami datang dan bertemu dengan Bapak Wakil Gubernur NTT untuk minta petunjuk supaya tidak terjadi tumpang tindih atas perilaku kemanusiaan yang ingin kami sampaikan”, kata Bernard.

    “Bahasa beliau (Wagub) adalah kita mengunjungi kampung bikin happy dan bantu semua saudara yang ada di sana tanpa menyinggung adanya hal-hal yang dilakukan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah daerah. Dan beliau sendiri (Wagub) akan support untuk masalah bantuan kemanusiaan”, jelas Bernard.

    Bernard juga mengatakan, kegiatan yang dijalankan ini sudah dilakukan dan sumbangan kita untuk kebanyakan adalah baju APD (alat pelindung diri), test rapid, antigen, semua sudah kita sumbangkan, dokter, obat-ibatan dan alat-alat kesehatan juga kita datangkan ke sana (Lembata), yang memang dibutuhkan oleh Pemda dalam hal ini BNPB”, kata Bernard Tifaona.

    Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Forum Lembata Memanggil (Bernard Tifaona, SH, MH) dan para Anggota Forum Lembata Memanggil (Willy Leba, Mikael Kleden dan Vincentius Repu).

  • Bantu Pengungsi Lembata, NTT, Forum Lembata Memanggil Bermitra dengan Karila dan Skadron 31 Lanud Halim

    Berandanegeri.com – FORUM LEMBATA MEMANGGIL terus melangkah membantu pengungsi di Lembata lewat jaringan kemitraan dengan pihak lainnya. Dalam rilisnya yang diterima media ini, FLM membangun kerjasama dengan Skadron 31 Halim Perdanakusuma untuk bisa memobilisasi bantuan dari Jakarta menggunakan Hercules.

    Terbaca pada surat FLM yang ditujukan kepada Komandan Skadron 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma Letkol PnB Yulius Marvien Aryaka, M.Sc.

    “Dengan pertimbangan kemanusiaan dan relasi yang terbangun, Komandan Skadron 31 berkenan membantu pengangkutan sumbagan dari Jakarta ke NTT. FLM menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas tangan terbuka yang diberikan pihak Angkatan Udara untuk ikut membantu pengungsi di Lembata, “ jelas Bernard Tifaona, Ketua FLM.

    Pengangkutan pertama sudah dilakukan, Sabtu, 18/12/2020 via Maumere selanjutnya ke Larantuka untuk dibawa ke Lembata. Angkutan pertama ini sekitar 2 ton sembako dan sejumlah jenis sumbangan lainnya.

    FLM juga membangun kemitraan dengan Karila, sebuah lembaga sosial karitatif yang bernaung di bawah hirarki gereja Katolik, dalam hal ini Keuskupan Larantuka. Bersama Karila, FLM ingin menjangkau para pengungsi di lokasi mereka masing-masing.

    Sebelumnya FLM sudah mengirim sejumlah bantuan. Tahap pertama mengirim kebutuhan mendesak sebanyak 40 kodi barang-banrang kebutuhan mendesak. Menurunkan tiga personil untuk membantu sekaligus memetakan masalah dan kebutuhan selama masa tanggap darurat, rehabilitasi hingga rekonstruksi. Tahap kedua dengan mengirim obat-obatan dan Tim Dokter sebagai Relawan Kesehatan untuk berkolaborasi dengan Dinkes Lembata sebagai Koordinator membantu masyarakat dalam masa tanggap darurat.

    FLM di Jakarta memindahkan sekretariat logistiknya dari Tebet ke Bekasi untuk mempermudah mobilisasi dan pergerakan tim kerja. “Bantuan terus dikonsolidasi dan ditampung di Posko Logistik Bekasi. Rencananya akan diangkut dengan Herkules atau dengan Kapal Pelni,” ungkap Bernard Tifaona.

    Beberapa angenda masih terus berproses. Dalam waktu dekat ini, FLM akan melauncing Lagu “Lembata Memanggil” untuk menyapa semua pihak yang peduli. “Lagunya sudah siap dan sedang diproses oleh video klipnya,” tambah Bernard lagi.

    Ket. Foto: Bernard Tifaona, Ketua Umum Forum Lembata Memanggil

    Ketua FLM Bernard Tifaona menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas dan rela hati membantu urusan kemanusiaan di Lembata lewat FLM ini. Terimakasih kepada semua relawan yang dengan berbagai bentuk dan cara telah ikut membantu semua proses bantuan hingga sampai ke para pengungsi.

    “Terimakasih kepada semua pihak yang memberi dengan hati dan telah bersedia menjadi saluran berkat bagi sesama yang tertimpah bencana erupsi Gunung Lewotolok di Lembata, NTT. Kami dari keluarga besar Tifaona di Jakarta khususnya dan anggota/pengurus FLM umumnya, berniat dengan ikhlas hati ingin membantu warga yang tertimpah bencana. Tidak ada tendensi atau kepentingan apapun selain pertimbangan kemanusiaan.”  

    Tak lupa pula Bernard, putra Alm. Brigjen. Pol Anton Enga Tifaona ini memohon dukungan dan doa dari semua pihak terutama warga Lembata agar agenda yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan. “FLM juga meminta maaf kepada para pihak, termasuk Pemda Lembata, kepada warga pengungsi khususnya dan warga Lembata umumnya jika dalam proses kegiatan kemanusiaan di Lembata ini masih ada kekurangan dan kelemahan di sana-sini.

