Category: BERITA

  • OJK dan Industri Jasa Keuangan Bantu Korban Bencana Badai Seroja di NTT

    Maumere Berandanegeri.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Jasa Keuangan memberikan sumbangan uang tunai senilai Rp 500.000.000 Kepada masyrakat korban bencana badai Saroja di propinsi Nusa Tenggara Timur.

    Bantuan ini diserahkan melalu Posko Pemerintah Propinsi NTT. Dan diterima oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dihalaman Bandara Frans Seda Maumere,Jumad (9/4).

    Kepala OJK Propinsi NTT Robert Sianipar mengatakan sumbangan ini sebagai bentuk kepedulian OJK dan jasa keuangan terhadap masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

    Ket. Foto: Kepala OJK Propinsi NTT, Robert Sianipar

    Sumbangan ini untuk membantu meringankan beban pemerintah dan masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana badai Seroja,”tuturnya.

    Dikatakannya hingga saat ini OJK masih berusaha mengumpulkan dana dari
    otoritas industri keuangan dan ikatan pegawai OJK.

    Dirinya berharap Propinsi NTT bersinergi dengan semua pihak agar bisa mempercepat pemulihan kondisi baik infrastruktur maupun bantuan terhadap masyarakat terdampak sehingga bisa memulihkan kondisi masyarakat. (ATIC)

  • Kabasarnas: “Tetap Semangat, Rescuer!”

    Di sela mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021) pukul 11.45 WITA, Kepala Basrnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menyempatkan diri bertemu dengan para rescuer Basarnas yang masih bekerja mencari 27 korban yang belum ditemukan.

    Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi berinteraksi dan memberikan suport kepada para rescuer.

    “Tetap semangat ya, kalian adalah garda terdepan dalam operasi ini, jaga kesehatan dan tetap semangat, rescuer,” tegasnya.

    Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi  didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Mayjen TNI Bambang Suryo Aji dan Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana, bertolak ke Lembata, Jumat (9/4/2021) pagi dari Pelabuhan Lewoleba Larantuka menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Kantor SAR Maumere. (ATIC).

  • Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Longsor di Desa Amakaka-Kabupaten Lembata

    Lembata berandanegeri.com – PRESIDEN Joko Widodo melihat langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021) pukul 11.45 WITA.

    Presiden bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo , dan Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi beserta pejabat lainnya.

    “Informasi yang saya terima, korban di tempat ini paling banyak. Saya sudah perintahkan kepada tim SAR untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mencari dan menemukan seluruh korban,”kata presiden Jokowi.

    Orang nomor satu di RI tersebut juga mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga para korban di kaki Gunung Ile Lewotolok.

    “Atas nama pemerintah Indonesia, saya mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas bencana ini,”ucapnya.

    Rombongan presiden melaksanakan shalat jumat di masjid Desa Amakaka. Setelah itu, mengunjungi tempat pengungsian di puskesmas Waipukang.

    Selanjutnya Rombongan presiden  kembali ke Bandara Wunopito Lembata.

    Sementara tim SAR di Lembata hingga sore ini masih terus berupaya mencari 27 korban yang belum ditemukan di tempat tersebut.

    Kendala tim SAR jelas, bebatuan yang longsor memiliki ukuran cukup besar dan peralatan berat maupun ekstrikasi kurang memadai. Tim SAR juga mendapat dukungan rescue dog dari beberapa institusi untuk mempercepat proses pencarian.

    “Dukungan rescue dog ini sangat membantu tim SAR, dimana sebelumnya berhasil menemukan 6 korban,” kata kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.

    Di Lembata sendiri, tim SAR telah berhasil menemukan 41 korban meninggal dunia.

