Jakarta Berandanegeri.com – Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta, melalui Staf Sub Bidang Pembinaan Masyarakat dan Kehumasan (Subbid PMK), Menahim Saban, SH menjelaskan bahwa pada tanggal 5 Juni 2021 yang lalu, telah mendapat laporan dari beberapa orang warga diaspora NTT yang ada di Jakarta bahwa ada dugaan praktek perdagangan Orang (Human Trafficking) yang dialami dua warga NTT yang ada di Jakarta.
“Dua hari yang lalu, kami, Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta mendapat laporan dari beberapa orang diaspora NTT yang ada di Jakarta terkait dugaan perdagangan orang (Human Trafficking ) yang dialami dua warga asal NTT. Kami selanjutnya, merespon laporan tersebut. Dipimpin Oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT bersama beberapa orang dari unsur Ormas Diaspora NTT di Jakarta, langsung bergerak cepat mendatangi lokasi tempat kedua korban berada yaitu di daerah Pesing, Jakarta Barat’ Jelas Nahim.
Kedua warga diaspora NTT tersebut antara lain; Vircinia Selan (18) warga TTU dan Megi Taopan (19) warga Amarasi Barat, telah dijanjikan pekerjaan oleh salah satu agen pekerjaan, sebagai ART pada rumah Sutiyah, salah satu Warga Jakarta, dengan diiming-imingi gaji sejumlah Rp 2.000.000 per bulan. Namun, setibanya di Jakarta, setelah bekerja beberapa hari, apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak sehingga diputuskan lagi bahwa kedua korban hanya akan menerima gaji sebesar Rp 1.300.000 perbulan ditambah pemotongan uang tiket kedatangannya. Kedua korban tersebut akhirnya memutuskan untuk melarikan diri sebelum ditahan oleh security majikan tersebut.
“Tiba di lokasi, kami mendengar keterangan dan pemaparan dari kedua korban tentang kronologis bagaimana mereka di rekrut dan dijanjikan pekerjaan sebagai ART dengan gaji yang menggiurkan, karena tertarik dengan iming-iming gaji yang cukup besar tersebut, akhirnya kedua korban mau diajak ke Jakarta. Namun setelah tiba di Jakarta apa yang mereka alami tidak sesuai seperti yang dijanjikan, seperti jenis pekerjaan dan jumlah gaji yang dijanjikan, mereka juga dilarang menggunakan telephone seluler (selama beberapa hari Hp mereka disita). Merasa di tipu, akhirnya kedua korban memutuskan untuk kabur dari tempat mereka bekerja, kedua korban sempat di tahan di posko security kompleks” Terang Nahim kepada Awak Media, Senin (07/06/2021).
Setelah mendapat laporan tersebut, Pihak Badan Penghubung dan Tokoh Diaspora NTT Jabodetabek langsung bergerak cepat, menindaklanjuti kasus ini. Pihak Badan Penghubung telah mengijinkan kedua korban untuk menginap sementara di Wisma Kantor Badan Penghubung NTT, Tebet, Jakarta Selatan.
Menurut Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta, Hendry Donald Izaac, S.Sos., M.SI, pihaknya telah membantu dalam upaya memediasi kedua belah pihak baik dari pihak majikan, Sutiyah dan kedua korban. Dan sang Majikan, Sutiyah bersama Badan Penghubung akan membantu memfasilitasi kepulangan kedua korban ke kampung halamannya.
“Untuk kasus Human Trafficking kedua Warga Diaspora NTT ini, kami telah melakukan mediasi bersama kedua belah pihak dalam hal ini, Sutyah dan kedua korban. Dan Sutyah bersama kami akan memfasilitasi keberangkatan kedua korban termasuk pengadaan tiket untuk kembali ke kampung halaman masing-masing”, imbuh Pak Donald.
Foto Bersama Setelah Mediasi di Wisma Badan Penghubung NTT, Tebet-Jakarta Selatan
Sementara itu, Tokoh Diaspora NTT Jabodetabek sekaligus Ketua Forum Pemuda NTT Jabodetabek, Yohanes Hiba Ndale, menghimbau agar berbagai elemen dalam masyarakat perlu menindak tegas terkait praktik Human Trafficking yang mengorbankan para pekerja di mana pun termasuk warga NTT. Pihaknya mengapresiasi Badan Penghubung yang telah menindaklanjuti kasus ini.
“Kami harapkan perhatian semua elemen untuk menindak tegas praktik Human Trafficking yang mengorbankan para pekerja termasuk warga NTT. Saya mengapresiasi pihak Badan Penghubung yang telah menindaklanjuti persoalan ini..”, jelas Pak Ady Papa.
Yohanes melanjutkan bahwa setiap pemuda/i NTT adalah generasi masa depan bangsa dan cita-cita adalah yang utama bagi kaum muda.
“Kaum muda NTT adalah generasi masa depan bangsa dan cita-cita adalah yang utama bagi kaum muda saat ini maka diharapkan kasus ini tidak terulang kembali’, imbau Ketua Forum Pemuda NTT tersebut. (Riky Hayon)
Jakarta Berandanegeri.com – Kepala Badan Penghubung Nusa Tenggara Timur (NTT) Jakarta melalui Kepala Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga, Welhemus Adam Kaseh, S.AP menuturkan, kegiatan senam bersama dan rapat koordinasi yang dilaksanakan merupakan inisiatif Badan Penghubung NTT Jakarta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kegiatan silahturahmi bersama para Badan Penghubung Provinsi seluruh Indonesia, setelah sekian lama belum terselenggara oleh karena terhambat pandemic Covid-19.
Kegiatan senam dan rapat koordinasi terpusat di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Jumat, 04 Juni 2021 dihadiri Badan Penghubung 34 Provinsi di Indonesia. Dengan mengangkat Tema “Senam dan Rapat Koordinasi”, Badan Penghubung NTT merasa sangat bersyukur karena oleh kegiatan ini Para Badan Penghubung Seluruh Indonesia dapat bertemu kembali secara langsung.
“Kegiatan Senam dan Rapat Koordinasi ini merupakan sebuah silahturahmi bersama Badan Penghubung seluruh Provinsi di Indonesia. Hal ini dilakukan karena selama ini berbagai aktifitas terhambat oleh karena pandemic sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan hari ini, silahturahmi antar badan penghubung bisa terjalin kembali. Kami juga sangat bersyukur karena bisa bertemu kembali” Tutur Adam kepada awak media, Jumat (04/06/2021).
