Blog

  • Korban Badai Siklon: Suara dari Wailolong

    Oleh Karolus Tiko

    DESA Wailolong, sebuah desa di utara Lembata, yang terletak di jalur utama Lewoleba – Kedang (Kecamatan Omesuri dan Buyasuri). Menurut pengakuan Rahman Rasyid Paokuma, warga desa Wailolong, banjir dari arah hulu sungai menyapu sebagian besar desa pada Minggu, (4/4/2021) dinihari. Warga sudah mengungsi ke tempat aman 1 jam sebelum banjir datang. Meskipun tidak ada korban jiwa manusia, tetapi banjir menghancurkan desa, menghanyutkan ternak, pangan yang baru selesai dipanen, dan kebun/lahan pertanian.

    Satu Minggu setelah kejadian, bantuan ke Wailolong masih sangat minim. Keadaan Wailolong juga luput dari hiruk-pikuk pemberitaan media lokal maupun nasional.

    Desa Wailolong yang selama ini di pandang paling manis dan indah ketika mmemasuki wilayah Kedang, di mana ada hiasan tumbuhan kelapa dan pisang yang berjejer di pinggir jalan. Tapi sekarang semuanya sudah berubah  menjadi gelap, kotor dan  kumuh Karena banjir.

    Wailolong yang merupakan sumber air minum, sekarang sumber  air minumnya di penuhi lumpur.

    Foto-foto dan Narasi oleh Karolus Tiko, Warga Desa Wailolong, Kabupaten Lembata.

    Bila Bapak/Ibu/Saudara/Saudari tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudari kita yang terkena bencana banjir di Wailolong bisa menghubungi : JPIC OFM

  • Perundingan Tapal Batas Kabupaten Nabire dan Dogiyai Buntuh

    Moanemani – BUPATI Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa mengemukakan, perundingan tapal batas antara Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Nabire, Papua mengalami jalan buntuh alias deadlock. Perundingan yang melibatkan sejumlah pihak baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua tersebut dilakukan secara langsung maupun virtual melalui zoom meeting itu berlangsung di ruang rapat Hotel Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Selasa (6/4 2021) lalu.

    “Selaku Bupati Dogiyai saya menolak tapal batas antara Kabupaten Dogiyai dan Nabire. Oleh karena belum ada kata sepakat, kampung-kampung di wilayah Degeuwo seperti kampung Ugida, Tibai, Mabou, dan Epomani masih dalam sengketa antara Nabire dan Dogiyai. Meski, secara de jure dan de facto Degeuwo berada dalam wilayah Nabire,” ujar Bupati Yakobus dalam keterangan yang diterima dari Moanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Sabtu (10/4 2021).

    Perundingan tapal batas antara Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Nabire yang berlangsung di hotel Novotel Mangga Dua Square Jakarta, jelas Yakobus, dihadiri juga pihak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua. Para pihak itu antara lain Tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Nabire, Tim PBD Dogiyai, Pemerintah Provinsi Papua, Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat, Badan Informasi Geospasial (BIG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), dan Direkotrat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

    Menurut mantan anggota Majelis Rakyat Papua ini, pertemuan antara pihak Pemerintah Dogiyai dan Nabire mengalami jalan buntuh terkait tapal batas Dogiyai dan Nabire di wilayah Degeuwo. “Saya menolak tapal batas Dogiyai dan Nabire di wilayah Degeuwo. Saya langsung memerintahkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Dogiyai, Pak Lukas Wakei untuk tidak menandatangani berita acara penegasan tapal batas. Perlu dilakukan perundingan ulang kedua belah pihak di waktu mendatang,” kata Yakobus.

    Oleh karena belum menemui kata sepakat terkait tapal batas dua kabupaten “kakak-beradik”, jelas Yakobus, ada sejumlah langkah yang ditempuh bersama. Pertama, tapal batas wilayah pemerintahan antara Dogiyai dan Nabire terdahulu, dinyatakan masih tetap berlaku. Kedua, Pemerintah Provinsi Papua diminta pihak Kemendagri memfasilitasi penyelesaian penegasan tapal batas wilayah Dogiyai dan Nabire. Ketiga, hasil penyelesaian penegasan tapal batas dua belah pihak yang sudah disepakati agar dilaporkan kepada Kemendagri.

