Maumere Berandanegeri.com – BUPATI Sikka, Fransiskus Roberto Diogo S.Sos, M. Si mengambil sumpah dan melantik 173 orang pejabat Administrator dan Pengawas dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka, yang berlangsung di kawasan pohon jati emas Kantor Bupati Sikka di Jalan Eltari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Kamis(6/10/2021).
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M. Si dalam
sambutannya mengatakan bahwa mutasi dalam jabatan adalah hal yang biasa dalam
rangka penataan birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dari
waktu ke waktu. Selain itu mutasi jabatan tentunya ada tambahan pendapatan bagi
ASN.
“Pendapatan di jabatan fungsional itu sama bahkan mungkin
bisa lebih baik tergantung prestasi yang kita berikan kepada negara ini,” ucap
Robi Idong.
Bupati Sikka
Fransiskus Roberto Diogo juga menyampaikan terimakasih kepada tim penilai
kinerja yang telah memberikan penilaian yang terbaik terhadap sejumlah jabatan
hal tersebut berdasarkan arahan Presiden RI bahwa pada bulan Juni 2021 akan ada
penyesuaian jabatan dari struktural menjadi fungsional.
“Terimakasih kepada tim penilai kinerja Bapak Sekda dan rekan rekan yang telah bekerja maksimal dan memberikan yang terbaik, karena pada bulan Juni nanti ada penyesuaian atau pengalihan jabatan jabatan fungsional sehingga ada 173 pejabat yang mesti dirotasi atau pemetaan dari jabatan struktural ke jabatan fungsional tetapi kita jangan kuartir mau jabatan fungsional atau jabatan struktural yang penting bekerja secara profesional” ungkap Bupati Sikka.
Robi Idong memberikan pesan kepada para pejabat yang dilantik agar menerimanya dengan hati yang tenang, kemudian melaksanakan dengan baik, karena sebagai aparatur negara (ASN) mendapatkan tugas yang utama dan penting untuk mengabdi kepada rakyat, tidak semua orang punya kesempatan untuk mengabdi kepada rakyat” tegas Robi.
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo sedang Memberikan Sambutan
Robi Idong juga menghimbau kepada semua ASN untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19. Selain itu di masa krisis akibat pandemi COVID-19 berbagai upaya harus dilakukan agar pembangunan bisa berjalan. Upaya-upaya itu diantaranya, pertama, kreativitas dari para pejabat dan ASN untuk mencari kemitraan dengan pihak lain. Kedua, pinjaman daerah.
173 Pejabat Administrator dan Pengawas yang Dilantiik oleh Bupati Sikka
”Untuk pinjaman daerah dari
88 Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mengusulkan pinjaman ada 19 daerah
yang boleh saya katakan disetujui dan salah satu diantaranya adalah Kabupaten
Sikka,” kata Robi Idong.
Pinjaman ini akan di
gunakan untuk 148 kegiatan yakni pembangunan di bidang infrastruktur jalan, air
minum, peningkatan kesehatan dengan membangunan rumah sakit dan peningkatan di
bidang pendidikan dengan membangun sekolah di Doreng. (Atik)
Maumere Berandanegeri.com – Bertindak sebagai Khotib Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr. Hanla., M. M., CTMP mengisi khotbah pada ibadah shalat Jum’at yang digelar bagi kaum Muslim di Masjid Al-Anshor Jl Diponegoro km-2. Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok-Maumere, Kabupataen Sikka, Jumad (30/4/2021).
Danlanal Maumere Dwi Yoga dalam khotbahnya menyampaikan
Manusia diciptakan dimuka bumi memiliki 3 (tiga) tugas (berdasarkan firman
Allah SWT). Tugas-tugas tersebut adalah,
sbb :
1. Tugas Pokok : Beribadah kepada Tuhan (QS.Az-Zariat : 56),
2. Tugas Fungsional : Sebagai Pemimpin/Kholifah di dunia (QS.
Al Baqarah : 30),
3. Tugas Operasional : Memakmurkan Bumi (QS. Hud : 61).
Danlanal menguraikan
tugas pokok yang pertama hendaknya selalu menjadi manusia yang Ulil
Albab, yaitu selalu berfikir dan berdzikir (mengingat) kepada Allah SWT (QS.
Ali Imron : 190), Ibadah merupakan bentuk penghambaan makhluk kepada Sang
Pencipta.
Segala sesuatu yg
terjadi di bumi merupakan kehendak Tuhan dan sebagai manusia wajib bersabar dan
tetap berusaha berbuat baik menghadapi takdir yang ditetapkan Tuhan. Perbuatan
baik tersebut diantaranya berusaha mengatasi cobaan-Nya sesuai degan kemampuan
manusiawi.
Sebagai contoh melaksanakan protokol kesehatan standar
Covid-19, merupakan upaya manusia dalam memerangi penyebaran virus Corona yang
melanda Bumi saat ini, disamping tetap yakin akan segala bentuk ketetapan-Nya.
Yang kedua Tugas Fungsional manusia yaitu menjadi pemimpin di
muka bumi, bahwa setiap lelaki dewasa (Rizal),
adalah pemimpin dalam kehidupannya masing-masing, terkecil adalah
pemimpin di keluarga (QS. An Nisa : 34). Lelaki dewasa adalah pemimpin bagi
wanita (istri dan anak-anak) oleh karenanya wajib kita memberikan tauladan yangg
baik kepada mereka, dan memberikan nafkah yg baik pula.