Rapat Koordinasi Badan Penghubung Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) juga membahas terkait Peningkatan Kapabilitas ASN Badan Penghubung Seluruh Indonesia dan Penyusunan Program Pameran tahun 2022
“Kami mengagendakan dua tema dalam pembahasan dalam rapat FORKAPPSI yaitu peningkatan kapabilitas ASN dalam lingkup Badan Penghubung dan juga selanjutnya menyusun program untuk kegiatan pameran di tahun 2022 mendatang” tambah Adam.
Sementara itu, Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta sekaligus Ketua FORKAPPSI, Hendry Donald Izaac, S.Sos., M.SI menerangkan bahwa dalam hasil keputusan rapat Koodinasi Badan Penghubung seluruh Indonesia menghasilkan empat keputusan yaitu terkait promosi budaya, pagelaran seni, kajian terhadap rancangan UU ASN dan peninjauan kapasitas dan kapabilitas Badan Penghubung.
Kaban Penghubung NTT Jakarta Bpk. Donald Isaac (Batik Biru)
“Secara umum, ada empat hal yang kami putuskan dalam rapat Badan Penghubung seluruh Indonesia; Pertama, Pada tahun 2022 akan diselenggarakan Promosi Daerah dan Budaya Seluruh Indonesia di Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan PT. Angkasa Pura. Kedua, Akan diadakan Pagelaran Seni Produk dan Kuliner Nusantara. Ketiga, FORKAPPSI ke depannya akan mengkaji rancangan UU ASN untuk kemudian diusulkan ke Kemendagri. Keempat, FORKAPPSI akan meninjau kapasitas dan kapabilitas Badan Penghubung sebagai badan yang strategis sesuai peran dan fungsi”, jelas Pak Donald. (Riky Hayon)
APA yang khas pada karya “Catatan Pinggir” Tempo yang dikumpulkan dalam buku ini, yang tiap minggunya ditulis oleh Goenawan Mohamad, adalah suaranya yang lirih dan sikapnya yang bertanya-tanya.
Pengalamannya sejak lama sebagai penyair dan penulis esai telah memberikan karakteristik pada setiap karyanya. Tulisannya menjadi semacam senandung, yang tidak hanya menyimpulkan sikap personalnya menghadapi pilihan-pilihan susah di masyarakat, tapi juga membuka kemungkinan bagi alternatif lain – yang barangkali bisa ditemukan dengan mendalami pilihan-pilihan yang ada.
Barangsiapa sempat membaca tulisan-tulisan Goenawan pada masa Demokrasi Terpimpin, yaitu ketika ia turut terlibat dalam polemik keras dengan pihak Lekra misalnya, akan melihat bahwa di sana juga ia tak terpancing oleh semangat perkelahian lalu menulis dengan cara berseru-seru. Sebab nampaknya, bila orang tidak lagi mau mencari jalan berkomunikasi, maka nasib seluruh zaman dengan segala persoalannya memang telah ditentukan. “Cara yang berkebudayaan” itulah salah satu prinsip.
Skeptisisme sebagai cara untuk mencari kebenaran memang mempunyai tempat dalam khazanah pemikiran filsafat. Ia merelatifikasikan segala macam kebenaran yang sempat terumuskan. Suatu rumus, kecuali bisa mengungkap kebenaran juga berkecenderungan memenjarakan kebenaran baru yang mungkin tercipta. Sikap skeptis memberi ruang untuk tidak terjebak dalam dogmatisme atau fanatisme terhadap suatu sikap atau ajaran. Dan ia bekerja dengan pertanyaan.
Cuma harus diakui, cara semacam ini sering tidak praktis – khususnya dalam menghadapi pertanyaan yang minta jawaban segera. Sebab itu sering ada tuntutan di masyarakat agar para cendekiawan bicara lebih jelas, lebih mengarah, dan kalau perlu mengambil pihak. Apa salahnya sesekali menghardik?
Tapi itu tidak terjadi, dan agaknya memang sebagian orang telah dikecewakan. Apa boleh buat. Seperti nampak dalam seluruh nada “Catatan Pinggir”-nya, Goenawan bukan anti perubahan – namun ia tak punya resep atau cara langsung untuk mengubah masyarakat. Di situlah ia mungkin berada dalam posisi ambivalen – antara ya dan tidak. Ini terutama menonjol bila dilihat dari mereka yang bergerak dalam latar belakang pekerjaan politik, yang minatnya adalah mengubah dan mengubah keadaan sesegera mungkin.
Di situ Goenawan tetap seorang yang bekerja pada latar belakang persoalan-persoalan kebudayaan. Ia mungkin tidak hanya berpikir mengubah keadaan, tetapi juga praktek serta arah perubahan yang bakal terjadi. Ia tetap seorang yang bimbang dengan apa yang ada. Seorang yang tak habis-habisnya mengunyah pertanyaan.
Sikap semacam itulah agaknya yang membedakan “Catatan Pinggir” Goenawan dengan Kompasiana PK Oyong, atau editorial Mochtar Lubis atau Rosihan Anwar semasa koran-koran mereka masih ada. Oyong sangat terlibat pada suatu masa ketika perubahan-perubahan politik yang besar sedang terjadi: ia muncul sebagai salah seorang pembicara dari perubahan tersebut. Sedang Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar selalu sudah mengantungi jawaban terhadap hampir semua persoalan di masyarakat. Perbandingan sepintas ini menyangkut pula dilema kehidupan pers di Indonesia.
Sebagaimana pilihan-pilihan pelik yang lain, dilema kehidupan pers di Indonesia pun terbentang antara tuntutan yang ideal dengan batasan-batasan riil. Idealisme tanpa pijakan realitas menjadikan orang pemimpi dan sekaligus pembohong. Sedang realisme tanpa nilai-nilai ideal akan menjadikan orang hidup tanpa martabat. Sikap penulis “Catatan Pinggir” terhadap dilema pelik ini sedemikian rupa, sehingga ia seolah dapat mengatasinya dengan sempurna. Di satu pihak ia tidak kehilangan yang ideal, di pihak lain ia bisa memenuhi batasan-batasan yang ditentukan keadaan. Ia tidak jatuh pada sikap pasrah atau sinisme.
