Blog

  • Blaise Pascal dan Kebahagiaan

    Blaise Pascal dan Kebahagiaan

    Oleh Agustinus Tetiro ( Jurnalis, Alumnus STFK Ledalero )

    untuk Ignas Kleden pada HUT ke-73

    BLAISE PASCAL (1623-1662) mengatakan, semua orang mencari kebahagiaan, tanpa ada pengecualian.[1] Dalam proses pencarian kebahagiaan itu, kadang manusia bahkan bisa tiba pada ketidakbahagiaan. Lalu, manusia harus bagaimana untuk menemukan dan tiba pada kebahagiaan otentik? Untuk bahagia, manusia harus menerima Allah sebagai pribadi yang tak terbatas dan tak berubah.[2] Pascal langsung merujuk pada Yesus Kristus sebagai awal dan akhir pencarian manusia. Dengan mengenal Yesus, kita bisa mengetahui semua yang terjadi.[3]

    Menurut Pascal, sebagai makhluk yang kontradiktoris, manusia membutuhkan Tuhan. Kontradiksi kondisi manusia bersifat paradoksal. Manusia adalah makhluk yang nista sekaligus luhur, hina serentak mulia. Manusia tidak sepenuhnya rasional, tetapi juga tidak seluruhnya irasional. Relasi kedua hal yang paradoksal ini terjadi secara dialektis. Inilah keadaan yang kemudian membuat manusia hampir selalu tidak puas dan tidak pernah mencapai kesempurnaan. Pascal menyatakan, keluhuran manusia berasal dari kehinaannya. Hanya dengan mengakui kerapuhannya, manusia bisa menunjukkan kebesaran dan kemuliaan.[4]

    Pengakuan akan kerapuhan dan kenistaan memungkinkan manusia menerima Allah setelah Allah mengaruniahkan rahmat-Nya. Hal ini hanya bisa dilakukan dalam jalan iman dan bukan hasil dari proses rasionalisasi.[5] Iman itulah yang menyelamatkan dan membahagiakan manusia. Inilah jaminannya bahwa “Tuhan mengubah hati manusia dengan kemanisan surgawi yang Dia tanamkan di dalamnya, yang mengatasi kelezatan daging.”[6]

    Penekanan pada iman ini berkaitan dengan konteks historis Pascal. Ada dua pokok pikiran Pascal, yaitu anti-rasionalisme dan pembedaan antara Allah iman dan Allah filsafat.[7] Pertama, anti-rasionalisme. Dengan mengatakan bahwa hati mempunyai logikanya sendiri, filsafat Pascal merupakan reaksi terhadap rasionalisme Descartes. Kedua filsuf ini hidup di zaman yang sama, filsafat zaman barok. Menurut Pascal, akal budi hanyalah salah satu sumber pengetahuan dan akal budi mempunyai batas. Pengetahuan lain disebut logika hati atau dikenal luas sebagai pengetahuan intuitif. Logika hati bukanlah letupan emosi belaka, tetapi unsur pemahaman yang berlainan dari rasio. Pascal menggunakan ‘hati’ dalam berbagai makna: ‘kehendak’, ‘kepercayaan’, dan ‘kemampuan untuk mengetahui’.[8]

    Kedua, Allah iman, Allah filsafat.  Manusia bertemu dengan Allah dalam hatinya. Mungkin akan terlihat melawan rasio.  Menurut Pascal, “bukti metafisik tentang Tuhan begitu terpisah dari akal manusia, dan sangat rumit bahwa meskipun menarik perhatian, dan jika terlihat muda dipahami, itu hanya sesaat, dan satu jam kemudian terlihat bisa salah.”[9] Dari kesadaran seperti inilah, Pascal berbicara tentang pertaruhan (Le Pari) tentang ada-tidaknya Allah, yang secara singkat berbunyi: “Kalau kau percaya (akan adanya Allah), kalau kau menang, kau memenangkan segalanya, kalau kau kalah (ternyata Allah tidak ada), kau tidak kehilangan apapun. Jadi, percayalah jika kau dapat.”[10] Allah yang dimaksud Pascal tentu saja Allah iman, sebagaimana “yang diimani Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah yang penuh kasih dan penebusan.”[11]

    Sampai di sini, kita tahu bahwa apa yang khas pada konsep kebahagiaan Pascal adalah pengajaran dan penekanannya pada pengetahuan intuitif dalam mengenal sumber dan tujuan kebahagiaan yaitu Allah (Yesus Kristus). Dengan logika hati, Pascal mengajarkan bahwa jalan intuisi bukan pengganti jalan rasional. Keduanya hadir untuk saling melengkapi. Jalan intuisi, secara negatif, diartikan sebagai jalan pikiran yang tidak deduktif dan tidak induktif. Suatu penalaran tanpa silogisme lengkap. Secara positif, intuisi tentang Allah berarti kesadaran langsung kuasi-eksperimental tentang kehadiran Allah.

    Penilaian tentang jalan intuisi pembuktian adanya Tuhan pada umumnya dalam hubungan dengan jalan pembuktian rasional tentang adanya Tuhan. Jalan rasional seringkali kering, abstrak, dan tidak menyentuh hati manusia. Jalan rasional menghantar manusia pada Allah para filsuf (Deus Philosophorum), dan bukan kepada Allah kaum beriman. “Allah Abraham, Yakub dan Esau, Allah Yesus Kristus.”[12] Lebih jauh, jalan rasional mengandaikan pengetahuan filsafat yang cukup mendalam serta kemampuan menarik kesimpulan logis atas dasar kenyataan yang ada dan menggunakan prinsip-prinsip metafisis, tetapi kebanyakan orang tidak mempunyai kemampuan itu. Maka, bahaya dari jalan rasional adala bahwa jalan ini cenderung menggunakan kategori-kategori empiris untuk Yang Transenden. Hal ini bisa menurunkan Yang Transenden menjadi intra-duniawi.[13] Sementara itu, jalan intuisi jauh lebih sederhana, langsung dan menyentuh hati manusia, karena hampir semua orang bisa mengerti dan menggunakan jalan ini. Akan tetapi, jalan ini sangat bergantung pada penghayatan subjektif manusia. Orang jahat yang hidup sembrono sulit diharapkan sadar ke arah Tuhan melalui hati nuraninya.

