Category: BERITA

  • Didukung BNPB, Garda NTT Kirim 10 Ton Bantuan bagi Korban Bencana

    Jakarta berandanegeri.com – Genta Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT), Kamis, (22/4 2021) mengirim 10 bon bantuan untuk korban bencana badai Seroja dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur awal April lalu. Bantuan tersebut dikirim melalui Pelabuhan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta.

    “Pekan lalu kami berjibaku dengan proses pengiriman bantuan bencana badai Seroja yang sedikit terhambat. Namun upaya Garda NTT berhasil meminta bantuan dan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah bersurat resmi ke kantor BNPB pusat,” ujar Ketua Garda NTT Wilfridus Yons Ebit dan Sekjen Marlin Bato dalam keterangan tertulis yang diterima berandanegeri.com Kamis (22/4).

    Menurut Yons, upaya meminta bantuan dan dukungan BNPB yang dipimpin Letjen TNI Doni Monardo itu semata agar dapat mempercepat proses pendistribusian sehingga bantuan tersebut langsung ke tangan masyarakat yang terdampak dari bencana. Bantuan barang sebanyak sepuluh ton tersebut bermacam-macam jenis. Misalnya pakaian, minyak goreng, air minum kemasan, obat-obatan, sabun mandi, sampoo, susubayi, susu dancow, pembalut wanita, indomie, beras, selimut, pampers bayi, kue kering, masker hingga jilbab dan sajadah bagi keluarga muslim terutama di wilayah Adonara dan Lembata.

    “Bantuan tersebut agar para pengungsi bisa menjalankan puasa dan Idul Fitri di tengah pengungsian dengan penuh hikmat. Bantuan ini akan didistribusikan ke lima kabupaten di antaranya Flores Timur, Lembata, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Malaka. Masing-masing kabupaten akan menerima bantuan sebanyak kurang lebih dua ton,” jelas Yons.

    Sementara untuk Kabupaten Sumba Timur dan Rote Ndao yang juga terdampak bencana Garda NTT tidak bisa distribusikan bantuan sebab tidak ada tim relawan yang bisa menjangkau wilayah itu. Dengan demikian Garda NTT fokus di lima wilayah di atas yang memang sudah ada tim lapangan. “Tim relawan kami bekerjasama dengan relawan-relawan yang selama ini bergerak di lokasi-lokasi bencana. Masyarakat yang terdampak yang belum mendapat bantuan bisa menghubungi masing-masing koordinator Garda NTT di daerah.

    Menurut Yons untuk wilayah Lembata Garda NTT bantuan dikoordinasi Choky Askaratulela (081225211916) di Jl Wonga Toa Utara Barat, perempatan) Madrasah Aliah Darusalam. Rt 034. Rw. 12, Kelurahan Selandoro Kecamatan Nubatukan, Lembata. Sementara wilayah Flores Timur di bawah koordinasi Valentinus Igo Wutun (081289105757) beralamat di Rt 01/ Rw 01 Desa Oyangbarang, Kecamatan Wotan Ulumado, Adonara Barat.

    Sementara itu di wilayah Sabu Raijua bantuan bagi para korban ditangani Echong Parera (082339692211) dengan alamat Jl El Tari-Diagama, Dusun 2, Desa Roboaba, Kecamatan Sabu Barat, Sabu Raijua. Begitu pula untuk Kabupaten Kupang dan Kabupaten Malaka melalui Beka (081388327246) dengan alamat Jl Sonbai Samping Kuburan Umum Oepura, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kupang.

    Menurut Yons, kendati penerimaan penyaluran bantuan bencana di Posko Induk Garda NTT di Kampus Saint Mary’s ditutup secara resmi pada 20 April 2021, namun panitia tetap bekerja mengkoordinasikan dengan posko di daerah untuk memastikan agar proses pendistribusian berjalan lancar sehingga masyarakat yang terdampak betul-betul merasakan kehadiran para donator melalui Garda NTT.

    “Kami hanya sebagai perpanjangan tangan orang-orang baik di Jakarta, Palembang, Malang, Yogyakarta hingga Tangerang dan Bogor. Para dermawan ini telah menyalurkan bantuan ke Posko Garda NTT. Sebab itu kami ingin memastikan ketulusan dan kebaikan hati para donator ini menjadi secerca harapan sekaligus memberi makna hidup bagi mereka yang terdampak. Melalui ini, kami tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih yang sangat dalam kepada mereka yang telah menyumbang atas nama kemanusiaan,” ujar Marlin Bato.

    Marlin menambahkan, pihak Garda NTT juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan jajarannya serta Komandan Lanud Halim Perdanakusuma dan jajarannya yang telah memfasilitasi bantuan ini ke sejumlah lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur. (Paskalis Bataona)

  • Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

    Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

    BERANDANEGERI.COM,- Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana meninggal dunia pada Kamis (22/4) malam, pukul 20.00 WIB di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. 

    Kabar duka disampaikan kakak Radhar Panca Dahana, Radhar Tribaskoro melalui Facebook pribadinya.

    “Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah berpulang malam ini pukul 20.00 WIB, adik saya tercinta Radhar Panca Dahana,” tulis Radhar Tribaskoro.

    Tribaskoro yang mengumumkan kabar duka itu memohon teman, kerabat dan kenalan membukakan pintu maaf atas segala kesalahan adiknya. Dia juga meminta doa untuk Radhar Panca Dahana.

    Ungkapan duka mengalir dari warganet untuk budayawan kelahiran 26 Maret 1965 itu di Twitter. “

    Nama Radhar Panca Dahana dikenal lewat karya-karyanya di bidang sastra, esai, cerita pendek, hingga puisi. Dia merupakan lulusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) dan studi Sosiologi di École des Hautes Études en Science Sociales, Paris, Prancis (2001).

    Sejak usia 5 tahun ia sudah mulai menulis. Kepiawaian dalam bidang tersebut kemudian membawa Radhar Panca Dahana menjadi seorang cerpenis.