Goenawan bergerak di tataran ide. Di sini masalah efisiensi sebuah tulisan, atau kegunaan serta-merta dari sebuah kegiatan pers demi mengubah masyarakat, tersoroti dengan tajam. Menyimak seluruh rangkaian “Catatan Pinggir” di buku ini, agaknya pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana menumbuhkan dengan sabar kesadaran yang lebih dalam – entah untuk menerima atau menolak keadaan.
Perubahan tidak hanya terjadi ketika orang menolak. Penolakan tidak selalu melahirkan sesuatu yang baru. Penerimaan juga tidak bisa hanya diartikan sebagai langkah pengukuhan status quo. Penolakan terhadap sebagian hal yang dianggap ‘buruk’, ditambah penerimaan sebagian hal yang dianggap ‘baik’, juga tidak menyelesaikan soal. Sikap ‘praktis-pragmatis’ semacam ini melangkahi persoalan dasar – bahwa apa yang dianggap ‘buruk’ dan ‘baik’ itulah justru yang harus dipersoalkan secara lebih mendalam. Namun pemikiran skeptis memang tak jarang menjengkelkan orang, karena ia jauh dari kepentingan praktis.
Dari satu segi – katakanlah segi pemegang kekuasaan – sikap semacam itu secara teknis sering disebut sikap seorang ‘liberal’. Karena titik tumpunya bukan komitmen atau loyalitas terhadap kekuasaan, tetapi justru pemikiran ulang terhadap kekuasaan dan penggunaan kekuasaan. Sedang dari sisi lain – katakanlah sisi para pengkritik keadaan – sikap skeptis dianggap sebagai sikap ragu terhadap perlunya perubahan. Keraguan yang akhirnya menelantarkan penderitaan para korban yang nyata dari keadaan.
Dua tujuan dari dua sisi itu punya arah yang berbeda tetapi tuntutan yang sama – tuntutan untuk mengambil pihak. Dan penulis “Catatan Pinggir” agaknya amat menyadari, bahwa kepadanya juga disodorkan dilema moral intelektual semacam ini.
Dalam usahanya menanggapi dilema tersebut – yang mungkin sebagian sudah menjadi pekerjaan rutin – Goenawan menulis. Dari hampir seluruh nada renungannya, Goenawan secara implisit hendak menjelaskan bahwa sikap skeptisnya tidak dikukuhinya sebagai suatu sistem – tetapi sebagai cara yang terbuka untuk mencari pengertian baru yang lebih lengkap tentang kenyataan hidup sehari-hari.
“Catatan Pinggir’ tidak mulai dengan “berita-berita hangat dalam masyarakat” – kemudian, sejauh bisa, menilainya. Ia menyusup ke dalam “berita-berita hangat” tersebut sambil mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang relevan untuk mendalaminya. Syukur bisa ditemukan makna yang lebih dalam di belakang gejala-gejalanya yang nampak.
Dalam hubungan itu Goenawan banyak memanfaatkan tamsil, ibarat, perumpamaan, cerita sejarah (bahkan juga cerita anak-anak), riwayat para tokoh, renungan keagamaan, serta menimba inspirasi dari berbagai literatur – meski jauh dari pretensi untuk membuat suatu karya ilmiah; kumpulan karangan ini pula tidak dimaksudkan sebagai semacam kumpulan kuliah.
Dengan kesabarannya, daya tahannya, panjang napasnya, Goenawan berusaha menulis refleksi tentang soal-soal kemanusiaan, kemasyarakatan, politik, sejarah, masa depan dan lain-lain. Sambil menawarkan pertanyaan-pertanyaan yang syukur bisa merangsang perluasan cakrawala pandangan yang ada. Dan lepas dari hasil akhir yang dicapainya dalam pencarian itu – apakah kita menyetujuinya atau tidak – pertanyaan-pertanyaan yang dirasa perlu telah dikemukakan.
Kebutuhan ber-refleksi
Fokus Kita dan “Catatan Pinggir” yang dikumpulkan dalam buku ini berjumlah 283 nomor. Dirangkum dari Majalah Tempo sejak terbitan tanggal 13 Maret 1976 sampai 12 September 1981. Dibagi dalam 21 tema. Pemilahan tema-tema tersebut dicantumkan sepenuhnya dengan maksud mempermudah pembacaannya. Ia bukan klasifikasi dalam artinya yang ketat.
Sifat renungan yang justru hendak mencari pemahaman yang utuh tentang banyak peristiwa, menyebabkan kita sulit menemukan tema tunggal. Tema yang satu berkaitan erat dengan tema-tema yang lain, sehingga klasifikasi yang tercantum dalam buku ini hanya bersifat relatif. Juga pencantuman indeks (nama) serta daftar kepustakaan lebih merupakan suatu “pelayanan sosial” daripada pertanggungjawaban formal bagi suatu karya ilmiah.
Kenapa refleksi? Pertama-tama mungkin karena Tempo majalah berita mingguan yang mempunyai warna khas sejak pemunculannya. “Catatan Pinggir” memiliki kesempatan minggu demi minggu untuk mengambil jarak terhadap peristiwa-peristiwa penting yang terjadi, sehingga lebih leluasa untuk menukik ke inti-inti peristiwa tersebut.
Di situlah kelebihan “Catatan Pinggir” dibandingkan catatan-catatan editorial yang lain. Ia memiliki tenggang waktu untuk mencernakan peristiwa-peristiwa aktual, hal yang amat esensial bagi suatu pekerjaan reflektif – yang dapat dibaca secara khusus, bukan hanya untuk mengetahui kejadian hari demi hari tetapi juga untuk merenungkan maknanya sebagai kesatuan yang utuh. Sehingga ia dapat dinikmati sebagai bagian yang bisa berdiri sendiri.
Di situ pula “Catatan Pinggir” dapat memenuhi salah satu aspek kebutuhan masyarakat untuk memikirkan kembali, dalam suasana yang lebih tenang, peristiwa yang dialami sehari-hari. Suasana reflektif ini merupakan kebutuhan spiritual yang semakin hari semakin meningkat, sepadan dengan perkembangan masyarakat yang semakin disibukkan oleh bermacam kegiatan rutin. Suasana keletihan mental menghadapi rutin inilah yang mungkin akan menempatkan renungan-renungan “Catatan Pinggir” dalam kedudukan sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan yang relevan.
