Maumere Berandanegeri.com – Setelah diketahui 77 Pelajar SMAK Seminari Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere terpapar covid-19 maka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pun dihentikan sementara selama 14 hari. Dan digantikan dengan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).
Selain 77 Pelajar, ada
5 pembina asrama dan karyawan pun ikut
terpapar Covid-19. Dan saat ini sana-sama menjalankan isolasi terpusat pada
Sekolah SMAK Maria BSB.
Semua Siswa Seminari yang Terpapar Covid-19 Menjalani Isolasi Terpusat di Seminari BSB
Kepala SMAK Seminari Maria BSB Maumere RD Raymundus Minggu
kepada wartawan, Rabu (28/4/2021) mengatakan semua pelajar yang terpapar
positif Covid-19 ini adalah anak asrama maka BDR langsung dari asrama. Karena
semua pelajar sekolah ini adalah anak asrama maka belajar dilakukan BDR dari
asrama.
“Tadi kami sudah rapat, dan putuskan KBM dengan model belajar dari rumah,” jelas Kepala SMAK Seminari Maria BSB Maumere RD Raymundus Minggu.
Kepala Sekoah SMAK SEminari Maria BUnda Segala Bangsa Maumere, RD Raymundus Minggu
Dijelaskannya BDR hanya berlaku bagi pelajar yang negatip
saja. Sedangkan pelajar yang positip, disarankan untuk konsentrasi kesehatan
mereka.
Kebijakan BDR, mengacu pada
Surat Edaran yang dikeluarkan Satgas Covid Sikka yang mengimbau
pelaksaanaan BDR selama dua minggu ke depan,”terangnya.
Sementara Praeses Seminari BSB RD Raymond Minggu, S.,Fil, M, Pd
kepada wartawan di Seminari BSB, Rabu siang menjelaskan tenaga kesehatan hingga
pemeriksaan gelombang II telah melakukan rapid tes terhadap ratusan siswa kelas
XII dan kelas X dan terhadap pegawai/guru.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan dokter Clara
Francis menyinggung soal SE Bupati Sikka Nomor 74/C-19/IV/2021.
Terkait dengan pendidikan, kata dia, tertuang dalam poin 6, di mana disebutkan apabila terdapat guru, siswa/mahasiswa atau tenaga pendidikan lainnya pada satuan pendidikan yang dinyatakan positip Covid, maka seluruh aktifitas KBM wajib dihentikan selama 14 hari.
Juru Bicara Satgas Covid-!9 SIKKA Bidang Kesehatan, dr. Clara Y. Francis
Total siswa yang terpapar usai mengikuti rapid test pada Rabu pagi sebanyak 75 orang plus dua siswa yang sudah menjalani karantina di SCC. Sementara pegawai/guru yang positif usai rapid pada Rabu sebanyak 5 orang plus 2 guru yang dinyatakan positif sebelumnya. (Atik)
Maumere Berandanegeri.com – SEBANYAK 117 jiwa dari 20 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami Kampung Wiro Wetir, RT 14 RW 006, Dusun Wegok Natar, Desa Seu Sina, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka Propinsi NTT masih terisolir dan tidak memiliki Jamban sehingga warga membuang air besar (BAB) dikebun.
Ketua RT 14, Kampung Wiro Wetir, Ambros Nong Gaga (46) ditemui dikediamannya, Selasa, 27 April 2021 menuturkan bahwa sebanyak 117 jiwa dari 20 KK, masih sangat terisolir dari berbagai aspek pembangunan.
Ambros menuturkan sebanyak 20 KK warga Wiro Wetir, belum
memiliki MCK, jaringan air bersih dan listrik. Kondisi itu membuat warganya
terpaksa BAB di kebun karena di wilayah itu tidak ada hutan.
Ambros menambahkan, masalah ketersediaan air bersih di
kampungnya menjadi kendala tersendiri untuk penggunaan Jamban sebagai kebutuhan
BAB warga.
“Semua warga termasuk saya sendiri, terpaksa buang air
besar di kebun-kebun karena di sini tidak ada
hutan. Sepertinya sudah tradisi. Tidak ada yang punya Jamban . Bagaimana
mau bangun Jamban, kami susah air,” kata Ambros.
Sedangkan kebutuhan air bersih, untuk mandi, masak dan minum
harus menempuh jarak 2 km untuk mengambil air di sumur milik warga di
Kewapante. Atau membeli seharga Rp 100 ribu pet satu tengki berkapasitas 5 ribu
liter.
Sementara untuk penerangan rata rata warga masih mengandalkan
lampu pelita di malam hari.. Kondisi itu menyulitkan warga untuk beraktifitas
di malam hari. Anak sekolah terpaksa belajar dengan penerangan lampu pelita.