Yang ketiga yaitu tugas Operasional dengan Memakmurkan Bumi, merupakan perintah Tuhan (QS. Hud : 61), agar manusia selalu ingat bahwa dirinya tercipta dari tanah dan diperintahkan untuk memakmurkan bumi serta selalu bertobat dan berdoa meminta rahmat dari Allah SWT. Terkadang kita sebagai manusia, terlalu sibuk dengan urusan Operasional saja dalam hal memakmurkan bumi atau bekerja, namun kita lupa akan tugas pokok sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME, yaitu Beribadah kepada Allah SWT.
Shalat Jumat di Masjid Al-Ansor Maumere tersebut diikuti oleh
jamaah warga sekitar, serta Prajurit Lanal Maumere sebagai kewajiban ibadah
shalat jumat bagi kaum muslim.
Pelaksanaan shalat jumat dan ibadah lainnya tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak serta tidak bersentuhan kontak fisik secara langsung. (Penlanalmme/Atik)
Maumere Berandanegeri.com – Apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei di Kecamatan Kewapante diakhiri dengan penaburan bunga di pelabuhan Fery Kewapante, K abupaten Sikka, Senin(3/5/2021).
Sebelumnya dilaksanakan upacara apel Hardiknas yang dipimpin
oleh Camat Kewapante, Alfonsus Naga bertempat dihalaman Kantor Camat Kewapante
yang dihadiri oleh TNI, Polri, para Guru
dan Tenaga Kesehatan.
Camat Kewapante,
Alfons Naga dalam sambutannya
mengatakan situasi saat ini kita
seakan berada di medan perang melawan wabah pandemi covid-19 demi mencerdaskan
anak bangsa. Di tengah pandemi yang melanda tanah air pada dua tahun terakhir
ini menuntut kita berjuang bersama, saling berkolaborasi antara guru, siswa dan
orang tua agar pendidikan tetap berlangsung.
“Mari kita maknai Hardiknas dengan terus berjuang
memajukan pendidikan di Sikka dan generasi penerus bangsa. Di masa pandemi ini sektor
pendidikan harus tetap berlangsung. Selain itu kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan demi
keberlangsungan pendidikan anak-anak kita,” kata Camat Alfons.
Usai apel Hardiknas semua peserta melanjutkan apel penaburan bunga di Pelabuhan Fery Kewapante yang dipimpin oleh Kapolsek Kewapnte IPTU Yance Yauri Kadiaman.
Apel ini diselenggarakan untuk menggenang jasa pahlawan di
bidang Pendidikan Nasional dan Kru KRI Nanggala 402 yang gugur saat
melaksanakan tugas.
Dalam apel itu, Kapolsek Kewapante, Iptu Yance Yauri
Kadiaman memimpin “Mengheningkan
Cipta”. “Kita doakan para pendidik yang mendahului kita dan berdoa bersama
semoga para awak KRI Nanggala 402 mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang
Maha Kuasa sebagai abdi pengawal samudra, pengawal kedaulatan negara Republik
Indonesia.
Selanjutnya peserta yang hadir juga melakukan penghormatan
tenggelamnya KRI Nanggala dan gugurnya Ke -53 ABK yang dipimpin oleh Camat
Kewapante, Kapolsek Kewapante, Danramil Kewapante.
Iptu Yance pada kesempatan itu menyampaikan keprihatinan atas
tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. “Atas gugurnya awak Kapal KRI
Nanggala 402, semoga arwah mereka mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan
YME dan tabah sampai akhir”, kata Iptu Yance , saat melakukan penaburan bunga.
(Atik)
BERANDANEGERI.COM,- Ikatan Notaris Indonesia (INI) di bawah Nahkoda Yualita Widyadhari selaku Ketua Umum memberikan bantuan kepada korban badai seroja di Kabupaten Lembata. Bantuan berupa uang tunai 50 juta dikonversi menjadi sembako, alat-alat dapur dan bahan bangunan.
Bantuan disalurkan melalui Pemuda Katolik Lembata untuk diserahkan kepada korban bencana di desa Leudanung Kecamatan Omesuri dan Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata.
Pemuda Katolik Lembata, melalui rilisnya yang diterima berandanegeri.com, (Minggu (2/5) mengatakan, donasi yang diperuntukan bagi korban bencana banjir bandang di Kecamatan Omesuri dan Lebatukan melalui Pemuda Katolik telah disalurkan dengan baik kepada korban pada Sabtu (2/5).
Ketua Pemuda Katolik Lembata Heryanto Wijaya, SH,MKn mengatakan, Ikatan Notaris Indonesia (INI) di bawah Nahkoda Yualita Widyadhari selaku Ketua Umum memberikan bantuan kepada korban badai seroja di Kabupaten Lembata.
Bantuan berupa uang tunai 50 juta rupiah dan dari dana ini telah dikonversi menjadi sembako,alat-alat dapur dan bahan bangunan.
“Untuk Sembako telah kita serahkan ke beberapa posko yang ditunjuk Pemerintah Daerah. Alat-alat dapur kita fokuskan pada pengungsi mandiri, sedangkan bahan bangunan kita fokuskan di Desa Dikesare dengan mendirikan 1 unit rumah milik Yoseph G. Lewolein,” kata Heryanto Wijaya yang juga salah satu notaris di Lembata ini.
Dia menjelaskan, pertimbangan memilih Desa Dikesare karena hingga saat ini masyarakat belum memperoleh bantuan perumahan dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lembata.