    Bagi Pascal, yang mendalami “kegiatan ilmiah yang sangat rasionalistis dan duniawi ini diiringi dengan kecenderungan asketisme dalam hidup pribadinya”[14], jalan rasional dan jalan intuisi saling melengkapi karena kedua-duanya diperlukan. Tanpa jalan rasional, maka jalan intuisi gampang jatuh dalam sentimentalisme dan subjektivisme. Sebaliknya, tanpa jalan intuisi, maka jalan rasional gampang membawa kita kepada abstraksi yang kering, dengan menjadikan Yang Transenden itu objek pengetahuan rasional belaka, seperti objek pengetahuan empiris. Manusia adalah makhluk multi-dimensional, maka jalan rasional dan jalan intuisi mesti dipakai bersama untuk mencari Yang Transenden.  Pascal sendiri “tidak memandang kegiatan ilmiah sebagai kegiatan ‘duniawi’, melainkan sebagai pengabdian kepada Allah.”[15]


    [1]Blaise Pascal, The Thoughts of Blaise Pascal (translated from the text of M. Auguste Molinier by C. Kegan Paul (London: George Bell and Sons, 1901), hlm.69.

    [2]F Budi Hardiman, Pemikiran Modern. Dari Machiavelli sampai Nietzsche (Yogyakarta: Kanisius, 2019), hlm.62.

    [3]“Jesus Christ is the goal of all, and the centre to which all tends. Who knows him knows the reason of all things.” Blaise Pascal, The Thoughts of Blaise Pascal, hlm.68.

    [4]F Budi Hardiman, Pemikiran Modern, hlm.61.

    [5]Michael Moriarty, Grace and Religious Belief in Pascal, dalam Nicholas Hammond (ed), “The Cambridge Companion to Pascal” (Cambridge: Cambridge University Press, 2003), hlm.144.

    [6]Michael Moriarty, Grace and Religious Belief in Pascal, hlm.149.

    [7]Harry Hamersma, Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern (Jakarta: Gramedia, 1983), hlm.16-17. 

    [8]F Budi Hardiman, Pemikiran Modern, hlm.60.

    [9]Blaise Pascal, The Thoughts of Blaise Pascal, hlm.67.

    [10]Sebagaimana dikutip, F Budi Hardiman, Pemikiran Modern, hlm.62.

    [11]Blaise Pascal, The Thoughts of Blaise Pascal, hlm.68.

    [12]Harry Hamersma, Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern, hlm.17.

    [13]Leo Kleden, Filsafat Ketuhanan (catatan kuliah mimbar) (Maumere: STFK Ledalero, 2008)

    [14]F Budi Hardiman, Pemikiran Modern, hlm.59.

    [15]F Budi Hardiman, Pemikiran Modern, hlm.59.

  • Danlal Maumere Ingatkan Penerimaan Casis TNI AL tidak Dipungut Biaya

    Maumere Berandanegeri.com – Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP mengingatkan bahwa penerimaan Calon Siswa (Casis) TNI AL tidak dipungut biaya.

    “Laporkan bila ada oknum yang mengatasnamakan panitia dengan meminta sejumlah imbalan dengan iming-iming kelulusan dan modus seperti itu adalah penipuan,” tegas Danlal Maumre dihadapan para calon siswa Seleksi Tamtama TNI AL TA 2021 Panda Lanal Maumere saat memimpin apel khusus pengecekan kesiapan para calon (Casis) yang berlangsung di lapangan Parkiran  Lanal Maumere, Senin(17/5).

    Dihadapan para calon siswa Seleksi Tamtama TNI AL Gel.1 TA 2021 Panda Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P.M.Tr.Hanla M.M.CTMP menyatakan sebagai calon Prajurit TNI AL harus siap segalanya baik fisik maupun mental dalam menghadapi seleksi.

    “Sekali lagi saya ingatkan bahwa penerimaan calon siswa TNI AL tidak dipungut biaya apapun,”tegasnya.

    Selain pengecekan para calon siswa Tamtama TNI AL Gel.1 TA 202, Danlanal Maumere juga melaksanakan inpeksi kendaran dinas (Randis) Lanal Maumere baik Roda empat maupun roda dua sebagai kesiapan mobile dalam melaksanakan kedinasan pasca Hari Raya Idul Fitri.

    Pengecekan dimaksud meliputi kondisi fisik baik mesin, interior, dan eksterior Randis kepada Pengawak, “ucapnya.

    Lanjut Danlanal,  dalam inpeksi tersebut juga didata jumlah kendaraan dinas yang bisa beroperasi maupun kendaraan dinas yang rusak., ang kemudian akan ditindaklanjuti untuk dilaporkan kepada komando atas agar segera dihapus dalam inventaris dinas.

    Turut mendampingi Danlanal Maumere dalam pengecekan persiapan seleksi Casis Tamtama TNI AL TA 2021 Gel 1 Panda Lanal Maumere Mayor Laut (P) Samsul Bahri M.Tr.Opsla, Pjs Pasops Mayor Laut (P) Moh Makruf Pasminlog Mayor Laut (T) Nono Sumarno beserta perwira Lanal Maumere.

     (Pennlanalmme/Atick)

  • Bantu Penanggulangan Bencana NTT, Lanal Maumere Terima Penghargaan dari Kepala SAR Maumere

    Maumere Berandanegeri.com – Dalam membantu menanggulangi bencana alam banjir bandang di Pulau Adonara dan Pulau Lembata beberapa waktu lalu, Pangakalan TNI AL (Lanal Maumere) mendapat penghargaan dari Kepala  Kantor SAR Maumere, I Putu Sudayana, S.E.,M.AP.