Di wilayah itu terdapat 11 orang siswa-siswi Sekolah Dasar.
Sedangkan siswa SMP tidak ada sama sekali. Sedangkan siswa SMA hanya 1 orang,
yakni anak dari Ketua RT 014.
“Banyak yang putus sekolah, setelah sambut baru. Anak SD
11 orang, SMP tidak ada sama sekali dan SMA itu satu orang, anak saya
sendiri,” kata Ambrosius.
Terhadap 11 siswa SD di Wiro Wetir lanjut Ambros, terpaksa
harus menempuh jarak 2 sampai 3 KM untuk ke sekolah. Ada yang sekolah di SD
Inpres Watu Wekak, dan SD Inpres Wolonmbue Desa Waiara.
Henika Emi (35) seorang ibu rumah tangga, yang ditemui di rumahnya mengatakan hanya mengandalkan air hujan yang ditampung untuk kebutuhan masak, minum, mandi dan cuci pakaian.
“Kami hanya harap air hujan yang ditampung di profile tank saat hujan. Itu yang kami gunakan untuk masak, cuci dan minum,” kata Henika Emi.
Menurut Emi, kondisi topo grafi kampung Wiro Wetir yang
terletak di lembah, membuat harga air tengki menjadi mahal. Dimana harus
membayar extra Rp 50 ribu di luar harga air, sewa selang yang akan digunakan
dari mobil tengki ke rumah warga.
Warga Wiro Wetir, berharap perhatian pemerintah agar bisa
keluar dari kemelut yang menyelimuti warga yang masih sangat terisolir di
pinggiran Kota Maumere. (Athick)
Maumere Berandanegeri.com – Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo menyebutkan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation System) yang dikembangkan oleh salah satu petani milenial di Kabupaten Sikka, Yance Maring, merupakan hal yang sangat baik dan bisa menjadi sebuah solusi untuk Pertanian di Provinsi NTT.
“Yang paling penting buat saya, bukan tentang
teknologinya tetapi bisa digerakan oleh anak muda. Sehingga harapan kami, ini
adalah sebuah kebangkitan anak-anak muda di NTT khususnya di bidang pertanian.
Apalagi ada teknologinya juga, jadi biasanya mereka akan lebih menikmati
jikalau ada teknologi, ketimbang harus mencangkul dan juga menyiramnya dengan
tangan,” tutur Samsul Widodo usai melakukan diskusi bersama Yance Maring
di aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Senin (26/4/2021).
Dikatakan Samsul Widodo pada awalnya dirinya menginjakan kakinya
di NTT dengan tujuan untuk mengeksplor vanili. Karena menurutnya, ada dua
kabupaten yang memiliki produksi vanili cukup besar yakni, Sikka dan Ngada.
Tetapi dirinya juga akhirnya mendapatkan informasi bahwa adanya Drip Irrigation System di Kabupaten Sikka.
“Saya memang sejak dulu selalu tertarik dengan NTT, jadi
banyak hal yang perlu kita eksplor di sini dan bagaimana mengembangkan bisnis
di wilayah ini seperti Drip Irrigation
System. Sehingga teknologi ini wajib dan harus kita dukung bersama,”
katanya.
Widodo menambahkan, hari ini pihaknya juga kembali lagi mengunjungi kebun irigasi tetes milik Yance Maring dan berdiskusi dengannya. Sementara, (Selasa, 27 April 2021), pihak dari Kemenko Perekonomian bersama tenaga ahli juga akan mengunjungi dan agar bisa mengeksplor lebih jauh lagi tentang lahan irigasi tetes tersebut.
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kemendes PDTT, Samsul Widodo
Menurut Widodo, kegiatan ini akan dilakukan pihaknya secara
bertahap sehingga dapat menemukan sebuah model bisnis yang pas untuk Yance
Maring. Dengan harapan bahwa, Yance bisa menjadi sebesar apa dan bagaimana
caranya.
“Jadi, besok Tim Kemenko Perekonomian dengan tenaga ahli
juga akan datang dan berbicara lebih kepada bagaimana mengembangkan pasar. Kita
juga akan undang beberapa pihak yang mempunyai bisnis sejenis, sehingga mereka
bisa berbagi pengamalan bersama Yance,” terangnya.
Terkait minimnya perhatian dari pemerintah terhadap Drip Irrigation System yang
dikembangkan oleh Yance saat ini, dirinya mengatakan, “jikalau kita ingin
terjun ke dunia bisnis, kita tidak boleh bergantung kepada pemerintah. Namun
bisnis itu harus tetap kita jalani, ada atau tanpa dukungan dari pemerintah.