Donasi dari Aliansi Pemuda Kepulauan Riau berupa sembako, alat masak, alat mandi. Bantuan juga diberikan kepada korban meninggal di Leudanung Kecamatan Omesuri yang diterima Ali Kedang.
Bantuan dari Aliansi Pemuda Kepulauan Riau
“Terimakasih ibu Ketum dan rekan-rekan Notaris atas donasinya. Semoga apa yang kita beri ini dapat mengurangi beban saudara-saudara kita dan Lembata harus lebih cepat bangkit, sebagaimana harapan yang disampaikan ibu Ketum,” ungkap Herryanto.
Herryanto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemuda Katolik Komcab Lembata dan Alegra Lembata yang telah membantu menyalurkan donasi ini.
Perlu Perhatian Pemkab Lembata
Wakil Ketua Pemuda Katolik Lembata Antonius Loli Ruing menambahkan, pemerintah Lembata perlu segera memberikan perhatian pada desa Dikesare karena 6 rumah yang hancur tidak masuk dalam SK Bupati Lembata tentang bantuan perumahan.
“Saat terjadi bencana banjir bandang, ada 6 rumah di Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan yang hancur, namun dalam SK Bupati Lembata tentang bantuan perumahan tidak satu pun yang diakomodir, padahal sudah ada staf dari Kecamatan, Kabupaten dan OPD Perumahan Rakyat dan Pertanahan sudah turun ke lokasi,” kata Loli sapaan Antonius Loli Ruing.
Dikatakan Loli, Kades Dikesare Rafael Suban Ikun bahkan tiga hari setelah bencana sudah memberikan laporan dan data ke semua instansi Pemerintah. Laporan itu menyatakan semua jenis kerugian akibat banjir bandang termasuk 1 unit rumah yang rata dengan tanah,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan Loli yang juga ketua Partai PSI Lembata ini, karena dalam SK Bupati Lembata tidak diakomodir maka Kades kemudian mendatangi Instansi Pemerintah yakni Camat Lebatukan dan OPD Perumahan Rakyat dan Pertanahan, namun dijawab dengan alas an human error, selanjutnya dijanjikan akan diakomodir di SK Bupati susulan.
“Hal ini perlu diperhatikan oleh Pemerintah Lembata, karena menjanjikan bahwa akan diakomodir pada SK susulan jelas memberi harapan sekaligus ketidakpastian kepada masyarakat, apalagi kita juga tidak tahu kapan dikeluarkan SK susulan,” kata ATR.
Loli berharap pemerintah segera memberikan kepastian kapan enam rumah itu dibangun, sehingga masyarakat tidak bersepekulasi yang pada akhirnya akan menambah beban mereka.
“Pemerintah harus segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini dan tidak boleh saling melempar tanggung jawab di tengah penderitaan masyarakat,” tutupnya (Ben)
Jakarta Berandanegeri.com – Ansel Deri, staf Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur saat masih tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014-2018, menerbitkan buku Jejak dari Rantau bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei. Ada belasan sosok beragam latar belakang profesi ditulis dalam buku setebal 200 lebih halaman tersebut.
Buku biografi mini
sejumlah tokoh asal NTT di berbagai level dan bidang profesi tersebut diluncurkan
dalam sebuah diskusi ringan Forum Pemuda Peduli Lembata Jakarta (FPPL), wadah komunikasi
terbatas sejumlah warga asal Lembata di wilayah Jabodetabek yang berlangsung di
Cikini, Menteng, Jakarta, Pusat, Minggu (2/5 /2021).
“Niat menulis itu sudah lama terpendam. Beberapa kali saya sempat dengar Pak Viktor Laiskodat dan Pak Jacki Uly menyinggung kisah inspiratif banyak warga asal NTT mengabdi di berbagai bidang tugas saat beliau berdua masih aktif di DPR RI. Warga asal NTT ini tak hanya dalam negeri tapi di manca negara,” kata Ansel Deri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/5/2021).
Ansel Deri
Menurut Ansel, kisah para
tokoh itu dapat memberi motivasi, pelajaran bagi generasi muda agar berjuang meraih
sukses dengan memanfaatkan kemudahan teknologi informasi yang kian pesat. Meski
banyak dari mereka sukses dan dipercaya mengemban tugas di bidangnya namun belum
banyak dikenal luas terutama warga masyarakat yang tinggal di desa maupun kampung-kampung.
“Banyak kisah tokoh ini
bisa saja masih gelap di kalangan warga masyarakat, terutama yang tinggal di
desa bahkan kampung-kampung. Saya terdorong menelusuri lebih jauh jejak
pengabdian mereka kemudian merampungkan dalam bentuk buku. Buku ini bisa
menjadi sumber informasi para siswa dan mahasiswa mengenal lebih jauh jejak
pengabdian para tokoh dengan lika liku yang menyertai perjuangan mereka hingga
hingga meraih sukses,” ujar Ansel, wartawan kelahiran kampung Kluang, Desa
Belabaja (Boto), Nagawutun, Lembata.
Menurut alumni
Universitas Nusa Cendana Kupang ini, sejak tahun lalu pihaknya memulai melakukan
riset mini dan membaca berbagai sumber tambahan, berdiskusi dengan sejumlah
rekan jurnalis, dan memulai melihat peluang sejumlah sosok di bidang tugas dan
pengabdian yang mudah dihubungi untuk menulis buku tersebut.