    Hal ini ditandai dengan penyerahan sertifikat penghargaan dari Kepala kantor SAR Maumere kepada Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP pada Selasa 18 Mei 2021 di Mako Lanal Maumere sebagai wujud serta apresiasi peduli kemanusiaan pada musibah bencana di Pulau Adonara Kab. Flores Timur dan Kab. Lembata NTT.

    Selain itu peran aktif Lanal Maumere pada bencana Adonara dan Lembata serta Alor adalah mendukung penuh Fasilitas Sandar kepada Kapal Perang RI (KRI) yang akan sandar di Kab. Flotim serta Kab. Lembata untuk mendroping serta mendistribusikan bantuan-bantuan yang diangkut oleh KRI untuk korban bencana NTT.

    Saat terjadinya bencana alam banjir bandang di Kabupaten Flores Timur (P.Adonara) dan Kabupaten Lembata (P. Lembata), seluruh jajaran TNI Angkatan Laut memberikan bantuan dengan pengiriman logistik bantuan melalui kapal perang (KRI) dari markas Angkatan Laut baik dari Jakarta, Surabaya, Kupang dan Maumere. Tercatat ada beberapa KRI yg dikirimkan oleh TNI Angkatan Laut dan terlibat dalam bencana tersebut, antara lain : KRI Oswald Siahaan-354, KRI Ahmad Yani-351, KRI Escolar-871, KRI Tanjung Kambani-971, KRI Semarang-594. Khusus KRI Semarang-594 adalah kapal Rumah Sakit, yang saat itu juga memberikan bantuan medis kepada korban bencana alam dengan melaksanakan bakti sosial di Larantuka Flores Timur dan di Lembata.

    Bantuan tersebut berasal dari seluruh komponen masyarakat yang dikumpulkan oleh Posko Bencana Alam yang didirikan atas perintah Pimpinan Angkatan Laut dan dilaksanakan oleh seluruh jajarannya baik dari Koarmada I, ll dan III, maupun Lantamal serta Lanal jajaran Angkatan Laut di seluruh Indonesia.

    Peran Pemerintah daerah juga sangat luar biasa dalam membantu logistik, diantaranya Pemprov Jatim (Bu Khofifah Gubernur Jatim) dan Pemprov lainnya turut mengirimkan bantuan kemanusian melalui Kapal Perang (KRI).

    Antusiasme masyarakat dengan kehadiran unsur-unsur KRI sangat tinggi, karena disamping membantu melaksanakn pengobatan untuk korban Bencana, juga membawa barang logistik bantuan bencana dalam jumlah sangat banyak.

    Komandan Lanal Maumere mengatakan “Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan merupakan salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer selain Perang (OMSP) sesuai pasal 7 Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004,” tegas Danlanal Maumere.  

    (Penlanalmme/Atick).

  • Cerita Gadis 12 Tahun Bertemu Kera di Pulau Waibalun

    Oleh Oa Chella Tukan

    Siswa Kelas VI SD Marsudirini – Jakarta Timur

    Sudah hampir sebulan Oa libur di Larantuka. Sudah kemana-mana tapi baru Selasa, 4 Mei 2021, Oa pergi melihat dari dekat Pulau Waibalun. Pulau Waibalun terletak di kelurahan Waibalun- Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Di Jakarta, Oa sempat nonton Yutube yang meceritrakan pulau ini. Entah siapa yang buat. Lupa. Pokoknya KEREN de. Jadi penasaran sekali waktu bisa lihat sendiri pulau ini.

    Sebelum berangkat, sehari sebelumnya, kaka-kaka Oa, sudah buat rencana ke Pulau Waibalun. Kebetulan hari Selasa, 4 Mei 2021, bertepatan dengan acara nikahan famili Bapa di Waibalun. Kata kaka-kaka, setelah dari pulau Waibalun siang, sorenya kita mampir di acara pernikahan, biar sekalian jalan.

    Hari Selasa, pagi-pagi kami sudah bersiap-siap pergi. Dari rumah, kami ada empat orang, yakni Oa, kaka Chelin, Kaka Oa dan Kaka Oni. Kaka Oa itu sepupuku. Di rumah dipanggil Oa juga. Jadi kita panggil Kaka Oa.

    Kami berangkat ke Waibalun. Di Waibalun kami bertemu dengan Kak Titin, teman Kaka Oa. Kami bersama pergi ke pulau Waibalun dengan menumpang perahu motor yang biasa mengantar orang-orang pergi-pulang pulau itu. Berapa ongkosnya? Oa ga ngerti. Kaka Oa yang mengatur semuanya. Tapi sebelum berangkat kita mampir di warung beli makanan kacang buat bekal di jalan.

    Sampai ke Pulau Waibalun, saat mau foto-foto dan mau naik ke atas bukit, kita lihat ada Kera. Pertama satu ekor, tapi lama-lama banyak. Kita takut dan akhirnya memutuskan untuk tidak naik ke bukit, tapi hanya foto foto aja di bawah.

    Selang 15 menit kita foto, ada kera bapa bapa,  tidak besar tapi juga tidak kecil, melintas sekitar kita.  Dia kayak liatin kita terus.  Untung kita udah beli kacang, sehingga makanan itu sebagian kita kasih ke kera itu.

    Kita lanjutin foto lagi sambil main laut nya.  Bagus banget tempatnya. Tapi tiba tiba ada satu kera lagi datang. Dia datang lewat kolong jembatan tempat perahu yang mengantar kita tadi berhenti . Sepertinya kera itu mau sembunyi di bawah kolong sambil liat liat kita.