“Tetapi kami juga akan mendukungnya dengan tenaga ahli
untuk bisa mengembangkan bisnis mereka, mengembangkan jaringan mereka dan
menghubungkan mereka dengan pasar. Jadi, realnya itu yang akan kami
lakukan,” jelasnya.
Widodo juga mengomentari mengenai adanya sebuah solusi
terhadap Yance Maring untuk pengembangan usaha kedepannya nanti.
Disampaikannya, saat ini pihaknya belum mempunyai formula yang pas untuk melakukan
pengembangan usaha Yance Maring karena harus dilakukan secara bertahap.
“Menurut tim dari FishOn tadi, proses itu biasanya dua
tahun. Sehingga dicek, dipraktekin, dicek lagi, dibenarin dan sebagainya. Jadi
bukan Yance langsung jadi besar, tidak demikian. Ini kan masih dalam taraf
mengeksplor, sebenarnya maunya apa dan kedepannya sebaiknya seperti apa,”
ungkapnya.
Sementara itu, Ines Handayani, Tim Program Transformasi
Digital Kemendes PDTT mengungkapkan bahwa, Yance Maring juga sangat luar biasa
karena sudah memulai merintis Smart Farming. Karena pada umumnya, isu di NTT
dan juga sebagian besar wilayah Indonesia Timur adalah air sehingga Smart Farming bisa menjadi sebuah
solusi yang baik.
Lanjut Ines, isu ketahanan pangan, gizi, stunting dan yang lainnya juga demikian. Yang mana, harus diperkuat dari sisi produksi pertanian, tetapi kembali kepada bagaimana kita bisa mengatasi keterbatasan air dan lain-lain.
Ines Handayani. Tim Program Transformasi Digital Kemendes PDTT
“Jadi, Yance sebagai founder harus yakin dengan
cita-citanya, dia juga harus banyak
belajar, banyak networking. Dan ada
baiknya pemerintah daerah juga, memberikan perhatian terhadap apa yang dia
lakukan selama ini,” terangnya.
Dirinya pun berharap agar ide-ide anak muda di NTT perlu
mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, dan jangan membiarkan mereka berjalan
sendiri.
“Analoginya seperti kita sedang menyemai bibit maka
harus memberikan perhatian yang cukup, perlu nutrisi dan juga air. Tidak bisa
dia dibiarkan tumbuh harus bersaing dengan rumput liar. Jadi jangan biarkan
Yance berjalan sendiri,”tuturnya. (Atiks)
Maumere Berandanegeri.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama atas musibah bencana alam yang terjadi di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur beberapa waktu lalu, keluarga besar Sekolah Dasar Inpres Maumere Kabupaten Sikka, Propinsi NTT turut mengambil bagian mengantar dan menyerahkan bantuan langsung kepada korban bencana alam
Penyerahan bantuan korban banjir bandang berlangsung di
poskoh bantua bencana alam di desa
Waiburak Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT Kamis 22 April 2021.
Bantuan diserahkan
secara simbolis oleh ibu Novita Agustina Lisyiningsi dan kristoforus. Yang
dihadiri oleh 8 orang dari perwakilan
para guru SDI Wairklau Maumere.
Kepala Sekolah SDI Wairklau Maumere, Luh Anggreni S.Pd.SD saat dikonfirmasi wartawan, Senin(26/4) mengungkapkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Adonara sebagia bentuk kepedulian lembaga pendidikan, orang tua siswa dan para siswa-siswi SD Inpres Wairklau.
“Penyerahah bantuan kemanusiaan ini adalah bentuk kepedulian kepada
saudara-saudara kita yang terkena
musibah dan untuk meringankan beban bagi saudara-saudara kita di Adonara, Kabupaten Flotim yang
terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu dan semoga bantuan ini bisa
bermanfaat untuk meringankan beban saudara-saudara kita” harap Anggreni.
Bantuan yang diserahkan antara lain berupa beras 4 karung,
gula pasir 50 kg, pakaian bekas layak pakai untuk anak-anak 2 karung, pakaian
bekas layak pakai untuk dewasa 2 karung, sabun mandi, sabun cuci dan
perlengkapan mandi lainnya 2 dos, minyak
goreng 1 dos dan biskuit 1 dos. (Atiks)
Boto Berandanegeri.com – SAN PEDROO, mobil angkutan pedesaan rute Lewoleba, kota Kabupaten Lembata menuju Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Minggu (24/4) sekitar jam 19.00 WITA terbalik karena mengalami patah as payung di Dusun Kluang, Desa Belabaja (Boto), Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata.
“Saat mobil mendaki di
jalan menuju gedung bekas SD Inpres Labalimut di Bunga Bleang, as payung patah
lalu mobil terbalik, Sabtu (24/4/2021) malam.