Dengan berpikir ulang, mencari perspektif, dengan mempertanyakan kembali pemikiran-pemikiran yang ada, diharapkan kesadaran yang baru dapat ditumbuhkan dan visi kehidupan dapat disegarkan. Di tengah invasi budaya konsumerisme, ketika semua orang mencari kemudahan yang bersifat “instant”, “Catatan Pinggir” tidak dapat memenuhinya. “Catatan Pinggir” tidak memberi petunjuk apa pun – bahkan tidak mengambil sikap tegas terhadap pilihan-pilihan susah di masyarakat. Ketegasan bukanlah bahasa “Catatan Pinggir”. Di sini sebagian orang – sekali lagi – boleh kecewa.
Goenawan Mohamad dikenal sebagai seorang budayawan penyabar dan tekun melakukan tugas. Jumlah yang banyak dari “Catatan Pinggir”, yang masih akan bertambah lagi, akan turut memperkaya khazanah dunia buku – dunia ide – di Indonesia. Keluasan literaturnya memberikan kemampuan referensial terhadap proses pendalaman perenungannya. Dalam hubungan ini, “Catatan Pinggir” dapat dikatakan salah satu karya jurnalisme yang unik di Indonesia.
Amnesia sejarah
Bila orang membandingkan tulisan dalam kumpulan ini dari tahun ke tahun, mungkin akan menemukan perubahan-perubahan nuansa. Semenjak “Catatan Pinggir” masih bernama “Fokus Kita”, ia memang sudah mempunyai ciri sebagai karya reflektif.
Namun dalam “Fokus Kita” kita dapati bahwa tanda seru – yang kebetulan bertanda-gambar pentung – serta gaya bahasa imperatif cenderung lebih banyak dari tanda tanya serta ulasan yang tinggal terbuka. Persepsi Goenawan terhadap lingkungan sekitarnya dengan segala masalahnya tentu turut mempengaruhi perubahan ini. Dan perubahan lain mungkin masih akan berlanjut.
Mengambil satu contoh dari tema renungan yang mampu menyentuh masalah dasar masyarakat kita, dapat kita tunjuk salah satu “Catatan Pinggir” yang berbicara tentang amnesia sejarah. Sejenis penyakit budaya yang turut melemahkan sendi-sendi kehidupan kita, baik sebagai pribadi, kelompok maupun bangsa secara keseluruhan. Penyakit yang bukan hanya menyebabkan kita cenderung membuat kesalahan yang sama seperti di masa lalu – juga sering menyebabkan kita kehilangan orientasi.
Kita menjadi sekelompok orang yang pangling bukan hanya kepada orang lain atau lingkungan sekitar, tapi juga kepada diri sendiri. Kita hanya seolah tahu apa yang kita perbuat – sementara kejadian demi kejadian lepas dari kemauan serta kehendak kita. Kita kehilangan kesadaran sejarah, sebab itu kendali sejarah pun tidak lagi di tangan kita. Apa yang kita perbuat bergerak sendiri dalam pola yang amat lain dengan apa yang kita kehendaki.
Amnesia sejarah adalah sejenis penyakit yang membuat kita tidak siuman terhadap kesenjangan semacam itu. Dan Goenawan Mohamad dalam “Catatan Pinggir”-nya telah mencatat hal-hal semacam itu. Memang dalam suara yang lirih. Tapi sudah dikatakan.
*********************
*Tulisan ini adalah Pengantar Buku “Catatan Pinggir I”, Garfiti Pers, 1982.
Ende Berandanegeri.com – Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia, Dr.Ir. Angelinus Vincentius melepas 793 Mahasiswa KKN-MM ke Kabupaten Ende.
Acara Pelepasan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Mandiri (KKN-MMN) Universitas Nusa Nipa Indonesia Tahun 2021 kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang diwakili oleh Asisten 1 Setda Ende Drs. Abraham Badu, M.Si, berlangsung di halaman Kantor Camat Kota Baru, Kabupaten Ende, pada Rabu, 2 Juni 2021
Rektor UNIPA Indonesia, Dr.Ir. Angelinus Vincentius pada kesempatan itu menjelaskan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di UNIPA merupakan program wajib bagi mahasiswa jenjang S-1 berbobot 3 SKS yang dilaksanakan setiap tahun sebelum mahasiswa lulus menjadi sarjana.
“KKN-MM merupakan wujud implementasi dari salah satu amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, “ungkapnya.
Dikatakannya model KKN yang dipilih adalah KKN Mandiri dengan mengusung tema besar pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat pesisir dimasa pendemi Covid 19.
Selain itu Mahasiswa diharapkan mendampingi masyarakat setempat dalam meningkatkan kepatutan melaksanakan protokoler kesehatan. Pelaksanaan kegiatan KKN-MM berlangsung selama 30 hari.
Dr.Ir. Angelinus Vinsentius menerangkan Universitas Nusa Nipa Indonesia sebagai kampus yang telah terakreditasi B (atau predikat amat baik) dari Badan Akreditasi Nasional PT, senantiasa berupaya menjadi pilar pengabdian kepada masyarakat yang lebih kaya akan gagasan, dapat memberi inspirasi baru serta bagian dari solusi dalam menyelesaikan masalah sosial yang mendasar.
Ditambahkannya, para Mahasiswa bersama Dosen Pembimbing KKN dapat berkomitmen untuk bekerja menciptakan gagasan baru dan tidak bermaksud menggurui masyarakat melainkan menjadi fasilitator yang mendampingi masyarakat dalam menjalankan program-pogram yang bermanfaat.
Diharapkan setelah KKN-MM nantinya program-program kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif dapat dipublikasi pada jurnal online UNIPA bernama jurnal Bakti Nian Tana ( BANITA).
Pada Kesempatan itu juga Rektor UNIPA Indonesia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Ende yang telah merestui UNIPA melaksanakan KKN MM.
Ucapan terimakasih juga kepada Camat Kota Baru, Camat Maurole dan Camat Wewaria, para kepala desa serta Tokoh masyarakat yang telah bersedia menerima mahasiswa UNIPA Indonesia
Bupati Ende melalui Asisten 1 Setda Ende Drs. Abraham Badu, M.Si pada kesempatan itu menyampaikan pemohonan maaf kerena Bapak Bupati Ende tidak bisa hadir, lalu mengutus saya untuk mewakili.
Asisten 1 Setda Ende, Drs. Abraham Badu, MSi sedang Memberikan Sambutan
“Atas nama bupati Ende saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran bapak bupati Ende, “ucapnya.
Asisten 1 Setda Ende, Drs. Abraham Badu,M.Si menjelaskan KKN-MM merupakan bentuk pengaplikasian teori dari kampus dan terjun kepada masyarakat untuk mengabdi.