    Kita lanjut foto lagi. Tapi tanpa kita tahu, kera yang bersembunyi itu sepertinya panggil kera yang lain. Tiba tiba ada sekitar 7 kera yang menghampiri kita.  Ya udah, kita kasih makan dengan kacang yang masih sisa.

    Kera kera itu seperti sedang lapar. Mereka makan kacang kacang itu begitu cepatnya. Setelah kacang-kacang itu habis,  terus mereka pergi.

    Dari kejauhan terlihat kera nya kayak nunjukin gigi taring mereka. Kera-kera yang tadi makan kacang ternyata tidak hanya mereka. Mulai datang makin banyak kera yang bergabung.

    Kera yang baru datang ini keliahatan berani berani dan ganas. Mereka menghampiri kita dan mau menerkam kita.  Oa takut, Cheline, Kaka Oa, Kak Oni takut tapi kata kak Oa kita kalem aja

    Abis itu kita duduk beristirahat di salah satu pojok jembatan.  Kera kera itu terus minta makan ke kita. Mereka mengepung kita. Kita kewalahan menghadapi mereka. Salah satu cara, kita harus meninggalkan tempat ini.

    Kak Titin mulai angkat telpon dan menelpon orang yang punya kapal yang tadi mengantar kita ke pulau ini. Kaka Titin minta agar bapa itu datang kembali menjemput kita.

    Sambil tunggu kapal datang, Ka Titin itu ngomong pake bahasa Waibalun kepada kera kera itu. Kera itu sepertinya mengerti.  Kera-kera itu langsung mundur pelan pelan. Tidak lama, saat kita lihat ke belakang udah ga ada mereka. Mereka sudah naik ke pohon

    Di atas pohon,  kera kera itu kayak teriak gitu. Mereka tunjuk lagi gigi mereka. Walau jauh, kita juga takut.  Tapi kita tidak boleh bergerak, karena kalau kita bergerak, mereka mendekat lagi.

    Kapal nya datang.  abis itu kita turun mau ke kapal. Kera itu pun melompat dari ranting pohon, membuntuti kita. Kera-kera berdiri di ujung jembatan, saat kita di atas perahu motor. Kera-kera terus liatin kita sambil terus teriak teriak gitu.

    Wah, pokonya seru d. Oa mau ke pulau itu lagi, kalau kaka-kaka tidak sibuk untuk mengantarnya.

    sampai jumpa.

  • Pererat Silaturahmi, Lanal Maumere Gelar Olahraga bersama TNI Polri dan Unsur Instansi Maritim

    Maumere Berandanegeri.com – Dalam rangka mempererat silahturahmi bersama TNI-Polri  dan unsur instansi maritim khususnya di wilayah kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, TNI Angkatan Laut (Lanal Maumere) menggelar olahraga bersama, Minggu (16/5/2021).

    Kegiatan berlangsung di Kesatrian Lanal Maumere Jl. Magepanda Km 10 Kecamatan  Alok Barat Kabupaten  Sikka.

    Turut  hadir Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi, M. Tr. Hanla., M. M., CTMP, Dandim 1603/Sikka, Letkol Inf Zulnalendra Utama, S.I.P,Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, S.I.K bersama istri,Kejari Sikka, Fahmi, S.H,Kepala Bea Cukai Maumere, Tommy Hutomo, GM Pelindo III Maumere, Erry Ardiyanto, KSOP pelabuhan L Say Maumere, Halim Eko dan Alexander Mananta,Kakansar Maumere diwakili oleh I Wayan Suwena, S.H, Ketua IDI Kab. Sikka, dr. Asep Purnama bersama istri,. dr. Samuel Galinging, dr. Theo, Kasi Intel Bea Cukai Maumere, Dimas, Perwira,Bintara dan Tamtama Lanal Maumere, Ketua Jalasenastri Cab 3 Korcab VII DJA, Ibu Ekamagdalina Yoga.

    Beberapa olahraga yang digelar bersama diantaranya senam SKJ-88, Diving dan Snorkling, dengan Spot Diving di depan Mako Lanal Maumere.

    Selain olahraga dilanjutkan dengan  kegiatan  diskusi “Pengembangan Kampung Bahari Nusantara” (KBN) binaan Lanal Maumere di Desa Kojadoi dan  Perencanaan Bakti Sosial bidang kesehatan, bekerjasama degan IDI Kabupaten  Sikka.

    Pada kesempatan tersebut, Danlanal Maumere,Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi M.Tr.Hanla M.M. CTMP menuturkan, bahwa tujuan olahraga bersama ini  untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI-Polri, dan  unsur instansi maritim diKabupaten Sikka yang selama ini sudah terjalin sangat baik.

    “Jenis-jenis olahraga yang digelar berupa Senam SKJ -88, Diving, Snorkling dan Joy Sailing. Ini dilakukan dengan tujuan agar unsur instansi maritim di Kabupaten Sikka lebih akrab lagi,”, ucapnya.

    “Ditengah merebaknya wabah covid-19 kita harus bisa menjaga diri dengan olah raga sesuai dengan kemampuan, sesuai dengan hobi masing-masing. Dengan olahraga dapat membuat reflek anggota badan serta otot lebih responsif dan tidak kaku, disamping itu setelah olah raga pikiran menjadi fresh/segar,”ungkap Dwi Yoga.

    Danlanal Maumere  menyampaikan, dengan kegiatan olahraga bersama ini diharapkan dapat semakin mempererat jalin kebersamaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan antara TNI dan Polri, dan unsur instansi Maritim kabupaten Sikka.

    “Olahraga bersama ini juga untuk saling mengenal tidak hanya di lingkungan Perwira tapi para anggota masing-masing juga agar saling mengenal dalam melaksanakan tugas di wilayah kerja kita. Melalui olahraga bersama ini, marilah kita tetap jaga solidaritas TNI-Polri,” tandasnya.

    Sementara Kapolres Sikka AKBP Sajimin S.I.K mengatakan, “Polres Sikka  menyambut baik kegiatan ini yang dapat mempererat tali silaturahmi TNI-Polri dan unsur instansi Maritim.”