“Saya meminta waktu Pak
Jacki Uly menyampaikan niat menulis biografi mini orang-orang asal NTT yang
inspiratif dalam sebuah buku. Saya bertemu beliau di kantornya, di belakang
Mapolda Metro Jakarta. Pak Jacki sagat mendukung. Ya, sekalian saya minta waktu
wawancara. Dalam obrolan singkat, saya baru tahu beliau pernah menjabat Kapolda
Perserikatan Bangsa-Bangsa di Takeo, Kamboja di bawah misi PBB. Pak Jacki
adalah salah satu tokoh yang saya angkat dalam buku ini,” kata Ansel.
Unik
Provinsial Ordo Fratrum
Minorum (OFM) Indonesia Pastor Mike Peruhe Unarajan, OFM saat
berlangsung diskusi mengemukakan, setiap orang punya kisah hidup sendiri, punya
alur kehidupan yang unik. Banyak orang sukses yang terlahir dari sebuah
perjuangan yang tekun dan panjang. Juga banyak yang lahir dari kesederhanaan
yang memantik energi perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat
bagi banyak orang.
“Buku ini merupakan
kisah-kisah inspiratif dari sejumlah tokoh NTT. Gaya tutur yang enak dan ringan
seakan membuat pembaca melewati cerita-cerita yang hidup dan menggerakkan. Satu
hal pasti, para tokoh dalam buku ini adalah orang-orang sederhana yang meraih
sukses dalam kucuran keringat perjuangan yang tak kenal lelah. Ini yang sungguh
menggetarkan, mempesona dan menginspirasi orang lain,” ujar Pastor Mike yang
juga moderator Forum Pemuda Peduli Lembata Jakarta.
Menurut imam asal
Mulandoro, Lembata, buku ini sangat cocok untuk semua kalangan, khususnya kaum
muda dan remaja yang bisa belajar banyak hal menarik dan inspiratif untuk
kemajuan diri, meraih masa depan penuh berkat. Dalam konteks gencarnya kampanye
pengembangan literasi di NTT, langkah yang dilakukan penulis buku adalah
sesuatu yang positif.
“Buku hasil karyanya
tentu menjadi sumbangan berharga untuk menambah khasana bacaan yang inspiratif.
Selain itu langkah menulis buku ini adalah salah satu cara mendorong warga NTT
untuk terus melahirkan tokoh-tokoh inspiratif dari tanah Flobamora untuk
Indonesia dan dunia,” kata Mike Peruhe.
Referensi
Direktur Papua Circle
Institute Hironimus Hilapok, M.Si mengapresiasi terbitnya buku Jejak dari Rantau karya Ansel, koleganya
yang ia percaya sebagai Sekretaris Papua Circle Institute. Pengalaman para
tokoh dalam buku ini, ujar Hiron, memberi pelajaran berarti bagi banyak orang
terutama generasi muda arti perjungan yang dilandasi kerja keras, jujur, dan
sabar dalam meraih sukses. Ada pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik.
“Beberapa tokoh yang diuraikan dalam buku ini namanya sudah familiar di
tingkat nasional dan dunia. Mereka berkarya dan mengabdi di bidang tugasnya
masing-masing tak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri. Banyak dari mereka
datang dari latar belakang keluarga kurang mampu, menempuh pendidikan dasar di
kampung halaman dengan fasilitas serba minim. Berkat usaha pantang menyerah
mengubah hidup mereka menjadi berguna bagi banyak orang,” ujar Hiron, putra
asli tanah Papua kelahiran Wamen.
Hiron yang dipercaya sebagai Komisaris Independen PT Adhi Karya (Persero)
Tbk
berharap agar pengalaman pengabdian para tokoh dalam buku ini menjadi referensi
dan sumber bacaan bagi generasi muda terutama di kampung-kampung dalam mengisi pembangunan
hari ini dan akan datang. Keutamaan para tokoh seperti kerjas keras, ulet,
sabar, jujur, dan berserah dalam doa adalah nilai-nilai yang dapat dipedomani
dan dihayati oleh siapapun dalam perjuangan meraih sukses.
“Gerakan literasi harus
didorong sejak dini untuk menjadi habitus baru sehingga ilmu dan pengetahuan akan
selalu hidup sepanjang hayat. Buku ini salah satu rerefensi tak hanya bagi generasi
muda kita di sekolah dasar hingga menengah namun juga mahasiswa dan masyarakat untuk
meningkatkan kebiasaan membaca dan menulis di tengah kemajuan teknologi
informasi yang kian pesat,” ujar Hiron, lulusan Program Pascasarjana
Universitas Indonesia.
Sejumlah tokoh dalam buku ini antara
lain Uskup Tanjung Selor Mgr Dr Paulinus Yan Olla, MSF; H. Saleh Husin, Ketua
Tim Ahli Wakil Presiden Ma’ruf Amin; Irjen Pol (Purn) Drs Y. Jacki Uly, MH,
anggota DPR dan mantan Kapolda PBB Provinsi Takeo, Kamboja; Pastor Dr Markus
Solo Kewuta SVD, staf Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama di Takhta
Suci Vatikan; dan Sr Neno Maria Yosefina, SSpS, fotografer di Generalat SSpS
Roma, Italia.