    “Atas nama keluarga besar Tifaona, anggota dan pengurus FLM, kami Mengucapkan Selamat Memasuki Hari Natal bagi keluarga, para relawan dan umat Kristiani di Lembata serta Bahagia emasuki Tahun Baru di tengah situasi yang belum menentu ini di Lembata.” ***

    Lembata – Foto Ubas
  • Bantuan Wagub Papua Barat untuk Korban Erupsi Lewotolok

    Berandanenegeri.com – BANTUAN Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani untuk warga korban erupsi Ile Lewotolok dari dua kecamatan masing-masing Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, akan tiba di Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, pada Senin, (21/12 2020).

    Selain bantuan Wakil Gubernur Papua Barat, bantuan berupa sembilan bahan pokok dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong Petronela Kambuaya, Ikatan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (IPPM) NTT Kota Sorong, warga Flobamora, para dermawan, dan masyarakat Kota Sorong akan tiba di hari yang sama untuk meringankan beban korban.

    “Bantuan Bapak Wakil Gubernur Papua Barat, ibu Ketua DPRD, para dermawan, IPPM NTT, masyarakat Flobamora, dan masyarakat Kota Sorong saya diutus langsung untuk mengantar bantuan untuk korban pengungsi di rumah-rumah penduduk dan posko. Saya bersama Hairul Sabah dari IPPM NTT Kota Sorong bersama dua mahasiswa relawan mengantar langsung donasi ini bagi para korban,” ujar Ety Wukak, pengurus Keluarga Flobamora Kota Sorong sesaat transit di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu, (19/12 2020) pagi.

    Erupsi Ile Lewotolok pada Minggu (29/11 2020) pagi nyaris melumpuhkan sebagian besar wilayah Ile Ape dan Ile Ape Timur akibat semburan awan hitam pekat disertai pasir tak hanya terjadi di sekitar lereng gunung Lewotolok. Namun, abu vulkanik dan bau belerang juga menimpah sejumlah kecamatan di Lembata dan kabupaten tetangga, Flores Timur. Untugnya, erupsi itu terjadi pada pagi hari sehingga warga segera melarikan diri menuju Lewoleba.

    “Sebagai warga Flobamora yang tinggai di Kota Sorong, kami ikut merasakan penderitaan yang menimpa saudara dan saudari kami di kampung halaman. Saya bersama Ketua IPPM NTT Kota Sorong Adrianus Henan dan anggotanya, kami ramai-ramai turun ke jalan untuk mengetuk hati warga dan para dermawan untuk ikut bersolider bagi korban. Kami sangat terharu. Bapak Wakil Gubernur Papua Barat. Ibu Ketua DPRD Kota Sorong, dan Ketua IPPM NTT Kota Sorong beserta anggotanya langsung tergerak mendukung gerakan kami di jalan berorasi mencari dukungan dana,” lanjut Ety Wukak, akitivis perempuan Flobamora Kota Sorong kelahiran kampung Kluang, Desa Belabaja, Nagawutun.

    Bergerak cepat

    Menurut Ety, setelah erupsi Ile Lewotolok terjadi pada Minggu (29/11 2020) selama tiga hari mulai 2-4 Desember sejumlah elemen di atas langsung bergerak cepat. Mereka semua terjun di dua titik lampu merah di Kota Sorong mengetuk hati warga dan dermawan untuk membantu korban. Seluruh anggota IPPN NTT Kota Sorong juga terlibat langsung dalam aksi soidaritas ini bagi korban erupsi.

    “Ketua Flobamora Kota Sorong ama Syafruddin Sabonama Riantobi mengontak Pak Wakil Gubernur. Kala itu beliau lagi dinas di Sorong. Pak Wagub bersedia meresmikan posko penggalangan dana di rumah singgah Satu Harapan Jalan Sriti II HBM, Kota Sorong. Pak Wagub menyerahkan langsung tanda kasih beliau untuk korban erupsi Lewotolok. Puji Tuhan, bantuan yang berhasil kami himpun akan kami distribusikan bagi para korban. Tentu terlebih dahulu kami melapor diri kepada Pemerintah Kabupaten Lembata dan posko pengungsi yang dibentuk pemerintah daerah,” ujar Ety Wukak.

    Perjalanan panjang Kota Sorong menuju Makassar, Jakarta, Labuanbajo hingga Lembata tak melemahkan semangat Ety Wukak dan tiga rekannya sesama warga asal Lembata di perantauan. Keluarga besar Flobamora Kota Sorong memberikan keluasan kepada para anggota yang bersedia mengantar bantuan bagi korban. Namun, dengan catatan biaya transportasi ditanggung sendiri.

    “Saat kami rapat bersama para pengurus Flobamora Kota Sorong dan rekan-rekan keluarga besar IPPM NTT Kota Sorong menugaskan saya dan adik Hairul Saban, Sekretaris IPPM NTT mengantar langsung bantuan untuk para korban. Mereka semua berharap agar bantuan Pak Wakil Gubernur, warga Flobamora, donatur, para pengurus paguyupan asal NTT, dan masyarakat Kota Sorong benar-benar tepat sasaran dan layak bagi para korban di kampung halaman, tanah lepanbatan,” ujarnya.