    “Polres Sikka menyambut baik kegiatan silaturahmi ini. Dan berharap kedepannya lebih ditingkatkan lagi,”ungkapnya.

    Dengan kebersamaan ini tentu pelaksanaan tugas di lapangan akan bisa tercapai. Bukti kebersamaan dan kekompakan serta sinergitas TNI-Polri dalam melaksanakan  pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 dapat berjalan dengan baik, selain itu kegiatan ini sebagai ajang saling kenal antara sesama.

    Pantauan media peserta yang hadir melakukan Jos Sailing melihat spot terumbu karang yang ada diwilayah perairan Maumere dengan menggunakan kapal Reder milik Pangkalan TNI AL. Kegiatan berjalan dengan baik dan tetap mematuhi protokol Kesehatan.(Atick)

  • Kopi, Politik, Ekonomi dan Persaudaraan

    Oleh Markus Makur

    Mengangkat tema ini mungkin sudah terbiasa dijelaskan. Dituturkan. Didiskusikan. Dibahas secara lisan.

    Membahas ini biasa dilakukan  di lingkungan keluarga. Di lingkungan sosial masyarakat. Di kedai-kedai kopi. Disaat sedang arisan keluarga. Arisan komunitas. Bahkan, disaat melaksanakan ritual adat. Di pesta perkawinan dan lain-lainnya.

    Di berbagai kesempatan saat dua tiga orang berkumpul pasti disuguhkan minuman kopi. Kecuali ada yang tidak minum kopi karena berbagai alasan dan pertimbangan kesehatan. Di saat kita minum kopi, pasti ada perbincangan lepas bebas, tentu bertanggungjawab.

    Satu teguk minuman kopi pasti memunculkan diskusi. Interaksi sosial terjadi saat kita minum kopi. Minum kopi mampu mencerahkan. Bahkan memompa adrenalin untuk berpikir positif.

    Minum kopi tidak membuat kita mabuk. Tidak ada cerita mabuk karena minum kopi. Melainkan minum kopi membuat seseorang semakin cerdas. Ini tak bisa dibantah.

    Siapapun saat bekerja selalu disuguhkan dua macam minuman. Pertama air bening. Kedua minuman kopi.

    Manusia adalah makhluk minum kopi. Tentu tidak semua. Manusia adalah makhluk politik.

    Manusia adalah makhluk ekonomi. Manusia adalah makhluk sosial. Manusia adalah makhluk peniru. Saat berinteraksi sosial terjadi ikatan persaudaran. Kekeluargaan. Kekerabatan. Persahabatan.

    Boleh dibilang manusia adalah makhluk pemakan segala. Tentu bukan semuanya dimakan. Ada pilihan karena manusia pandai memilih dan memilah.

    Manusia adalah makhluk yang pandai memilih dan memilah.

    Apa kaitan antara kopi, politik, ekonomi dan persaudaraan

    Tentu kita semua alami dalam kehidupan sehari-hari. Ada bicara politik, walaupun memahami setengah-tengah tentang politik. Yang terpenting bicara politik.

    Bicara politik selalu menggiurkan. Tak akan habis selagi manusia bisa berpikir.

    Bicara politik selalu menggairahkan sebab manusia itu makhluk berpolitik. Bahkan orang-orang menganggap diri hebat selalu berbicara politik. Menulis tentang politik. Bahkan bicara politik itu seperti darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Jikalau darah tersumbat pasti membawa penyakit. Begitupun politik kalau tersumbat pasti membawa malapetaka.

    Memang berbicara politik sangat asyik. Segala sesuatu di dunia ini selalu berkaitan dengan politik.

    Misalnya bercinta juga sebuah politik. Namanya, politik cinta dan contoh lainnya.

    Mengambil suatu keputusan juga berdasarkan politik. Menentukan sesuatu juga dengan politik.

    Memberi dukungan juga berkaitan dengan politik balas budi. Jutaan buku yang ditulis orang-orang hebat sudah diterbitkan. Dibaca orang lain. Ditulis lagi sesuai dengan perkembangan sebuah sistem perpolitikan.

    Berbicara politik tidak dengan secangkir kopi pasti diskusinya buntu. Berbeda dengan berdiskusi sambil minum kopi pasti diskusinya mengalir seperti air yang terus mengalir.

    Pengalaman sehari-hari dalam Komunitas Cenggo Inung Kopi Online (CIKO) Manggarai Timur selalu minum kopi sambil membahas berbagai persoalan serta mencari dan menemukan solusi alternatif. Bukan hanya di komunitas ini, komunitas lain yang makin bertumbuh subur di wilayah ini tidak terlepas dari suguhan minuman kopi sambil bercerita apa adanya.

    Berbicara macam-macam situasi yang berkembang. Bahkan dalam lingkungan keluarga, sebelum berdiskusi selalu disuguhkan segelas kopi diatas meja.

    Senggo inung wae, (singgah minum air) termasuk inung wae kopi (minum air kopi) adalah kebijaksanaan orang Manggarai Raya khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya.

    Dari minum kopi ada nilai ekonomi-nya. Kopi dibeli dari petani. Kopi dibeli di pasar. Kopi beli di kios-kios. Bahkan kopi juga ada milik sendiri yang dipetik dari kebun. Minum kopi bagian dari politik ekonomi atau ekonomi politik. Kata seorang petani dari Kampung Lendo, Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Adil saat diskusi lepas di Pastoran Paroki Mbata belum lama ini.

    Siapa yang menguasai ekonomi, berarti bisa menguasai politik. Ekonomi politik dan politik ekonomi berjalan seiringan.

    Negara mana yang menguasai perekonomian global maka kekuasaan politik dikuasainya.