Kejadiannya tak jauh dari gedung Pustu dan kantor Desa Belabaja. Korban dan
para penumpang seluruhnya dibawa ke kantor desa lalu kami tangani,” ujar Astrid
Labaona, bidan desa Labalimut dalam keterangan usai menangani korban di kantor
Desa Belabaja, Sabtu (24/4/2021).
“Nene Udis, salah
seorang korban mengalami luka serius. Kalau bergerak darah keluar terus.
Mungkin saat mobil jatuh, terjadi benturan keras sehingga kita putuskan dirujuk
ke Lewoleba. Korban selama ini tinggal di Loang, kota Kecamatan Nagawutun. Ada
17 orang luka lecet. Tiga orang lainnya menderita luka sehingga kita jahit
saja.”ujar Astrid usai menangani korban kecelakaan.
Mantan Kepala Desa
Belabaja Ferdinandus Perawin Mudaj, mengakui sebagian ruas jalan dari Desa
Belabaja dan Labalimut (Boto) menuju ke desa-desa seperti Puor, Imulolong,
Posiwatu, Lamalera di Wulandoni kondsinya sangat memprihatinkan. Tak hanya itu,
sebagian ruas jalan dari Lewoleba menuju Boto, nyaris tak pernah diperhatikan
Pemerintah Kabupaten Lembata melalui dinas terkait.
“Wakil Gubernur Nusa
Tenggara Timur Pak Josef A Nae sudah menjanjikan akan bersama Pak Gubernur
Vikor Bungtilu Laiskodat memperhatikan ruas jalan Lewoleba menuju desa nelayan
Lamalera. Di hadapan saya selaku Kepala Desa dan warga masyarakat Boto di depan
rumah adat suku Mudaj di dusun Kluang, desa Belabaja, beliau menyampaikan
beliau dan Pak Viktor sudah berkomitmen membangun jalan dari Lewoleba menuju
Lamalera yang merupakan destinasi wisata internasional,” kata Fredy Mudaj.
Tokoh masyarakat
Belabaja, Titus Wolo de Ona menambahkan, ruas jalan dari Lamalera menuju Boto
baru saja dilewati Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dan
rombongan saat berkunjung di Lembata beberapa bulan lalu. Sekembali dari
Lamalera, malam hari Gubernur Laiskodat dan rombongan melewati desa Posiwatu,
Imulolong, Puor, Belabaja, Labalimut dan Atawai menuju wilayah pantai di Desa
Idalololong dan Penikenek lalu keLewoleba.
“Saat kampanye Pak
Wakil Gubernur Josef Nae Soi, beliau juga menyatakan beliau dan Pak Viktor
Laiskodat berkomitmen membangun ruas jalan Lewoleba menuju Lamalera dengan dana
APBD I. Komitmen itu disampaikan setelah saya menyampaikan langsung saat sesi
tanya-jawab bersama warga di depan rumah adat suku Mudaj. Saya percaya beliau
dan Gubernur adalah tipikal pemimpin yang tak akan pernah lupa dengan janjinya
kepada warga masyarakat dan kami sesepuh desa,” kata Titus Wolo de Ona, penjaga
rumah adat suku de Ona.
Warga asal Belabaja, Ansel Deri, mengakui selama 21 tahun Lembata menjadi daerah otonomi kondisi ruas jalan Lewoleba menuju Lamalera sangat memprihatinkan. Selama kepemimpinan Bupati Eliaser Yentji Sunur dan wakilnya, Thomas Ola Langoday, nyaris tak ambil pusing membangun jalan itu.
Para penumpang korban kecelakaan angkutan pedesaan San Pedro rute Lewoleba menuju Lamalera saat berada di kantor Desa Belabaja, Nagawutun, Lembata, Minggu (24/4) malam.
“Tahun lalu Gubernur Viktor Laiskodat sudah membantu Lembata melalui APBD NTT untuk membenahi ruas jalan Lewoleba menuju Lamalera. Bantuan anggaran bangun jalan bersumber APBD NTT diarahkan dari Desa Pasir Putih menuju Lewopenutung. Bisa saja itu diarahkan Bupati karena ada aset milik daerah berupa lahan di Pantai Pata Pu’u yang dibeli daerah antara Lolong dan Tewaowutung,” kata Ansel Deri, mantan Tenaga Ahli Viktor Laiskodat dan Irjen Pol (Purn: Drs Y. Jacki Uly, MH di DPR RI.
Namun, menurut editor
buku “Membangun tanpa
Sekat”
memperingati HUT ke-21 Otonomi Lembata tahun 2021, ruas jalan Pasir Putih
menuju wilayah selatan Lembata seperti Idalololong, Lusiduawtun hingga
Lamalera, memang sangat buruk sehingga Pak Gubernur prioritaskan anggaran itu
ke sana. Pihaknya berharap ruas Lewoleba menuju Lamalera juga mendapat
perhatian provinsi.