    Dia diketahui memulai debut sebagai seorang sastrawan pada usia 10 tahun lewat cerpen Tamu Tak Diundang. (Ben)

    Sebagian buku karya Radar Panca Dahana
  • Kementerian Agama Provinsi NTT Melaksanakn Kegiatan “Desiminasi Assesmen Nasional Kepala dan Wakil Kepala SMAK se Provinsi NTT”

    Maumere berandanegeri.com – Dalam rangka peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan “Diseminasi Asesmen Nasional Kepala dan Wakil Kepala Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur” di Maumere.

    Kegiatan diselenggarakan dihotel Lokaria Indah Beach Maumere, Kabupaten Sikka selama 3 hari yakni dari tanggal 21 April hingga 23 April 2021. Peserta  yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 46 orang dari 21 SMAK se Propinsi NTT.

     Kegiatan ini merupakan salah  satu upaya nyata untuk memberikan pemahaman sehingga semua kepala dan wakil kepala sekolah SMAK bisa memperoleh informasi yang akurat terkait langkah-langkah persiapan dan pelaksanaan Asesmen Nasional, juga agar setiap pesrta mendapat informasi yang berkaitan dengan regulasi calon kepala sekolah melalui program pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah yang diselenggarakan oleh lembaga yang terakreditasi dan sertifikasi.

    Kegiatan ini mengambil tema “Asesmem Nasional untuk Pengendalian Mutu Pendidikan pada Sekolah Menengah Agama Katolik.

    Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hasan Manuk dalam sambutan sekaligus memberikan gambaran umum Arah Kebijakan dan Program Prioritas Kementerian Agama Tahun 2021 menjelaskan ada tiga arah kebijakan Kementerian Agama tahun 2021, yaitu: Moderasi Beragama; Transformasi Digital; dan Good Governance. Ini dituangkan dalam tujuh kebijakan prioritas.

    Arah kebijakan dan program prioritas ini dilaksanakan di bawah spirit Moderasi Beragama yang menjadi payung besar seluruh program prioritas dan dalam rangka mempercepat terciptanya transformasi layanan publik,” ujarnya.

    Dikatakannya Moderasi Beragama merupakan solusi tepat menghadapi kemajemukan bangsa. Aparatur Kementerian Agama harus menjadi panutan dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai Moderasi Beragama.

    Peningkatan Kualitas Pendidikan Keagamaan Berciri Khas Katolik

    Salah satu fungsi utama Kementerian Agama adalah fungsi pendidikan, yang dijabarkan dalam tiga bentuk: pendidikan agama pada sekolah umum, pendidikan umum berciri khas agama, dan pendidikan keagamaan.

    Hasan Manuk menyebutkan di NTT  saat ini kita memiliki 21 SMAK (1 Negeri dan 20 Swasta). Dari 20 SMAK Swasta tersebut, terdapat tiga SMAK yang sudah mengajukan proses penegerian, yakni:

    SMAK Santo Mikhael Solor

    SMAK Santa Maria Imakulata Adonara

    SMAK Santo Dominikus Tambolaka

    Selain itu, terdapat 4 calon SMAK baru, yakni:

    SMAK Santo Agustinus Langa, Ngada

    SMAK Santo Yosep Pekerja Manola, Sumba Barat Daya

    SMAK Trinitas Nenotun, Timor Tengah Utara

    SMAK Santo Aloysius Gonzaga, Belu

    Proposal usulan penegerian SMAK dan pendirian SMAK telah kita sampaikan kepada pihak yang berwenang. Kita berharap semoga proses penegerian SMAK ini dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan.

    Secara organisasi, jelas Hasan Manuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat mendukung usulan penegerian dan pendirian SMAK. Karena penegerian dan pendirian SMAK merupakan bukti nyata pertumbuhan dan perkembangan pendidikan berciri khas Katolik.

    Hasan Manuk menambahkan yang kita lakukan 3 hari ke depan dalam kegiatan Diseminasi Asesmen Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Menengah Agama Katolik se-Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada Sekolah Menengah Agama Katolik di Nusa Tenggara Timur.

    Saya berharap kita bisa memaksimalkan kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan bersinergi mempertahankan dan meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Agama Katolik di Nusa Tenggara Timur. Kualitas yang kita tunjukkan akan memperkuat posisi kita di dunia pendidikan melaluinya kita menjaga kepercayaan masyarakat kepada kita,” tandasnya. (Atics)

  • Taman Bacaan Pelangi Beri Beasiswa untuk Siswi SMP Berprestasi di Flores

    Taman Bacaan Pelangi Beri Beasiswa untuk Siswi SMP Berprestasi di Flores

    BERANDANEGERI.COM, Memperingati Hari Kartini, hari ini Taman Bacaan Pelangi meluncurkan Girls’ Scholarship Program, sebuah program beasiswa khusus untuk siswi perempuan di Flores, Nusa Tenggara Timur.

    Beasiswa jangka panjang ini  diberikan untuk siswi-siswi yang saat ini berada di jenjang SMP di kabupaten Ende dan Nagekeo, Flores, hingga mereka lulus SMA.

    Di Indonesia, sebanyak 4,5 juta anak putus sekolah. Data yang dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) 2019 menyebutkan bahwa jumlah anak usia 7-12 tahun di Indonesia yang tidak bersekolah adalah sebanyak 1.228.792 anak.

    Untuk anak usia 13-15 tahun jumlahnya sebanyak 936.674 anak. Sementara usia 16-18 tahun ada 2.420.866 anak yang tidak bersekolah. Sehingga total di 34 provinsi di Indonesia ada 4.586.332 anak yang tidak bersekolah.

    Mereka adalah anak-anak dari keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, dan anak-anak yang tinggal di daerah terpencil.

    Dari data tersebut terlihat bahwa angka tertinggi anak yang tidak sekolah terjadi pada anak berusia 16-18 tahun..

    Program pemerintah wajib belajar sembilan tahun cukup membantu anak-anak yang berada di daerah terpencil dan berasal dari keluarga prasejahtera untuk bersekolah setidaknya hingga jenjang SMP. Namun, jutaan anak di daerah terpencil tidak dapat melanjutkan ke jenjang SMA dan mayoritas terjadi pada anak perempuan.

    Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2019 menyebutkan bahwa rata-rata angka lama sekolah penduduk 15 tahun ke atas adalah 7.99 tahun. Data ini mengungkapkan bahwa mayoritas penduduk di NTT hanya bersekolah selama 8 tahun, yaitu hingga di jenjang SMP kelas 2.

    Program Girls’ Scholarship dari Taman Bacaan Pelangi ini merupakan program dengan komitmen panjang. Program ini ditujukan khusus untuk siswi-siswi perempuan yang saat ini berada di jenjang SMP kelas 2, berprestasi, dan berasal dari keluarga prasejahtera.

    Beasiswa diberikan hingga mereka lulus SMA. Hal ini disesuaikan dengan data tingkat putus sekolah yang ada di Indonesia secara umum, maupun data di NTT secara khusus.

    Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco mengatakan, “Atas nama pemerintah Kabupaten Nagekeo, kami mengapresiasi kepedulian Taman Bacaan Pelangi terhadap kemajuan anak-anak perempuan di daerah kami. Beasiswa ini sangat berarti bagi para siswi-siswi dan keluarga mereka. Hal ini juga secara tidak langsung sudah berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas masyarakat di Nagekeo”. 

    Mengapa fokus pada anak perempuan?

    Data yang dilansir oleh BPS Provinsi NTT 2017 mencatat bahwa anak perempuan yang mampu menamatkan pendidikan dasar (SD) di NTT hanya sebesar 37,58%. Jumlah anak perempuan yang kemudian melanjutkan pendidikan dari sekolah dasar terus mengalami penurunan secara drastis untuk tingkatan jenjang yang lebih tinggi.

    Founder Taman Bacaan Pelangi Nila Tanzil mengatakan, “Taman Bacaan Pelangi mencanangkan Girls’ Scholarship Program ini untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak perempuan yang berprestasi namun berasal dari keluarga prasejahtera untuk dapat terus mengenyam pendidikan hingga lulus SMA. Kami percaya jika mereka diberikan kesempatan untuk maju dan berkembang, anak-anak perempuan akan mampu menjadi penggerak dan agen perubahan di lingkungan sekitar mereka”.

    Lebih lanjut menurut Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2016, sebanyak 53.07% perempuan NTT berusia 15 tahun ke atas hanya mampu bekerja di sektor primer (bidang pertanian). Status mereka pun merupakan pekerja keluarga atau pekerja tak dibayar.

    Untuk itulah Taman Bacaan Pelangi mencanangkan Girls’ Scholarship Program ini. Anak perempuan adalah yang paling rentan putus sekolah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor ekonomi, hingga faktor budaya di Indonesia, terutama di daerah pelosok, yang masih kental dengan patriarki. Pada akhirnya, banyak anak perempuan di NTT terpaksa harus putus sekolah untuk membantu mengurus rumah tangga atau bahkan menikah dini.

    “Dengan adanya program Girls’ Scholarship ini, kami ingin membantu mengurangi angka putus sekolah di Indonesia, khususnya bagi anak-anak perempuan. Dan ini bukan program beasiswa biasa. Penerima beasiswa tidak hanya diberikan biaya untuk keperluan sekolah, namun juga ada berbagai program lainnya untuk mengembangkan kemampuan mereka. Kami merancang program ini sedemikian rupa agar anak-anak perempuan ini tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang penuh percaya diri dan berdaya. An empowered girl will empower her family and her society”, tambah Nila Tanzil.

    Program Girls’ Scholarship dari Taman Bacaan Pelangi ini terdiri dari tiga komponen, yaitu: a) Beasiswa Pendidikan (SPP – Sumbangan Pembinaan Pendidikan, uang komite, uang seragam sekolah, biaya ekstra kurikuler, dana untuk membeli buku, dsbnya); b) Pelatihan pengembangan kapasitas diri – para penerima beasiswa akan menerima berbagai pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan soft skills mereka, misalnya pengembangan rasa percaya diri, public speaking, literasi keuangan, dan lain sebagainya; c) Mentoring – para penerima beasiswa akan mendapatkan mentor khusus yang merupakan perempuan sukses di berbagai bidang.

    Para mentor dicocokkan dengan cita-cita dari masing-masing anak agar dapat menjadi sumber inspirasi dan pemberi semangat mereka.

    Untuk gelombang pertama, sebanyak 20 siswi sudah lolos dan terpilih sebagai penerima beasiswa dan diumumkan hari ini.

    Proses seleksi kandidat penerima beasiswa sudah berlangsung sejak Oktober 2020 dan melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Pendidikan di Kabupaten Nagekeo dan Ende, kepala sekolah, serta para pemuka masyarakat. Mereka dilibatkan sebagai juri dalam proses seleksi kandidat.

    Proses seleksi yang berlangsung cukup lama  dan detail dilakukan melalui berbagai tahap, yaitu: 1) review dokumen (rapor siswa); 2) penilaian essay siswi; 3) wawancara; 4) kunjungan rumah- home visit untuk memastikan kondisi keluarga kandidat dan interview dengan anggota keluarga.

    “Kami telah mengumumkan hasil seleksi kepada para kandidat yang lolos program beasiswa ini. Semoga ini menjadi hadiah terbaik bagi mereka di Hari Kartini ini”, pungkas Nila Tanzil.

    Untuk diketahui, Taman Bacaan Pelangi adalah yayasan sosial yang bergerak di bidang pendidikan yang fokus di bidang literasi dengan tujuan untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di daerah pelosok di Indonesia Timur.

    Didirikan pada 2009, Taman Bacaan Pelangi telah mendirikan 134 perpustakaan anak-anak yang tersebar di 18 pulau di Indonesia Timur, memberikan akses lebih dari  243.000 buku bacaan kepada lebih dari 33.000 anak, serta memberikan pelatihan kepada lebih dari 2.000 guru di Indonesia Timur. 

    Tujuan Taman Bacaan Pelangi adalah untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak dan menyediakan akses buku bacaan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah pelosok di Indonesia bagian Timur.