    Pada bagian lain, menurut Yakobus, alasan penolakan penegasan tapal batas sesuai aspirasi masyarakat sejumlah desa/kampung di wilayah Degeuwo. Masyarakat di wilayah ini seperti kampung Ugida, Tibai, Mabou, dan Epomani menghendaki keluar dari Nabire dan bergabung di Dogiyai. “Kampung-kampung ini sangat jauh dari Nabire dan kesulitan dalam aspek pelayanan pemerintahan dan pembangunan. Sedang jarak ke Dogiyai lebih dekat. Dari aspek kekerabatan sosial dan wilayah adat, Degeuwo masuk wilayah Dogiyai. Masyarakat wilayah ini merupakan bagian tak terpisahkan satu sama lain,” kata Yakobus.

    *******************

  • Warga Bolawolon Desa Tanaduen Digegerkan dengan Penemuan Telur Berwarna-warni

    Maumere berandanegeri.com – WARGA Bolawolon RT 17/RW 006 Desa Tanaduen Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka digegerkan dengan penemuan telur berwarna warni dibawah pohon asam yang biasa dijadikan sebagai tempat ritual adat untuk meminta air hujan jika terjadi kemarau panjang.

    Telur berwarna warni ini pertama kali ditemukan oleh Renol (16) cucu dari bapak Dominikus Dion (65) warga Bolawolon.

    Dominikus Dion menuturkan ketika dirinya bangun pagi dihari Selasa tanggal 6 April 2021 sekitar pukul 07.00 WITA cucunya  menemukan satu butir telur berwarna merah bercampur ungu.

     “Saya bangun pagi dan cucu saya melihat ada satu butir telur berwarna merah keunguan dan memanggil saya untuk melihat telur itu. Saya kemudian ambil telur tersebut dan menutupnya dengan  tempurung,”ucapnya.

    Hari Rabu(7/4) pagi telur itu masih ada  dan tidak ada penambahan.Hari Kamis(8/4) muncul lagi 3 butir telur berwarna warni juga.Warna ungu, merah dan hijau.Telur itu berada terpisah-pisah. Setelah itu dirinya memindahkan keempat butir telur dalam satu tempat yang tidak jauh dari pohon asam.

    Setelah itu dirinya melakukan sesajen dan meminta kepada leluhur bahwa jika memang  arwah leluhur menyayanginya maka kasi tambah 3 butir dengan maksud supaya genap 7 butir.Namun keesokannya muncul 4 butir lagi.

     “Telurnya berada terpisah-pisah jadi saya ambil dan saya amankan dalam satu tempat. Dan saya juga buat sesajen meminta kepada arwah leluhur untuk menambahkan saya 3 butir supaya genap  7 butir. Namun muncul 4 butir,”ungkapnya.

    Hari Jumad (9/4) muncul lagi 4 butir telur berwarna merah. Keempat butir telur tersebut berada terpisah-pisah akhirnya dirinya mengambil telur tersebut dan disatukan bersama keempat telur sebelumnya. Namun salah satu dari keempat butir telur itu pecah. Jadi total telur yang ada sebanyak 7 butir.

     Dominikus Dion sebagai warga dusun Bolawolon merasa aneh karena selama hidupnya baru sekali terjadi.

     “Saya merasa aneh dengan kejadian ini. Saya tiap hari tidur dipondok samping pohon asam ini. Tidur malam pun saya tidak dapat petunjuk apapun,”ungkapnya. (ATIC)

  • Yayasan Buddha Tzu Chi Kirim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan ke NTT

    Yayasan Buddha Tzu Chi Kirim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan ke NTT

    BERANDANEGERI.COM, — Bencana Banjir Bandang melanda Flores dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur lainnya pada hari Minggu 4 April 2021 mengakibatkan banyak korban jiwa baik yang meninggal dunia, luka berat dan ringan serta kerusakan infrastruktur. Tercatat 128 orang meninggal dunia, dan sebanyak 8.424 jiwa dari 2.019 keluarga mengungsi.

    Pada tanggal 8 April 2021 relawan Tzu Chi dari Jakarta telah tiba dilokasi bencana untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di Kota Kupang – Nusa Tenggara Timur dengan menyalurkan 100 paket yang terdiri dari selimut, obat-obatan, multivitamin herbal, sarung, lilin, biskuit, dan air mineral.

    Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama dengan Tentara Nasional Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap pertama kepada korban bencana alam banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur pada tanggal 7 – 8 April 2021 menggunakan KRI Semarang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok –Jakarta.