    Selain Lembata, tim SAR juga melaksanakan pencarian di Adonara Kabupaten Flores Timur, dimana tim SAR telah berhasil menemukan 71 korban meninggal dunia dan masih dalam proses pencarian sebanyak 5 orang. Sedangkan di Kabupaten Alor, tim SAR berhasil mengevakuadi 25 korban meninggal dunia dan 17 orang dalam proses pencarian. (ATIC)

  • Warga Diaspora Flotim Kirim Barang Bantuan ke Adonara

    BERANDANEGERI.COM,–  Warga diaspora Flores Timur di Jabodetabek akan mengirimkan berbagai barang bantuan kepada warga korban bencana alam di Pulau Adonara,  pada Jumat (9/4/2021).

    Hilar BC Da Silva, salah seorang penanggung jawab penggalangan bantuan menuturkan bahwa penggalangan bantuan ini dibuka sehari selepas terjadinya bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Minggu (4/4/2021).

    “Sehari setelah itu kita langsung buka penggalangan bantuan  dan pada Selasa [7/4/2021], kami menggelar rapat antara dua organisasi diaspora Flotim yakni Kerukunan Keluarga Titehena dan Ormas Kontas Flotim. Dalam rapat itu kami sepakat membentuk tim bersama,” terangnya, Rabu (7/4/2021) malam.

    Adapun bentuk donasi yang diterima oleh pihaknya berupa bantuan uang tunai yang ditampung di 2 rekening milik Titehena serta Kontas Flotim. Selain itu, pihaknya juga menerima bantuan berupa barang yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana dengan prioritas obat-obatan, makanan cepat saji, pakaian layak pakai, selimut serta tenda.

    “Berdasarkan informasi langsung dari lokasi bencana alam, barang-barang itulah yang paling dibutuhkan saat ini,” tambahnya.

    Barang-barang tersebut, lanjutnya, ditampung di beberapa posko dengan posko utama  terletak di SMA Pax Patria, Taman Galaxy, Bekasi, serta posko lainnya di Sekretariat Kontas di Pegangsaan Dua, Kepala Gading, Jakarta Utara,  kemudian di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, serta di  Kelapa Dua,Tangerang, Banten.

    Dia melanjutkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak TNI Angkatan Laut untuk mengirimkan barang-barang bantuan menggunakan kapal milik matra laut tersebut. Rencananya barang-barang yang telah terkumpul akan diberangkatkan Jumat (9/4/2021). Pengiriman barang, tuturnya akan dilanjutkan di kemudian hari sembari menanti jadwal keberangkatan kapal milik TNI.

    “Posko ini akan kami buka sampai dua pekan ke depan, sekitar tanggal 20-an April,” ucapn Sekjen Kontas Flotim ini.

    Terpisah, Sekjen Titehena, Haris Tokan menjelaskan bahwa setelah penggalangan bantuan tahap darurat ini, pihaknya  mencanagkan penggalangan bantuan tahap pemulihan atau recovery. Akan tetapi, bentuk penggalangan bantuan tersebut, tuturnya, masih belum diputuskan oleh panitia bersama.

    “Kami masih harus bertemu dengan berbagai institusi yang rencananya akan kami gandeng untuk melakukan rehabilitasi di daerah bencana alam,” tutupnya. (bn)

  • Tiba di Maumere Presiden Jokowi gunakan Helikopter TN AU menuju Lembata dan Adonara


    MAUMERE, BERANDANEGERI.COM. Presiden RI Joko Widodo tiba di Bandara Frans Seda Maumere, Jumat,(9/4) pukul 09.30 Wita dengan pesawat kepresidenan.

    Di Bandara Frans Seda, Presiden Jokowi hanya turun untuk berganti pesawat. Jokowi naik helikopter milik TNI AU menuju lokasi bencana di Ile Ape Lembata dan Adonara.

    Pantauan media Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjemput Presiden Jokowi di tangga pesawat bersama Kapolda NTT, Dandrem 161 Wirssakti, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo

    Sebanyak tiga helikopter take off dari Bandara Frans Seda Maumere pukul 10.05 Wita menuju Lembata.

    Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi korban banjir bandang di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur dan di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata.

    Tiba di Lembata, Jokowi akan melaksanakan sholat Jumat berjemaah, makan siang dan mengunjungi korban bencana.

    Setelah dari Lembata presiden akan melanjutkan kunjungan korban bencana di Pulau Adonara kabupaten Flores Timur. (AM)

  • “KASIH SOLIDARITAS”, DPD PSI Lembata Berikan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bandang

    BERANDANEGERI.COM,–  DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur melalui giat Kasih Solidaritas, memberikan bantuan kepada warga pengungsi yang terkena dampak langsung bencana banjir bandang di Lembata khususnya di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kamis (8/4).

    Ketua DPD PSI Lembata Antonius Loli Ruing mengungkapkan bahwa pihaknya memberi perhatian khusus kepada para pengungsi “swadaya” yang tidak mau ke Posko Pengungsi utama milik Pemda.

    Para pengungsi Swadaya, kata Loli Ruing, merupakan warga pengungsi yang tidak mau datang ke posko yang dikoordinir pemerintah setempat dengan berbagai alasan, salah satunya karena tidak mau terikat pada mekanisme dan aturan yang dianggap berbelit belit.

    “Ada tiga titik pendropingan yang kami lakukan hari ini adalah di Wangatoa untuk sebagian pengungsi dari Ile Ape Timur dan di daerah Parakwalang serta desa Riangbao untuk pengungsi dari Ile Ape,” kata Loli Ruing.

    Loli Ruing menjelaskan, pemberian bantuan semacam itu dilakukan secara serentak di tiga lokasi tersebut melalui aksi yang diberi nama “Aksi Solidaritas” dengan harapan dapat sedikit membantu meringankan beban warga.

    Sementara itu, mengenai jenis bantuan, mantan anggota DPRD Lembata ini mengatakan yang diberikan kepada warga adalah beberapa jenis sembako seperti  beras, gula pasir, dan minyak goreng.

    Dalam kesempatan pemberian bantuan sembako tersebut, Loli Ruing bersama para pengurus DPD PSI Lembata juga menyempatkan waktu untuk berbincang dengan warga sebagai bentuk penghiburan dan rasa prihatin bersama.

    “Kami mengajak warga dan keluarga terdampak untuk sabar menghadapi bencana ini dan dapat kembali bangkit seperti sedia kala” ucap Loli Ruing.

    Untuk diketahui, berdasarkan data per Rabu malam (7/4), total korban jiwa bencana alam NTT, di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1.

    Sedangkan korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6.

    Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154. (Ben)

  • Presiden Bantu 5000 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Kabupaten Flores Timur dan Lembata

    MAUMERE – Presiden RI Joko Widodo bantu 5000 paket sembako untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

    Bantuan sembako dari Presiden RI Joko Widodo ini tiba di Bandara Udara Frans Seda Maumere kabupaten Sikka Selasa,06 April 2021 dengan menggunakan dua armada Hercules milik TNI AD.

    Pesawat pertama Hercules TNI AU C-30 Nomor A-1337 tiba diBandara Udara Frans Seda Pukul 22.23 WITA .Membawa Bantuan dari Presiden RI sebanyak 1.800 paket sembako dan Masker sebanyak 2 Kardus.

    Kemudian pukul 13.54 wita Pesawat TNI AU C-130 Nomor A-1335 yang membawa Bantuan dari Presiden RI Sebanyak 1.772 paket sembako dan Bansos dari Pangkoopsau I sebanyak 98 kardus sembako dan indomie sebanyak 100 Kardus.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danlanud Eltari Kupang, Marsma Asril Samani,Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera,Kapolres Sikka AKBP Sajimin S.I.K M.H,Dandenpom Lanal Maumere Mayor Laut (PM) Edy Wibowo,Pasiter Kodim 1603 Sikka Kpt Inf.Edi, Pasiops Kodim 1603 Kpt Czi Sunaryo,Kepala KP3 Udara .Ipda Budi,Kasatpol PP Sikka Buang Dacunha.

