Blog

  • Minat Literasi Dimulai dari Keluarga demi Memperkuat Pengaruh Era Digital

    KRISPINUS LOIS GONZALES, guru SDI Ranaloba, Kelurahan Ranaloba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu, (2/5/2021) mengungkapkan pengaruh permainan game online di media handphone yang tak bisa terbendung lagi bagi anak-anak usia sekolah. Semakin banyaknya sarana game online yang diminati anak-anak usia sekolah mempengaruhi minat belajar, minat membaca dan minat menulis.

    “Saat ini anak-anak sudah memiliki handphone atau pinjam handphone orang tua untuk keperluan main game. Permainan-permainan game memikat anak-anak untuk membuka handphone serta main game berjam-jam di rumah dan saat istirahat jam belajar di sekolah,” jelasnya saat diskusi terbatas di Komunitas Cenggo Inung Kopi Online (CIKO) Kabupaten Manggarai Timur, saat merayakan Hari Pendidikan Nasional 2021, Minggu, (2/5/2021).

    Krispinus menjelaskan, upaya di sekolah mereka agar minat anak untuk membaca terus meningkat dengan membiasakan diri membaca dongeng di buku sebelum masuk kelas.

    “Setiap lima menit anak-anak dilatih membaca buku, baik di ruang kelas maupun di luar ruangan sebelum mata pelajaran dimulai di kelas. Bahkan anak-anak dilatih membaca buku di ruangan perpustakaan. Ini yang biasa dilakukan guru-guru di sekolah demi meningkatkan minat baca,” jelasnya.

    Siswa dan siswi SDK Mok, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Rabu, (5/5/2021) sedang membaca buku sebelum pelajaran dimulai di kelas. Ini kebiasaan bagi anak-anak murid untuk membaca buku. (DOK/GURU SDK MOK-URSULA MANGGUNG)

    Dua putri milenial, Angel Hangguman dan Naige Anam yang hadir dalam diskusi terbatas itu mengungkapkan, mereka biasa membaca buku di rumah. Menulis di majalah dinding di sekolah.

    “Orang tua selalu mendorong kami untuk membaca buku serta melatih menulis. Orang tua biasa membeli buku cerita dan Novel agar kami terbiasa membaca buku,” jelasnya.

    Angel Hangguman yang pernah di Jakarta dan kini ikut orangtua kembali ke Manggarai mengungkapkan, pengalamannya bersama teman-teman di Jakarta selalu membaca buku serta latihan menulis.

    “Orang tua saya selalu ajak saya ke toko buku untuk membeli buku. Buku yang saya beli sesuai dengan minat saya,” jelasnya.

    Willy Hangguman, Mantan Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan serta penulis Buku Novel Molas Flores Gadis Pulau Bunga berbagi pengalaman serta memberikan motivasi bahwa kebiasaan membaca buku akan berpengaruh terhadap cara berpikir dan bertindak seseorang. Membaca buku akan berpengaruh terhadap kebiasaan menulis. Bisa juga membaca sambil menulis. Minat berliterasi harus dimulai dari keluarga di era digital dengan maraknya handphone serta permainan game-game online. Kebiasaan membaca buku dongeng bagi anak-anak akan berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan anak itu sendiri.

    “Sewaktu kecil dengan sarana buku terbatas, saya selalu mendengar cerita dongeng dari orang tua atau nenek saya yang sedang berkunjung ke rumah orang tua saya. Bahkan ada kakak saya yang pulang libur dari Sekolah Seminari Pius XII Kisol, saya selalu minta dia untuk mendongeng,” beber pengalamannya.

    Hangguman menjelaskan, kemampuan membaca buku serta menulis saat saya belajar di Seminari Pius XII Kisol. Di Seminari Pius XII Kisol, saya bisa membaca dua buku dalam satu minggu. Asah kemampuan ini terus saya lakukan saat kuliah hingga menggeluti profesi jurnalis di Kota Jakarta.

    “Ada pengalaman menarik di Seminari Pius XII Kisol saat guru kami, Pater Henri Daros, SVD membaca buku Novel. Sejak saat itu kemampuan bersastra terus diasah hingga bisa menulis,” jelasnya.

    Hangguman menjelaskan, Presiden Pertama, Pendiri NKRI, Ir Soekarno dan Wakil Presiden Pertama NKRI, Mohammad Hatta memiliki kebiasaan membaca Novel dan buku-buku sastra sangat tinggi sehingga kemampuan menulis sangat luar biasa.

    “Saya anjurkan agar membiasakan diri membaca buku Novel dan buku-buku sastra,” anjurnya.

    Salah satu Orang tua di Kabupaten Manggarai Timur, Frumensius F Anam saat diskusi terbatas Hari Pendidikan Nasional mengungkapkan membangkitkan kebiasaan membaca dan menulis di era digital saat ini membutuhkan perjuangan keras dengan kemajuan teknologi yang sangat memudahkan anak-anak dengan menggunakan handphone dengan banyaknya game-game.

    “Saya selalu ajak anak-anak di rumah untuk membaca buku serta memulai menulis. Orang tua sebaiknya mendampingi dan membimbing anak-anak untuk membaca dan membaca,” ajaknya.

    Kepala Sekolah SMAN 06 Kota Komba, Frumensius Hemat menjelaskan, melalui sambungan telepon, Senin, (3/5/2021) menjelaskan, anak murid di sekolahnya sangat terasa dampak main game di handphone, dimana anak-anak sekolah tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru-guru. Memang belum ada ketergantungan dalam main game. Ini juga dampak dari pandemi Covid19 dimana dilakukan pembelajaran lewat media online dengan menggunakan handphone android. 105 siswa di SMAN 06 Kota sudah memiliki handphone android.

    “Belajar online mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan guru-guru. Di sekolah kami ada juga website online, semacam mading online agar karya tulis anak-anak dipublikasikan di website itu,” jelasnya.

    Frumensius menjelaskan sekolahnya sudah ditetapkan menjadi sekolah penggerak di Kabupaten Manggarai Timur. Digitalisasi sekolah terus dibenahi menuju sekolah digital.

    “Salah satu sekolah digital dengan tersedianya website sekolah untuk mempublikasikan karya tulis anak sekolah dan guru. Di website itu anak-anak sekolah dilatih membaca dan menulis serta kemampuan guru diasah terus demi kemajuan berliterasi di Manggarai Timur,” jelasnya. ( Markus Makur )

    ********************************************************************

  • Bertindak sebagai Khotib, Danlanal Maumere Mengisi Kotbah Shalat Jumad di Masjid Al-Ansor Maumere

    Maumere Berandanegeri.com – Bertindak  sebagai Khotib Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr. Hanla., M. M., CTMP  mengisi khotbah pada  ibadah shalat Jum’at yang digelar bagi kaum Muslim di Masjid Al-Anshor Jl Diponegoro km-2. Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok-Maumere, Kabupataen Sikka, Jumad (30/4/2021).