“Seluruh Lembata tahu.
Wilayah selatan itu pusat hasil niaga dan pertanian Lembata. Bencana erupsi
gunung Ile Lewotolok akhir November 2020 dan musibah banjir lahar dingin awal
April 2021 sangat menyulitkan lalu lintas angkutan pedesaan mengirim bantuan
untuk para korban bencana. Kalau terjadi kecelakaan angkutan pedesaan, tentu
selalu jadi keprihatinan sekaligus kenikmatan bagi warga. Sialnya, Pemerintah
Kabupaten Lembata seolah tutup mata,” kata Ansel kesal.
“Lokasi kejadian San
Pedro di ujung kampung Kluang itu juga dilewati Pak Gubenur NTT dan rombongan
saat kembali dari Lamalera. Pak Gubernur bisa marah kalau saat itu beliau Boto
lalu melewati desa-desa seperti Lamalewar, Belame, Watokobu (Belang) hingga
Lewoleba. Kondisi sangat buruk tapi itulah yang kami nikmati selama 21 tahun
Lembata menjadi kabupaten penuh lepas dari Flores Timur,” kata Antonius Urikame
de Ona, warga desa Belabaja lainnya menambahkan.
Menurut Astrid, puluhan
penumpang bus naas itu ditampung sementara di kantor desa. Pihak pemerintah dan
masyarakat desa bahu-membahu mengumpulkan makanan dan minuman untuk makan
malam. “Malam ini para penumpang makan malam dan nginap dulu di Belabaja. Besok
baru mereka kembali ke rumahnya. Sedang pasien lain akan dirujuk ke Lewoleba,”
katanya.
Maumere Berandanegeri.com – Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kapolsek Kewapante Iptu Yance Yauri Kadiaman pun turun mengunjungi masyarakat Wiro Wetir, Dusun Wegoknatar, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Jumad (23/4/2021).
Kunjungan ke Wiro Wetir, Desa Seu Sina, Kecamatan Kewapante, dalam rangka gotong royong membangun Jamban
untuk warga.
Pada kesempatan itu Kapolsek
juga menghimbau agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol
Kesehatan (Prokes) dalam beraktivitas menjaga jarak dan memakai masker, juga
mendorong masyarakat menggalakkan pertanian memanfaatkan lahan kosong untuk
ketahanan pangan keluarga.
Pesan saya kepada masyarakat Wiro Wetir, Desa Seu Sina, agar
memanfaatkan lahan pertanian dengan sebaik mungkin untuk bisa menghidupi
keluarga. Agar bapak ibu hidup bertumbuh
dari segala sisi. Tumbuh dari sisi ekonomi, agama dan hukum,” ungkap
Kapolsek Kewapante.
Selain mengunjungi Kampung Wiro Wetir dirinya juga
menyampaikan beberapa hal sesuai dengan situasi keamanan dan ketertiban di Desa
Seu Sina. Sesuai dengan tugas pokok sebagai Pengayom, Pembimbing dan Penegak Hukum,
Kepolisian Kewapante akan melakukan tindakan tegas bagi siapa saja yang
dinyatakan telah melanggar hukum, tegas Kapolsek Kewapante Iptu Yance Yauri.
Kapolsek Kewapante Iptu Yance Yauri Kadiaman menyebutkan bahwa
berdasarkan data, kasus yang paling banyak yang terjadi di Kewapante adalah
kasus pencurian.
Dirinya menghimbau kepada masyarakat Wiro Wetir, Desa Seu
Sina, agar bekerja lebih giat untuk menghidupi keluarga. Jangan kita kotori
kehidupan kita dengan menghidupi keluarga kita dengan hal-hal yang sebenarnya
dilarang oleh aturan dan agama. Jangan kita melakukan hal-hal yang merugikan
diri sendiri dan merugikan orang lain.
Kapolsek juga meminta dukungan dan kerjasama dari masyarakat
Seu Sina untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Sementara itu Danramil 1603-04 – Kewapante Kapten Inf. Ida Bagus Wiriyawan mengajak warga Wiro Wetir, Desa Seu Sina, untuk mensyukuri hidup yang diberikan Tuhan.
“Mari kita hidup sebagai pekerja yang profesional. Syukuri apa yang ada. Kalau
jadi petani, petani yang benar. Kalau jadi pedagang, jadilah pedagang yang
baik. Dan jangan saling iri hati, karena dasar dari irihati inilah akan memicu
pencurian,” tegasnya.