    Untuk info lebih lanjut, kunjungi: www.tamanbacaanpelangi.com | Instagram & Twitter: @pelangibook | Facebook Page: www.facebook.com/pelangibook. (bn)

  • Warga Flobamora Papua Barat Peduli Bencana NTT

    Manokwari Berandanegeri.com – WARGA masyarakat Nusa Tenggara Timur bersama Ikatan Pemuda Pelajar NTT Kota Sorong, Papua Barat, tergugah untuk ikut ambil bagian membantu warga masyarakat NTT yang terkena dampak banjir lahar dingin dan badai Seroja yang melanda sebagian besar wilayah itu sejak awal April 2021 lalu.

    “Saat ini saya bersama delapan relawan Flobamora Kota Sorong dibantu enam relawan lokal NTT terjun langsung ke sejumlah wilayah di NTT. Tim kami bagi dalam empat kelompok yaitu tim Delta bergerak di wilayah Timor yang meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Malaka, dan Alor dipimpin Melkhior Joel Sasi,” ujar Syafruddin Sabonnama, Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Kota Sorong sekaligus Koordinator Umum Peduli Bencana NTT Kota Sorong, Papua Barat dalam keterangan yang diterima berandanegeri.com Senin (19/4 2021).

    Selain itu, lanjut pria asal Adonara yang juga anggota Dawan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sorong, ada juga tim Charly untuk wilayah Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, dan kabupaten-kabupaten di Pulau Sumba dipimpin ketuanya, Dionisius Ratu Bunga. Lalu Tim Bravo bergerak di wilayah Lembata di bawah koordinator Agatha Ure alias Ety Wukak. Kemudian tim Alfa menyasar wilayah Adonara di bawah koordinator Aronimus Wangi.

    “Saat ini kami rekan-rekan relawan masing-masing tim sedang mendistribusikan bantuan kepada warga korban melalui posko-posko lokal setelah berkoordinasi dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat dan Satgas Penanggulangan Bencana Daerah NTT. Saya bersama rekan-rekan tim Alfa sedang menyerahkan bantuan di Adonara, daerah paling parah terdampak banjir yang melanda sebagian desa itu pada Minggu, 4 April dini hari. Sedang tim Lembata dipimpin rekan Ety Wukak Pareira. Tim lain untuk wilayah di Rote Ndao, Sabu Raijua, Malaka, dan Alor sedang bekerja mendistribusikan bantuan,” lanjut Sabonnama.

    Menurut Sabonnama, setelah bencana banjir lahar dingin dan badai Seroja melanda sebagian besar wilayah di tanah Flobamora awal April lalu, pihaknya mengerahkan pengurus Ikatan Keluarga Flobamora dan masyarakat NTT di Kota Sorong dan sekitarnya terlibat aktif ikut membantu Gubernur dan para bupati seluruh NTT karena warganya terkena dampak bencana dasyat itu.

    “Alhamdulillah. Puji Tuhan, masyarakat Papua Barat dan Kota Sorong begitu peduli dengan bencana yang menimpa saudara serta saudarinya di kampung halaman NTT. Pengurus Ikatan Keluarga Flobamora Kota Sorong dan Ikatan Pemuda Pelajar NTT Kota Sorong berhasil mengumpulkan uang sebesar  Rp. 400 juta. Para donatur bukan saja pace, mace dan kaka ade dorang yang punya kelebihan. Mereka memberi dari kekurangannya. Kami pengurus merasa terharu dengan solidaritas warga Kota Sorong dan Papua Barat atas saudara serta saudarinya di NTT yang tertimpa musibah,” kata Sabonnama.

    Anggota DPRD Kota Sorong Syafruddin Sabonnama bersama Presiden Joko Widodo. Foto: dok. Sabonnama

    Pengurus Ikatan Keluarga Flobamora Kota Sorong lainya, Ety Wukak mengaku pihaknya merasa terpukul dengan bencana yang melanda sebagian besar wilayah di NTT hingga memakan korban tak hanya ratusan warga meninggal sis-sia namun juga banyak warga kehilangan tempat tinggal dan bahkan kampung halaman terkubur lumpur dan batu besar. Karena itu, saat ditugaskan bersama pengurus berdiri di jalan-jalan utama Kota Sorong mengetuk hati para calon dermawan, perempuan asal kampung Lewuka, Kecamatan Wulandoni, kelahiran kampung Kluang, Desa Belabaja, Kecamatan Nagawutun ini bersama pengurus langsung terjun di lampu merah pinggir jalan di Kota Sorong menerima bantuan warga setempat.

    “Kami rame-rame turun lapangan. Kami temui juga kelompok kelompok dan berbagai organisasi paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia di Kota Sorong. Kami juga ngamen di jalan-jalan protokol, lampu merah bahkan bergerak dari rumah ke rumah. Puji Tuhan, banyak saudara serta saudari kita warga Kota Sorong dan sekitarnya sangat peduli dan memberi dari kekurangannya untuk warga korban bencana di NTT,” kata Ety Wukak, aktivis sosial kemasyarakatan Papua Barat lulusan SMA Kawula Karya Lewoleba, Lembata.

    Menurut Sabonnama, hasil patungan pengurus dan donasi warga berupa barang akan dikirim lewat KM Pelni dari Pelabuhan Sorong menuju Kupang, NTT pada 22 April. Bantuan barang itu berisi pakaian layak pakai, sembako dan obat obatan, yang akan berangkat dari Sorong tanggal Kamis, 22/4 2021. “Kami berterima kasih kepada kepada Bapak Kepala Kantor Syahbandar (KSOP) Sorong karena beliau dan jajarannya serta pihak Syahbandar Kota Sorong membantu membawa barang-barang bantuan untuk misi kemanusiaan di NTT,” ujar Sabonnama.

    Untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran, Sabonama dan sejumlah perwakilan pengurus Ikatan Keluarga Flobamora NTT Kota Sorong turun langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dengan BPBD NTT dan BPBD seluruh kabupaten/kota melalui posko-posko pengungsian untuk memastikan bantuan ribu ratu, warga Flobamora dan masyarakat Papua Barat itu tiba di tangan warga yang membutuhkan.

    “Para sesepuh Flobamora Kota Sorong dan Papua Barat juga berpesan kepada kami bahwa utusan yang membawa bantuan datang dari beragam latar belakang kampung. Karena itu setiba di NTT harus menanggalkan sekat-sekat primordial dan melakukan sebaik mungkin untuk ribu ratu di NTT karena bantuan itu urusan kemanusiaan,” kata Sabonnama.