Selain itu ada juga Marsekal Pertama (Marsma) TNI Drs. Embu Agapitus, M.Si
(Han), Kepala Staf Komando Garnisun Tetap II/Bandung; Agustinus Dawarja,
praktisi hukum pasar modal; Boni Hargens, Ph.D, back-office analyst Kantor Staf Khusus Kepresidenan, Jenderal
Gories Mere; Dr Justin L Wejak, Ph.D, dosen Kajian Asia di The University of
Melbourne, Victoria, Australia, dan lain-lain.
“Saya
menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Pak
Linus Lusi; Pastor Dr Polykarp Ulin Agan SVD, dosen Teologi Fundamental pada Kölner Hochschule für
Katholische Theologie, Sankt Augustin, Jerman; sastrawan
ibu Mezra Pellondou; dan sahabat Joaqium Rohi atas bantuannya menulis
pengantar, catatan editor, prolog, dan epilog buku ini. Saya sungguh mendapat
kehormatan meski sempat menyita waktu saudara sekalian,” ujar Ansel.
Maumere Berandanegeri.com – Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia(Gernas BBI)membuka peluang pasar bagi UMKM baik regional maupun global ditengah Pandemi saat ini.
Gerakan Nasional Bangga
Buatan Indonesia(BBI) sekaligus mengajak
masyrakat untuk membeli dan bangga memakai produk karya anak bangsa.
Untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelaku
UMKM di daerah NTT, maka Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan
Maritim, dan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik,
menyelenggarakan Road to Kilau
Digital Permata Flobamora 2021 Webinar & Workshop dengan tema “Mendorong
Kreasi dan Inovasi UMKM Flobamora pada
Sabtu, 1 Mei 2021.
Kegiatan webinar dan Workshop ini dilaksanakan secara online dan offline di Golden Hall, Go Hotel Maumere, dan disiarkan secara live melalui aplikasi Zoom dan kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo.
Direktur IKPM Kemkominfo, Septriana Tangkary dalam
sambutannya menjelaskan bahwa Gernas BBI dapat membuka peluang pasar baru bagi
UMKM, baik di ranah regional maupun global. Di masa pandemi diharapkan UMKM
dapat berpindah dari manual based ke platform online.
“Bagi yang belum masuk ke dalam ranah online, belum memiliki toko-toko online, jangan ragu hari ini
belajar masuk memiliki toko online,
karena ini adalah suatu program pemerintah untuk menggerakkan ekonomi
masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pelaku UMKM bergantung
pada penjualan secara online karena
aktivitas fisik yang dibatasi.
Septriana menegaskan Kemkominfo mendukung agar para pelaku
UMKM bisa memanfaatkan sarana ruang digital dengan benar agar bisa menjadi soko
guru perekonomian bangsa.
Septriana Tangkary berharap pelaku UMKM di Flobamora
khususnya di Sikka, memanfaatkan maksimal kehadiran perwakilan toko online, sehingga produk-produk lokal
kreatif dan inovatif dapat dibelanja secara digital.
Sementara itu Staf Khusus Menkominfo Philip Gobang dalam
sambutannya mengatakan bahwa, ada dua syarat penting yang perlu diperhatikan
bagi para pelaku UMKM untuk masuk ke pasar digital, terutama untuk yang
memperkenalkan produk-produk kriya, wastra dan sebagainya.
Yang pertama, harus selalu memastikan kualitas produk adalah
produk terbaik dan yang kedua adalah mengenai ketersediaan produk.
“Sediakan barang dalam jumlah banyak, standar terjamin, dan
ketersediaan barang yang cukup. Itulah yang menjamin keberlangsungan dari
kehidupan UMKM”, ungkap Philip.
Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, ia mengingatkan masyarakat untuk mencintai produk-produk Indonesia, dan juga meningkatkan kreativitas dan inovasi agar produk-produk UMKM memiliki nilai tambah yang tinggi.
Hadir sebagai
narasumber: Fransiskus Roberto
Diogo (Bupati Sikka), Septriana Tangkary (Direktur IKPM Kemkominfo), Philip
Gobang (Staf Khusus Menkominfo),
Victoria Simanungkalit (Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM),
Maria Cahyani Idong (Ketua Dekranasda Sikka), Kuncoro Wastuwibowo (Synergy
Project Leader Telkom Indonesia), Daniel Agus Prasetyo (Deputi Kepala
Perwakilan BI NTT), Zhafira dan Nabila (Tokopedia), Bramantya Eka (Blibli), dan
Dandy (LaDaRa).
Sementara itu hadir secara
online Odo RM Manuhutu (Deputi Bidang Koordin kasi Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Kemenkomarves), Yuana Rochma Astuti (Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif
Kemenparekraf), Danny Januar (Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah,
BAKTI), Hilmi Adrianto (Government Relation Tokopedia), Reancy Triashari (DANA),
Radityo Triatmojo (Shopee), Prita Widya Oktavianti (Public Affairs OVO), dan
Lusiana Dita (Bukalapak).
Acara tersebut juga menghadirkan para pembicara dari marketplace dan juga payment gateway meliputi Shopee, Tokopedia, LaDaRa, Blibli,
Bukalapak, DANA, dan OVO yang membahas tentang program dan dukungan kepada UMKM
agar siap terjun ke pasar online.
(Atik)
Jakarta Berandanegeri.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan “Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan” (GEMARIKAN) di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang pada Kamis-Jumat (29-30/4/2021).