Jadi syukurlah hidup ini sebagai anugerah dari Yang Kuasa. Dan
jangan lupa berdoa. Kita sudah diberi talenta dari Tuhan. Jadi gunakan talenta
yang diberikan sebaik-baiknya. Dan juga hindari pikiran yang negatif.
Turut hadir Dalam kegiatan Camat Kewapante, Alfons Naga
bersama staf, Kapolsek Kewapante Iptu Yance Yauri Kadiaman, Danramil 1603-04 – Kewapante
Kapten Inf. Ida Bagus Wiriyawan, Babinsa dan Babinkamtibmas Kewapante, Kepala Puskesmas
Kewapante, Kepala Desa dan ketua BPD Desa Seu Sina, OMK, Sahabat Sehat dan masyarakat.
(Atick)
Larantuka Berandanegeri.com – TNI Angkatan Laut terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa dua (2) Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menyelenggarakan bakti sosial pelayanan Kesehatan gratis.
Penyelengaraan baksos kesehatan berlangsung di Pelabuhan Larantuka Kelurahan
Postoh, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis (22/4/2021) pukul 09.45
wita.
Kegiatan Baksos tersebut di laksanakan oleh KRI Semarang-594 jajaran Koarmada I dengan menggandeng personel Lanal Maumere.
Kegiatan ini di pantau langsung oleh Komandan KRI Semarang -594 Letkol Laut (P) Afrilian Sukarno Timur, S.T., M. Tr. Hanla, dan di dampingi oleh Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M. Tr. Hanla., M.M., CTMP., serta Kadis Kesehatan Kab. Flotim dr. Ogie Silimalar.
KRI Semarang – 594 bukan pertama kali singgah di bumi NTT.
Sebelumnya KRI Semarang – 594
melaksanakan pengangkutan bahan sosial yang sudah difokuskan di Lembata,
Adonara dan Alor dan Kupang.
Bantuan-bantuan yang diangkut KRI Semarang-594 berasal dari bantuan Presiden Jokowi, bantuan dari Mabes TNI, TNI AL dan bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Komandan KRI Semarang – 594 (P) Afrilian
Sukarno Timur S. T. M. Tr. Hanla
menyampaikan, TNI Angkatan Laut, melalui KRI Semarang – 594 melaksanakan
pelayanan kesehatan terbuka untuk masyarakat di wilayah-wilayah terdampak
bencana alam di NTT, dan kami fokuskan di daerah Adonara dan seluruh warga Flores Timur.
“Saat ini TNI AL melakui KRI Semarang-594 melaksanakan pelayanan kesehatan secara terbuka untuk masyarakat Adonara Flores Timur yang terkena dampak bencana alam,”jelasnya.
Dijelaskannya KRI
Semarang-594 akan melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan ini selama 4 (empat)
hari.
“Kami menyiapkan alat Rontgen, 2 (dua) Ruang Operasi, 2 (dua)
Ruang Perawatan, Laboratorium, serta Ruang Oksigen Generator. Tidak hanya
masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga kepada masyarakat Flores Timur
yang membutuhkan pelayanan Kesehatan,”ujarnya.
Maumere – Pemerintahan Kecamatan Kewapante bersama TNI Polri dan Puskesmas Kewapante gotong royong membangun Jamban bagi warga kampung Wiro Wetir, Dusun Wegoknatar, Desa Seu Sina, Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka, Propinsi NTT, Jumad (23/4/2021).
Warga Kampung Wiro Wetir Dusun Wegoknatar ini sudah puluhan
tahun masih mengalami persoalan dalam
bidang sanitasi. Salah satunya, sebagian
besar warga Wiro Wetir masih melakukan Buang Air Besar (BAB) sembarangan.
Camat Kewapante Alfonsus Naga, mengisahkan ketika menyambangi
rumah warga Wiro Wetir beberapa waktu
lalu ia merasa prihatin dan saat itu juga melalui rapat koordinasi lintas
sektor bertempat di Puskesmas Kewapante akhirnya memutuskan bahwa warga Wiro
Wetir mesti dibantu dalam hal sanitasi.
Camat Alfons mengakui dalam menjabat sebagai camat Kewapante
selama dua periode kali ini baru mengetahui keberadaan kampung Wiro
Wetir.
“Terus terang
saya sudah dua kali menjabat sebagai Camat Kewapante tapi saya baru tau
ada kampung Wiro Wetir di Desa Seu sina,” ucap Camat Kewapante dihadapan
puluhan warga Wiro Wetir.
Dirinya merasa prihatin karena di kecamatan Kewapante masih
terdapat kurang lebih 300 rumah tangga yang belum memiliki Jamban sehingga pada
Rakor Kecamatan Kewapante di prioritaskan untuk pembangunan Jamban. Dan Desa
Seu Sina yang menjadi prioritas pembangunan Jamban.
Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Kewapante bersama pihak Puskesmas Kewapante menggandeng
TNI, Polri, dan OMK menggerakkan warga bersama-sama membangun jamban untuk
warga Wiro Wetir di RT 14/RW 006, Dusun Wegoknatar, Desa Seu
Sina. RT14/RW 006 yang memiliki 20 rumah tangga. Dari 20 rumah tangga hanya
satu rumah yang memiliki Jamban.
“Hari ini kita bersama pihak Puskesmas Kewapante, TNI
dan Polri bersama-sama membantu warga membangun Jamban untuk keluarga Yohanes
Sengsara sebagai contoh untuk warga yang
lain agar ikut membangun Jamban.
Dan diharapkan masyarakat bisa merubah perilaku dengan tidak buang air besar sembarangan. Dan juga diharapkan kegiatan pembangunan Jamban jangan sampai disini tetapi harus diteruskan untuk rumah tangga yang lain.
Pada kesempatan itu
Camat Kewapante dan Kapolsek Kewapnte serta Danramil 1603-04/Kewapante
bahu membahu menyumbang 5 sak semen dan 5 lembar seng. Sementara batu pasir dan
air disiapkan warga. Selain itu warga Wiro Wetir juga mengadakan arisan
mingguan sebesar Rp 15.000 per kepala keluarga untuk pengadaan batu pasir.
Diharapakan arisan ini berjalan dan bisa berlanjut untuk
pembangunan Jamban rumah tangga yang lain.
Camat Kewapante pun memberikan target waktu penyelesaian pembanguna Jamban dalam kuran
waktu 6 bulan
Salah satu penerima Jamban
Yohanes Sengsara (38) yang kesehariannya bekerja sebagai petani mengakui
sudah puluhan tahun tidak memiliki Jamban. Alasannya karena tidak ada Air.
“Selama ini kami warga Wiro Wetir Buang Air Besar( BAB) di
kebun. Alasannya karena tidak ada air. Air untuk minum saja susah apalagi untuk
mandi dan WC. Jadi kami buang air besar di kebun saja.
Yohanes Sengsara
mengatakan untuk mendapatkan air bersih
warga Wiro Wetir harus berjalan kaki sejauh 2 km. Kadang anak kami kesekolah pun
tidak mandi.
Sementara itu ketua RT14/RW 006 Ambros mengatakan pada tahun 2017 warga Wiro Wetir pernah mendapat
bantuan Jamban dari Yayasan Dian Desa. Namun tidak digunakan maksimal dikarenakan tidak ada air. Jadi warga
memilih BAB di kebun.
“Kami warga Wiro Wetir pernah mendapat bantuan Jamban
dari Yayasan Dian Desa. Namun karena tidak ada air maka Jamban tidak digunakan.
Jangankan untuk WC, mandi cuci dan minum pun susah,” ucapnya.
Dengan bantuan ini sebagai ketua RT dirinya berharap warga
bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. (Atics)
Jakarta
berandanegeri.com – Sekretaris Panitia “Satu Hati untuk
NTT”, Fridrik Makanlehi menuturkan penggalangan donasi sudah dimulai sejak 6
April 2021 hingga 21 April 2021. Donasi dalam bentuk barang yang sudah
didistribusikan ke Nusa Tenggara Timur kurang lebih 160 ton sedangkan yang
masih berada di Gudang di Taman Mini Indonesia kurang lebih 50 ton.
Panitia
“Satu Hati untuk NTT” telah mengirim bantuan sosial berupa sandang, pangan dan papan
ke NTT sebesar 160 ton sedangkan masih ada di Gudang Panitia sekitar 50 ton.
Selanjutnya, Kami mengirim dengan menggunakan dua metode, yakni dengan jalur transportasi
udara (Garuda dan Hercules) dan transportasi laut (PT PELNI),” kata Fridrik
kepada awak media, di Jakarta, Jumat (23/4/2021)
Panitia
“Satu Hati untuk NTT” adalah gabungan dari seluruh Diaspora asal NTT yang
berdomisili di Jabodetabek. “Kami, Panitia “Satu Hati untuk NTT” difasilitasi
oleh Penghubung NTT – Jakarta, seluruh Diaspora asal NTT yang berdomisili di
Jabodetabek,” ungkap Fritz, sapaannya.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa semua donasi yang dikumpulkan di Posko Bersama “Satu Hati untuk NTT” di Jakarta dikirim ke Posko Bersama “Satu Hati untuk NTT” cabang Kupang. Posko Bersama “Satu Hati untuk NTT” cabang Kupang yang akan mendistribusikan donasi tersebut ke seluruh kabupaten se-NTT,” tuturnya.
