Maumere Berandanegeri.com – KSP Kopdit Hiro Heling harus berani membuat terobosan baru dimasa Pandemi agar dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi lembaga yang sehat dan berkualitas melayani dan mensejahterakan anggota bukan besarkan organisasinya.
Demikian disampaikan ketua KSP Kopdit Hiro Heling, Godfridus Erasmus saat menggelar RAT Ke XXXII Tahun Buku 2020 yang berlangsung di Cafe Mai Nari Lokaria, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka,Provinsi NTT, Jumad(28/5/2021).
RAT KSP Kopdit Hiro Heling Tahun Buku 2020 mengusung tema “Membangun Kemitraan melalui Koorporasi Petani dengan Mewujudkan ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Anggota.”
Kegiatan RAT KSP Kopdit Hiro Heling dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin.
Ketua KSP Kopdit Hiro Heling mengatakan suasana rapat anggota tahunan KSP Kopdit Hiro Heling berbeda dengan tahun kemarin walaupun masih dalam Pandemi Covid-19 Perbedaan diantaranya pertama tempat pelaksanaan kegiatan ditempat terbuka dalam suasana Cafe sambil menikmati alam. Cafe Mai Nari merupakan usaha dari salah satu anggota Koperasi KSP Kopdit Hiro Heling. Yang kedua KSP Kopdit Hiro Heling tidak melaksanakan PRA RAT tetapi langsung ke RAT dan perbedaan yang ketiga Tema RAT kali ini sedikit berbeda mengusung tema “Membangun Kemitraan melalui Koorporasi Petani dengan Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Anggota.”
“Koperasi simpan pinjam masuk ke Pertanian.Ini semua demi mensejahterakan anggota koperasi bukan organisasinya,”terang Godfridus.
Kegiatan RAT berjalan lancar dan aman, tetap mengikuti protokol kesehatan. Anggota yang menghadiri RAT menempati kursi yang disiapkan sesuai dengan nama kelompok usaha.
Dalam pemulihan ekonomi anggota ditengah Pandemi Covid-19, kata Godfridus KSP. Kopdit Hiro Heling mendorong anggota dengan memberikan modal usaha untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumsi. Sejauh mungkin menghasilkan sendiri. Sehingga koperasi mendorong dengan tanamam hortikultura jagung dan kita galakan sistem grace period.
Ketua KSP Kopdit Hiro Heling Wairhubing, Godfridus Erasmus
“Hasil dari dua program ini nantinya kita akan saling menukar sesuai dengan kebutuhan anggota kelompok, “jelas Godfridus.
KSP Kopdit Hiro Heling tidak mau besar organisasinya sementara anggotanya tidak punya apa-apa. Ini prinsip kami, mensejahterakan anggota bukan organisasi atau lembaganya.
Dampak dari Pandemi virus Corona dan virus yang menyerang babi (ASF) terhadap KSP.Kopdit Hiro Heling berupa menurunnya omset dan pertumbuhan pada beberapa aspek ditahun buku 2020 jika dibandingkan dengan tahun buku 2019.
Pandemi Covid-19 dan virus demam Afrika(ASF) yang menyerang babi sangat berdampak pada kehidupan ekonomi anggota yang pada akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan keuangan KSP Kopdit Hiro Heling. Namun demikian kopdit tetap membantu anggota dengan kebijakan untuk melakukan relaksasi pinjaman pada tahun buku 2020.
Jumlah anggota KSP Kopdit Hiro Heling hingga Desember 2020 sebanyak 10.969 orang yang tersebar dienam kantor cabang yaitu Cabang Utama, Cabang Kota Maumere, kantor Cabang Welamosa, Ruteng, Sumba dan Malaka. Memiliki Aset bergerak dan tak bergerak sebesar RP. 33.108.406.630.