    Danlanal Maumere Dwi Yoga dalam khotbahnya menyampaikan Manusia diciptakan dimuka bumi memiliki 3 (tiga) tugas (berdasarkan firman Allah SWT). Tugas-tugas  tersebut adalah, sbb :

    1. Tugas Pokok : Beribadah kepada Tuhan (QS.Az-Zariat : 56),

    2. Tugas Fungsional : Sebagai Pemimpin/Kholifah di dunia (QS. Al Baqarah : 30),

    3. Tugas Operasional : Memakmurkan Bumi (QS. Hud : 61).

    Danlanal menguraikan  tugas pokok yang pertama hendaknya selalu menjadi manusia yang Ulil Albab, yaitu selalu berfikir dan berdzikir (mengingat) kepada Allah SWT (QS. Ali Imron : 190), Ibadah merupakan bentuk penghambaan makhluk kepada Sang Pencipta.

     Segala sesuatu yg terjadi di bumi merupakan kehendak Tuhan dan sebagai manusia wajib bersabar dan tetap berusaha berbuat baik menghadapi takdir yang ditetapkan Tuhan. Perbuatan baik tersebut diantaranya berusaha mengatasi cobaan-Nya sesuai degan kemampuan manusiawi.

    Sebagai contoh melaksanakan protokol kesehatan standar Covid-19, merupakan upaya manusia dalam memerangi penyebaran virus Corona yang melanda Bumi saat ini, disamping tetap yakin akan segala bentuk ketetapan-Nya.

    Yang kedua Tugas Fungsional manusia yaitu menjadi pemimpin di muka bumi, bahwa setiap lelaki dewasa (Rizal),  adalah pemimpin dalam kehidupannya masing-masing, terkecil adalah pemimpin di keluarga (QS. An Nisa : 34). Lelaki dewasa adalah pemimpin bagi wanita (istri dan anak-anak) oleh karenanya wajib kita memberikan tauladan yangg baik kepada mereka, dan memberikan nafkah yg baik pula.

    Yang ketiga yaitu tugas Operasional dengan Memakmurkan Bumi, merupakan perintah Tuhan (QS. Hud : 61), agar manusia selalu ingat bahwa dirinya tercipta dari tanah dan diperintahkan untuk memakmurkan bumi serta selalu bertobat dan berdoa meminta rahmat dari Allah SWT. Terkadang kita sebagai manusia, terlalu sibuk dengan urusan Operasional saja dalam hal memakmurkan bumi atau bekerja, namun kita lupa akan tugas pokok sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME, yaitu Beribadah kepada Allah SWT.

    Shalat Jumat di Masjid Al-Ansor Maumere tersebut diikuti oleh jamaah warga sekitar, serta Prajurit Lanal Maumere sebagai kewajiban ibadah shalat jumat bagi kaum muslim.

    Pelaksanaan shalat jumat dan ibadah lainnya tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak serta tidak bersentuhan kontak fisik secara langsung. (Penlanalmme/Atik)

  • Di Kewapante Peringatan Hardiknas dengan Tabur Bunga

    Maumere Berandanegeri.com – Apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei di Kecamatan Kewapante diakhiri dengan penaburan bunga di pelabuhan Fery Kewapante, K abupaten Sikka, Senin(3/5/2021).

    Sebelumnya dilaksanakan upacara apel Hardiknas yang dipimpin oleh Camat Kewapante, Alfonsus Naga bertempat dihalaman Kantor Camat Kewapante yang dihadiri oleh TNI, Polri, para Guru  dan Tenaga Kesehatan.

     Camat Kewapante, Alfons Naga dalam sambutannya  mengatakan  situasi saat ini kita seakan berada di medan perang melawan wabah pandemi covid-19 demi mencerdaskan anak bangsa. Di tengah pandemi yang melanda tanah air pada dua tahun terakhir ini menuntut kita berjuang bersama, saling berkolaborasi antara guru, siswa dan orang tua agar pendidikan tetap berlangsung.

    “Mari kita maknai Hardiknas dengan terus berjuang memajukan pendidikan di Sikka dan generasi penerus bangsa. Di masa pandemi ini sektor pendidikan harus tetap berlangsung. Selain itu kita harus  tetap mematuhi protokol kesehatan demi keberlangsungan pendidikan anak-anak kita,” kata Camat Alfons.

     Usai apel Hardiknas semua peserta melanjutkan apel penaburan bunga di Pelabuhan Fery Kewapante yang dipimpin oleh Kapolsek Kewapnte IPTU Yance Yauri Kadiaman.

    Apel ini diselenggarakan untuk menggenang jasa pahlawan di bidang Pendidikan Nasional dan Kru KRI Nanggala 402 yang gugur saat melaksanakan tugas.

    Dalam apel itu, Kapolsek Kewapante, Iptu Yance Yauri Kadiaman  memimpin “Mengheningkan Cipta”. “Kita doakan para pendidik yang mendahului kita dan berdoa bersama semoga para awak KRI Nanggala 402 mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai abdi pengawal samudra, pengawal kedaulatan negara Republik Indonesia.

    Selanjutnya peserta yang hadir juga melakukan penghormatan tenggelamnya KRI Nanggala dan gugurnya Ke -53 ABK yang dipimpin oleh Camat Kewapante, Kapolsek Kewapante, Danramil Kewapante.

    Iptu Yance pada kesempatan itu menyampaikan keprihatinan atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. “Atas gugurnya awak Kapal KRI Nanggala 402, semoga arwah mereka mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan YME dan tabah sampai akhir”, kata Iptu Yance , saat melakukan penaburan bunga. (Atik)

  • Ikatan Notaris Indonesia Beri Donasi untuk Korban Bencana Lembata

    BERANDANEGERI.COM,- Ikatan Notaris Indonesia (INI) di bawah Nahkoda Yualita Widyadhari selaku Ketua Umum memberikan bantuan kepada korban badai seroja di Kabupaten Lembata. Bantuan berupa uang tunai 50 juta dikonversi menjadi sembako, alat-alat dapur dan bahan bangunan. 

    Bantuan disalurkan melalui Pemuda Katolik Lembata untuk diserahkan kepada korban bencana di desa Leudanung Kecamatan Omesuri dan  Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata.