    Pantauan media Bantuan presiden sudah dimuat ke atas 5 truk dan 1 mobil Dalmas Lanal Maumere.Yang sebelumnya sejumlah personil kodim sudah memindahkan paketan tersebut kedalam mobil pengangkut.

    Untuk sementara kendaraan pengangkut bantuan presiden RI diamankan di Kantor Koramil Alok. Danramil Alok Kapten CZI Sunaryo bersama aparat keamanan dari Lanal Maumere, Polres Sikka, dan SatPol PP mengawasi dengan ketat.

    Menurut rencana, bantuan dari Presiden RI Joko Widodod akan diberangkatkan Rabu (7/4/2021) melalui Pelabuhan Lorens Say Maumere menggunakan KRI Oswald Siahaan.

    Presiden Jokowi sendiri dikabarkan melakukan kunjungan kerja ke lokasi bencana di Kabupaten Flotim dan Kabupaten Lembata pada Jumat (9/4) mendatang.

    Untuk diketahui banjir bandang dan longsor yang terjadi Minggu (4/4) telah memporakporandakan 3 kecamatan di Kabupaten Flores Timur yakni Ile Boleng, Adonara Timur, dan Wotan Ulumado. Selain itu Banjir bandang juga menerjang Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, dan Kedang di Kabupaten Lembata. (AM).

  • NTT Dikepung Bencana Hidrometereologi, Gubernur Harus Segera Tetapkan Status Darurat Bencana

    BERANDANEGERI.COM,- Sudah lima hari berlangsung yaitu pada tanggal 30 Maret 2021 hujan deras, angin kencang serta gelombang tinggi melanda NTT. Hal ini diperingatkan lagi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pada tanggal 03 April 2021.

    Dalam temuan lapangan WALHI NTT, bencana akibat fenomena La Nina ini meluas di seluruh Pulau di NTT. Dampaknya pun signifikan, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia, ribuan orang mengungsi, ribuan rumah terendam banjir dan terkena longsor. Hal ini ditambahkan dengan fasilitas publik yang luluh lantak, seperti jembatan dan bendungan. WALHI NTT memperkirakan sementara nilai kerusakan mencapai  triliunan rupiah.

    Melihat Eskalasi bencana meluas dan daya rusak yang ada, seperti,  a. cakupan lokasi bencana; b. jumlah korban; c. kerusakan prasarana dan sarana; d. gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan; dan e. kemampuan sumber daya alam maupun buatan, WALHI NTT meminta Gubernur NTT untuk segera menetapkan status darurat bencana daerah sebagaimana mandat UU no 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

    Hal ini penting karena menjadi landasan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah mempunyai kemudahan akses yang meliputi: a. pengerahan sumber daya manusia; b. pengerahan peralatan; c. pengerahan logistik; d. imigrasi, cukai, dan karantina; e. perizinan; f. pengadaan barang/jasa; g. pengelolaan dan pertanggungjawaban uang dan/atau barang; i. penyelamatan; dan h. komando untuk memerintahkan sektor/lembaga. “ Kalau penetapan status darurat bencana tidak dilakukan sulit bagi BPBD untuk bekerja maksimal terutama dari segi kebijakan penanggulangan bencana, Status Darurat bencana penting untuk mempermudah layanan cepat buat rakyat,” ujar Umbu Wulang, Direktur Eksekutif WALHI NTT.

    Saat ini menurut WALHI NTT yang harus diprioritaskan adalah pencarian dan penyelamatan korban, pertolongan darurat dan evakuasi korban ke tempat yang aman. Selain itu sebagaimana mandate UU, Pemenuhan kebutuhan dasar harus juga prioritas seperti, bantuan penyediaan kebutuhan air bersih dan sanitasi, pangan, sandang, pelayanan Kesehatan, pelayanan psikososial, penampungan dan tempat hunian.