    Menurut Sabonnama, saat ini bantuan sedang didistribusikan timnya. Di antaranya 700 paket sembako yang terdiri dari 10 kg beras premium, minyak kelapa, gula dan tepung masing masing 1 liter dibagi di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan total sebanyak 350 paket. Kemudian 500 paket sembako untuk tiga desa di Malaka.

    Sementara untuk wilayah Adonara, Flores Timur, tim menyerahkan 10 buah profil tank dan 50 kasur untuk Desa Waiburak. Juga perlengkapan bayi dan lansia, makanan minuman penyuplai gizi untul Desa Lamanele. Peralatan dapur dan sembako di Desa Waikewak dan 1 ton beras, 200 kg gula dan 200 liter minyak kelapa untuk Desa Dani Bao.

    “Teman-teman tim juga sedang menyerahkan bantuan bahan bangunan untuk Sabu Raijua. Sedangkan bantuan untuk Alor senilai Rp. 35 juta, Rote Ndao, Rp. 25 Juta, dan Sumba Timur sebesar Rp. 25 juta. Begitu pula bantuan peralatan dapur dan sembako untuk Lembata senilai Rp. 40 juta,” jelas Ety Wukak. (Paskal)

  • Bawa Bantuan untuk Korban Bencana, KRI Tanjung Kambani-971 Tiba di Pelabuhan Laut Larantuka

    Maumereberandanegeri.com – DALAM rangka Operasi Tameng Nusa Tenggara Timur BKO Guskamla Koarmada II untuk Mendukung Logistik Bantuan Sosial Korban Badai Siklon Seroja Banjir Bandang di Pulau Adonara dan Lembata, KRI Tanjung Kambani-971 kembali tiba di  Pelabuhan Laut Larantuka Kelurahan Postoh Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur, Propinsi NTT, Senin (19/4) pukul 11.55. WITA.

     KRI Tanjung Kambani – 971 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Tri Hidayat,S.Sos. MPM., beserta  11 (sebelas) orang Perwira  dan 125 (seratus dua puluh lima) orang Prajurit.

    Turut menyambut di Pelabuhan Larantuka, Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi, M. Tr. Hanla, M.M., CTMP.,  Dandim 1604/Flotim diwakili Kasiops Kapten Weking, Kapolres Flotim diwakili Kasat Tahpi Iptu Atam, Dankal Balibo Lettu Laut (P) Malik Setia Budi, Syahbandar Larantuka Bpk. Sailudin Umar, Kasi Pemanfaat Logistik Kemensos RI Bpk. Muhammad Delmi, Danposmat Flotim Serka Kom Bayu Primanto serta Tim Satgas Bencana Pulau Adonara dan Lembata dari Lanal Maumere dan Yonmarhanlan VII Kupang.

    Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi, M.Tr. Hanla, M.M., CTMP mengatakan KRI Tanjung Kambani – 971 membawa berbagai macam bantuan logistik dari Jakarta dan Surabaya dalam rangka menyalurkan bantuan untuk korban bencana di pulau Adonara Kab. Flores Timur, serta merupakan kapal ke-5 (lima) yang dikerahkan TNI-AL untuk mengangkut bantuan ke daerah bencana NTT.

     Bantuan terdiri dari berbagai macam kebutuhan hidup sehari hari seperti, beras, mie instan, air mineral kemasan, pakaian layak pakai, makanan bayi, tenda, selimut, alat mandi, perlengkapan ibadah, obat-obatan, masker, ada pula 1 (satu) Unit Excavator dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diwakili Bapak Muhammad Delmi untuk Kab. Flotim .

    Bantuan tersebut  diserahkan secara simbolis oleh Komandan KRI KBI-971 kepada Bupati Flores Timur selaku Dansatgas Bencana Alam di daerahnya disaksikan oleh Komandan Lanal Maumere, untuk selanjutnya disalurkan kepada para Korban Terdampak Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kab. Flotim serta Kab. Lembata.

    “Lanal Maumere memiliki tugas mengawal bantuan bencana alam agar sampai di daerah sasaran dengan baik, disamping itu, Pulau Adonara dan Pulau Lembata merupakan wilayah kerja Lanal Maumere, dimana di Flotim terdapat Posmat dan di Lembata terdapat Posal.

    Keberadaan Posal maupun Posmat ini merupakan perpanjangan tugas organisasi TNI Angkatan Laut di daerah dalam rangka Pemberdayaan wilayah Pertahanan Laut” ujar Komandan Lanal Maumere. (Penlanalmaumere/Atick)

  • Ansi Lema Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Nusa Nipa

    Maumere Berandanegeri.com – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Ansi  Lema menggelar sosialisasi  Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Nusa Nipa Indonesia.

    Sosialiasi Empat Pilar Kebanggsaan dilakukan  secara virtual bertempat di meeting room gedung Sapientia, Universitas Nusa Nipa Indonesia Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT, Jumad 16 April 2021  dengan moderator  Hendrikus Darwin Beja,S.P.,M.Si yang juga sebagai Kaprodi Agroteknologi.

    Kegiatan sosialisasi ini merupakan kerjasama antara Fakultas pertanian Universitas Nusa Nipa bersama anggota DPR /MPRI RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si  Komisi IV yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kelautan, Perikanan, Kehutanan dan Lingkunganan Hidup.

    Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu, Rektor UNIPA Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si,  Dekan Fakultas Pertanian Julianus Jeksen, S.P.,MP, Kaprodi,  para dosen dan mahasiswa/wi 

    Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu dalam kesempatan itu mengatakan dengan kehadiran anggota DPR Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si   melalui virtual ini bisa memotivasi mahasiswa-mahasiswi tentang makna empat pilar kebanggsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

    “Selain itu kami berharap untuk  membantu mempercepat  upaya  proses penegrian Universitas Nusa Nipa sehingga bisa terwujud kedepannya,,”kata Sabinus Nabu.