Ini ajang pembuktian seberapa jauh pemahaman peserta KKN-MM antara teori dan praktik di lapangan, kemampuan peserta KKN-MM akan diasah dan diuji mengatasi permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat.
Harapannya kegiatan KKN-MM Universitas Nusa Nipa Indonesia di kabupaten Ende ini dapat membawa perubahan.
Dirinya juga berpesan kepada Mahasiswa KKN-MM akan beberapa hal yang harus diperhatikan adalah dapat berbaur dan membangun kebersamaan di lokasi KKN-MM seperti dengan orang tua asuh dan lingkungan sekitar
Harus mampu membawa perubahan pola pikir bagi masyarakat dan Temukan Potensi-Potensi diwilayah ini yang belum terjamah.
“Jadikan kegiatan KKN-MM sebagai proses pengalaman yang berharga. Berikan kesan yang baik agar kalian diingat selalu,”ucapnya.
Mewakili Pemda Ende, saya mengucapkan terimah kasih dan apresiasi kepada Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dan Juga pihak Universitas Nusa Nipa Indonesia yang telah memilih kabupaten Ende dengan 3 kecamatan yaitu kecamatan Kota Baru, Kecamatan Maurole dan kecamatan Wewaria sebagai lokasi KKN-MM.
Turut Hadir Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu, Rektor UNIPA Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.S.i , Wakil Rektor 1 Dr. Jonas KGD Gobang , S.Fil,MA , Ketua LP2M UNIPA Indonesia Teresia Elfi, S.Kep.,Ns.,M., para Dosen Pembimbing Lapangan dan Mahasiswa Peserta KKN-MM. Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.S.i
Peserta KKN-MM tahun 2021 berjumlah 793 Mahasiswa dengan dosen pembimbing lapangan berjumlah 62 orang.Untuk diketahui Semua Mahasiswa sebelum datang kelokasi KKN, Peserta KKN-MM telah dirapid test antigen dan hasil test-nya negative. (Atick)
Maumere Berandanegeri.com – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sikka, menyerahkan bantuan sembako kepada korban bencana alam di Bebeng, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (3/6/2021).
Bantuan berupa sembako ini diberikan kepada 50 KK yang tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Sikka diantaranya di Kelurahan Wolomarang, Kelurahan Wuring, Dusun Waipare Desa Watumilok, Kilometer Dua Kelurahan Kota Uneng, Magepanda dan Ndete. Bantuan tersebut diserahkan oleh Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sikka.
Anggota Banon Muslimat NU Sikka, Hj. Nurnaningsih mengatakan sumber bantuan ini dari NU Kuwait. Orang-orang Indonesia yang bekerja di Kuwait memberikan donasi untuk warga Indonesia khususnya di Pulau Flores yang saat ini sedang dilanda bencana alam.
“NU Kuwait memberikan amanah kepada kami untuk menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam yang layak menerima sumbangan walaupun sumbangan ini tidak seberapa, “ungkap Hj Nurnaningsih. Selain itu untuk tetap menjaga silahrurahmi diantaara sesama.
Dengan adanya bantuan ini, kata Hj. Nurnaningsih umat muslim dan warga kabupaten Sikka lainnya mengenal dan mengetahui keberadaan NU di Kabupaten Sikka. Karena NU ini hadir sudah sejak empat tahun lalu namun sebagian masyarakat belum mengenal NU.
“Kita berharap kedepannya Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sikka lebih dikenal di kalangan masyarakat Kabupaten Sikka, “ucap Hj. Nurnaningsih.
Bantuan yang diberikan ini tidak seberapa namun kami berharap semoga dengan bantuan ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu dalam menyambung kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sekretaris Panitia PCI NU Sikka, Adi menjelaskan sesuai dengan arahan dari NU Kuwait bantuan sembako tersebut diberikan sebanyak 200 Paket.
Sebelumnya PCNU Sikka sudah menyerahkan bantuan ini di pulau Adonara sebanyak 150 paket. Sementara itu 50 Paket untuk kabupaten Sikka baru diserahkan hari ini.
“Kita sudah menyerahkan sebanyak 150 paket untuk Adonora, Kabupaten Flores Timur dan hari ini kita meyerahakan 50 Paket untuk Kabupaten Sikka, “jelas Adi.
Di Sikka bantuan ini diberikan dibeberapa titik yaitu,di Bebeng Kelurahan Wolomarang, Wuring, Kilometer Dua Kelurahan Kota Uneng, Magepanda, Waipare Desa Watumilok dan Ndete.
Dirinya juga menjelaskan dalam waktu dekat PCNU Kabupaten Sikka, mewakili NU Sikka Peduli bekerjasama dengan NU Kuwait dan elemen lainnya untuk tetap menggalang dana membantu korban bencana alam. (Athick)
Maumere Berandanegeri.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakuktas Hukum UNIPA Indonesia memperingati hari Lahir Pancasila dengan Pemutaran Film “Bung Karno di Ende”. Tema yang diusung “Pancasila dalam Tindakan Bersatu untuk Indonesia Tangguh”.
Kegiatan diawali dengan apel peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin oleh Camat Kewapante Alfons Naga, Kapolsek Kewapante ,IPTU Yance Yauri Kadiaman, dan Ketua Prodi Fakuktas Hukum Unipa Indonesia, Marcel Parera yang berlangsung di halaman Kantor Camat Kewapante, Selasa, 1 Juni 2021.
Camat Kewapante, Alfons Naga pada kesempatan itu mengapresiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UNIPA Indonesia yang telah mensukseskan kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Terimakasih adi-adik BEM Fakultas Hukum UNIPA Indonesia Maumere sudah menyukseskan kegiatan ini. Saya yakin kegiatan khusus ini hanya berlangsung dikecamatan Kewapante,” ucap Alfons Naga
Camat Kewapnte menegaskan sebagai generasi penerus bangsa tetap menjunjung tinggi Pancasila dengan 5 sila.
Apel dipimpin Camat KewapanteAlfons Naga, didampingi Kapo;sek Kewapante IPTU Yance Yauri Kadiarman dan Kerua Prodi Fakultas Hukum UNIPA Indonesia, Marcel Parera
Kepala Kepolisian Sektor Kewapante, IPTU Yance Yauri Kadiaman S.H menilai acara yang digelar BEM Fakultas Hukum UNIPA Maumere adalah acara identitas.