    Ety juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada Wakil Gubernur Papua Barat, Ketua DPRD Kota Sorong, Ketua Flobamora Kota Sorong, dan semua pihak yang bersimpati kepada warga masyarakat korban erupsi di Lembata. Ety mengaku, secara pribadi ia berterima kasih kepada Wakil Gubernur karena sekalipun bencana erupsi Ile Lewotolok terjadi di Lembata namun beliau peduli  dan rela memberi sedikit berkat buat saudara yang tengah dilanda prahara menyusul erupsi gunung di wilayah utara Lembata itu.

    ”Selaku Wakil Gubernur Papua Barat, saya sangat bersimpati atas musibah meletusnya gunung Ile Lewotolok di Lembata. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada di Papua Barat terutama di wilayah Sorong Raya. Mari kita bersatu membantu meringankan beban warga di Lembata yang saat ini terkena musibah. Jika ada yang ingin memberikan bantuan, bisa langsung diantar ke posko bantuan yang ada di Rumah Singgah Satu Harapan HBM Kota sorong,” kata Ety Wukak mengutip kata-kata Wakil Gubernur saat meresmikan posko penggalangan dana di Kota Sorong.

    Sedangkan Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Kota Sorong Syafruddin Sabonama menjelaskan, saat ini kondisi Indonesia berpotensi untuk terjadinya bencana alam seperti gunung meletus. Musibah seperti ini bisa saja terjadi di mana-mana karena Indonesia dikelilingi oleh cincin api.

    “Hari ini terjadi di Lembata. Namun, kapan saja bisa terjadi di tempat lain. Musibah erupsi Ile Lewotolok adalah momentum bagi Ikatan Keluarga Besar Flobamora Kota Sorong merekatkan kesadaran nasional bahwa satu musibah di tempat lain adalah duka bagi kita semua. Sehingga kehadiran Wakil Gubernur Papua Barat yang adalah orang Papua untuk meresmikan posko bantuan buat daerah lain yang jauh di sana, itu adalah sebuah pesan bahwa sebagai sebuah bangsa kita semua harus ambil bagian atas duka yang terjadi di negeri ini,” ujar Syafruddin Sabonama, pria asal Adonara dan anggota DPRD Kota Sorong. (AD).

  • Bupati Dogiyai Mengaharapkan Tetap Terjaganya Toleransi, Serta Hati yang Siap Menerima Sang Juru Selamat, dalam Pesan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

    Bupati Dogiyai Mengaharapkan Tetap Terjaganya Toleransi, Serta Hati yang Siap Menerima Sang Juru Selamat, dalam Pesan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

    Berandanegeri.com – DARI Mowanemani, Ibu Kota Kabupaten Dogiyai, Sabtu 19 Desember 2020, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, menyuarakan pesan Sukacita Natal dan Tahun baru:

    Koya, Koha, Kosa, Bida.

    Seraya menghaturkan puji dan syukur kepada ALLAH, Sang Sumber Kehidupan, menyambut Perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, selaku Bupati Dogiyai, saya menyampaikan Pesan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 kepada segenap warga masyarakat Kabupaten Dogiyai sebagai berikut.

    Pertama, Perayaan Natal merupakan momentum suci bagi umat Kristiani untuk memperingati kelahiran YESUS sebagai Sang Juru Selamat segenap umat manusia. Perayaan Tahun Baru Masehi merupakan momentum pergantian tahun yang dirayakan oleh hampir semua umat manusia. Kedua perayaan ini mempunyai makna yang penting tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi segenap umat manusia dalam semangat kebersamaan, kemanusiaan, dan toleransi.

    Kedua, telah terbukti selama ini bahwa kehidupan yang toleran antar umat beragama di Kabupaten Dogiyai telah berjalan dengan baik. Karena itu, menjadi tugas dan tanggung jawab bagi kita semua untuk terus melestarikan kehidupan yang toleran tersebut. Semua umat beragama apapun di Kabupaten Dogiyai wajib menjaga kehidupan yang toleran selama perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung.

    Ketiga, semua warga Kabupaten Dogiyai DILARANG melakukan tindakan-tindakan kejahatan dalam bentuk apapun yang tidak sesuai dengan ajaran Kristen, yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan, yang kemudian dapat berakibat pada terganggunya pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru.

    Keempat, kepada seluruh umat Kristiani di Kabupaten Dogiyai agar menyiapkan diri secara pribadi maupun bersama untuk menyambut kelahiran YESUS sebagai Sang Juru Selamat umat manusia dengan mengikuti seluruh perayaan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan damai. Jadikanlah Perayaan Natal dan Tahun Baru sebagai momentum untuk memperbarui diri dengan cara berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan sesama manusia, berdamai dengan alam semesta, dan berdamai dengan TUHAN.

    Selamat Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021

    Kabupaten Dogiyai
  • Forum Lembata Memanggil (FLM) Kirim Sarana Kesehatan dan Tim Dokter ke Lembata

    Jakarta, berandanegeri.com. FORUM LEMBATA MEMANGGIL (FLM), bekerjasama dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG), mengirim bantuan kemanusiaan ke Lembata, NTT, Rabu, 16/11/2020. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindakan tanggap darurat atas bencana meletusnya Gunung Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), 29/11/2020, lalu. Sebelumnya, FLM juga sudah mengirim 40 bal paket bantuan kemanusiaan dari Jakarta untuk meringankan masyarakat yang terimpah bencana di Lembata.