    Sabinus Nabu menyebutkan  di Fakultas Pertanian ada dua program studi Agroteknologi dan Agrobisnis, kami berharap dengan jejaring yang ada di kementerian pertanian sehingga bisa membantu  dalam memenuhi fasilitas yang masih kurang seperti traktor dan lain-lain yang bisa  menunjang kerja civitas akademika Fakultas  Pertanian   Universitas Nusa Nipa Indonesia.

    Rektor Unipa Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPR Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si dalam sosialisasi empat pilar kebanggsaan secara virtual. Dilain pihak menarik sekali singkatan yang disematkan dan akan diperjuangkan bagi  NTT yaitu soal Nelayan, Tani dan  Ternak.

    “Diera digital sekarang ini, masyarakat dengan mudah melihat sepak terjang setiap aktivitas yang diperjuangkan  terutama di bidang pertanian, peternakan, perikanan,” terangnya.

    Menurutnya tugas-tugas bapak sejalan dengan visi UNIPA untuk mengembangkan kawasan kepulauan flores sebagai satu kesatuan, dimana bidang pertanian dalam arti luas merupakan prime mover yang akan mendorong kemajuan dibidang lainya.

    Lanjutnya  saat ini UNIPA juga merencanakan penelitian mengenai peran, fungsi bendungan Napun Gete untuk pertanian yang bermanfaat bagi kebutuhan air minum, pengairan, pertanian, perikanan dan pengembangan ekonomi kawasan.

    Anggota MPR/DPR RI Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si  memaparkan materi dengan judul “Pancasila dalam Tindakan Bangkit dari Pandemi Covid-19”,  dilain pihak di tengah bencana banjir di NTT ini, kita  tidak boleh menyerah atau putus asah,  justru menjadi cambuk kita bersama untuk bergotong royong, saling mengulurkan tangan,

    Yohanis Ansi Lema memaparkan  4 konsensus dasar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Pancasila dan hBineka Tunggal Ika. Pilar pertama Pancasila  sebagai dasar atau ideologi yang mempersatukan bangsa, Pancasila digali dari nilai-nilai dasar senusantara, Pancasila juga sumber dari segalah sumber, dalam hirarki ketatanegaraan  Pancasila menempati urutan pertama sebagai jati diri menjadi karakter bangsa oleh kerena itu  Pancasila tidak boleh diganti dengan ideologi manapun.

    Republik Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama ras, tentunya menyatukan perbedaan ini bukan tanpa resiko atau tanpa usaha, perbedaan harus merekatkan kita bukan meretakkan kita. Untuk merekatkan Indonesia  dengan berbagai perbedaan tersebut, kita hanya  butuh satu nilai dasar yaitu Pancasila.

    Pilar kedua kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945. Untuk dipahami bersama, diperlukan terlebih dahulu makna UUD untuk kehidupan berbangsa, bernegara dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 

    Pilar ketiga adalah Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan yang pertama kali diungkap oleh Mpu Tantular seorang pujangga agung Kerajaan Majapahit yang hidup pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

    Semboyan atau sesanti dalam kakawin Sutasoma yang berbunyi “Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa, yang artinya “Berbeda-beda itu satu, satu itu tak ada pengabdian yang mendua.

    Sedangkan, pilar ke empat  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk negara tempat kita berada yaitu kesatuan.

    ”Selain menjaga eksistensi 4 pilar kebanggsaan, Yohanis Ansi Lema  juga mengatakan  selama menjadi anggota DPR RI, ia selalu siap memperjuangkan hak-hak rakyat dari NTT terutama dibidang Pertanian, Peternakan, Perikanan.

    “Apa  yang disampaikan oleh  segenap keluarga  besar UNIPA terkait dengan  upaya penegrian UNIPA dan juga dukungan dalam sektor Pertanian, Perikanan, Kelautan akan saya  perjuangkan melalui mitra kami dikementerian-kementerian,”ujarnya.

    Dekan Fakultas Pertanian Julianus Jeksen,S.P.,MP Mengungkapkan  Fakultas Pertanian dalam implementasi tridharma perguruan tinggi yaitu dharma pengabdian kepada masyarakat maka senantiasa bekerja sama  dengan kelompok-kelompok tani di pedesaan, demi ikut membangun sektor pertanian di kabupaten Sikka

    “Hal ini  membutuhkan dukungan penuh semua pihak diantaranya bapak anggota DPR RI  Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si,”tandasnya. (Atic)

  • Ikan Paus “Bawa” Raja Dasion Raih Gelar Doktor di UGM

    Ikan Paus “Bawa” Raja Dasion Raih Gelar Doktor di UGM

    BERANDANEGERI.COM,- Dr. Agustinus Gergorius Raja Dasion, SS. MA, putera Lembata, Nusa Tenggara Timur kelahiran kampung nelayan Lamalera, Kecamatan Wulandoni, berhasil meraih gelar doktor sosiologi di bawah bimbingan Promotor Prof Dr Heru Nugroho dan Ko-Promotor Dr Hakimul Ikhawan, MA di Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Kamis (15/4/2021) pagi.

    Gusti Dasion, sapaan akrabnya, mempertahankan disertasi berjudul “Merebut” Paus di Laut Sawu: Analisa Wacana Konservasi Paus di Lamalera, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan predikat Sangat Memuaskan dalam Sidang Terbuka Ujian Promosi Doktor di bawah tim penguji Prof Dr Suharko, Dr Sugeng Bayu Wahyono, Dr Arie Sujito, dan Dr Oki Rahadiato.

    Prof Heru dalam pertanyaan pemantik pengantarnya meminta Agustinus Gergorius Raja Dasion menjelaskan apa yang menarik dari term “merebut paus di Laut Sawu” dalam disertasinya. Apalagi, persoalan perburuan paus bukan hanya persoalan lokal Lamalera namun juga global. Persoalan ini juga sudah diekspos oleh media dunia seperti British Broadcasting Channel maupun National Geographic.

    Dr. Agustinus Gergorius Raja Dasion, SS. MA

    “Disertasi saya ‘Merebut” Paus di Laut Sawu. Diksi ‘merebut’ paus sesungguhnya menggambarkan keseluruhan studi saya. Yaitu bagaimana wacana konservasi direbut negara bersama aparatusnya yang dibuat di laut Sawu dengan wacana konservasi dengan masyarakat lokal yang berburuh paus secara tradisional,” kata Raja Dasion dalam keterangan tertulis Ata Lembata, komunitas Lembata Diaspora Sedunia di Jakarta, Jumat (16/4 2021).