    Bantuan kemanusiaan yang telah dikirImkan merupakan kebutuhan utama korban saat ini antara lain seperti genset, makanan instan, air mineral, baju layak pakai, selimut, tikar plastik, sarung, lampu LED, obat-obatan, multivitamin serta kebutuhan pendukung lainnya. Rencananya bantuan akan disalurkan di beberapa daerah terdampak seperti Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

    Foto Ilustrasi : Kerusakan Akibat Bencana di Waikewak, Sagu Flores Timur

    Berpegang nilai bersyukur, menghormati serta menghargai kehidupan insan Tzu Chi ikut serta dalam penyaluran bantuan secara “langsung, prioritas, sesuai kebutuhan, menghargai dan cepat”. Prinsip “Langsung” mengkondisikan relawan untuk berinteraksi langsung dengan penerima bantuan. “Prioritas” menjadi pegangan relawan saat harus menentukan pihak yang dibantu. Sedangkan prinsip “Menghargai” menunjukkan bahwa Tzu Chi menyalurkan bantuan kepada korban dengan penuh penghormatan sebagai sesama manusia.

    Seluruh bantuan yang dikirimkan merupakan bentuk dukungan cinta kasih dari relawan, donatur serta masyarakat dan saat ini kami tengah melakukan penggalangan bantuan yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan tahap selanjutnya.

    “Kami berharap dengan penyaluran kebutuhan utama korban bencana ini dapat membantu saudara kita, selain itu kami akan melakukan pembagian bantuan tepat sasaran dan secara langsung kepada korban bencana. Kami ingin meringankan penderitaan saudara kita yang menjadi korban, karena kita satu keluarga dalam NKRI, semoga semuanya dapat tabah menghadapi kondisi ini” kata Joe Riadi, Koordinator Relawan Tanggap Darurat Bencana Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

    “Di tengah kondisi Pandemi Covid-19 negeri tercinta tengah dilanda bencana alam banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur, kami berharap dengan penyaluran bantuan tersebut dapat membantu menyelamatkan raga, menentramkan jiwa dan memulihkan kehidupan. Kami mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu membantu saudara kita dan berdoa agar dunia terbebas bencana” kata Sugianto Kusuma , Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. (ben)

  • BEM FIKES Universitas Nusa Nipa Indonesia Salurkan Bantuan Bencana Alam

    Maumere Berandanegeri.com – Jumad, 9 April 2020 bertempat di halaman Kantor Bupati Sikka, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa Indonesia menyalurkan bantuan kepada korban bencana badai Seroja di Semparong Kabupaten Sikka,Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

    Bantuan ini disalurkan melalu Pemerintah kabupaten Kabupaten Sikka,Jumad(9/4) betempat dihalaman kantor Bupati Sikka.
    Bantuan tersebut diterima langsung oleh kabag Kesra Very Awales.

    Kabag kesra Very Awales menyampaikan terimakasih kepada Badan Eksekutif Mahasiswa FIKES Universitas Nusa Nipa Indonesia yang telah memberikan Kontribusi nyata kiranya dapat meringankan beban bagi masyarakat yang tertimpa bencana alam.

    Bantuan berupa Bahan Sembako dan Pakaian

    Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Ns. Agustina Sisilia Wati Dua wida, M.Kep menyampaikan bantuan ini berawal dari aksi penggalangan dana yang dilakukan selama beberapa hari terakhir yang memperlihatkan eksistensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa Indonesia dalam menjalankan salah satu Tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan peduli terhadap problem-problem kemanusiaan.

    Harapannya bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh BEM Fikes dapat bermanfaaf bagi para korban bencana di Semparong, kabuten Sikka ,Flotim dan Lembata.

    Sementara Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Alumni dan kerja sama, Pembronia Nona Fembi, S.Kep., Ns., M.Kep dalam kesempatan tersebut berharap hasil dari aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh BEM FIKES bukan hanya bernilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap wilayah terdampak bencana alam , melainkan aksi ini pun merupakan sebagai bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk selalu responsif terhadap problem sosial kesehatan yang terjadi di masyarakat.
    .
    Ketua BEM Fikes Nusa Nipa Oktaviani Jenli sulastri dlm kesempatan itu menyampaikan
    Saya mewakili pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa Maumere telah melakukan aksi penggalangan dana selama kurang lebih 4 hari untuk sesama saudara saudari yang tertimpa bencana alam badai seroja di semparong,Lembata dan Adonara.