Sementara
itu, Riky Hayon selaku Wakil Sekretaris Panitia “Satu Hati untuk NTT”
membenarkan pernyataan yang disampaikan oleh Fritz.
“Ya
benar! Apa yang disampaikan oleh Sekretaris Panitia, Fritz bahwa Panitia “Satu
Hati untuk NTT” berhasil mendapatkan donasi sekitar 200-an ton. Sesuai data
panitia, yang sudah dikirim ke NTT sekitar 160-an ton sedangkan yang ada di gudang
Taman Mini yang belum dikirim sekitar 50-an ton,” kata Riky Hayon, alumni
Pascasarjana UNAS Jakarta.
Riky
mengatakan, semoga donasi ini bisa membantu masyarakat NTT yang terdampak
bencana Siklon Tropis Seroja. “Kami selaku Panitia “Satu Hati untuk NTT”
berharap, donasi tersebut bisa bermanfaat bagi keluarga di NTT,” terang Riky.
Jenis
barang yang terhimpun dan didistribusikan berupa pakaian layak pakai, beras,
minyak goreng, sabun mandi, Alkitab, alat tulis, masker, hand sanitiser, snack,
pampers, pakain dalam, selimut, alat dapur, obat-obatan, tenda, bahan makanan,
indo mie, handuk, sepatu, sendal, air mineral dan lain sebagainya. (TIM/RN)
BERANDANEGERI.COM,- Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengajak kalangan generasi muda untuk memperkokoh nalar demokrasi dan memperkuat pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila.
Ajakan itu disampaikan Romo Benny saat menghadiri acara diskusi terkait kegaduhan yang terjadi di Media Sosial. Diskusi bertajuk “Sinergi Pembumian Pancasila” ini, dihadiri oleh peserta dari organisasi masyarakat bidang kepemudaan dan kebangsaa di The Tribrata Convention center, Jakarta (22/4/2021).
Dalam penjelasannya Romo Benny disebutkan bahwa fakta yang terjadi di lapangan, generasi muda mudah sekali terjebak untuk melakukan tindakan negatif di media sosial.
“Generasi muda seringkali melakukan tindakan bermotif kebencian seperti menyebar berita hoax, isu isu negatif terkait SARA dan bahkan tindakan radikalisme dan terorisme seperti terbukti pada kasus terorisme di Katedral Makassar dan Mabes Polri yang para pelakunya berusia relatif muda, di bawah 30 tahun dan merupakan generasi muda/millenial,” jelas Romo Benny.
Di alam demokrasi yang semakin berkembang, Romo Benny menjelaskan bahwa sekarang ini generasi muda justru terjebak dalam tindakan memecah belah, merundung dan membenci dengan dalih demokrasi dan kebebasan berekspresi. Padahal sebenarnya tidak demikian.
“Padahal nalar demokrasi yang justru menjadi titik utama dari keberadaan demokrasi itu jauh dari tujuan perpecahan atau menang dan kalah. Nalar dan tujuan demokrasi sendiri adalah win win solution dimana semua masalah dapat diselesaikan dengan diskusi dan gotong royong, sehingga tidak ada pihak yang merasa terlalu diuntungkan atau dirugikan,” jelas Romo Benny.
Tentunya sejalan dengan nilai Pancasila yaitu gotong royong
dimana hak dan kewajiban ada dalam satu nafas
“Kaum Muda harus dapat menjadi penjaga keseimbangan dan
nalar demokrasi dalam Masyarakat dengan menerapkan nilai nilai Pancasila,”
tuturnya.
Pemuda harus mampu menjadi intelektual organik yang tidak
hanya menjadi penyeimbang tetapi penyumbang ide yang dapat meningkatkan
kesadaran dan nalar demokrasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Lanjut, Romo Benny refleksinya dalam acara yang dibesut oleh
BPIP serta dihadiri oleh dari beberapa unsur organisasi pemuda seperti
HIKMABUDHI, KMHDI, GDN, KMM dan GMM tersebut
dengan menyatakan bahwa Kaum Muda harus bisa mengisi ruang publik.
“Kaum muda harus mengisi ruang publik dengan konten
positif dan bijak dengan kesadaran untuk hidup etis dan menjaga nalar demokrasi
hingga kewarasan dan keseimbangan dalam berdemokrasi dapat terlaksana,”
ungkap Benny.
Pondasi negara yang digali dari kekayaan budaya lokal dan nilai-nilai agama di indonesia. Peserta diskusi yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan berkeinginan agar demokrasi selalu dirawat salah satunya dengan memasukan kurikulum Pendidikan Moral Pancasila di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)- Perguruan Tinggi. (ben)