    Menurut Raja Dasion ada dua hal penting dari term ‘merebut” paus di Laut Sawu dalam disertasi itu. Pertama, terjadi gap pengetahuan antara konservasi global dengan konservasi lokal dalam hal ini masyarakat Lamalera. Kedua, saat negara dan aparatusnya hadir dengan konsep konservasi global ada antagonism, penolakan masyarakat Lamalera dengan wacana konservasi lokal tradisi berburuh paus di laut Sawu hingga saat ini.

    Ia menambahkan ada banyak subyek dalam kontestasi ‘merebut’ paus di laut Sawu. Subyek dimaksud adalah negara dan aparatusnya, juga beberapa lembaga konservasi global seperti World Wildlife for Nature (WWF) dan The Nature Concervancy (TNC). Kemudian aparatus negara seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan baik Kabuaten Lembata maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berikut di tingkat lokal ada banyak subyek yang begitu cair seperti para tetua adat, nelayan, dan organisasi-organisasi yang mendukung upaya lefa nuang atau tradisi berburuh paus yang hingga saat ini bertahan dan dilakukan masyarakat lokal Lamalera.

    Tatkala paus dilarang diburuh oleh negara melalui aparatusnya karena takut terhadap tekanan global, maka posisi masyarakat lokal juga tentu berpengaruh. Namun, hal ini menurut Raja Dasion, masyarakat Lamalera menggantungkan konservasi dengan mempertahankan kearifan lokal karena sejak dulu konsep konservasi masih sama.

    Perbedaannya, kata Raja Dasion, terletak pada beberapa cara. Pertama, sejak dulu masyarakat Lamalera menggunakan tombak atau peralatan tradisional, traditional tools untuk menikam paus. Kedua, sebelum melakukan ritus lefa nuang, ada beragam ritus yang harus dilakukan. Hal ini wajib karena paus tak sekadar urusan kepentingan ekonomi tetapi juga masalah teologis, filosofis, sosial, dan keseluruhan sistem hidup masyarakat lokal dalam hal ini Lamalera.

    Foto dari Google

    Ko-Promotor Hakimul Ikhawan di saat memulai bertanya lebih jauh, menyampaikan duka mendalam bagi warga Nusa Tenggara Timur, khususnya Lembata, tanah kelahiran promorendus Raja Dasion, tim penulis buku Membangun Tanpa Sekat, yang diterpa bencana banjir lahar dingin dan badai Seroja bebepa minggu belakangan.

    Hakim di pengantar ujian dengan sedikit guyon mengatakan, riset Gusti barangkali terbawa mimpi. Ia memuji Gusti yang berusaha mencari signal telekomuniasi dari Kupang untuk dapat mempertahankan disertasi secara daring melalui zoom meeting di hadapan tim penguji dari kampus Bulaksumur dan dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. “Terima kasih atas atensi, perhatian Pak Hakim atas bencana alam yang belakangan melanda NTT, khususnya Lembata,” kata Raja Dasion.

    Nelayan tangkap 5 ekor paus

    Joseph Boli Batafor, seorang warga Lamalera di Jakarta mengatakan, pihaknya mengapresiasi Raja Dasion, seorang putra asli Lamalera yang menulis disertasi tentang lefa nuang dalam kajian akademiknya di Departemen Sosiologi Fisipol Universitas Gajah Mada. Jejak akademik ini mulai digeluti banyak putra-puteri lokal seperti Dr Jakobus Blikololong yang menulis disertasi tentang pasar barter di Desa Wulandoni, Kecamatan Wulandoni.

    “Kamis (15/4) kemarin, nelayan Lamalera berhasil menangkap lima ekor paus dari perairan laut Sawu dan langsung ditarik ke bibir pantai. Peristiwa ini dalam keyakinan kami di Lamalera adalah rekayasa Alepte teti Kova Lolo, Tuhan penguasa alam semesta karena knato, berkat lima ekor paus itu ditikam nelayan bersamaan dengan ujian disertasi promorendus Raja Dasion,” ujar Boli Batafor.

    Lima ekor paus raksasa itu ditangkap nelayan dengan menggunakan perahu Teti Heri milik suku Batafor, Mula Blolo dari suku Keraf Lamalera A, Nara Tena milik suku Keraf Lamalera B, Soge Tena dari suku Tapoona, dan Java Tena dari suku Bataona. “Rabu (15/4) sekitar jam 09.00 hingga 10.00 WITA, nelayan berteriak, ‘Baleo…..baleo…’. Nelayan rame-rame mendayung perahu dan mulai berburu. Mereka berhasil menangkap lima ekor paus berbobot besar namun ada satu ekor sangat besar dibanding empat lainnya,” kata Boli Batafor lebih lanjut. 

    Foton Doug Clark

    Doktor Raja Dasion lahir di Lewoleba, Lembata, 5 April 1984. Lahir dari pasangan suami-isteri guru, Fransiskus Atakebelen Dasion dan Maria Bulu Batafor. Raja Dasion sekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Ade Irma Suryani Nasution Lamalera, Wulandoni dan SD Inpres Labalimut (Boto), Kecamatan Nagawutun, SMP Sanctissima Trinitas Hokeng, Kabupaten Flores Timur dan SMA Seminari San Dominggo, Hokeng. Ia menyelesaikan studi S-1 di Fakultas Filsafat Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kemudian S-2 bidang Sosiologi diraih dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Sejak 2016 menempuh studi S-3 bidang Sosiologi di Departemen Sosiologi Fisipol UGM.(*ben)

  • Forkopimda Jatim Berangkatkan Bantuan Sebanyak 30 Truk ke NTT

    BERANDANEGERI.COM,–  Guna meringankan beban para korban bencana banjir bandang akibat  siklon tropis seroja yang terjadi di sebagian wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Jatim yakni Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto beserta Pangkoarmada II Laksda TNI I N. G. Sudihartawan memberangkatkan bantuan sebanyak 30 truck ke NTT melalui jalur laut.