    Ketua Umum FLM, Bernard Tifaona, menjelaskan  pada pengiriman kali ini, FLM membangun mitra dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG). Melihat kebutuhan masyarakat di lokasi bencana, maka FLM memprioritaskan pengiriman Tim Dokter, obat-obatan dan alat Kesehatan.

    “FLM mengirim alat kesehatan serta obat-obatan. Selain itu, FLM juga mengirim dua tenaga dokter sebagai Relawan Kesehatan untuk bersama-sama Dinas Kesehatan Lembata selaku Koordinator Tim Kesehatan bisa membatu situasi tanggap darurat pasca bencana di Lembata. Tim dokter dan barang-barang bantuan kemanusiaan sudah tiba di Kupang sejak Rabu, 16/11.”

    Perjalanan yang cukup jauh dengan cuaca yang tidak menentu, membuat perjalanan diatur per etape. FLM mengirim pula seorang relawan lainnya, Alfredo da Silva untuk mengawal logistik bantuan kemanusiaan. Kamis, 17/12 , pagi dari Jakarta ke Kupang dan selanjutnya membawa logistik bantuan ini ke Larantuka dan/atau ke Lewoleba.

    Kerjasama Asosiasi Pilot Garuda (APG)

    Mobilisasi logistik bantuan kemanusiaan dari Jakarta ini sepenuhnya dibantu oleh Asosiasi Pilot Garuda (APG), menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-448 dari Jakarta menuju Kupang.

    “Kami terpanggil untuk terlibat dalam bantuan kemanusiaan di Lembata untuk mengurangi penderitaan Saudara-saudara disana”, demikian ucap Captain Isays Sampesule, perwakilan APG yang juga membawa pesawat GA-448 menuju Kupang, Rabu, 16/12/2020.

    Dari Kupang akan diupayakan dengan Fery atau kapal Pelni ke Lewoleba atau ke Larantuka.

    “Sejak kemarin, barang-barang sudah tiba di Kupang. Sesuai konfirmasi terakhir, mengingat cuaca yang tidak menentu di wilayah NTT, barang-barang akan diberangkatkan dengan Kapal Pelni ke Larantuka, selanjutnya akan dibawa ke Lembata,” jelas Alex Tifaona, Wakil Ketua Umum.

    Sutera Pharma Sumbang Alat Rapid Test Covid-19 dan Obat-obatan

    Mengingat situasi Covid-19 yang masih jadi kesiagaan nasional, selain obat-obatan, FLM juga mengirim alat-alat Rapid Test. Dari relasi pribadi yang selama ini terbangun, ternyata efektif membantu para pengungsi di Lembata. Antara lain, sumbangan rapid test yang diberikan oleh Sutera Pharma turut dalam daftar obat-obatan yang dikirimkan oleh FLM.

    “Kami kirimkan sumbangan rapid test agar penularan covid-19 dapat mudah ditekan di lokasi-lokasi pengungsian,” demikian ujar dr. Ellysa dari Sutera Pharma. ***

    Foto 1. Serah Terima Paket Obat-obatan oleh Captain Isays Sampesule kepada Tim Dokter FLM di Airport El-Tari, Kupang, 16 Desember 2020

    Foto 2. Serah terima paket obat-obatan kepada Pilot Garuda Captain Isays Sampesule oleh Waketum FLM, Alex Tifaona disaksikan Sekjen FLM, Michael Kleden.

    Foto 3. Tim FLM Bersama tim cargo Garuda Indonesia saat proses loading cargo

  • Ribuan Warga Hadiri Peresmian Gereja Tertinggi di Dogiyai

    Berandanegeri.com. RIBUAN warga dan umat Kristiani Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, tumpah ruah penuh gembira dan rasa syukur menghadiri prosesi pengresmian Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Jemaat Eben-Haezer Mowanemani Klasis Kamuu di Mowanemani, ibu Kota Kabupaten Dogiyai, Rabu (16/12 2020).

    Pada hari berbahagia itu, Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa, atas nama pemerintah dan masyarakat Dogiyai berkenan meresmikan gereja tertinggi bagi Jemaat Eben-Haezer Mowanemani. Proses pengresmian ditandai pembukaan selubung papan nama, penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, dan pembukaan pintu gereja.

    “Gedung gereja ini cukup megah dan paling tinggi di Dogiyai. Proses pengerjaan hingga penyelesaian gedung gereja ini menghabiskan dana Rp. 4 miliar lebih. Dana pembangunan berasal dari swadaya dan sumbangan jemaat serta bantuan Pemerintah Kabupaten Dogiyai,” kata Bupati Dumupa usai meresmikan Gereja Kingmi Jemaat Eben-Haezer Klasis Kamuu dalam keterangan tertulis yang diterima berandanegeri.com, Kamis (17/12 2020).

    Pada kesempatan itu, Bupati Dumupa menyampaikan sejumlah hal penting di hadapan warga dan umat Kristiani.  Pertama, gedung Gereja Eben-Haezer Mowanemani memecahkan dua rekor sekaligus, yaitu durasi pembangunan hingga penyelesaian gedung Gereja tersebut paling cepat di Dogiyai dan merupakan gedung paling tinggi di kota Mowanemani.