    Pengamatan sehari-hari, apalagi saat pelaksanaan hayatan demokrasi tidak terlepas dari suguhan minuman kopi. Artinya minuman kopi memiliki nilai politik dan ekonomi dan persaudaraan.

    Dimana dua tiga orang berkumpul sambil minum kopi pasti disana ada persaudaraan, persahabatan dan kekeluargaan.

    Minuman kopi mampu merangkul lintas etnis. Minuman kopi bisa mempersatukan manusia dari berbagai latar belakang kehidupan.

    Belum lama ini saat diskusi lepas, seorang dosen Fisipol UGM Yogyakarta, Agustinus V Jalong menceritakan bahwa di Negara Amerika Latin minuman kopi di kedai-kedai selalu berhubungan dengan diskusi politik, ekonomi dan persaudaraan. Kopi bisa dipahami dari mitologi ke metafisika. Minuman kopi mampu memacu adrenalin serta memompa jantung yang berujung kepada otak untuk terus berpikir dan menulis.

    Penulis berpikir, mungkin para filsuf terkenal dari zaman dulu hingga sekarang ini memiliki kebiasaan minum kopi sehingga mengalir seperti air cara berpikir dan menuangkan ide. Ide yang dituangkan dalam sebuah gagasan dan dinarasikan sesuai dengan perkembangan zaman dibaca ulang oleh pemikir-pemikir berikutnya. Membaca, memahami dan mengutip ulang gagasan itu membuat gagasan dibahas ulang, dikaji sesuai dengan konteks dimana seorang pembaca itu berada.

    Minuman kopi tentu ada persaingan ekonomi. Persaingan politik, tapi tetap penuh persaudaraan.  Minum kopi juga terjadi transaksi ekonomi antara peminum kopi dan pemilik kedai-kedai kopi.

    Belum lama ini Maret 2021, komunitas CIKO menggelar virtual webinar dengan topik, “Kopi dan Kesejahteraan Petani Kopi di Manggarai Timur”. Banyak hal dibahas oleh beberapa narasumber terkait sejarah tanaman kopi, pemasaran dan kendala-kendala yang dihadapi selama ini.

    Untuk diketahui bahwa untuk daratan Flores, tanaman pertama yang ditanam oleh petani adalah tanaman kopi. Tanaman kopi dibawa oleh para misionaris yang bermisi di wilayah Pulau Flores.

    Tentu para misionaris memiliki alasan dan pertimbangan. Salah satu pertimbangan yang diamati oleh penulis adalah tanaman kopi dengan suguhan minuman kopi ada persaudaraan, mempersatukan semua orang.

    Minum kopi mampu merangkul semua kepentingan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

    Saat ini kita amati di berbagai kedai-kedai, banyak generasi lintas usia memadati kedai itu sambil minum kopi serta membahas berbagai perkembangan zaman. Sambil minum kopi berselancar di dunia maya dengan gadget canggih. Kita bisa data jumlah penikmat minuman kopi dan minuman teh. Yang lebih dominan adalah penikmat minuman kopi.

    Minuman kopi tidak membeda-bedakan kelas sosial. Merata. Setara. Sederajat

    Kita bisa bedakan dalam keseharian saat berkumpul sambil minum air bening dan minum kopi. Saat kita minum air bening hanya untuk menghilangkan rasa haus. Sedangkan minum kopi ada kenikmatan tersendiri bahkan bisa menghilangkan rasa ngantuk dan mengalir diskusi-diskusi secara spontan dan betah duduk berjam-jam. Ujung dari diskusi spontan akan merembet ke diskusi politik, ekonomi yang bernuansa persaudaraan.

    Foto dari Google

    Saat menikmati minuman kopi kita membahas berbagai persoalan, baik masalah kemanusiaan, lingkungan hidup, budaya, demokrasi dan strategi politik dan berbagai ilmu bisnis.

    Penulis merasakan pengalaman harian saat berkumpul dengan rekan sejawat profesi, relasi, anggota komunitas.

    Leonardus Santosa dan Frumensius Fredrik Anam, dua pengagum minum kopi Manggarai Timur berpendapat bahwa minuman kopi berhubungan dengan budaya lokal. Misalnya saat ritual adat atau ritual perkawinan, pertama-tama disuguhkan minuman kopi sebelum dilangsungkan ritual adat.

    Keduanya berangkat dari pengalaman harian di rumah, saat bekerja selalu ada minuman kopi. Bahkan saat membuat sebuah kajian-kajian sosial, politik, ekonomi ada minuman kopi. Analisis pasti mengalir seperti air mengalir.

    Keduanya berpendapat bahwa saat minum kopi, itu berarti kita sangat mencintai petani kopi yang tersebar di kampung-kampung di seluruh wilayah Manggarai Timur.

    Keduanya berpendapat bahwa cikal bakal tanaman kopi bermula dari Kampung Colol di Kabupaten Manggarai Timur. Itu berarti Manggarai Timur memiliki ikon yang mendunia yakni kopi. Untuk itu pemerintah harus mengarahkan kebijakan politik, ekonomi di sektor pertanian.

                                    ***************

    Penulis adalah wartawan yang berkarya di Manggarai Timur

  • Tingkatkan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut, Lanal Maumere Bangun Komunikasi dengan Toga dan Tomas

    Maumere Berandanegeri.com – Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere (Lanal Maumere) adalah satuan unsur pertahanan Negara Matra Laut yang terus meningkatkan pemberdayaan wilayah pertahanan laut untuk memperkuat wilayah laut dengan segala potensinya guna kepentingan pertahanan negara di laut.

    Saat ini pemberdayaannya ditingkatkan lebih luas lagi agar pemberdayaan wilayah pertahanan laut itu semakin maksimal untuk mendukung pertahanan negara dalam kerangka sistem pertahanan rakyat semesta.

    Selain itu peran dan  tugas Lanal Maumere juga  sebagai Wadah Komunikasi serta koordinasi para Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) dengan mencakup wilayah kerja Lanal Maumere meliputi Pulau Flores, Lembata hingga Alor sebagai bentuk pemberdayaan wilayah Pertahanan Laut.