    Pemuda Katolik Lembata, melalui rilisnya yang diterima berandanegeri.com, (Minggu (2/5) mengatakan, donasi yang diperuntukan bagi korban bencana banjir bandang di Kecamatan Omesuri dan Lebatukan melalui Pemuda Katolik telah disalurkan dengan baik kepada korban pada Sabtu (2/5).

    Ketua Pemuda Katolik Lembata Heryanto Wijaya, SH,MKn mengatakan, Ikatan Notaris Indonesia (INI) di bawah Nahkoda Yualita Widyadhari selaku Ketua Umum memberikan bantuan kepada korban badai seroja di Kabupaten Lembata.

    Bantuan berupa uang tunai 50 juta rupiah dan dari dana ini telah dikonversi menjadi sembako,alat-alat dapur dan bahan bangunan.

    “Untuk Sembako telah kita serahkan ke beberapa posko yang ditunjuk Pemerintah Daerah. Alat-alat dapur kita fokuskan pada pengungsi mandiri, sedangkan bahan bangunan kita fokuskan di Desa Dikesare dengan mendirikan 1 unit rumah milik Yoseph G. Lewolein,” kata Heryanto Wijaya yang juga salah satu notaris di Lembata ini.

    Dia menjelaskan, pertimbangan memilih Desa Dikesare karena hingga saat ini masyarakat belum memperoleh bantuan perumahan dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lembata.

    Donasi dari Aliansi Pemuda Kepulauan Riau berupa sembako, alat masak, alat mandi. Bantuan juga diberikan kepada korban meninggal di Leudanung Kecamatan Omesuri yang diterima Ali Kedang.

    Bantuan dari Aliansi Pemuda Kepulauan Riau

    “Terimakasih ibu Ketum dan rekan-rekan Notaris atas donasinya. Semoga apa yang kita beri ini dapat mengurangi beban saudara-saudara kita dan Lembata harus lebih cepat bangkit, sebagaimana harapan yang disampaikan ibu Ketum,” ungkap Herryanto.

    Herryanto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemuda Katolik Komcab Lembata dan Alegra Lembata yang telah membantu menyalurkan donasi ini.

    Perlu Perhatian Pemkab Lembata

    Wakil Ketua Pemuda Katolik Lembata Antonius Loli Ruing menambahkan, pemerintah Lembata perlu segera memberikan perhatian pada desa Dikesare karena 6 rumah yang hancur tidak masuk dalam SK Bupati Lembata tentang bantuan perumahan.

    “Saat terjadi bencana banjir bandang, ada 6 rumah di Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan yang hancur, namun dalam SK Bupati Lembata tentang bantuan perumahan tidak satu pun yang diakomodir,  padahal sudah ada staf dari Kecamatan, Kabupaten dan OPD Perumahan Rakyat dan Pertanahan sudah turun ke lokasi,” kata Loli sapaan Antonius Loli Ruing.

    Dikatakan Loli, Kades Dikesare Rafael Suban Ikun bahkan tiga hari setelah bencana sudah memberikan laporan dan data ke semua instansi Pemerintah. Laporan itu menyatakan semua jenis kerugian akibat banjir bandang termasuk 1 unit rumah yang rata dengan tanah,” katanya.

    Lebih lanjut dijelaskan Loli yang juga ketua Partai PSI Lembata ini, karena dalam SK Bupati Lembata tidak diakomodir maka Kades kemudian mendatangi Instansi Pemerintah yakni Camat Lebatukan dan OPD Perumahan Rakyat dan Pertanahan, namun dijawab dengan alas an human error, selanjutnya dijanjikan akan diakomodir di SK Bupati susulan.

    “Hal ini perlu diperhatikan oleh Pemerintah Lembata, karena menjanjikan bahwa akan  diakomodir pada SK susulan jelas memberi harapan sekaligus ketidakpastian kepada masyarakat, apalagi kita juga tidak tahu kapan dikeluarkan SK susulan,” kata ATR.

    Loli berharap pemerintah segera memberikan kepastian kapan enam rumah itu dibangun, sehingga masyarakat tidak bersepekulasi yang pada akhirnya akan menambah beban mereka.

    “Pemerintah harus segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini dan tidak boleh saling melempar tanggung jawab di tengah penderitaan masyarakat,” tutupnya (Ben)

  • Jejak Inspiratif dalam “Jejak dari Rantau”

    Jakarta Berandanegeri.com – Ansel Deri, staf Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur saat masih tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014-2018, menerbitkan buku Jejak dari Rantau bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei. Ada belasan sosok beragam latar belakang profesi ditulis dalam buku setebal 200 lebih halaman tersebut.

    Buku biografi mini sejumlah tokoh asal NTT di berbagai level dan bidang profesi tersebut diluncurkan dalam sebuah diskusi ringan Forum Pemuda Peduli Lembata Jakarta (FPPL), wadah komunikasi terbatas sejumlah warga asal Lembata di wilayah Jabodetabek yang berlangsung di Cikini, Menteng, Jakarta, Pusat, Minggu (2/5 /2021).

    “Niat menulis itu sudah lama terpendam. Beberapa kali saya sempat dengar Pak Viktor Laiskodat dan Pak Jacki Uly menyinggung kisah inspiratif banyak warga asal NTT mengabdi di berbagai bidang tugas saat beliau berdua masih aktif di DPR RI. Warga asal NTT ini tak hanya dalam negeri tapi di manca negara,” kata Ansel Deri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

    Ansel Deri

    Menurut Ansel, kisah para tokoh itu dapat memberi motivasi, pelajaran bagi generasi muda agar berjuang meraih sukses dengan memanfaatkan kemudahan teknologi informasi yang kian pesat. Meski banyak dari mereka sukses dan dipercaya mengemban tugas di bidangnya namun belum banyak dikenal luas terutama warga masyarakat yang tinggal di desa maupun kampung-kampung.

    “Banyak kisah tokoh ini bisa saja masih gelap di kalangan warga masyarakat, terutama yang tinggal di desa bahkan kampung-kampung. Saya terdorong menelusuri lebih jauh jejak pengabdian mereka kemudian merampungkan dalam bentuk buku. Buku ini bisa menjadi sumber informasi para siswa dan mahasiswa mengenal lebih jauh jejak pengabdian para tokoh dengan lika liku yang menyertai perjuangan mereka hingga hingga meraih sukses,” ujar Ansel, wartawan kelahiran kampung Kluang, Desa Belabaja (Boto), Nagawutun, Lembata.

    Menurut alumni Universitas Nusa Cendana Kupang ini, sejak tahun lalu pihaknya memulai melakukan riset mini dan membaca berbagai sumber tambahan, berdiskusi dengan sejumlah rekan jurnalis, dan memulai melihat peluang sejumlah sosok di bidang tugas dan pengabdian yang mudah dihubungi untuk menulis buku tersebut.