Hadir dalam kegiatan RAT KSP.Kopdit Hiro Heling,Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, Kepala Dinas Pertanian, Camat Kangae, Yohanes Emil Sastriawan,Ketua Pengawas Puskopdit Swadaya Utama Maumere,Aleksius Bertolomeus, Pengurus dan Pengawas KSP.Kopdit Hiro Heling, Genaral Manager KSP Kopdit Hiro Heling, Matheus Liberti serta Perwakilan anggota koperasi.(Atick)
Maumere Berandanegei.com – Satu lagi upaya KPU Sikka melakukan inovasi pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan. Kali ini dengan membuka layanan dan tanggapan masyarakat.
Juru Bicara KPU Sikka, Herimanto, SH, Sabtu (29/5/2021) menjelaskan, ada upaya sederhana yang disiapkan KPU Sikka berupa format pengaduan yang bisa diakses oleh pemilih.
“Pemilih hanya cukup mengisi format pengaduan di link ini “bit.ly/TANGGAPAN-MASUKAN-DPB-SIKKA” atau menghubungi nomor Handphone 081 236 008 964 atau datang langsung ke kantor KPU Sikka di Jalan Eltari Dalam No. 1 Maumere,” paparnya.
Dijelaskan, Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDB) merupakan proses memperbaharui data pemilih untuk memudahkan proses pemutakhiran daftar pemilih sebagai persiapan Pemilihan Umum dan Pemilihan serentak pada tahun 2024 mendatang.
Format tanggapan dan masukan masyarakat dalam pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan kabupaten Sikka, memuat tentang pindah domisili (keluar/masuk) wilayah Kabupten Sikka; sudah berusia 17 tahun tapi belum terdaftar dalam DPT; belum berusia 17 tahun tapi sudah menikah; dan perubahan identitas kependudukan.
Atau jika terdapat anggota keluarga yang meninggal dunia; perubahan status TNI/Polri atau pensiunanya; terdapat ganda dalam DPT pemilu 2019; kesalahan data lokasi TPS pada Pemilu 2019 yang lalu.
“Hal ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas daftar pemilih,” tandas Herimanto. (Athick)
Jakarta Berandanegeri.com – Jumat, 28 Mei 2021, bertempat di Anjungan NTT – Taman Mini Indonesia Indah, Badan Penghubung NTT Jakarta melalui pengelola Anjungan NTT Jakarta mengundang warga Diaspora NTT SEJABODETABEK penggiat seni budaya dan kuliner untuk hadir dalam acara “Rapat Koordinasi Kegiatan Promosi dan Pentas Seni Budaya NTT”.
Salah satu panitia ibu Evi Manafe, mengatakan bahwa kegiatan ini maksudkan untuk mendapatkan ide-ide kreatif, masukan dan saran dari penggiat seni budaya dan kuliner khas NTT SEJABODETABEK terkait kegiatan pelestarian seni budaya dan kuliner khas NTT di Anjungan NTT.
Dalam acara rapat kordinasi Kegiatan Promosi dan Pentas Seni Budaya NTT di Anjungan NTT – Jakarta ini, turut hadir senior NTT Bpk Johanis Tanjung beserta istri Yuanita Therik, hadir pula Bripka. Daud Afi ( penyanyi dan pembina IKBA Jakarta), Penyanyi Wendy Nafie, Pemusik Flores Riky Hayon dan Sasando Kupang, Bertho Pah. Hadir juga salah satu youtuber sekaligus pemusik asal Rote Deddy Therik dan tim, para tamu undangan dan panitia rapat Shinta Duma Idawani, Martha Dae Panie.
Ibu Natalia Eni Pudjiastuti selaku Kepala Sub Bidang Promosi dan Kerjasama Investasi sekaligus Kepala Anjungan NTT-TMII mengatakan bahwa Anjungan NTT akan terbuka bagi semua warga diaspora NTT untuk “berekspresi” terkait budaya NTT.
Pihak pengelola Anjunganpun akan membuka ruang seluas-luasnya bagi semua warga diaspora NTT untuk berekspresi melalui tarian-tarian dan lainnya sesuai dengan budaya daerah masing-masing dan juga termasuk menjual kuliner-khas NTT.