    Menindaklanjuti peringatan dari BMKG bahwa fenomena La Nina akan berlangsung hingga akhir April bahkan hingga Mei, WALHI NTT meminta Pemprov segera melakukan konsolidasi Bersama semua kabupaten kota di NTT untuk penguranagan dan penanggulangan resiko bencana akibat La Nina di NTT. “ sebaiknya, lebih cepat lebih baik, mengingat laporan yang diterima WALHI NTT dari kampung kampung masih banyak warga yang belum memperoleh pertolongan, baik itu evakuasi, penganan medis hingga kebingungan untuk mencari tempat mengungsi,” Umbu Wulang

  • DUKA NTT, Presiden: Lakukan Penanganan Secara Cepat dan Baik

    BERANDANEGERI.COM,- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah mendapatkan laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait bencana banjir bandang dan juga longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu, Presiden telah memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penanganan bencana tersebut secara cepat dan baik.

    “Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB, kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban bencana, serta penanganan dampak bencana. Saya minta agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan cepat dan baik, seperti bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, serta juga perbaikan infrastruktur,” ujarnya dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (05/04/2021).

    Dalam pernyataannya, Kepala Negara juga menyampaikan ucapan dukacita terhadap korban dari musibah tersebut. “Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. Dan, saya juga memahami kesedihan yang dialami saudara-saudara kita akibat dampak yang ditimbulkan dari bencana ini,” ujarnya.

    Bencana Waiwerang-Adonara – Flores Timur (Foto : Facebook)

    Lebih lanjut, Presiden mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas di lapangan serta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi seiring dengan peningkatan curah hujan yang ekstrem.

    “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir dan longsor karena meningkatnya curah hujan yang ekstrem. Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah,” tandasnya. (FID/UN/Setkab)

  • DUKA NTT, Pagi Ini Kepala BNPB Letjen Doni Bertolak ke Adonara

    BERANDANEGERI.COM,- Bencana tidak mengenal hari libur. Kalimat itu yang acap diucapkan Kepala BNPB, Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo. Makna yang tersirat adalah, “petugas kebencanaan” harus senantiasa siaga. Termasuk jika harus melakukan perjalanan marathon atas nama penanggulangan bencana.

    “Ini bukan kejadian pertama, di mana kami harus melakukan perjalanan maraton satu daerah ke daerah lain. Setelah kembali ke Jakarta, tak lama berselang harus bertolak lagi ke lokasi bencana yang baru. Nah, itu yang terjadi pagi ini,” ujar Tenaga Ahli BNPB, Egy Massadiah di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/4/2021) jelang take off ke Maumere NTT.

    Sebelumnya,  rombongan Ka BNPN baru saja melakukan serangkaian kunjungan terkait kebencanaan dan penanganan Covid. Sejak hari Selasa (30/3/2021) hingga Sabtu (3/4/2021). “Mulai dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berlanjut ke Mamuju, dan Palu. Esok harinya menuju Surabaya, lalu Bali. Sabtu kembali ke Jakarta, Minggu malam stand by di Halim untuk bertolak meninjau banjir bandang di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT,” ujar Egy seraya menambahkan, “berhubung cuaca semalam di lokasi tujuan tidak memungkinkan, perjalanan diundur menjadi pagi ini, pukul 05.00 WIB.”


    Kepala BNPB, Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo

    Seperti diketahui, banjir bandang telah menerjang dua desa di Flores Timur pada Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 WITA. Selain itu beberapa wilayah lainnya di NTT juga mengalami hal serupa.

    Banjir bandang yang dipicu intensitas hujan tinggi itu, menerjang antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

    Turut serta dalam rombongan  Ka BNPB pagi ini adalah Wagub NTT Josep Nae Soi, Anggota DPD RI Yorrys Raweyai dan Angelius Wake Koko.(*)

    Tim Komunikasi BNPB