    “Saya meminta waktu Pak Jacki Uly menyampaikan niat menulis biografi mini orang-orang asal NTT yang inspiratif dalam sebuah buku. Saya bertemu beliau di kantornya, di belakang Mapolda Metro Jakarta. Pak Jacki sagat mendukung. Ya, sekalian saya minta waktu wawancara. Dalam obrolan singkat, saya baru tahu beliau pernah menjabat Kapolda Perserikatan Bangsa-Bangsa di Takeo, Kamboja di bawah misi PBB. Pak Jacki adalah salah satu tokoh yang saya angkat dalam buku ini,” kata Ansel.

    Unik

    Provinsial Ordo Fratrum Minorum (OFM) Indonesia Pastor Mike Peruhe Unarajan, OFM saat berlangsung diskusi mengemukakan, setiap orang punya kisah hidup sendiri, punya alur kehidupan yang unik. Banyak orang sukses yang terlahir dari sebuah perjuangan yang tekun dan panjang. Juga banyak yang lahir dari kesederhanaan yang memantik energi perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

    “Buku ini merupakan kisah-kisah inspiratif dari sejumlah tokoh NTT. Gaya tutur yang enak dan ringan seakan membuat pembaca melewati cerita-cerita yang hidup dan menggerakkan. Satu hal pasti, para tokoh dalam buku ini adalah orang-orang sederhana yang meraih sukses dalam kucuran keringat perjuangan yang tak kenal lelah. Ini yang sungguh menggetarkan, mempesona dan menginspirasi orang lain,” ujar Pastor Mike yang juga moderator Forum Pemuda Peduli Lembata Jakarta.

    Menurut imam asal Mulandoro, Lembata, buku ini sangat cocok untuk semua kalangan, khususnya kaum muda dan remaja yang bisa belajar banyak hal menarik dan inspiratif untuk kemajuan diri, meraih masa depan penuh berkat. Dalam konteks gencarnya kampanye pengembangan literasi di NTT, langkah yang dilakukan penulis buku adalah sesuatu yang positif.

    “Buku hasil karyanya tentu menjadi sumbangan berharga untuk menambah khasana bacaan yang inspiratif. Selain itu langkah menulis buku ini adalah salah satu cara mendorong warga NTT untuk terus melahirkan tokoh-tokoh inspiratif dari tanah Flobamora untuk Indonesia dan dunia,” kata Mike Peruhe.

    Referensi

    Direktur Papua Circle Institute Hironimus Hilapok, M.Si mengapresiasi terbitnya buku Jejak dari Rantau karya Ansel, koleganya yang ia percaya sebagai Sekretaris Papua Circle Institute. Pengalaman para tokoh dalam buku ini, ujar Hiron, memberi pelajaran berarti bagi banyak orang terutama generasi muda arti perjungan yang dilandasi kerja keras, jujur, dan sabar dalam meraih sukses. Ada pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik.

    “Beberapa tokoh yang diuraikan dalam buku ini namanya sudah familiar di tingkat nasional dan dunia. Mereka berkarya dan mengabdi di bidang tugasnya masing-masing tak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri. Banyak dari mereka datang dari latar belakang keluarga kurang mampu, menempuh pendidikan dasar di kampung halaman dengan fasilitas serba minim. Berkat usaha pantang menyerah mengubah hidup mereka menjadi berguna bagi banyak orang,” ujar Hiron, putra asli tanah Papua kelahiran Wamen.

    Hiron yang dipercaya sebagai Komisaris Independen PT Adhi Karya (Persero) Tbk berharap agar pengalaman pengabdian para tokoh dalam buku ini menjadi referensi dan sumber bacaan bagi generasi muda terutama di kampung-kampung dalam mengisi pembangunan hari ini dan akan datang. Keutamaan para tokoh seperti kerjas keras, ulet, sabar, jujur, dan berserah dalam doa adalah nilai-nilai yang dapat dipedomani dan dihayati oleh siapapun dalam perjuangan meraih sukses.

    “Gerakan literasi harus didorong sejak dini untuk menjadi habitus baru sehingga ilmu dan pengetahuan akan selalu hidup sepanjang hayat. Buku ini salah satu rerefensi tak hanya bagi generasi muda kita di sekolah dasar hingga menengah namun juga mahasiswa dan masyarakat untuk meningkatkan kebiasaan membaca dan menulis di tengah kemajuan teknologi informasi yang kian pesat,” ujar Hiron, lulusan Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

    Sejumlah tokoh dalam buku ini antara lain Uskup Tanjung Selor Mgr Dr Paulinus Yan Olla, MSF; H. Saleh Husin, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Ma’ruf Amin; Irjen Pol (Purn) Drs Y. Jacki Uly, MH, anggota DPR dan mantan Kapolda PBB Provinsi Takeo, Kamboja; Pastor Dr Markus Solo Kewuta SVD, staf Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama di Takhta Suci Vatikan; dan Sr Neno Maria Yosefina, SSpS, fotografer di Generalat SSpS Roma, Italia.

    Selain itu ada juga Marsekal Pertama (Marsma) TNI Drs. Embu Agapitus, M.Si (Han), Kepala Staf Komando Garnisun Tetap II/Bandung; Agustinus Dawarja, praktisi hukum pasar modal; Boni Hargens, Ph.D, back-office analyst Kantor Staf Khusus Kepresidenan, Jenderal Gories Mere; Dr Justin L Wejak, Ph.D, dosen Kajian Asia di The University of Melbourne, Victoria, Australia, dan lain-lain.

    “Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Pak Linus Lusi; Pastor Dr Polykarp Ulin Agan SVD, dosen Teologi Fundamental pada Kölner Hochschule für Katholische Theologie, Sankt Augustin, Jerman; sastrawan ibu Mezra Pellondou; dan sahabat Joaqium Rohi atas bantuannya menulis pengantar, catatan editor, prolog, dan epilog buku ini. Saya sungguh mendapat kehormatan meski sempat menyita waktu saudara sekalian,” ujar Ansel.

  • Gernas BBI Buka Peluang Pasar bagi UMKM di Ranah Regional maupun Global

    Maumere Berandanegeri.com – Gerakan Nasional Bangga Buatan  Indonesia(Gernas BBI)membuka peluang pasar bagi UMKM baik regional maupun global ditengah Pandemi saat ini.

     Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia(BBI)  sekaligus mengajak masyrakat untuk membeli dan bangga memakai produk karya anak bangsa.

    Untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelaku UMKM di daerah NTT, maka Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, dan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, menyelenggarakan Road to Kilau Digital Permata Flobamora 2021 Webinar & Workshop dengan tema “Mendorong Kreasi dan Inovasi UMKM Flobamora  pada Sabtu, 1 Mei 2021.

    Kegiatan webinar dan Workshop ini dilaksanakan secara online dan offline di Golden Hall, Go Hotel Maumere, dan disiarkan secara live melalui aplikasi Zoom dan kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo.

    Direktur IKPM Kemkominfo, Septriana Tangkary dalam sambutannya menjelaskan bahwa Gernas BBI dapat membuka peluang pasar baru bagi UMKM, baik di ranah regional maupun global. Di masa pandemi diharapkan UMKM dapat berpindah dari manual based ke platform online.

    “Bagi yang belum masuk ke dalam ranah online, belum memiliki toko-toko online, jangan ragu hari ini belajar masuk memiliki toko online, karena ini adalah suatu program pemerintah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pelaku UMKM bergantung pada penjualan secara online karena aktivitas fisik yang dibatasi.

    Septriana menegaskan Kemkominfo mendukung agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan sarana ruang digital dengan benar agar bisa menjadi soko guru perekonomian bangsa.

    Septriana Tangkary berharap pelaku UMKM di Flobamora khususnya di Sikka, memanfaatkan maksimal kehadiran perwakilan toko online, sehingga produk-produk lokal kreatif dan inovatif dapat dibelanja secara digital.

    Sementara itu Staf Khusus Menkominfo Philip Gobang dalam sambutannya mengatakan bahwa, ada dua syarat penting yang perlu diperhatikan bagi para pelaku UMKM untuk masuk ke pasar digital, terutama untuk yang memperkenalkan produk-produk kriya, wastra dan sebagainya.

    Yang pertama, harus selalu memastikan kualitas produk adalah produk terbaik dan yang kedua adalah mengenai ketersediaan produk.

    “Sediakan barang dalam jumlah banyak, standar terjamin, dan ketersediaan barang yang cukup. Itulah yang menjamin keberlangsungan dari kehidupan UMKM”, ungkap Philip.

    Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, ia mengingatkan masyarakat untuk mencintai produk-produk Indonesia, dan juga meningkatkan kreativitas dan inovasi agar produk-produk UMKM memiliki nilai tambah yang tinggi.

    Hadir sebagai  narasumber:  Fransiskus Roberto Diogo (Bupati Sikka), Septriana Tangkary (Direktur IKPM Kemkominfo), Philip Gobang (Staf Khusus Menkominfo),  Victoria Simanungkalit (Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM), Maria Cahyani Idong (Ketua Dekranasda Sikka), Kuncoro Wastuwibowo (Synergy Project Leader Telkom Indonesia), Daniel Agus Prasetyo (Deputi Kepala Perwakilan BI NTT), Zhafira dan Nabila (Tokopedia), Bramantya Eka (Blibli), dan Dandy (LaDaRa).

    Sementara itu hadir secara online Odo RM Manuhutu (Deputi Bidang Koordin kasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves), Yuana Rochma Astuti (Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf), Danny Januar (Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah, BAKTI), Hilmi Adrianto (Government Relation Tokopedia), Reancy Triashari (DANA), Radityo Triatmojo (Shopee), Prita Widya Oktavianti (Public Affairs OVO), dan Lusiana Dita (Bukalapak).

    Acara tersebut juga menghadirkan para pembicara dari marketplace dan juga payment gateway meliputi Shopee, Tokopedia, LaDaRa, Blibli, Bukalapak, DANA, dan OVO yang membahas tentang program dan dukungan kepada UMKM agar siap terjun ke pasar online. (Atik)

  • Anggota DPR RI dan Kementerian KKP Gelar Gemarikan di Kupang

    Jakarta Berandanegeri.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan “Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan” (GEMARIKAN) di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang pada Kamis-Jumat (29-30/4/2021).

    Menurut politisi muda PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Ansy Lema itu, GEMARIKAN bertujuan memerangi kemiskinan dan anak gagal tumbuh (stunting), yang kini menjadi masalah utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Kemiskinan dan stunting adalah persoalan serius di NTT. Persentase penduduk miskin di NTT pada September 2020 meningkat 0,31 persen menjadi sebesar 21,21 persen, menempati urutan ketiga terbawah di Indonesia. Kemiskinan sangat berpengaruh pada kualitas stunting. Prevalensi bayi stunting di NTT juga berada di urutan ketiga terbawah se-Indonesia, yakni sebesar 27,5 persen. Sejak satu setengah tahun berada di DPR, saya menggelar sosialisasi GEMARIKAN untuk memerangi stunting di NTT,” ujar Ansy Lema di Jakarta, Jumat (30/4/2021) dalam Rilis yang diterima berandanegeri.com, Sabtu(1/5/2021).

    Lokasi kegiatan GEMARIKAN di Kabupaten Kupang adalah di Panti Asuhan Bakti Luhur dan masyarakat Desa Oeltua di Kecamatan Oebenu, Kabupaten Kupang. Sementara sosialisasi GEMARIKAN di Kota Kupang berlangsung di Pantai Asuhan Generasi Pengubah, Pantai Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah, Kelurahan BTN Kolhua, Gereja Kristen Anggur Baru dan Para Pemulung di Bantaran Sungai Oesapa. Acara GEMARIKAN dihadiri langsung dua staf Ansy yakni Mario Fransisko Hurek Making dan Yustinus Oswin M.

    Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ditjen Penguatan Daya Saing, perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten-Kota Kupang.

    “Setelah acara seremoni, kami langsung membagikan 1000 paket yang berisi ikan segar dan olahan ikan kepada anak-anak panti asuhan, ibu hamil, lansia, dan keluarga tidak mampu. Tidak hanya membagikan paket ikan, tim kami langsung mendatangi lokasi untuk mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan,” kisahnya.

    Manfaat Makan Ikan

    Wakil rakyat asal NTT itu menjelaskan, tujuan GEMARIKAN adalah mengampanyekan pentingnya manfaat makan ikan sejak dini karena banyaknya kandungan gizi yang terdapat pada ikan sangat penting untuk perkembangan tumbuh dan kecerdasan otak. Masyarakat diajak untuk semakin sering mengonsumsi berbagai jenis ikan setiap hari.

    “Potensi perikanan di NTT sangat besar, namun tingkat konsumsi ikan masih sangat rendah, sehingga saya bersama KKP mengampanyekan GEMARIKAN dengan sejuta manfaatnya. Setidaknya masyarakat semakin menyadari manfaat mengonsumsi ikan, yang diikuti tindakan konkret menjadikan ikan sebagai menu makanan wajib dalam keluarga,” paparnya.