    “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat kabupaten Sikka yang telah memberikan sumbangan baik dalam bentuk uang maupun dalam bentuk sembako/barang,”ungkapnya.

    Dan tidak lupa juga kmi ucapkan terima kasih kepada bapak ibu dosen fakultas ilmu-ilmu kesehatan yang sudah membimbing kami, ucapan terima kasih juga untuk orang tua kami yang telah mensuport kami agar kami selalu semangat dalam melakukan aksi kemanusiaan ini

    Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan, Wakil Dekan, Para Dosen, Ketua Bem, Perwakilan pengurus BEM Fikes serta HUMAS UNIPA Indonesia. (ATIC).

  • OJK dan Industri Jasa Keuangan Bantu Korban Bencana Badai Seroja di NTT

    Maumere Berandanegeri.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Jasa Keuangan memberikan sumbangan uang tunai senilai Rp 500.000.000 Kepada masyrakat korban bencana badai Saroja di propinsi Nusa Tenggara Timur.

    Bantuan ini diserahkan melalu Posko Pemerintah Propinsi NTT. Dan diterima oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dihalaman Bandara Frans Seda Maumere,Jumad (9/4).

    Kepala OJK Propinsi NTT Robert Sianipar mengatakan sumbangan ini sebagai bentuk kepedulian OJK dan jasa keuangan terhadap masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

    Ket. Foto: Kepala OJK Propinsi NTT, Robert Sianipar

    Sumbangan ini untuk membantu meringankan beban pemerintah dan masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana badai Seroja,”tuturnya.

    Dikatakannya hingga saat ini OJK masih berusaha mengumpulkan dana dari
    otoritas industri keuangan dan ikatan pegawai OJK.

    Dirinya berharap Propinsi NTT bersinergi dengan semua pihak agar bisa mempercepat pemulihan kondisi baik infrastruktur maupun bantuan terhadap masyarakat terdampak sehingga bisa memulihkan kondisi masyarakat. (ATIC)

  • Kabasarnas: “Tetap Semangat, Rescuer!”

    Di sela mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021) pukul 11.45 WITA, Kepala Basrnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menyempatkan diri bertemu dengan para rescuer Basarnas yang masih bekerja mencari 27 korban yang belum ditemukan.

    Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi berinteraksi dan memberikan suport kepada para rescuer.

    “Tetap semangat ya, kalian adalah garda terdepan dalam operasi ini, jaga kesehatan dan tetap semangat, rescuer,” tegasnya.

    Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi  didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Mayjen TNI Bambang Suryo Aji dan Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana, bertolak ke Lembata, Jumat (9/4/2021) pagi dari Pelabuhan Lewoleba Larantuka menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Kantor SAR Maumere. (ATIC).

  • Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Longsor di Desa Amakaka-Kabupaten Lembata

    Lembata berandanegeri.com – PRESIDEN Joko Widodo melihat langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021) pukul 11.45 WITA.

    Presiden bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo , dan Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi beserta pejabat lainnya.

    “Informasi yang saya terima, korban di tempat ini paling banyak. Saya sudah perintahkan kepada tim SAR untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mencari dan menemukan seluruh korban,”kata presiden Jokowi.

    Orang nomor satu di RI tersebut juga mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga para korban di kaki Gunung Ile Lewotolok.

    “Atas nama pemerintah Indonesia, saya mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas bencana ini,”ucapnya.

    Rombongan presiden melaksanakan shalat jumat di masjid Desa Amakaka. Setelah itu, mengunjungi tempat pengungsian di puskesmas Waipukang.

    Selanjutnya Rombongan presiden  kembali ke Bandara Wunopito Lembata.

    Sementara tim SAR di Lembata hingga sore ini masih terus berupaya mencari 27 korban yang belum ditemukan di tempat tersebut.

    Kendala tim SAR jelas, bebatuan yang longsor memiliki ukuran cukup besar dan peralatan berat maupun ekstrikasi kurang memadai. Tim SAR juga mendapat dukungan rescue dog dari beberapa institusi untuk mempercepat proses pencarian.

    “Dukungan rescue dog ini sangat membantu tim SAR, dimana sebelumnya berhasil menemukan 6 korban,” kata kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.

    Di Lembata sendiri, tim SAR telah berhasil menemukan 41 korban meninggal dunia.