“Ade-ade telah menunjukan identitas mahasiswa yang ada di Pulau Flores yang mana Pulau Flores mempunyai histori pada hari ini dikenang dengan hari lahir Pancasila, “ujar Kapolsek Kewapnte.
Selain itu Kapolsek Kewapnte, IPTU Yance Y.Kadiaman juga menilai kegiatan yang dilakukan BEM bernilai tinggi. Apabila mempunyai kepribadian pasti akan mempunyai dedikasi integritas. Sebagai mantan Fakultas Hukum, Kapolsek Kewapante mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Saya yakin nilai-nilai ini apabila terus dipupuk akan bernilai tinggi. Dan percaya sesuatu yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan kebaikan, “ujarnya.
Ketua Prodi Fakultas Hukum UNIPA Indonesia, Marcel Parera S.H.M.H berpesan kepada semua mahasiswa yang hadir untuk tetap berdiri tegar dan jangan patah semangat. Harus tetap berkreasi, berinovasi dan hari ini telah membuktikan inti dari nilai Pancasila adalah gotong royong.
Dirinya juga merasa bangga terhadap BEM Fakultas Hukum UNIPA Maumere karena kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dan berharap tetap berpegang teguh pada aturan.
Ketua BEM Fakultas Hukum UNIPA Indonesia, Marianus Duka Mali mengatakan pihaknya menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film perjuangan “Bung Karno ketika berada di Kabupaten Ende”, untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila.Karena Ende menjadi kisah sejarah.
Ketua BEM Fakultas Hukum UNIPA Indonesia, Marianus Duka Mali
Kegiatan ini diselenggarakan di Kecamatan Kewapante, bersama masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pada umumnya yang berkaitan dengan nilai luhur Pancasila.
Banyak masyarakat dan generasi muda saat ini belum memahami secara jelas tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri dan bagaimana penerapannya di masyarakat, sehingga sering terjadi percecokan Suku, Agama, Ras, Antar golongan (SARA),” jelasnya.
Dengan kegiatan yang dilakukan ini dia berharap agar jiwa nasionalisme dalam diri masyarakat akan terus bertumbuh.
Dosen Fakultas Hukum UNIPA Indonesia, Gregorius Cristison Bertolomeus, SH.MH., mengatakan dengan adanya kegiatan Ini mahasiswa Hukum Unipa Indonesia dapat menciptakan kerukunan dan perdamaian dalam hidup berrsama masyarakat dimana saja mereka berada.
“Artinya Hukum dijadikan sarana untuk membuat lingkungan masyarakat sekitar kita lebih damai dan rukun. Disini juga hukum bertujuan untuk mencapai keadilan, “tegasnya.
Remi Nong mewakili mahasiswa Fakultas Hukum menyebutkan dengan pemutaran film dimana Bung Karno diasingkan di Ende untuk mengingatkan masyarakat dan anak-anak muda agar mengetahui bahwa proses pengasingan Bung Karno di Ende menghasilkan sejarah yakni Pancasila.
“Kami berharap kegiatan tidak sampai disini tapi kami tetap mengharapkan dukungan baik dari masyarakat maupun pemerintah untuk membangun kabupaten Sikka.
Hal senada juga disampaikan oleh Nurul Arifin alumni Fakultas Hukum UNIPA Indonesia dengan pemutaran film ini untuk mengingatkan masyarakat tentang sejarah lahirnya Pancasila.
Semoga kegiatan yang sudah dilaksanakan BEM FH UNIPA Indonesia tidak sampai disini tetapi melalui sosialisasi maupun mediasi sehingga masyarakat tahu tentang hukum. (Athick)
Maumere Berandanegeri.com – Lanal Maumere telah merencanakan akan menata dan mengembangkan beberapa obyek wisata yang ada di Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka menjadi Kampung Bahari Nusantara (KBN) sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Sikka.
Rencana pengembangan beberapa obyek wisata Pulau Koja Doi akan dilaksanakan dalam waktu dekat.Tentunya membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak baik Pemerintah maupun Mitra Perusahaan.
Demikian disampaikan Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi,M.Tr.CTMP, saat memberikan paparan penyiapan wisata Kampung Bahari Nusantara (KBN) Desa Koja Doi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Sikka, Senin(31/5/2021).
Menurut Dwi Yoga, Koja Doi merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sikka. Namun sampai sekarang pengelolaannya masih secara tradisional saja dan belum dikelola dengan baik.
“Kami melihat wisata kampung Bahari Nusantara Koja Doi ini belum dikelola dengan baik. Sehingga dengan program KBN, dan didukung semua komponen kita harap Kojadoi bisa menjadi destinasi penyanggah wisata premium di Labuan Bajo, ”terang Dwi Yoga.
“Destinasi sudah ada, tapi belum dikelola dengan baik. Nah, dengan program KBN, didukung semua komponen tentunya kita harap Kojadoi bisa menjadi destinasi penyanggah wisata premium di Labuan Bajo,” terang dia di Gedung DPRD Sikka.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Danlanal Maumere memberikan gambaran rencana pengembangan obyek wisata yang dapat dinikmati di pulau Koja Doi diantaranya Fishing Keramba, Bukit Purba, Desa Pelangi dimana merupakan gagasan perdana yang ada di propinsi NTT.
Happy CanoeAir Parachute Boat Banana Boat
Jetsky
Selain itu wisatawan juga dapat bermain Flying Fox, Banana Boat, Reef Jungle Diving dan Snorkling, Sea Culinary, Air Parachute Boat, Happy Canoe, Jetski, Glass Bottom Boat.
Lanal Maumere menjelaskan beberapa obyek yang akan dikembangkan berupa destinasi kampung pelangi. Pihaknya berinisiatif untuk mencat 128 unit rumah penduduk Desa Koja Doi dengan berbagai warna warni menyerupai warna pelangi.
Akan disipakan juga dengan Keramba Ikan dan restoran. Ini dimaksud agar wisatawan yang berkunjung bisa menangkap ikan segar dari keramba dan langsung diolah di restoran yang disiapkan
Beberapa objek wisata yang sudah ada seperti pelabuhan tepatnya di pintu masuk , jembatan batu dan lokasi batu purba akan ditata lebih baik lagi.
Yang akan lebih menarik lagi kata Danlanal Maumere pihaknya merencanakan membuat permainan Flying Fox dan juga menyediakan beberapa permainan dilaut seperti Jetski.