Menurut politisi muda PDI Perjuangan yang akrab dipanggil
Ansy Lema itu, GEMARIKAN bertujuan memerangi kemiskinan dan anak gagal tumbuh (stunting), yang kini menjadi masalah
utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kemiskinan dan stunting
adalah persoalan serius di NTT. Persentase penduduk miskin di NTT pada
September 2020 meningkat 0,31 persen menjadi sebesar 21,21 persen, menempati
urutan ketiga terbawah di Indonesia. Kemiskinan sangat berpengaruh pada
kualitas stunting. Prevalensi bayi stunting di NTT juga berada di urutan
ketiga terbawah se-Indonesia, yakni sebesar 27,5 persen. Sejak satu setengah
tahun berada di DPR, saya menggelar sosialisasi GEMARIKAN untuk memerangi stunting di NTT,” ujar Ansy Lema di
Jakarta, Jumat (30/4/2021) dalam Rilis yang diterima berandanegeri.com, Sabtu(1/5/2021).
Lokasi kegiatan GEMARIKAN di Kabupaten Kupang adalah di Panti
Asuhan Bakti Luhur dan masyarakat Desa Oeltua di Kecamatan Oebenu, Kabupaten
Kupang. Sementara sosialisasi GEMARIKAN di Kota Kupang berlangsung di Pantai
Asuhan Generasi Pengubah, Pantai Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah, Kelurahan BTN
Kolhua, Gereja Kristen Anggur Baru dan Para Pemulung di Bantaran Sungai Oesapa.
Acara GEMARIKAN dihadiri langsung dua staf Ansy yakni Mario Fransisko Hurek
Making dan Yustinus Oswin M.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ditjen Penguatan Daya Saing, perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten-Kota Kupang.
“Setelah acara seremoni, kami langsung membagikan 1000 paket
yang berisi ikan segar dan olahan ikan kepada anak-anak panti asuhan, ibu
hamil, lansia, dan keluarga tidak mampu. Tidak hanya membagikan paket ikan, tim
kami langsung mendatangi lokasi untuk mengkampanyekan dan mengajak masyarakat
untuk mengkonsumsi ikan,” kisahnya.
Manfaat Makan Ikan
Wakil rakyat asal NTT itu menjelaskan, tujuan GEMARIKAN
adalah mengampanyekan pentingnya manfaat makan ikan sejak dini karena banyaknya
kandungan gizi yang terdapat pada ikan sangat penting untuk perkembangan tumbuh
dan kecerdasan otak. Masyarakat diajak untuk semakin sering mengonsumsi
berbagai jenis ikan setiap hari.
“Potensi perikanan di NTT sangat besar, namun tingkat
konsumsi ikan masih sangat rendah, sehingga saya bersama KKP mengampanyekan
GEMARIKAN dengan sejuta manfaatnya. Setidaknya masyarakat semakin menyadari
manfaat mengonsumsi ikan, yang diikuti tindakan konkret menjadikan ikan sebagai
menu makanan wajib dalam keluarga,” paparnya.
Menurut Ansy, ikan sangat kaya akan sumber protein hewani,
meningkatkan kecerdasan kognitif anak-anak, dan memperkuat sistem imun.
Kontribusi protein ikan mencapai 57,2 persen, artinya lebih besar dari
kandungan protein daging hewan, telur dan susu. Kandungan Omega 3 ikan
sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, menghasilkan
antioksidan, serta mengurangi risiko kanker, jantung, dan radang sendi.
“Selain itu, ikan dapat memperkuat imunitas tubuh. Ini
penting agar tubuh terhindar dari penyakit, apalagi di tengah pandemi Covid-19.
Makan ikan tidak hanya menyehatkan, tetapi mengamankan tubuh dari penyakit,”
tambahnya.
Perangi Stunting
Ansy mengaku, ia secara sadar mengampanyekan GEMARIKAN di
berbagai daerah di NTT untuk memerangi stunting.
Maka, setiap kali menggelar kegiatan GEMARIKAN, dirinya selalu memberi
perhatian khusus kepada anak atau siswa SD, SMP dan SMA, ibu hamil, atau
kelompok masyarakat yang berada dalam deraan kemiskinan. Anak-anak adalah masa
depan bangsa dan NTT. Mereka harus sehat, kuat dan cerdas agar dapat
berkontribusi maksimal membangun Flobamora tercinta.
“Itulah alasan saya mengunjungi anak-anak, ibu hamil, keluarga miskin, para lansia dan para pemulung di Kabupaten-Kota Kupang. Kita harus berjuang keras memerangi kemiskinan dan stunting, salah satunya dengan mengonsumsi ikan. Saya berharap, kampanye makan ikan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk sesering mungkin mengonsumsi ikan. Ayo makan ikan agar tubuh kian sehat, segar, dan berotak cerdas,” ajak Ansy.
Aktivis reformasi 98 itu menjelaskan, kegiatan GEMARIKAN
sangat membantu nelayan dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) NTT di
bidang pengolahan ikan. Selama Pandemi, hasil tangkapan ikan banyak, tetapi
permintaan pasar menurun drastis karena terdampak pandemi COVID-19. Maka,
kegiatan GEMARIKAN menjadi salah satu solusi dari negara untuk membantu nelayan
dan UMKM.
“Permintaan pasar domestik dari luar NTT dan konsumsi ikan
NTT dalam kondisi lesu di tengah Covid-19. Kegiatan GEMARIKAN adalah upaya saya
dan KKP untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan dan berbagai olahan ikan
dari UMKM,” pungkasnya.