    Selain Lembata, tim SAR juga melaksanakan pencarian di Adonara Kabupaten Flores Timur, dimana tim SAR telah berhasil menemukan 71 korban meninggal dunia dan masih dalam proses pencarian sebanyak 5 orang. Sedangkan di Kabupaten Alor, tim SAR berhasil mengevakuadi 25 korban meninggal dunia dan 17 orang dalam proses pencarian. (ATIC)

  • Warga Diaspora Flotim Kirim Barang Bantuan ke Adonara

    BERANDANEGERI.COM,–  Warga diaspora Flores Timur di Jabodetabek akan mengirimkan berbagai barang bantuan kepada warga korban bencana alam di Pulau Adonara,  pada Jumat (9/4/2021).

    Hilar BC Da Silva, salah seorang penanggung jawab penggalangan bantuan menuturkan bahwa penggalangan bantuan ini dibuka sehari selepas terjadinya bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Minggu (4/4/2021).

    “Sehari setelah itu kita langsung buka penggalangan bantuan  dan pada Selasa [7/4/2021], kami menggelar rapat antara dua organisasi diaspora Flotim yakni Kerukunan Keluarga Titehena dan Ormas Kontas Flotim. Dalam rapat itu kami sepakat membentuk tim bersama,” terangnya, Rabu (7/4/2021) malam.

    Adapun bentuk donasi yang diterima oleh pihaknya berupa bantuan uang tunai yang ditampung di 2 rekening milik Titehena serta Kontas Flotim. Selain itu, pihaknya juga menerima bantuan berupa barang yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana dengan prioritas obat-obatan, makanan cepat saji, pakaian layak pakai, selimut serta tenda.

    “Berdasarkan informasi langsung dari lokasi bencana alam, barang-barang itulah yang paling dibutuhkan saat ini,” tambahnya.

    Barang-barang tersebut, lanjutnya, ditampung di beberapa posko dengan posko utama  terletak di SMA Pax Patria, Taman Galaxy, Bekasi, serta posko lainnya di Sekretariat Kontas di Pegangsaan Dua, Kepala Gading, Jakarta Utara,  kemudian di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, serta di  Kelapa Dua,Tangerang, Banten.

    Dia melanjutkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak TNI Angkatan Laut untuk mengirimkan barang-barang bantuan menggunakan kapal milik matra laut tersebut. Rencananya barang-barang yang telah terkumpul akan diberangkatkan Jumat (9/4/2021). Pengiriman barang, tuturnya akan dilanjutkan di kemudian hari sembari menanti jadwal keberangkatan kapal milik TNI.

    “Posko ini akan kami buka sampai dua pekan ke depan, sekitar tanggal 20-an April,” ucapn Sekjen Kontas Flotim ini.

    Terpisah, Sekjen Titehena, Haris Tokan menjelaskan bahwa setelah penggalangan bantuan tahap darurat ini, pihaknya  mencanagkan penggalangan bantuan tahap pemulihan atau recovery. Akan tetapi, bentuk penggalangan bantuan tersebut, tuturnya, masih belum diputuskan oleh panitia bersama.

    “Kami masih harus bertemu dengan berbagai institusi yang rencananya akan kami gandeng untuk melakukan rehabilitasi di daerah bencana alam,” tutupnya. (bn)

  • Tiba di Maumere Presiden Jokowi gunakan Helikopter TN AU menuju Lembata dan Adonara


    MAUMERE, BERANDANEGERI.COM. Presiden RI Joko Widodo tiba di Bandara Frans Seda Maumere, Jumat,(9/4) pukul 09.30 Wita dengan pesawat kepresidenan.

    Di Bandara Frans Seda, Presiden Jokowi hanya turun untuk berganti pesawat. Jokowi naik helikopter milik TNI AU menuju lokasi bencana di Ile Ape Lembata dan Adonara.

    Pantauan media Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjemput Presiden Jokowi di tangga pesawat bersama Kapolda NTT, Dandrem 161 Wirssakti, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo

    Sebanyak tiga helikopter take off dari Bandara Frans Seda Maumere pukul 10.05 Wita menuju Lembata.

    Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi korban banjir bandang di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur dan di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata.

    Tiba di Lembata, Jokowi akan melaksanakan sholat Jumat berjemaah, makan siang dan mengunjungi korban bencana.

    Setelah dari Lembata presiden akan melanjutkan kunjungan korban bencana di Pulau Adonara kabupaten Flores Timur. (AM)