    Kedua, selama tiga tahun masa pemerintahan periode pertama memimpin Dogiyai daerah itu telah menggelontorkan anggaran sebesar hampir Rp. 40-an milyar untuk membangun rumah ibadah. Gereja Eben-Haezer merupakan salah satu Gereja yang mendapat dana hibah pembangunan gedung Gereja.

    Ketiga, pihaknya meminta warga masyarakat Mowanemani dan sekitarnya menjaga gedung Gereja Eben-Haezer yang baru diresmikan. Artinya, tidak boleh merusak gedung gereja ini agar digunakan sebagai tempat berdoa. Keempat, ia juga meminta agar umat Kristiani di Mowanemani lebih berperan aktif dalam pembangunan bersama pemerintah. Hal ini penting mengingat urusan pembangunan merupakan tugas dan tanggungjawab semua warga, baik baik secara personal maupun kolektif.

    “Saya juga meminta warga terutama umat Kristiani ikut menjaga keamanan dan ketertiban menjelang, sesaat, dan setelah pelaksanaan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 agar dua momentum penting itu bisa dilaksanakan dengan aman dan damai,” lanjut Dumupa, mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

    Bupati Dumupa melanjutkan, selama masa kepemimpinannya sebagai Bupati Dogiyai pihanya memberikan perhatian serius pembangunan di bidang rohani dan sosial keagamaan bagi warga masyarakat. Misalnya, selama ini Pemerintah Kabupaten Dogiyai memberi dana hibah untuk membangun ratusan rumah ibadah.

    Selain itu, lanjut Dumupa, Pemerintah Kabupaten Dogiyai juga membiayai berbagai kegiatan di bidang sosial dan keagamaan. Misalnya memberi honor bulanan kepada 500 orang hamba Tuhan dan memfasilitasi kegiatan tour wisata rohani dan ibadah umroh ke tanah suci, dan lainnya. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius pada aspek pembangunan sosial keagamaan.

    “Saya berpikit agama adalah sarana paling efektif menumbuhkan atau mengembangkan aspek rohani dan spiritual umat dan warga masyarakat,” kata Dumupa, bupati di tanah Papua yang sudah menerbitkan belasan buku. Usai prosesi pengresmian dilanjutkan dengan ibadah bagi umat Kristiani dan acara syukuran bersama warga masyarakat.

  • Melki Mekeng Beri Bantuan 464 Paket Sembako kepada Warga Diaspora Flores Timur Jabodetabek

    BNC,– Anggota DPR RI Dapil NTT 1 Melchias Markus Mekeng memberikan bantuan 464 paket sembako kepada warga diaspora asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang berdomisi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,dan Bekasi (Jabodetabek) yang terdampak Covid-19

    Penyerahan bantuan dari anggota DPR Melchias Markus Mekeng yang juga disponsori oleh Bank BNI ini, diserahkan Staf Ahli DPR Herman Hayong dan diterima Ketua Paguyuban Tite Hena Flores Timur-Jabodetabek Fidelis Lein di SMA Pax Patriae, Bekasi, Sabtu (10/10/2020). Hadir dalam kegiatan ini seluruh pengurus Tite Hena.

    Fidelis Lein, mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat, termasuk warga diaspora Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Jabodetabek.

    Karena itu, pihaknya berupaya menggalang bantuan bagi para warga yang terdampak pandemi tersebut. Kegiatan ini, tuturnya, semakin menyadarkan semua warga diaspora akan pentingnya organisasi paguyuban daerah seperti Tite Hena.

    “Keberadaan organisasi seperti Tite Hena akan semakin berdaya guna jika mau membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. Ini eranya kerja sama dengan berbagai pihak, lintas daerah, agama dan golongan dalam semangat yang sama yakni untuk kemanusiaan,” ujarnya di sela kegiatan pebagian sembako.

    Dia mejelaskan, dalam kegiatan kali ini, paket bantuan sembako disalurkan ke 20 kelompok arisan anggota Tite Hena serta 4 organisasi pemuda mahasiswa asal Flores Timur di Jabodetabek dengan jumlah sebanyak  464 paket.

    Pada kesempatan itu, Fidelis menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPR asal Dapil I NTT, Melchias Markus Mekeng dan relasinya dari Bank BNI yang mendukung kegiatan pemberian bantuan tersebut.

    “Semoga niat baik ini bisa dibalas oleh Yang Mahakuasa dan leluhur kami,” ujarnya.

    Ketua Paguyuban Tite Hena Fidelis Lein saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan.

    Sementara itu, Herman Hayong, mengatakan bahwa pandemi kali ini menyebabkan terjadinya kelesuan ekonomi dan Pemerintah berupaya keras menjaga daya beli masyarakat dengan menggelontorkan sejumlah kebijakan khususnya di bidang ekononi.

    “Apa yang diserahkan pada hari ini merupakan wujud persaudaraan antarsesama warga yang berasal dari NTT,” tuturnya.