    Bantuan berupa kebutuhan hidup sehari-hari berupa beras, mie instan, air mineral kemasan, pakaian layak pakai, makanan bayi, tenda, selimut, alat mandi, perlengkapan ibadah, obat-obatan, masker, dan lain sebagainya itu dikirim dengan menggunakan KRI Tanjung Kambani-971.

    Bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto beserta Pangkoarmada II Laksda TNI I N. G. Sudihartawan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa pun memberangkatkan bantuan tersebut di Dermaga Madura Ujung, Makoarmada II Surabaya, Kamis (15/4) pagi.

    Untuk mengetahui secara pasti bantuan yang dikirimkan, Gubernur Khofifah bersama jajaran Forkopimda berkesempatan untuk melihat secara dekat di dalam KRI Tanjung Kambani-971.

    Kepada awak media, orang nomor satu di Jatim itu menyampaikan bahwa bantuan yang dikirimkan merupakan bentuk kegotong royongan serta keguyub rukunan warga Jatim memberikan bantuan kepada saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah banjir akibat siklon tropis.

    “Ini adalah kegotong-royongan, keguyub rukunan masyarakat Jawa Timur, yang menjadi sebuah social capital yang harus kita jaga. Jika ada saudara kita yang membutuhkan bantuan, spontan kegotongroyongan tampak konkrit ,” ujar Gubernur Khofifah.

    Khofifah menambahkan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan.  Dimana di dalamnya merupakan salah satu indikasi untuk memupuk persaudaraan dan menjadi bagian dalam membantu ikut  menyelesaikan permasalahan para korban bencana di 8 kabupaten terdampak di NTT.

    “Mudah-mudahan bencana ini segera diangkat oleh Allah dan mereka semuanya tetap diberi semangat dan  optimisme untuk menjalani kehidupan,” harapnya.

    Selain memberangkatkan bantuan kepada korban bencana di NTT, Pemprov Jatim terlebih dahulu memberangkatkan 100 lebih personil tim Tanggap Bencana (Tagana). Pengiriman mereka ke NTT untuk membantu masyarakat pasca bencana.

    Gubernur Khofifah pun mengapresiasi Pangkoarmada II yang telah menyiapkan arnada KRI untuk  memberangkatkan seluruh bala bantuannya kepada para korban bencana di NTT.

    Bahkan sebelumnya, Pangkoarmada II bersama Pemprov Jatim juga pernah bersinergi mengirimkan bantuan ke beberapa wilayah terdampak bencana di Indonesia. Seperti di Kalimatan Selatan (Kalsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

    “Semoga bisa menjadi bagian dari penyelesaian persoalan sosial dan finansial, yang menjadi wujud dari kepedulian bagi saudara kita,” kata mantan Menteri Sosial RI ini.

    “Mudah-mudahan Allah melipat gandakan kebaikan kita semua, dan masyarakat di NTT cepat keluar dari masalah serta diberikan kemudahan menjalankan tugas kedepannya,” imbuhnya.

    Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan melalui jalur laut itu diperoleh melalui kerjasama Satgas Penanggulangan Bencana (Gulben) Spotmar Koarmada II bekerjasama dengan Satgas Posko Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam NTT Lantamal V Surabaya.

    Bantuan sosial tersebut berasal dari Gubenur Jatim, Pangkoarmada II, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Walikota Surabaya, Komandan Lantamal V, Kadissenlekal serta beberapa perwakilan masyarakat. Selama proses pengumpulan bantuan sampai ke titik pengiriman Armada II tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.(Ben)

  • Komunitas “Kracker Mof” Membantu Korban Bencana di Adonara dan Lembata

    Maumere Berandanegeri.com – Bantuan untuk korban bencana banjir yang melanda wilayah Adonara di Kabupaten Flores Timur dan  Kabupaten Lembata beberapa waktu lalu terus berdatangan. Kali ini bantuan datang  dari Komunitas Kracker Mof.

    Dari swadaya anggota dan open donasi yang dilakukan komunitas ini berhasil terkumpul uang sejumlah Rp. 30-an juta, dan semuanya dibelanjakan dalam bentuk kebutuahan  sembako  untuk didistribusikan bagi korban bencana di Adonara dan Lembata.

    Ketua Komunitas Kracker Mof, Syahbudin Bmboka, kepada media ini, Jumat (16/04/2021) mengatakan bantuan ini merupakan wujud kepedulian komunitas Kracker Mof  terhadap situasi dan kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah.

    Dikatakannya donasi yang dihimpun tidak hanya berasal dari anggota Kracker Mof, tetapi juga berasal dari komunitas pecinta sepeda motor dari wilayah lain.

    “Komunitas Kracker Mof  yang beranggotakan 11 orang  yang  aktif di komunitas motor, masing-masing  berprofesi sebagai anggota polisi, karyawan bank, PDAM, pengusaha, kontrakor, guru dan komunitas pencinta sepeda motor lain juga tidak mau ketinggalan membantu meringankan warga yang terdampak bencana banjir di Adonara dan Lembata”, “ujar ajudan Kapolres Sikka.

    Bantuan yang  akan didistribusikan antara lain: 2,5 ton beras dalam kemasan 5 kg, air mineral kemasan 50 dos, minyak goreng goreng 10 dos, 100 kg gula pasir, mie instan 50 dos, pampers bayi 10 dos, aneka minuman sereal, bumbu masak, minyak gosok, bedak bayi dan perlengkapan mandi serta pakaian bekas layak pakai.

    Dikatakan Syahbudin, bantuan ini akan didistribusikan langsung oleh Komunitas Kracker Mof kepada korban, Sabtu (17/4/2021).

    “Ada tiga pick up yang kita siapkan untuk mendistribusikan bantuan ini ke Adonara dan Lembata, dan akan di kawal dengan motor trail dari komunitas. Selain itu kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait di dua wilayah tersebut,” jelasnya.

    Atas nama Komunitas Kracker Mof, Syahbudin menyampaikan terima kasih atas partisipasi dari semua pihak atas kepeduliannya kepada keluarga korban yang disalurkan melalui Komunitas. (Atic)