    Untuk itu Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M. Tr. Hanla., M.M., CTMP mengundang beberapa perwakilan Toga dan Tomas setempat untuk mebermbangun komunikasi serta silaturahmi khususnya di wilayah kerja Lanal Maumere, sekaligus memperkenalkan diri serta sebagai partner masyarakat pesisir dengan TNI AL bertempat di Balai Prajurit Lanal Maumere, Jumat (14/5/2021) Pukul 20.00.WITA.

    Komandan Lanal Maumere,Kolonel Laut (P) Dwi Yoga menjelaskan berdasarkan aturan hukum dan peraturan perundang-undangan, keberadaan Lanal Maumere di Pulau Flores, merupakan salah satu unsur pertahanan negara dan penegak hukum di Perairan Yurisdiksi R.I., sesuai dengan tugas dari Angkatan Laut berdasarkan pasal 9 UU no. 34 tahun 2004.

     Dalam membangun komunikasi serta silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dan  para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menghadapi kompleksitas pembinaan potensi maritim yang menuntut kerja sama lintas sektoral.

    “Sebagai awal program kerja khususnya sebagai partner masyarakat pesisir diwilayah kerja Lanal Maumere saya juga perlu memperkenalkan diri,”ucap Danlal Maumere.

    Mewakili Tomas dan Toga, Bapak Putut menyampaikan bahwa Keberadaan Lanal Maumere, sejak berdiri sampai dengan saat ini, memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar Mako, apalagi saat ini ada penerimaan Prajurit TNI AL sehingga banyak warga yang berminat mendaftarkan putra/putrinya untuk bergabung menjadi Prajurit TNI Angkatan Laut.

    “Lanal Maumere, sejak dulu sampai sekarang menjalin hubungan baik dengan masyarakat, melindungi kami di saat kerusuhan dahulu, kemudian sekarang ada penerimaan Prajurit TNI di Lanal, jadi semakin banyak warga yg ingin anaknya masuk menjadi Tentara Angkatan Laut”, pungkas Bapak Putut.

    Hadir dalam pertemuan koordinasi dan silaturahmi tersebut Toga dan Tomas diantaranya Bapak Putut, Bapak Abdurahman Madu, Bapak Abdurahman Gamal dan Bapak Ali Sadikin.

    Dari Lanal Maumere hadir Palaksa Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Samsul Bahri, M. Tr. Opsla, Pjs. Pasops Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Moh. Makruf, Pasminlog Lanal Maumere, Mayor Laut (T) Nono Sumarno beserta seluruh Perwira Lanal Maumere dan perwakilan Prajurit Lanal Maumere. (Penlanalmme/Atick)

  • Pemprov NTT Support Distribusi Donasi dari Posko ”Satu Hati” Jakarta

    Kupang Berandanegeri.com – Hari Jumat, 14 Mei 2021, kloter terakhir posko “Satu Hati untuk NTT” dari diaspora Jakarta, diberangkatkan dari pelabuhan Tenau Kupang menuju pelabuhan Waingapu menggunakan KM. AWU secara free berkat bantuan dukungan  pemprov NTT melalui BNPBD yang di komandoi oleh Bpk. Isak Nuka.

    Panitia “Satu Hati untuk NTT” posko Jakarta yang mengakomodir semua donasi dari komunitas NTT yang berdomisili di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Timur sejak keberdaan “Satu Hati” membuka posko di Kantor Badan Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Tebet Jakarta Selatan dan posko cabang Kupang di Jl. Nangka No. 62 di ruko milik Irjen Pol. Johni Asadoma.

    Bahkan Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur Ben Polo Maing, selalu responsif setiap permintaan dukungan dari tim “Satu Hati” untuk urusan teknis dan kendala di lapangan pada saat pendistribusian. Jujur kami “Satu Hati” sangat bangga atas respons yang dilakukan pemprov NTT selama kegiatan kemanusiaan kami di NTT  dan pasca tanggap bencana topan silkon seroja. Bahkan pejabat BNPBD Isak Nuka selalu intens berkomunikasi dengan kami memberi jadwal slot penerbangan khusus untuk distribusi dari donasi “Satu Hati” melalui pesawat carteran BNPBD Demonim Air milik pengusaha asal NTT Vico Amalo untuk tujuan ke lokasi – lokasi bencana. Bahkan kami juga mendapat support satu unit mobil box bnpd. Hal itu disampaikan Tobbyas Ndiwa, SH, tim advokasi, monitoring dan public relation posko “Satu Hati NTT” diaspora Jakarta.

    Bpk Tobbyas Ndiwa (Kiri)- Bpk. Donald, Kaban Penghubung NTT – Jakarta (Kanan)

    Pasca musibah topan siklon Seroja melanda dan meluluh lantakan beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur awal April 2021, hanya berselang sehari warga diaspora asal Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) bahkan Bandung dan sekitarnya bergerak cepat melakukan penggalangan dan pengumpulan donasi. Atas inisiatif IKB/IKB NTT Jakarta, Forum Pemuda NTT Jakrta, Aliansi Timur Indonesia, FKM Flobamora, dan Kolbat sebagai insiator penggalangan donasi, dan dengan cepat direspon cepat oleh semua komunitas diaspora NTT lainnya dengan berbagai nama komunitas. Kemudian semua bersepakat membentuk sebuah posko bersama yang diberi nama Posko “Satu Hati untuk NTT”. Hari kedua pasca launching, bantuan sembako dan pakaian layak pakai mulai membludak di sekretariat bersama posko “Satu Hati” dan berjalan dengan sangat baik selama satu bulan. Ini juga tak lepas peran Kepala Badan Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Jakarta Donald Izaack. Peran pak Donald sangat luar biasa selain menyiapkan tempat penampungan di kantornya di Jl. Tebet Timur Dalam Raya,  juga anjungan NTT di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, beliau juga rela kantornya sepintas mirip gudang akibat berjubelnya barang-barang donasi yang datang. Bahkan di kloter terakhir yang di angkut via KM. Umsini melalui pelabuhan Tanjung Priuk di kawal dan di lepas langsung oleh Kepala Badan Perwakilan tersebut, dimana pada saat terjadinya topan siliklon Seroja melanda NTT, baru dua minggu beliau di tempatkan oleh Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat di Jakarta. Sekali lagi terima kasih pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Timur. (Tn).