    Johnson Riberu  sesepuh Tite Hena mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dikoordinasikan oleh Tite Hena dan didukung oleh Melchias Markus Mekeng. Dia mengaku mengenal Melky Mekeng semenjak keduanya bersekolah di sebuah SMA di Jakarta. “Sejak dulu beliau memiliki kepedulian terhadap sesama warga NTT,” pungkasnya. (Bn)

  • Buku untuk Rayakan Otonomi Lembata

    Buku untuk Rayakan Otonomi Lembata

    JAKARTA, berandanegeri.com– Sejumlah warga Lembata diaspora se-dunia, Kamis, (8/10/2020), meluncurkan buku berjudul – Membangun Tanpa Sekat – sebagai wujud kecintaan bersama Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat di tanah kelahiran, lewotana, leu awuq, untuk merayakan dan memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Otonomi Lembata yang jatuh pada Senin, 12 Oktober 2020.

    Foto; Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata

    Buku tersebut berisi koleksi 26 tulisan hasil refleksi kritis atas sejumlah isu dan aspek pembangunan di Lembata selama 20 tahun terakhir. Ada sejumlah tema dalam buku tersebut seperti sejarah, kepemimpinan, prasarana dan sarana, pendidikan, kesehatan, pariwisata, kebudayaan, spiritualitas, filsafat dan epistemologi lokal.

    “Para penulis adalah putera-puteri Lembata, yang menyebar di seluruh wilayah NTT dan manca negara. Mereka berasal dari beragam latar belakang pendidikan, pengalaman, dan profesi. Misalnya anggota DPR, rohaniwan, akademisi, pengacara, ASN, politisi, aktivis, guru, pekerja sosial, dan wartawan. Semua tulisan disajikan dengan bahasa yang lugas dan ringan sehingga mudah dibaca. Buku ini digagas Ansel Deri, seorang wartawan di Jakarta, dan Dr Justin L Wejak, dosen Kajian Indonesia di The University of Melbourne, Victoria, Australia,” ujar Ansel Deri, co-editor buku dari Ata Lembata, dalam keterangan tertulis yang diterima berandanegeri,com di Jakarta, Kamis, (8/10/2020).

    Ansel yang pernah menjadi tenaga ahli Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Irjen Pol (Purn) Drs Y. Jacki Uly MH di DPR RI, menambahkan, buku tersebut diberi sambutan sebagai pengantar oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilihan NTT 1 yang meliputi juga Lembata. Sedangkan, Prolog ditulis jurnalis senior asal Waibalun, Flores Timur, Stephie Kleden-Beetz dan epilognya ditulis Pastor Dr. Otto Gusti Madung SVD, Pimpinan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere, Flores.

    Justin L. Wejak, Salah Seorang Penggagas Buku “Membangun Tanpa Sekat”

    Menurut Justin L Wejak, ide dan gagasan menerbitkan buku tersebut lahir dari diskusi lepas beberapa orang dalam WA Group Ata Lembata pada September 2019. Group itu lebih sekadar moting, tempat ngobrol ala kampung di jagat maya dan beranggotakan sejumlah warga asal Lembata yang tinggal di kampung halaman maupun di luar.

    “Buku ini, selain merupakan hasil refleksi kritis para penulis, ia hadir sebagai ajakan bagi para pembaca untuk membuat refleksi tentang Lembata di masa dulu, kini dan seperti apa Lembata nanti di masa depan. Ini penting agar julukan tak enak saat ini sebagai ‘kabupaten tertinggal’ atau meminjam judul buku Pastor Steph Tupeng Witin SVD, ‘negeri kecil salah urus’, bukan label tetap sepanjang masa,” kata Justin, dosen kelahiran Baolangu, Kecamatan Nubatukan.

    Justin menambahkan, pilihan judul buku bertolak dari pemikiran bahwa Lembata adalah kabupaten dengan potensi kekayaan sumber daya manusia dan sumber daya alam melimpah yang mesti diberdayakan dan dikembangkan untuk kemajuan masyarakat dan daerah. Para pemimpin setiap berganti rezim mesti membangun Lembata secara holistik dan integratif berpijak pada potensi daerah tanpa terjebak dalam pragmatisme politik pembangunan. Semua stakeholders lokal perlu disatukan dalam satu visi yang sama demi memajukan Lembata tanpa terjerumus dalam sekat-sekat primordialisme geopolitik.

    “Buku ini hadir sebagai kado kecil bagi pemerintah dan rakyat Lembata selama 20 tahun perjalanan Lembata menjadi daerah otonom, pada 12 Oktober 2020, memasuki usia ke-21. Lembata resmi menjadi kabupaten otonom terlepas dari kabupaten induknya Flores Timur pada 12 Oktober 1999. Semoga melalui buku ini putra-putri Lembata baik yang tinggal di kampung maupun di luar tetap setia mencintai Lembata dengan caranya masing-masing sekecil apapun,” kata Justin, kolumnis harian The Jakarta Post, Ucanews, dan Canberra Times.

    Ansel Deri, Co -Editor Buku “Membangun Tanpa Sekat”

    Sedangkan Ansel, co-editor sekaligus admin grup Ata Lembata, menambahkan, buku –Membangun Tanpa Sekat – terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama berisi sejumlah tulisan antara lain, Lembata dan Kepemimpinan Melayani, Memanen Buah Otonom, Dua Puluh Tahun Otonomi Lembata, Wajah Lembata yang Perlu Dipoles, Pembelajaran Berbasis Motivasi, Guru Terima Kasih, Jokowi, Guru dan Lembata, dan Berguru Kearifan Tempo Doeloe

    Bagian kedua buku berisi artikel-artikel antara lain Kekuatan Budaya Lembata, Spiritualitas Ata Lembata, Pariwisata dan Kearifan Lokal, Selamat Datang Desa Budaya Leuwayang, Filosofi Tenun Tradisional, Lamalera dalam Konstruksi Konservasi, Politik yang Jauh dari Rakyat, dan Korupsi Awololong.