Maumere Berandanegeri.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui staf khusus Menkominfo didampingi Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM dan Synergy Project Leader Telkom Indonesia melakukan kunjungan ke Sanggar “Bliran Sina” Watublapi, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Jumad (30/4/2021). Kunjungan itu bertujuan mendorong produk untuk masuk ke pasar digitalisasi.
Staf Khusus Menkominfo, Philip Gobang dalam kunjungan mengatakan Sanggar “Bliran Sina” yang diwariskan para leluhur dan mengembangkan diri dengan mempertahankan warisan budaya leluhur yang kemudian menjadikan daerah wisata boleh dikatakan menjadi satu titik budaya untuk memperkenalkan diri dengan karya budaya yang sangat besar.
Ini juga menjadi bagian dari kampanye Gerakan Nasional Bangga
Buatan Indonesia yang dicanangkan presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Philip Gobang lebih jauh menegaskan bahwa Khusus di NTT tema kali ini dengan nama “Kilau Digital Permata Flobamora” yang artinya mau mendorong seluruh karya yang dihasilkan mama-mama di kampung untuk beradaptasi dengan situasi yang kita alami saat ini. Dengan adanya pandemi, kita beradaptasi dan bertransformasi masuk ke pasar konektivitas internet.
Staff Khusus Menkominfo, Philip Gobang
Dengan kehadiran kami disini, kami mendukung semua karya dari Sanggar “Bliran Sina” Watublapi, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT menjadi salah satu bagian dari apa yang disebut produk lokal UMKM. Karena kami ingin memperkenalkan kreasi budaya secara lebih luas ke masyarakat melalui akses untuk kemudahan konektivitas internet dalam mendorong produk masuk ke pasar digital.
“Saya dengan pihak Keminfo tentu melihat hal ini sangat
penting karena transformasi digital sekaligus memperkenakkan produk budaya
kemasyarakat,” terangnya.
Untuk mengembangkan plafon digital Kemenkominfo juga
bekerjasama dengan Telkom Indonesia.
Synergy Project Leader Telkom Indonesi, Kuncoro Wastuwibowo pada kesempatan itu juga mengatakan pihaknya mendapat amanah dari pemerintah melalui Kemenkominfo, Kementrian UMKM dan BUMN untuk mengembangkan plafon digital yang akan menjembatani bagaimana ekosistem ini digabungkan.
“Bagaimana program ini bisa menyambungkan komersialisasi
dengan UKM dalam bidang digitalisasi
untuk bisa dipasarkan ke dunia,”ungkapnya.
Sementara itu Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM, Viktoria Simanungkalit menyebutkan kementerian UKM berupaya mendukung kegiatan usaha kecil menengah di semua daerah dan saat ini sedang didorong bagaiaman kewirausahaan UMKM.
Menurutnya saat ini semakin banyak usaha mikro dan hanya sebatas usaha. Tetapi tidak memikirkan bisnisnya. Apakah bisnis ini menguntungkan dalam skala yang cukup atau tidak. Oleh karena itu Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi mendorong para usaha mikro supaya bisa bekerja dengan skala yang cukup, efesiensi dan harga bisa bersaing.
Victoria Simanungkalit, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM
“Saat ini banyak
usaha mikro tetapi hanya sebatas usaha. Tidak memikirkan bisnisnya untung atau
tidak Oleh karena itu kita mau dorong para pelaku mikro untuk bisa bekerja
skala besar dan bisa bersaing,”ujar Victoria
Kementerian KUMK perlu melakukan pendekatan ekosistem karena tidak bisa berdiri
sendiri tetapi tetap dilatih dan didukung dengan pembiayaan. Karena itu kata
Victoria pemerintah melakukan pendekatan holistik dan ekosistem terhubung.
Presiden RI Menginginkan
Kita Berkolaborasi
Victoria juga menegaskan bahwa tugas dari Kemenkominfo membuat ekosistem supaya internet jalan, Kementerian Koperasi dari segi bisnis, Kementerian Perindustrian dari segi desain atau pengembangan produknya. Ini perlu kita berkolaborasi sehingga produk yang dihasilkan meningkat.
Kita berharap Pemerintah Kabupaten Sikka kreatif dan saling
bekerjasama dan berkomunikasi supaya
bisa melihat apa yang dibutuhkan di Kabupaten ini, sehingga dari pusat
memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan kabupaten ini.
Bukan kemauan pusat tetapi memang kami mau masyarakat daerah
ini butuh apa karena yang paling tau adalah bapak ibu yang ada di sini. Kami
dari pusat akan bekerja sama denga Pemda dalam melayani usaha kecil masyarakat
perlu ditingkatkan,,”tegas Victoria.
Sekilas Sanggar “Bliran Sina“
Sanggar “Bliran Sina” diketuai Yosef Gervasius beranggotakan 50 orang. “Bliran Sina” yang artinya Sejuk Bagaikan Negeri Cina dan berdiri sejak 7 September 1988 kini menjadi pusat perhatian semua lapisan masyarakat.
Tujuan berdirinya sanggar “Bliran Sina” adalah meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan produk seni tradisional, meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan hidup bermasyarakat dengan mempertahankan kearifan sosial budaya dan lingkungan hidup, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan menghargai hak asasi manusia dan kesetaraan gender.
Kegiatan pokok dari Sanggar “Bliran Sina” yaitu ikat tenun pewarna alam, musik dan tarian tradisional, kerajianan tangan.
Produksi yang dihasilkan yakni kain tenun asli pewarna alam dengan berbagai motif sesuai ukuran pria dan wanita. Musik tradisional dan tarian tradisional.