  • Usai Garong, Seorang Nelayan Dibekuk Buser Polres Sikka

    Maumere Berandanegeri.com  – Seorang nelayan warga kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, berinisial MH dibekuk Tim Sapurata Buser Polres Sikka, Rabu (12/05/2021). Pria berusia 60 tahun itu dibekuk sekitar pukul 02.00 WITA di rumahnya oleh aparat Buser Polres Sikka yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu. Agha Ari Septyan, S.I.K dan Kanit Buser, Aiptu. L. Rudi Hartono. Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, MH merupakan garong yang biasa beraksi sendirian. Ia diketahui telah melakukan aksi di 2 tempat berbeda sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor /116/V/2021/NTT/Res. Sikka, tanggal 11 Mei 2021 dan LP Nomor /91/V/2021/NTT/Res.Sikka tanggal 10 April 2020.

    Dari tangan pelaku, petugas berhasilkan mengamankan sejumlah barang bukti yakni: 1 unit HP merk Samsung A71 warna biru, 1 unit tape mobil merk Acoustic warna Hitam, 2 buah chip kartu Telkomsel, 7 buah memory card, 1 buah power bank, 2 buah silikon HP, 5 buah dompet, 1 buah kunci leter T, 1 bilah pisau, 3 buah alat cas, 1unit sepeda motor merk xeon warna biru. Pelaku kini diamankan di Polres Sikka untuk proses hukum selanjutnya. (Atik)

  • Bupati Dogiyai Luncurkan Portal Berita odiyaiwuu.com

    Mowanemani Berandanegeri.com–Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, SIP, M.IP, Rabu (12/5) meluncurkan portal berita odiyaiwuu.com, berbasis di Moanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Papua. Prosesi peluncuran portal berita itu dilakukan di kebun dan kandang ternak miliknya di kampung Kimupugi, Distrik Kamu, Dogiyai.

    “Peluncuran dilakukan di kebun dan kandang ternak sebagai simbol kerja. Bahwa orang hanya dapat meraih kebahagiaan hidup dengan bekerja. Tanpa bekerja kebahagiaan tidak dapat terwujud dalam kehidupan,” ujar Bupati Dumupa, dalam keterangan tertulis yang diterima dari Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Rabu (12/5).

    Menurut Bupati Dumupa, pihaknya meluncurkan portal berita odiyaiwuu.com di kebun dan kandang ternak agar seluruh masyarakat tahu berbagai informasi pembangunan dan perkembangan sosial-kemasyarakatan tak hanya di Dogiyai tetapi juga Tanah Papua. Meski hampir sebagian besar kampung dan distrik di Dogiyai belum tersedia akses telekomunikasi, namun langkah ini ditempu untuk memudahkan warga dalam memperoleh informasi.

    “Media ini hadir untuk ikut memperjuangkan kebahagiaan hidup manusia melalui bekerja. Para pimpinan redaksi, staf redaksi, para wartawan, dan lainnya adalah pekerja-pekerja yang akan berjuang untuk melahirkan kebahagiaan hidup melalui penyebarluasan nilai-nilai kebenaran,” kata Bupati Dumupa, lulusan Program Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.

    Ia menambahkan, masyarakat Papua umumnya dan Dogiyai khususnya tahu, di hampir sebagian wilayah Dogiyai belum tersedia jaringan telekomunikasi. “Saya luncurkan portal berita ini di kebun dan dekat kandang ternak karena sebagian besar warga negara kita adalah masyarakat yang tinggal di kampung dan beraktivitas di kebun,” katanya.

    Kehadiran portal berita tersebut, jelas Bupati Dumupa, sangat diperlukan seiring terbukanya kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat di muka umum, termasuk memperoleh informasi publik kian pesat. Berbagai informasi pembangunan daerah, termasuk distrik hingga kampung-kampung dapat diketahui melalui media. Kebanyakan awak media adalah putera-puteri asli Papua yang punya kemampuan di bidang jurnalistik.

    “Portal berita odiyaiwuu.com ini diperkuat sejumlah anak muda asli Papua. Kita harapkan agar media ini menjadi penyambung lidah aktivitas masyarakat kecil dan pemerintah dari kota hingga kampung-kampung. Saat ini kita memasuki era keterbukaan dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat. Media ini hadir mewartakan apa saja program yang direncanakan, dikerjakan dan dihasilkan bersama masyarakat dan pemerintah,” kata Dumupa, mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

    Sementara itu, Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Perusahaan Odiyaiwuu Media Bahagia, penerbit odiyaiwuu.com, Johannes Supriyono menambahkan, ada sejumlah wartawan ikut memperkuat media ini. Mereka berdomisili di sejumlah kabupaten di Papua dan Papua Barat. “Para wartawan yang kita rekrut memiliki semangat luar biasa besar. Kita berharap informasi yang disajikan di media ini memberi manfaat atau referensi yang mencerdaskan,” kata Supriyono.

    “Portal berita odiyaiwuu.com hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat, bukan hanya Dogiyai, tetapi juga di tanah Papua, Indonesia bahkan di seluruh dunia. Saya mengajak semua rekan wartawan media ini untuk meraih kebahagiaan hidup. Peluncuran di kebun dan kendang ternak adalah simbol dari kerja,” kata Bupati Dumupa. (Paskalis Bataona).