    Sedangkan bagian ketiga meliputi delapan artikel yaitu Ketakutan Momok Pembangunan, Menelisik Tambang Emas di Lembata, Mengabdi Rakyat, Nasionalisme: Sebuah Pembaharuan Etis, Lembata yang Remaja, Balita yang Terancam ISPA dan Bahaya Rokok, Mengapa Orang Lembata Merantau, dan Sastra sebagai Sebuah Refleksi Kehidupan Manusia.

    “Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Ikan Paus Jakarta, ia hadir sebagai bentuk mini mencintai Lembata, tanah leluhur. Sekaligus bentuk tanggungjawab kepada para pejuang dan perintis sejarah perjuangan Lembata menjadi kabupaten otonom. Setelah perjuangan mencapai garis finish mengantar Lembata menjadi daerah otonom sejak 21 tahun lalu, kini saatnya semua elemen masyarakat berperan aktif dengan caranya masing-masing membangun Lembata tanpa sekat-sekat primordialisme kepentingan geopolitik. Buku ini bisa menjadi bahan bacaan masyarakat sekaligus mendukung gerakan literasi yang dicanangkan pemerintah,” kata Ansel Deri. (bn)

    Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi No WA:

    Ansel Deri: +62 822 1343 3110, atau

    Justin Wejak: +61 408 285 838

  • Angka Kesembuhan Pasien Covid di Papua Capai 85 Persen, Ini Tiga Alasannya

    Jakarta berandanegeri.com—KABAR gembira datang dari Bumi Cenderawasih Papua. Jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh terus bertambah hingga mencapai 85 persen atau 3.024 pasien sembuh dari total kasus kumulatif 3.575 kasus per Selasa (25/08/2020). Sementara yang sedang dalam perawatan 609 orang (14 %) dan meninggal 42 orang (1 %).

    “Ada tambahan yang sembuh sebanyak 197 hari ini, dengan rincian Kota Jayapura 169 orang, Kabupaten Jayapura 20 dan Mimika 8 orang. Ini angka kesembuhan tertinggi selama ini,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) saat memberi keterangan pers secara virtual kepada wartawan, Selasa (25/08/2020).

    Menurut Sumule, dengan meningkatnya angka kesembuhan, tidak berarti masyarakat menjadi lalai dan longgar dalam menjalankan protokol kesehatan. Sebab masih saja terjadi tambahan kasus baru setiap hari, dimana per 25 Agustus 2020 terdapat 24 kasus baru, meliputu Kota Jayapura 1 orang, Kabupaten Jayapura 1 orang, Merauke 6 orang, Mimika 5 orang, dan Biak 8 orang.

    “Masyrakat tetap jadi garda terdepan. Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama tim kesehatan di Puskesmas, tim surveilans, tim surveilans dan para tenaga kesehatan yang siang malam bekerja melakukan perawatan di rumah sakit,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan ini.

    Alasan Kesembuhan


    Tingkat kesembuhan pasien Covid terus meningkat sepekan terakhir. Berdasarkan data, trend positif angka kesembuhan pasien Covid di Papua pekan ini dimulai pada 21 Agustus, dimana terjadi kenaikan 5 persen dari 61 ke 66 persen. Sehari kemudian, pada 22 Agustus, angka kesembuhan naik menjadi 71 persen dan meningkat lagi menjadi 76 persen pada 23 Agustus 2020.

    Sebelum mencapai angka kesembuhan hingga 61 persen, rekor pencapaian Provinsi Papua di tingkat nasional pun pernah diraih. Papua meraih urutan kedua kasus sembuh tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Bali. Ketika itu, pada 24 April 2020, angka kesembuhan mencapai 28 %. Data Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua menunjukkan, dari jumlah kasus 137 0rang pasien positif Covid yang yang menyebar di 11 kabupaten/kota, terdapat 38 orang yang sembuh, 92 orang orang sedang dalam perawatan, dan 7 orang meninggal.

    Dua bulan kemudian, tepatnya 8 Juli 2020, tingkat kesembuhan naik menjadi 51 persen, dimana dari total 2.027 kasus, sebanyak 1.043 orang dinyatakan sembuh, 962 pasien sedang dalam perawatan (49 persen), dan 22 meninggal dunia atau 1 persen. Di hari itu, ada 57 pasien Covid di Papua dinyatakan sembuh. Rinciannya, Kota Jayapura sebanyak 41 orang, Mimika 1 orang, Biak ada 11 orang, dan Kabupaten Jayapura terdapat 4 orang.

    Sepekan kemudian, ada data yang menarik. Berdasarkan data Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, 16 Juli 2020, jumlah pasien Covid di Provinsi Papua yang sembuh dan yang sedang dirawat jumlahnya sama yaitu sama-sama 1199. Dari total jumlah kasus kumulatif sebanyak 2424, terdapat 1.195 pasien yang sembuh (49,5%), 1.195 % sedang dirawat(49,5 %) DAN 26 orang meningeal dunia ( 1%).

