BERANDANEGERI.COM,– Warga diaspora Flores Timur di Jabodetabek akan mengirimkan berbagai barang bantuan kepada warga korban bencana alam di Pulau Adonara, pada Jumat (9/4/2021).
Hilar BC Da Silva, salah seorang penanggung jawab
penggalangan bantuan menuturkan bahwa penggalangan bantuan ini dibuka sehari
selepas terjadinya bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Minggu (4/4/2021).
“Sehari setelah itu kita langsung buka penggalangan
bantuan dan pada Selasa [7/4/2021], kami
menggelar rapat antara dua organisasi diaspora Flotim yakni Kerukunan Keluarga
Titehena dan Ormas Kontas Flotim. Dalam rapat itu kami sepakat membentuk tim
bersama,” terangnya, Rabu (7/4/2021) malam.
Adapun bentuk donasi yang diterima oleh pihaknya berupa bantuan
uang tunai yang ditampung di 2 rekening milik Titehena serta Kontas Flotim.
Selain itu, pihaknya juga menerima bantuan berupa barang yang sangat dibutuhkan
di lokasi bencana dengan prioritas obat-obatan, makanan cepat saji, pakaian
layak pakai, selimut serta tenda.
“Berdasarkan informasi langsung dari lokasi bencana alam,
barang-barang itulah yang paling dibutuhkan saat ini,” tambahnya.
Barang-barang tersebut, lanjutnya, ditampung di beberapa
posko dengan posko utama terletak di SMA
Pax Patria, Taman Galaxy, Bekasi, serta posko lainnya di Sekretariat Kontas di
Pegangsaan Dua, Kepala Gading, Jakarta Utara,
kemudian di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, serta di Kelapa Dua,Tangerang, Banten.
Dia melanjutkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak TNI
Angkatan Laut untuk mengirimkan barang-barang bantuan menggunakan kapal milik
matra laut tersebut. Rencananya barang-barang yang telah terkumpul akan
diberangkatkan Jumat (9/4/2021). Pengiriman barang, tuturnya akan dilanjutkan
di kemudian hari sembari menanti jadwal keberangkatan kapal milik TNI.
“Posko ini akan kami buka sampai dua pekan ke depan, sekitar
tanggal 20-an April,” ucapn Sekjen Kontas Flotim ini.
Terpisah, Sekjen Titehena, Haris Tokan menjelaskan bahwa
setelah penggalangan bantuan tahap darurat ini, pihaknya mencanagkan penggalangan bantuan tahap
pemulihan atau recovery. Akan tetapi, bentuk penggalangan bantuan tersebut,
tuturnya, masih belum diputuskan oleh panitia bersama.
“Kami masih harus bertemu dengan berbagai institusi yang rencananya akan kami gandeng untuk melakukan rehabilitasi di daerah bencana alam,” tutupnya. (bn)