Rencana Sail Flores dari Kojadoi ke Labuan Bajo
Dwi Yoga menjelaskan jika semua rencana terwujud, tujuan akhir yang akan dilakukan yakni menginisiasi Sail Flores dari Kojadoi hingga Labuan Bajo melewati sejumlah destinasi wisata sepanjang utara Flores.
“Ke depan, kalau masyarakat Sikka setuju kita akan bikin Sail Flores dari Kojadoi menuju Labuan Bajo. Itu goal akhirnya,” ungkap dia.
Kojadoi merupakan desa binaan Lanal Maumere .Karena itu Sesuai instruksi fokus KBN yakni pada desa binaan.
Lanjut Danlanal Maumere, Ada 5 klaster utama terkait KBN yakni: Bidang pariwisata menciptakan desa agar dapat dijadikan destinasi pariwisata khususnya wisata bahari dengan cara memelihara dan melestarikan sumber daya alam dan sumber daya buatan.
Kedua bidang ekonomi untuk meningkatkan ekononi masyarakat melalui kegatan pembinaan kelompok masyarakat dan pendampingan.
Objek Wisata Batu Purba di Kojadoi
KBN juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa melalui pembentukan rumah pintar sebagai wadah untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi khususnya terkait dengan berbagai kegiatan, pekerjaan dan wawasan tekonologi dan kebangsaan.
Bidang kesehatan, meningkatkan kesehatan masyarakat desa melalui penyuluhan dan sosialisasi budaya hidup sehat dan peningkatan pelayanan puskesmas/polindes dan peralatan medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan dengan melibatkan relawan.
Di bidang pertahanan, masyarakat dapat diberdayakan sebagai komponen pendukung dalam pertahanan negara.
Paparan Danlanal Maumere mendapatkan apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Sikka Donatus David dan seluruh anggota DPRD.
“Kami mengapresiasi kepada TNI Angkatan Laut khususnya Lanal Maumere atas gagasan atau ide untuk menjadikan pulau Koja Doi menjadi Destinasi Wisata Kabupaten Sikka dengan membuat kampung Bahari Nusantara (KBN), “ucap Donatus David.
Dukungan DPRD tidak hanya Kampung Bahari Nusantara tetapi mendukung rencana besar Lanal Maumere yakni akan menyelenggarakan Sail Flores yang nantinya mengundang wisatawan dari Luar daerah dan Luar Negeri,seperti Australia dan Philipina.
“Kalau rencana ini jadi di selenggarakan kami yakin akan berdampak pada Peningkatan PAD, “ungkap Donatus David.
Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sikka sangat setuju dan siap mendukung gagasan dari TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lanal Maumere dalam Projeck Kampung Bahari Nusantara (KBN) dipulau Koja Doi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kabupaten Sikka ditengah menghadapi wabah Pandemi Covid-19,serta sisi lain dapat meningkatkan PAD Kabupaten Sikka
Dan selanjutnya akan ada pembahasan lebih lanjut antara Lanal Maumere, Dinas Pariwisata kabupaten Sikka, DPRD Kabupaten Sikka dalam pembahasan Projeck Kampung Bahari Nusantara ( KBN) dipulau Koja Doi, “jelas ketua DPRD kabupaten Sikka.
Turut hadir mendampingi Danlanal Maumere diantaranya Kadiskum Lantamal VII Kupang, Mayor Laut (KH) Jimrifes Bawata,S.H, Pgs.Paspotmar Lanal Maumere, Kapten Laut (KH ) M.Boni,serta dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Gorgonius Nago Bapa, serta anggota DPRD Kabupaten Sikka. (Athick)
Maumere Berandanegeri.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka sedang berupaya melakukan inovasi dalam Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan. Salah satu upaya diantaranya adalah membangun kerjasama dengan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari KPU Sikka, Senin (31/5/2021), KPU Sikka mengutus tiga komisioner KPU Sikka masing-masing Elsy Puspasari Kusuma Putri, Yuldensia Theresiana Hesty, dan Herimanto menemui Kepala Dinas PMD Kabupaten Sikka Fitrinita Kristiani diruang kerjanya, Kamis (20/5/2021) lalu.
Pada kesempatan itu Elsy Puspasari Kusuma Putri yang menangani Divisi Perencanaan dan Data menjelaskan, saat ini KPU Sikka tengah melakukan pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan dan berniat menjalin kerjasama dengan Dinas PMD guna memperoleh data yang lebih akurat.
Lagi pula, katanya, Dinas PMD Sikka juga sedang mempersiapkan Pemilihan Kepala Desa. Ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk membangun kerjasama.
Herimanto yang menangani Divisi Hukum dan Pengawasan Internal menambahkan, kerjasama ini sangat penting untuk memperbaharui data pemilih, baik itu pemilih pemula maupun alih status dari TNI/Polri. Juga untuk mengeluarkan pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat.
“Kita berharap ada sinergi antara Dinas PMD Kabupaten Sikka dan KPU Kabupaten Sikka terkait pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan sebagai persiapan menjelang Pemilu dan Pemilihan serentak 2024,” ujarnya.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Sikka, Fitrinita Kristiani menyambut baik permintaan kerjasama ini. “Saya berterima kasih atas kunjungan ini dan mengharapkan ada kolaborasi program antara KPU Sikka dan Dinas PMD kabupaten Sikka,” katanya.
Dia menjelaskan, saat ini di setiap desa sedang berjalan Program Sustainable Development Goals (SDGs) dan setiap RT di desa terdapat satu enumerator yang bekerja sampai dengan 31 Mei 2021.
“KPU Kabupaten Sikka tentu bisa menggunakan data yang sudah ada ini, tentu dengan ijin dari Bupati Sikka,” jelasnya. (Athick)
Bunda Penuh Rahmat Kudatang padamu bawa setangkai Kembang Syukur kepada ALLAH Tri Tunggal Maha Kudus pada hari ulang tahunku ke 55 Tepat akhir bulan Mei saat umat Katholik berdevosi kepadamu Bunda, tak banyak kutahu tentang saat lahirku tetapi kuyakin semua terjadi karena mijizat Kasih Allah, seperti pengalamanmu di kandang Betlehem saat melahirkan Yesus bagi kami Mohonkan berkat bagi orangtuaku, semua sanak saudara serta para pendidik dan penjasa hidupku
Bunda Penuh Rahmat Engkau putri Allah Bapa, mohonkan Rahmat iman bagiku Engkau Bunda Allah Putra, mohonkan Rahmat pengharapan yang kuat Engkau mempelai Allah Roh Kudus, mohonkan Sapta karunia-Nya dalam cinta yang semakin total kepada Allah dan kepada sesama Untuk hidup ke depan selama masih diizinkan Allah bagiku
Bunda Penuh Rahmat Engkau Ibuku Kami semua manusia putra-putri Mu Bimbinglah kami dengan rahmatMu agar selalu tahu bersyukur kepada ALLAH, dan menjadi pembawa berkat bagi sesama dengan amal perbuatan baik selama ziarah hidup di dunia ini.