    Menurut Ansy, ikan sangat kaya akan sumber protein hewani, meningkatkan kecerdasan kognitif anak-anak, dan memperkuat sistem imun. Kontribusi protein ikan mencapai 57,2 persen, artinya lebih besar dari kandungan protein daging hewan, telur dan susu. Kandungan Omega 3  ikan sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, menghasilkan antioksidan, serta mengurangi risiko kanker, jantung, dan radang sendi.

    “Selain itu, ikan dapat memperkuat imunitas tubuh. Ini penting agar tubuh terhindar dari penyakit, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Makan ikan tidak hanya menyehatkan, tetapi mengamankan tubuh dari penyakit,” tambahnya.

    Perangi Stunting

    Ansy mengaku, ia secara sadar mengampanyekan GEMARIKAN di berbagai daerah di NTT untuk memerangi stunting. Maka, setiap kali menggelar kegiatan GEMARIKAN, dirinya selalu memberi perhatian khusus kepada anak atau siswa SD, SMP dan SMA, ibu hamil, atau kelompok masyarakat yang berada dalam deraan kemiskinan. Anak-anak adalah masa depan bangsa dan NTT. Mereka harus sehat, kuat dan cerdas agar dapat berkontribusi maksimal membangun Flobamora tercinta.

    “Itulah alasan saya mengunjungi anak-anak, ibu hamil, keluarga miskin, para lansia dan para pemulung di Kabupaten-Kota Kupang. Kita harus berjuang keras memerangi kemiskinan dan stunting, salah satunya dengan mengonsumsi ikan. Saya berharap, kampanye makan ikan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk sesering mungkin mengonsumsi ikan. Ayo makan ikan agar tubuh kian sehat, segar, dan berotak cerdas,” ajak Ansy.

    Aktivis reformasi 98 itu menjelaskan, kegiatan GEMARIKAN sangat membantu nelayan dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) NTT di bidang pengolahan ikan. Selama Pandemi, hasil tangkapan ikan banyak, tetapi permintaan pasar menurun drastis karena terdampak pandemi COVID-19. Maka, kegiatan GEMARIKAN menjadi salah satu solusi dari negara untuk membantu nelayan dan UMKM.

    “Permintaan pasar domestik dari luar NTT dan konsumsi ikan NTT dalam kondisi lesu di tengah Covid-19. Kegiatan GEMARIKAN adalah upaya saya dan KKP untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan dan berbagai olahan ikan dari UMKM,” pungkasnya.

  • Kunjungi Sanggar “Bliran Sina” Watublapi, Kemenkominfo RI Dorong Produk Masuk Pasar Digitalisasi

    Maumere Berandanegeri.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui staf khusus Menkominfo didampingi Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM dan Synergy Project Leader Telkom Indonesia  melakukan kunjungan ke Sanggar “Bliran Sina” Watublapi, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang,  Kabupaten Sikka, Provinsi NTT,  Jumad (30/4/2021). Kunjungan itu bertujuan mendorong produk untuk masuk ke pasar digitalisasi.

    Staf Khusus Menkominfo, Philip Gobang dalam kunjungan mengatakan Sanggar “Bliran Sina” yang diwariskan para leluhur dan mengembangkan diri dengan mempertahankan warisan budaya leluhur yang kemudian menjadikan daerah wisata  boleh dikatakan menjadi satu titik budaya untuk memperkenalkan diri dengan karya budaya yang sangat besar.

    Ini juga menjadi bagian dari kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.

    Philip Gobang lebih jauh menegaskan bahwa Khusus di NTT tema kali ini dengan nama “Kilau Digital Permata Flobamora” yang artinya mau mendorong seluruh karya yang dihasilkan mama-mama di kampung untuk beradaptasi dengan situasi yang kita alami saat ini. Dengan adanya pandemi, kita beradaptasi dan bertransformasi masuk ke pasar konektivitas internet.

    Staff Khusus Menkominfo, Philip Gobang

    Dengan kehadiran kami disini, kami mendukung semua karya dari Sanggar “Bliran Sina” Watublapi,  Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka,  Provinsi NTT  menjadi salah satu bagian dari apa yang disebut produk lokal UMKM. Karena kami ingin memperkenalkan kreasi budaya secara lebih luas ke masyarakat melalui akses untuk kemudahan konektivitas internet dalam mendorong produk masuk ke pasar digital.

    “Saya dengan pihak Keminfo tentu melihat hal ini sangat penting karena transformasi digital sekaligus memperkenakkan produk budaya kemasyarakat,” terangnya.

    Untuk mengembangkan plafon digital Kemenkominfo juga bekerjasama dengan Telkom Indonesia.

    Synergy Project Leader Telkom Indonesi, Kuncoro Wastuwibowo pada kesempatan itu juga mengatakan pihaknya mendapat amanah dari pemerintah melalui Kemenkominfo, Kementrian UMKM dan BUMN untuk mengembangkan plafon digital yang akan menjembatani bagaimana ekosistem ini digabungkan.

    Kuncoro Wastuwibowo, Synergy Project Leader Telkom

    “Bagaimana program ini bisa menyambungkan komersialisasi dengan UKM dalam  bidang digitalisasi untuk bisa dipasarkan ke dunia,”ungkapnya.

    Sementara itu Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM, Viktoria Simanungkalit menyebutkan kementerian UKM berupaya mendukung kegiatan usaha kecil menengah di semua daerah dan saat ini sedang didorong bagaiaman kewirausahaan UMKM.

     Menurutnya  saat ini semakin banyak usaha mikro dan hanya sebatas usaha. Tetapi tidak memikirkan bisnisnya. Apakah  bisnis ini menguntungkan dalam skala yang cukup atau tidak. Oleh karena itu Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi mendorong para usaha mikro supaya bisa bekerja dengan skala yang cukup, efesiensi dan harga bisa bersaing.

    Victoria Simanungkalit, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian KUKM

     “Saat ini banyak usaha mikro tetapi hanya sebatas usaha. Tidak memikirkan bisnisnya untung atau tidak Oleh karena itu kita mau dorong para pelaku mikro untuk bisa bekerja skala besar dan bisa bersaing,”ujar Victoria

    Kementerian KUMK perlu melakukan  pendekatan ekosistem karena tidak bisa berdiri sendiri tetapi tetap dilatih dan didukung dengan pembiayaan. Karena itu kata Victoria pemerintah melakukan pendekatan holistik dan ekosistem terhubung.