Produk kerajianan tangan berupa perabot dapur dari tempurung,
bambu, anyaman-anyaman, bahkan baju tas, dompet, topi, perhiasan aksesoris, dan
alat-alat musik serta alat tenun mini.
Pemasaran langsung kepada wisatawan yang datang ke lokasi sanggar. Selain itu penjualan
melalui mitra lokal dan regional. Harga bervariasi sesuai jenis produk dan mutu
produk. (Atik)
Maumere Berandanegeri.com
– Kepolisian Daerah
(Polda) NTT mengajak seluruh lapisan masyarakat Maumere Kabupaten Sikka dan
Masyakarat NTT pada umumnya untuk bersinergi dalam mencegah dan memberantas narkoba di dalam wilayah
propinsi NTT.
Kabupaten Sikka sendiri, selama tahun 2021 ini, baru terdapat
satu kasus narkoba yang terungkap dan pelakunya ditangkap di Jakarta. Dimana
pihaknya bekerja sama dengan Bareskrim, untuk proses penangkapan itu.
Peredaran Narkoba yang masuk ke wilayah Nusa Tenggara Timur
saat ini pada umumnya masuk melalui jasa
pengiriman baik darat, laut maupun udara.
Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda NTT,
Kombes Agustinus Indra Napitupulu kepada wartawan usai menggelar sosialisasi
pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan
psikotropika bagi masyarakat Kabupaten Sikka bertempat di Aula Kemala Sikka pada Jumat (30/4/2021).
Dikatakan Kombes Indra hingga April 2021, jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 11 kasus. Sedangkan tahun 2020 lalu, jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 59 kasus.
Direktur Resnarkoba Polda NTT, Kombes. A. F. Indra Napitupulu, S.I.K., didampingi Kasat Resnarkoba Polres Sikka, Iptu. Mesakh Y. Hetharie, saat diwawancarai para wartawan usai kegiatan sosialisasi
Dari 11 kasus peredaran narkoba yang berhasil diungkap Dit
Narkoba Polda NTT, kebanyakan kasus peredaran narkoba di wilayah NTT masuk
melalui jasa pengiriman jalur udara. Meskipun demikian, sejauh ini pihaknya
selalu melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap semua aktivitas baik darat,
laut maupun udara.
“Tahun ini saja, hingga April 2021, sudah ada 11 kasus penyalahgunaan narkoba yang sudah kita ungkap dan tentunya masih banyak lagi kedepannya. Sedangkan tahun 2020 lalu, ada 59 kasus narkoba yang kita ungkap di NTT,”jelasnya. Disebutkan, narkoba jenis sabu-sabu merupakan yang paling
banyak beredar.
Dari 11 kasus narkoba yang berhasil diungkap,jelas Indra kebanyakan jenis shabu-shabu dan juga
tembakau gorila, yang pelakunya ditangkap di Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Dengan adanya sosialisasi ini Kombes Indra berharap agar bisa memberikan pemahaman serta
sekaligus bermitra dengan masyarakat Kabupaten Sikka dari berbagai komponen,
agar dapat mendukung kegiatan yang dilakukan pihaknya selama ini.
“Jadi tentunya, kami datang untuk mengajak masyarakat disini, agar bersinergi bersama dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba,”pungkasnya. (Atik)
Maumere Berandanegeri.com – Kementerian Kominfo RI melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim akan mendorong inovasi Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di NTT.
Kegiatan Webinar ini akan berpusat di Maumere, pada hari
Sabtu, 01 Mei 2021, Pukul 09.00 WITA
bertempat di Golden Hotel Maumere.
Kegiatan secara offline dan melibatkan 40 Pelaku UMKM yang tentunya akan patuh pada protokol kesehatan Covid-19, ” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sikka Kensius Didimus, Kamis(29/4/2021).
Kensius menjelaskan Webinar mengangkat tema “Mendorong Kreasi
dan Inovasi UMKM Flobamora” ini dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga
Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021.
Mantan Kepala Dinas Desperindag Kabupaten SIKKA ini mengajak pelaku UMKM yang ada di Maumere untuk mengikuti kegiatan Webinar ini secara online.
Adapun Zoom Link Webinar ini meeting ID 928 7698 0620
Passcode: BBI dengan Link pendaftaran https://s.id/flobamora0105.
Kita berharap agar setelah kegiatan Webinar ini bisa
mendorong kemajuan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia untuk belajar
berproduksi, menghasilkan produk berkualitas, mampu mengelola badan usaha rumah
tangga dan desa – UMKM.
Selain itu hasil yang diharapakan dari webiner ini adalah mampu membuat kemasan dan label produk, belajar sistem pemasaran dan pembayaran digital, sehingga pada gilirannya bisa memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan untuk kesejahteraan ekonomi dan sosial dan tumbuh kembang UMKM yang ada di NTT, “harap Kensius Didimus.
Dikatakan Kensius Didimus Pemerintah Kabupaten Sikka
memberikan apresiasi dan terima kasih karena mendapat kepercayaan sebagai tuan
rumah penyelenggaraan kegiatan ini.
Atas perhatian dan dukungan dari Kementerian Kominfo Republik
Indonesia, kiranya kegiatan ini kelak dapat membangun kemandirian dan kemajuan
UMKM di Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Selain UMKM yang akan hadir dalam kegiatan ini Dekanasda Kabupaten Sikka. (Atik)