Anjungan NTT di Taman Mini Indonesia Indah
Pihak pengelola Anjunganpun akan berkordinasi dengan pengelola TMII agar kedepan bisa mendapatkan akses masuk anjungan secara gratis atau walaupun bayar cukup membayar biaya kendaraan masuk.
Yustus Nenabu, salah satu warga diaspora NTT Jakarta asal Amanatun – Timor Tengah Selatan, berharap kepada Badan Penghubung NTT Jakarta melalui Bapak Adam Kaseh selaku Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dengan tugas pokoknya sebagai Koordinator, dan Fasilitator, untuk melakukan pendekatan dengan kepala-kepala daerah (Bupati) agar bisa membantu menyediakan alat-alat musik tradisional dari setiap daerah untuk disimpan di rumah adat masing-masing sehingga pada saat ada kegiatan seperti pentas budaya dll, masyarakat dapat menyewa atau dipinjamkan secara cuma-cuma.
Setiap Kabupaten di NTT bisa menyediakan suvenir-suvenir khas NTT seperti kain tenun, hasil-hasil alam seperti madu, sopi, gula air dll, untuk mengisi rumah-rumah adat di Anjungan NTT yang berada di Taman Mini Indonesia Indah.
Pihak panitia pengelola anjungan NTT, pasca Rapat Koordinasi akan kembali mengundang warga diaspora NTT untuk menindaklanjuti kegiatan ini.
Maumere Berandanegeri.com – Perkumpulan Aktivis Peduli HAk Anak (PAPHA) Flores bekerja sama dengan The Samdhana Institute, melakukan Pelatihan Pengolahan Produk Pertanian Pasca Panen kepada para remaja dan orang muda yang selama ini telah menjalankan usaha pertanian dengan metode pengairan irigasi tetes.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada Senin(24 /5) dan Selasa( 25 /5/2021, bertempat di Dusun Nawuteu, Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Dengan peserta pelatihan sebanyak 10 orang.
Direktur PAPHA Sikka, Bernadus Lewonama Hayon kepada media ini, Jumad (28/5/2021) megatakan PAPHA melihat bahwa pemasaran produk olahan dari hasil pertanian, adalah salah satu pekerjaan atau usaha yang bisa mendatangkan kesuksesan bagi para remaja dan orang muda jika dikelola secara professional.
“Karena itu, kami dari PAPHA memperkenalkan jenis keterampilan dan usaha ini kepada para remaja dan orang muda adalah pilihan yang baik, “terangnya.
Dikatakan Narto, dari hasil diskusi, para remaja dan orang muda ini juga tertarik untuk mengolah terlebih dahulu hasil pertanian ini dalam berbagai produk olahan agar nilai jualnya lebih tinggi. “Selama ini yang kita lihat semua hasil panen dijual secara gelondongan,”ujar Narto.
Pelatihan diantaranya cara mengolah produk pertanian menjadi bahan siap konsumsi, pengelolaan es pisang, berbagai jenis jus dan keripik. Selain itu juga pelatihan ini mengajarkan kepada para remaja tentang management usaha termasuk membuat analisa kelayakan usaha.
“Pelatihan dilaksanakan setelah remaja dan orang muda panen tomat dan semangka dari kebun yang mereka kelola sendiri,”kata Narto.
Bicara soal peluang pasar,menurut Narto, Desa Kolisia B memiliki beberapa destinasi wisata yang menjadi tujuan wisata bagi masyarakat kota Maumere dan sekitarnya, bahkan wisatawan mancanegara.
Lokasi wisata tersebut antara lain Pantai Nusa Kutu dan Pantai Kajuwulu yang ramai dikunjungi warga terutama pada hari minggu. “Ini adalah salah satu peluang pasar yang potensial untuk usaha ini,”jelasnya.