    Seiring lonjakan kasus baru selama Juli hingga Agustus 2020, data juga menunjukkan bahwa pekan angka kesembuhan tertinggi terjadi pada 23 Juli-6 Agustus 2020. Sebanyak 223 pasien dinyatakan sembuh dengan rincian, Kota Jayapura (206 orang), Kabupaten Mimika (5 orang), Kabupaten Merauke (1 orang), dan Kabupaten Jayapura (11 orang).

    Dalam wawancara sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes menilai ada tiga alasan mengapa tingkat kesembuhan pasien Covid di Papua sangat tinggi.

    Pertama, koordinasi dan kerjasama dalam penanggulangan dan penanganan wabah Covid di Papua sangatlah bagus. Ada kolaborasi yang baik antara tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua maupun Gugus Tugas kota/kabupaten yang gencar melakukan tracing (penelusuran), testing (pengujian), dan treatment (perawatan). Pasien Covid pun cepat ditangani, baik itu di rumah sakit, karantina terpusat maupun karantina mandiri.

    “Hingga hari ini sudah ada pemeriksaan PCR dan TCM sebanyak 37.826 sampel,” katanya.

    Kedua, berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua per 18 Agustus 2020, kelompok umur yang paling banyak terkena Covid di Papua adalah kelompok usia dewasa produktif yaitu 19-58 tahun yaitu sebanyak 86 persen. Sementara usia anak 0-18 tahun sebanyak 9 persen dan kelompok lansia (58 tahun ke atas) sebanyak 5 persen.
    Artinya, kelompok dewasa yang paling dominan terinfeksi Covid memiliki imun tubuh yang kuat yang mampu melawan virus ini sehingga mereka bisa sembuh. Dan memang rata-rata, 95 persen pasien Covid yang meninggal di Papua adalah para lansia yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau kormobid.
    Ketiga, dari faktor iklim, suhu udara di Papua yang rata-rata panas antara 29A Celsius hingga 31,8 Celcius ikut menjadi salah satu “penangkal” alami yang membunuh virus. Hal ini dibenarkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan dari kajian sejumlah ahli menyebut terdapat pengaruh cuaca dan iklim terhadap tumbuh kembang virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. (Gusty Masan Raya)

  • Hasil Pemeriksaan BPK 2019: Dogiyai Raih Opini Wajar dengan Pengecualian

    Mowanemani berandanegeri.com-BUPATI Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Yakobus Dumupa mengatakan, laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai tahun anggaran 2019, kabupaten yang dipimpinnya meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

    “Laporan hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun anggaran 2019 pada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua diserahkan langsung phak Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Papua kepada Ketua DPRD Pak Elias Anou dan Pak Dwi Anang Karjanto dari kantor Inspektorat Dogiyai mewakili Bupati Dogiyai di Kantor BPKP Papua di Jayapura hari ini. Hasilnya Kabupaten Dogiyai meraih opini Wajar Dengan Pengecualian atau WDP,” ujar Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dalam keterangan yang diterima berandanegeri.com di Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Senin (24/8).

    Menurut Bupati Dumupa, status opini WDP adalah yang kedua kali setelah pada 2018 juga meraih status WDP. Padahal, demikian Dumupa, selama kurun waktu 2009-2017 atau sembilan tahun berturut-turut Kabupaten Dogiyai selalu meraih opini disclaimer. Ini berarti selama dua tahun telah terjadi peningkatan penataan pengelolaan keuangan daerah secara baik dan benar.

    Ket. Foto: Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa

    “Sebagai Bupati, saya menentukan target pengelolaan keuangan untuk tahun 2020 harus lebih baik dari sebelumnya. Di masa mendatang Dogiyai harus meraih opini wajar tanpa pengecualian atau WTP. Ini adalah tantangan sekalipun proses meraihnya tidaklah mudah,” ujar Bupati Dumupa.

    Menurutnya, salah satu pekerjaan terbesar yang perlu dibenahi sesuai dengan catatan Badan Pemeriksa Keuangan adalah soal aset. Masalah aset sudah menjadi masalah berat sejak pembentukan Kabupaten Dogiyai. Oleh karena itu, diakuinya, hal ini menjadi pekerjaan serius yang harus dikerjakan dan diselesaikan dengan baik di masa akan datang.

    “Saya menyampaikan terimakasih kepada jajaran BPKP Papua yang telah melakukan pemeriksaan keuangan daerah Dogiyai secara saksama. Kemudian memberikan sejumlah catatan, koreksi membangun untuk penyempurnaan pengelolaan keuangan daerah ke depan,” kata Dumupa, bekas anggota Majelis Rakyat Papua.

    Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pimpinan dan staf dalam jajaran pemerintahan yang telah bekerja keras dan bekerja cerdas dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan daerah Dogiyai.  

    “Saya juga menyampaikan terimakasih kepada para pimpinan dan anggota DPRD serta masyarakat Dogiyai dan pihak lainnya yang telah berkontribusi dengan baik dalam proses penyelenggaraaan pemerintahan, pembangunan masyarakat, dan pengelolaan keuangan daerah.” ujarnya.

    Dumupa menambahkan, untuk mewujudkan visi Dogiyai Bahagia tidak mudah, penuh tantangan dan butuh proses yang panjang. Namun, ia percaya dengan kerja keras dan kerja cerdas semua pihak serta pertolongan Tuhan, visi itu terwujud. “Kita bisa!,” kata Dumupa. (AD/PB)