    Presiden RI Menginginkan Kita Berkolaborasi

    Victoria juga menegaskan bahwa tugas dari Kemenkominfo membuat ekosistem supaya internet jalan, Kementerian Koperasi dari segi bisnis, Kementerian Perindustrian dari segi desain atau pengembangan produknya. Ini perlu kita berkolaborasi sehingga produk yang dihasilkan meningkat.

    Kita berharap Pemerintah Kabupaten Sikka kreatif dan saling bekerjasama dan  berkomunikasi supaya bisa melihat apa yang dibutuhkan di Kabupaten ini, sehingga dari pusat memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan kabupaten ini.

    Bukan kemauan pusat tetapi memang kami mau masyarakat daerah ini butuh apa karena yang paling tau adalah bapak ibu yang ada di sini. Kami dari pusat akan bekerja sama denga Pemda dalam melayani usaha kecil masyarakat perlu ditingkatkan,,”tegas Victoria.

     Sekilas  Sanggar “Bliran Sina

    Sanggar “Bliran Sina” diketuai Yosef Gervasius beranggotakan 50 orang. “Bliran Sina” yang artinya Sejuk Bagaikan Negeri Cina dan berdiri sejak 7 September 1988 kini menjadi pusat perhatian semua lapisan masyarakat.

    Tujuan berdirinya sanggar “Bliran Sina” adalah  meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan produk seni tradisional, meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan hidup bermasyarakat dengan mempertahankan kearifan sosial budaya dan lingkungan hidup, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan menghargai hak asasi manusia dan kesetaraan gender.

    Kegiatan pokok dari Sanggar “Bliran Sina” yaitu  ikat tenun pewarna alam, musik dan tarian tradisional, kerajianan tangan.

    Produksi yang dihasilkan yakni kain tenun asli pewarna alam dengan berbagai motif sesuai ukuran pria dan wanita. Musik tradisional dan tarian tradisional.

    Produk kerajianan tangan berupa perabot dapur dari tempurung, bambu, anyaman-anyaman, bahkan baju tas, dompet, topi, perhiasan aksesoris, dan alat-alat musik serta alat tenun mini.

    Pemasaran langsung kepada wisatawan yang datang  ke lokasi sanggar. Selain itu penjualan melalui mitra lokal dan regional. Harga bervariasi sesuai jenis produk dan mutu produk. (Atik)

  • Polda NTT Ajak Masyarakat Sikka untuk Bersinergi Berantas Narkoba

    Maumere Berandanegeri.com – Kepolisian Daerah (Polda) NTT mengajak seluruh lapisan masyarakat Maumere Kabupaten Sikka dan Masyakarat NTT pada umumnya untuk bersinergi dalam mencegah  dan memberantas narkoba di dalam wilayah propinsi NTT.

    Kabupaten Sikka sendiri, selama tahun 2021 ini, baru terdapat satu kasus narkoba yang terungkap dan pelakunya ditangkap di Jakarta. Dimana pihaknya bekerja sama dengan Bareskrim, untuk proses penangkapan itu.

    Peredaran Narkoba yang masuk ke wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini  pada umumnya masuk melalui jasa pengiriman baik darat, laut maupun udara.

    Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda NTT, Kombes Agustinus Indra Napitupulu kepada wartawan usai menggelar sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan psikotropika bagi masyarakat Kabupaten Sikka bertempat di Aula Kemala  Sikka pada Jumat (30/4/2021).

    Dikatakan Kombes Indra hingga April 2021, jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 11 kasus. Sedangkan tahun 2020 lalu, jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 59 kasus.

    Direktur Resnarkoba Polda NTT, Kombes. A. F. Indra Napitupulu, S.I.K., didampingi Kasat Resnarkoba Polres Sikka, Iptu. Mesakh Y. Hetharie, saat diwawancarai para wartawan usai kegiatan sosialisasi

    Dari 11 kasus peredaran narkoba yang berhasil diungkap Dit Narkoba Polda NTT, kebanyakan kasus peredaran narkoba di wilayah NTT masuk melalui jasa pengiriman jalur udara. Meskipun demikian, sejauh ini pihaknya selalu melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap semua aktivitas baik darat, laut maupun udara.

    “Tahun ini saja, hingga April 2021, sudah ada 11 kasus penyalahgunaan narkoba yang sudah kita ungkap dan tentunya masih banyak lagi kedepannya. Sedangkan tahun 2020 lalu, ada 59 kasus narkoba yang kita ungkap di NTT,”jelasnya. Disebutkan, narkoba jenis sabu-sabu merupakan yang paling banyak beredar.

    Dari 11 kasus narkoba yang berhasil diungkap,jelas Indra  kebanyakan jenis shabu-shabu dan juga tembakau gorila, yang pelakunya ditangkap di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

    Dengan adanya sosialisasi ini Kombes Indra  berharap agar bisa memberikan pemahaman serta sekaligus bermitra dengan masyarakat Kabupaten Sikka dari berbagai komponen, agar dapat mendukung kegiatan yang dilakukan pihaknya selama ini.

    “Jadi tentunya, kami datang untuk mengajak masyarakat disini, agar bersinergi bersama dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba,”pungkasnya. (Atik)

  • Menangkap Sinyal 4G demi USBD di Perbukitan Leze di Manggarai Timur (Bagian 2)

    Oleh Markus Makur

    JARUM jam menunjukkan 07.15 Wita. Laju sepeda motor dari Kampung Peot, Kelurahan Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu, (28/4/2021) menuju ke rumah jabatan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Heremias Dupa di Kompleks Golo Karot, Kelurahan Rana Loba. Saat tiba di rumah jabatan, kami menunggu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto bersama stafnya.

    Pagi itu mereka sudah mengagendakan pemantauan Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) tingkat sekolah dasar. Kali ini mereka memantau USBD dua sekolah dasar di Kecamatan Kota Komba yang melaksanakan USBD di perbukitan Leze, Desa Mbengan.

    Dalam rombongan itu, ada dua wartawan yang ikut untuk meliput ujian berbasis digital di perbukitan tersebut.

    Laju dua kendaraan dari Kota Borong menuju ke bagian Timur. Setiba di pertigaan Kisol, kendaraan belok kiri menuju ke arah utara.

    Mereka melintasi kawasan perkampungan Mbapo, Rende, Desa Rende menuju ke perkampungan Kakang, Desa Pong Ruan. Meneruskan perjalanan di jalan mendaki Mok hingga tiba di lokasi ujian.

    Kepala Sekolah Dasar SDI Nunur, Arnoldus Latong sudah menunggu di tikungan jalan masuk lokasi ujian. Mereka turun dari kendaraan hingga berjalan kaki menuju ke lokasi USBD.