Bunda Maria Bunda Penolong Abadi terimakasih atas segala doa dan cintaMu bagiku. Amin.
Merayakan Ulang Tahun
Puisi Simply da Flores
Merayakan hari lahir Adalah syukur kepada Sang Pencipta atas kasihNya tak bertepi dan cintaNya abadi dalam seluruh jalan hidup yang telah dialami penuh misteri
Merayakan hari lahir adalah terima kasih kepada ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui dengan kasih sayang Ayah yang menjaga dan memberikan nafkah kehidupan Peran dan amal dari sesama saudara serta semua pendidik dan penjasa dalam perjalanan hidup
Merayakan hari lahir adalah tahu menghargai alam lingkungan penopang kelangsungan hidup dan rumah peradaban dari mana kita datang dan kemana kita akan kembali Juga menghargai para leluhur pendahulu perintis adat budaya insani
Merayakan hari lahir adalah berhenti sejenak merangkul kemarin untuk melangkah menuju esok dalam waktu yang masih diizinkan Sang Pemilik kehidupan untuk kita memberi makna di alam semesta di tengah sesama saudara
Merayakan hari lahir hakekatnya adalah kita melangkah menjemput kematian dengan syukur dan cinta karena kehidupan bergerak dari ketiadaan menuju ketiadaan dalam energi kematian
Merayakan hari lahir adalah merayakan nafas dalam waktu, perayaan aliran darah dan detak jantung, pesta tapak langkah suka duka dalam bentangan sejarah mengukir makna pada lembaran peradaban
Merayakan hari lahir Sejatinya merangkul awal nafas untuk menggapai akhir desah dengan memberi arti dan makna pada waktu
Jakarta Berandanegeri.com – Lahirnya Pancasila dalam judul pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di dalam sidang badan persiapan kemerdekaan Indonesia. Dalam pidatonya, Bung Karno menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Kelima dasar negara tersebut yang sekarang dikenal sebagai Pancasila diterima secara aklamasi oleh semua anggota badan persiapan kemerdekaan hingga kemudian disahkan secara resmi pada tanggal 18 Agustus 1945, satu hari setelah proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia.
Kini pada peringatan 76 Tahun Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 – 1 Juni 2021 kami Forum Pancasila Rumah Kita bersama berbagai pihak dari berbagai organisasi keagamaan, kemasyarakatan, komunitas dan kepemudaan menggadakan Webinar dengan tema “Pancasila Rumah Kita” sebagai bentuk kecintaan kami kepada Pancasila sebagai dasar dan Ideologi bangsa Indonesia yang diadakan melalui virtual zoom pada hari Selasa, 1 Juni 2021.
Tak dapat di pungkiri Pancasila saat ini memiliki berbagai tantangan yang beragam yang tidak dapat dibendung, di alam demokrasi seluruh nilai berhak mendapat tempat. Apapun sepanjang pada tataran pemikiran, tidak lagi dianggap sebagai ancaman. Kebebasan berpikir dilindungi. Individualisme dihargai. Di situlah, radikalisme berhasil mendapat momentum. Di balik kebebasan individu, radikalisme mendapat tempat bersembunyi. Di balik penjaminan hak berserikat dan berkumpul, suara radikal bisa sedemikian nyaring. Sentimen ketidakpuasan publik dieksploitasi, agar sekelompok masyarakat mau bertindak. Sentimen agama dimanfaatkan, agar sekelompok masyarakat mau bergerak. Tindakannya menolak sistem yang berlaku. Gerakannya menghendaki perubahan bentuk negara. Caranya, segala cara jadi boleh. Ciri khasnya, menolak toleransi. Menolak kerja sama dengan penganut agama lain, bahkan dengan saudara seagama yang berbeda pandangan. Sistem demokrasi yang dianut memang ekspresi pengakuan kemajemukan, pengakuan hak pribadi. Tapi untuk melawan ekses yang mematikan rahim politiknya sendiri, demokrasi perlu diinjeksi. Beruntungnya, Indonesia punya Pancasila sebagai fondasi. Lima Sila Pancasila adalah semangat kolektivitas yang menyeimbangkan nilai individualisme milik demokrasi.
Ketuhanan Yang Maha Esa. Telah diingatkan jauh-jauh hari, Bung Karno berpesan agar bangsa ini ber[1]Tuhan dengan mengedepankan sifat toleransi dan solidaritas. Agama dijalankan dengan cara yang berkeadaban, hormat-menghormati satu sama lain. Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila mengandung prinsip kemanusiaan sekaligus keadilan sosial. Nilai liberal dan sosialisme, berani dipasang berdampingan. Jadi cerminan identitas bangsa, bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang ekstrem. Tidak hitam-putih pilih kiri maupun kanan, tapi mengambil jalan tengah. Prinsip moderat dapat membangun dialog di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Sikap bijak bagi kodrat pluralistik yang kita miliki.
Karena tidak dapat dipungkiri, 76 tahun Pancasila hadir menjaga keutuhan negeri, meski digempur tantangan berbeda dari zaman ke zaman, sekarang kita ada di sini. Berdiri tegak, berdaulat. Seperti halnya menyambut hari lahir orang-orang yang dicintai, hari lahir Pancasila pula penting untuk diperingati. Mungkin sulit untuk sepenuhinya dihayati, tapi paling tidak kita mengerti. Bahwa 1 Juni bukan sekadar seremonial hormat bendera. Lelah berdiri di tengah lapang bisa lebih dimaknai. Beruntungnya kita punya fondasi. Entah gempuran radikalisme, fundamentalisme, dan isme lain di masa depan, rakyat dapat berlindung di bawah naungan lima sila dasar negara. Ada tempat kembali, saripati jati diri negeri. Seperti cita-cita founding fathers saat merumuskan dasar negara, mari jaga negara Indonesia agar terus berdiri kekal dan abadi.
Narahubung: Siet nie : 081361742029 Resti Lutfiani : 089535387329