    Siswa Duduk Bersila Beralaskan Tikar Plastik

    Setiba di lokasi ujian berbasis digital, siswa dan siswi kelas VI duduk bersila dengan pakaian seragam merah putih, memakai masker, jaga jarak serta memegang handphone android dan ipad sambil mengerjakan soal ujian.

    Setiba di lokasi, guru-guru menyapa Ketua DPRD Manggarai Timur, Heremias Dupa dan Kepala Dinas PPO Manggarai Timur, Basilius Teto. Selamat pagi pak. Mereka menjawab sapaan itu dengan selamat pagi.

    Selanjutnya, Teto menanyakan, apakah ada kesulitan selama USBD di tempat ini?, Kepala Sekolah SDI Nunur, Arnoldus Latong dan Kepala SDK Waekekik, Henrikus Sale bersama guru-guru menjawab bahwa ujian hingga hari terakhir masih berjalan lancar. Sinyal 4G masih stabil.

    Latong menjelaskan, kisah awal mendapatkan tempat di perbukitan Leze untuk menangkap sinyal 4G berawal dari informasi bahwa saat USBD tingkat SMP, khususnya SMPN 02 Mok melaksanakan USBD selama 4 hari di lokasi perbukitan ini.

    Memang, lanjut Latong, saat uji coba, try out USBD 15 April 2021 lalu, mereka melaksanakan di pinggir tebing Keto di sebelah selatan dari Kampung Nunur. Namun, sinyal 4G tidak stabil.

    “Saya bersama guru-guru memutuskan melaksanakan USBD di perbukitan Leze. Akhirnya sejak Senin, 26 April 2021 melaksanakannya di perbukitan ini. Sekolah menyewa mobil pick up untuk mengangkut siswa dan siswi kelas VI ke tempat ini dan saat pulang,” jelasnya kepada wartawan, Rabu, (28/4/2021).

    Latong menjelaskan, apapun kesulitan sinyal yang dihadapi, sekolahnya berjuang agar melaksanakan USBD dengan lancar.

    “Kami bersyukur bahwa cuaca mendukung dengan tidak turun hujan serta lokasi ini sangat tenang walaupun berada di ruang terbuka. Kami berterima kasih atas kunjungan Ketua DPRD Manggarai Timur dan Kepala Dinas PPO Manggarai Timur,” jelasnya.

    Terpisah Kepala Sekolah SDK Waekekik, Henrikus Sale, Rabu, (28/4/2021) mengisahkan saat try out, uji coba, sekolahnya berpindah-pindah tempat. Pertama di bawah rimbunan bambu Betong Torok, kedua, mencoba di dalam ruang kelas, ketiga melaksanakan di perbukitan Leze. Dari ketiga lokasi ini, perbukitan Leze, sinyal stabil hingga mereka memutuskan melaksanakan UBDD di perbukitan Leze.

    “Saya dan guru-guru mengadakan rapat dengan memutuskan bahwa USBD dilaksanakan di perbukitan Leze,” jelasnya.

    Henrikus menjelaskan, perbukitan Leze merupakan tempat sekolah rakyat (SR) Mok di zaman dulu. Kemudian pindah ke perbukitan di perkampungan Mok. Perbukitan ini merupakan perkampungan tua dari masyarakat Mok zaman dulu.

    Lokasi Terbuka tanpa Tenda Terpal

    Perbukitan Leze sangat sejuk karena banyak pohon yang tumbuh di sekelilingnya. Ada tempat rata di perbukitan ini. Bahkan masih ada 4 rumah warga di perbukitan tersebut. Lokasi ujian di tempat terbuka tanpa ada terpal penutupnya. Memang ada tiang-tiang tenda darurat, namun tidak ditutupi terpal.

    Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Heremias Dupa kepada wartawan, Rabu, (28/4/2021) menjelaskan, Lembaga DPRD minta Dinas Kominfo memprioritas pemasangan BTS di pelosok-pelosok Manggarai Timur seperti di Kecamatan Elar dan Elar Selatan, Lambaleda Utara, Kota Komba Utara.

    “Saya sudah dengar ada 66 BTS yang siap dibangun di Manggarai Timur dari Kominfo RI. Untuk ke 66 BTS harus diprioritaskan kepada daerah-daerah di pedalaman Manggarai Timur yang blank spot. Saya sudah telepon Kadis Kominfo Manggarai Timur agar memprioritas pembangunan BTS di daerah susah sinyal,” jelasnya.

    Dupa menjelaskan, kebutuhan sinyal saat ini sangat mendesak di era digital sesuai perkembangan zaman. Sinyal saat ini seperti buku. Karena dengan bagus maka bisa membaca materi pelajaran di handphone.

    Dupa menjelaskan, teknologi informasi bisa ditempatkan di urutan pertama dalam program pembangunan sesuai perkembangan era digital.

    Terpisah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga saat ditemui wartawan di lokasi ujian, Rabu, (28/4/2021) menjelaskan, jumlah 330 Sekolah Dasar. Ujian akhir berjenjang, 315 Sekolah, jumlah siswa peserta ujian 6488 siswa, Model ujiannya daring 179 sekolah, jumlah siswanya 3819 siswa, ujian luring 139 sekolah, jumlah 2669 siswa.  Ujian di luar kelas ada 44 sekolah. Lainnya di kelas.

    “Kesulitan jaringan internet 4G sehingga sulit melaksanakan di ujian di dalam kelas. Ada bantuan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) dari kemendikbud ke sekolah. Saya pastikan 2022 semua sekolah ada TIK,” jelasnya.

    Basilius menjelaskan, paling banyak ujian di luar kelas dengan tenda darurat di Kecamatan Elar, Elar Selatan dan Kota Komba bagian utara.

    “Sampai hari terakhir ini tak ada kendala ujian sekolah Berbasis digital (USBD). Semangat guru patut diapresiasi oleh pemerintah. Alasannya, keterbatasan jaringan internet tidak mematahkan semangat melainkan mencari sinyal agar pelaksanaan USBD berjalan lancar,”  jelasnya.

    Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Timur, kepada wartawan, Selasa, (27/4/2021) melalui sambungan telepon menjelaskan, tim dari Jakarta sudah melakukan survey di 49 titik di seluruh Kabupaten Manggarai Timur untuk membangun BTS.

    “Dari 66 rencana bangun BTS di Kabupaten Manggarai Timur, 49 sudah dilakukan survey. Tinggal 17 titik yang sedang dilakukan survey. Saya sudah tandatangan dokumen administrasi dari tim yang melakukan survey di seluruh Manggarai Timur,” jelasnya.

    —————————————————————————-

    Penulis adalah wartawan di Manggarai Timur, NTT