Peserta pelatihan adalah remaja dan orang muda yang selama ini sudah didampingi dan diperkenalkan dengan dunia kerja serta dunia usaha.
Para remaja sangat antusias dan berkomitmen untuk menjalankan usaha, “pungkas Narto. (Atick)
SURABAYA BERANDANEGERI.COM – 100 peserta dari 18 Provinsi di Indonesia mengikuti Diskusi Publik Peran Media Menangkal Berita Hoax dan Radikal yang berlangsung Senin24/5/2021) mulai pukul 19.00 – 22.00 Wib, melalui aplikasi zoom yang di gelar Sekolah Wartawan MZK Institute Jakarta.
Agung Santoso, Direktur Pendidikan Sekolah Wartawan MZK Institute menjelaskan 18 Provinsi dimaksud di antaranya Jatim, Sumsel, Kalbar, Jabar, Riau, Sulsel, NTT, Jateng, Sulbar, Jambi, Sumut, Papua Barat, DKI, Sultra, Aceh, Sumbar, Bengkulu,NTB
“Sebenarnya yang ikut lebih 100 peserta, banyak yang tidak bisa masuk aplikasi zoom, karena kuota untuk diskusi publik paling banyak 100 peserta, sehingga banyak yang tidak bisa masuk, kami mohon maaf, rencana ke depannya akan di tambah kuotanya lebih dari 100 peserta,’ ungkap Agung yang juga dikenal sebagai Ketua Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media ( FKPRM) di Jawa Timur.
Agung yang juga Inisiator Uji Kompetensi Wartawan ( UKW) Mandiri di Indonesia ini menjelaskan lagi, 100 peserta tersebut ada dari unsur awak media (pemimpin redaksi redaktur, wartawan) dan umum.
Empat narasumber tampil diantaranya Bupati Magetan, Suprawoto yang pernah Sekretaris Jenderal Kominfo, Yurnaldi mantan wartawan harian Kompas, Syaiful Anam Wakil Bendshara PWI Jawa Timur dan sekretaris JMSI, Aji Gunawan.
Ke empat narasumber diberi waktu 15 menit untuk berbicara, sisanya 120 menit untuk tanya jawab. Kegiatan Diskusi Publik ini rutin di adakan secara periodik, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Indonesia, dengan berbagai macam topik hangat yang di angkat ke permukaan. (Atick)
Maumere Berandanegeri.com – Dalam rangka menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan wilayah laut, Pangkalan TNI AL (Lanal) Maumere menggelar kegiatan pelatihan pemantapan keamanan laut bagi Personil TNI AL.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Komandan Pangkalan Angkatan Laut Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr.Hanla., M.M.,CTMP, di Balai Prajurit Lanal Maumere, Senin 24 Mei 2021.
Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga mengatakan, pelatihan pemantapan kemananan Laut TW II tahun 2021 tersebut adalah salah satu kegiatan yang telah terprogramkan guna meningkatkan kemampuan personel Lanal Maumere untuk melaksanakan kegiatan keamanan di laut dalam menindak pelanggaran- pelanggaran di laut yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P.M. Tr.Hanla M.M CTMP Memimpin Kegiatan Pelatihan Pemantapan Keamanan Laut Bertempat di Balai Prajurit Lanal Maumere.
“TNI Angkatan Laut dituntut untuk menegakkan hukum serta menjaga kedaulatan di Laut Republik Indonesia. Untuk itu, prajurit TNI AL baik perorangan maupun berkelompok wajib mempunyai pengetahuan serta mengerti hukum laut. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi prajurit matra laut untuk menghargai nilai heroisme dan semangat pengabdian tanpa pamrih,” tegas Danlanal Maumere.
Kegiatan pembukaan latihan Keamanan Laut TW 2 Lanal Maumere dihadiri oleh Kadiskum Lantamal VII Kupang, Mayor Laut (KH) Jimrifes Batawa, S.H., Kapolres Sikka AKBP Sajimin, S.I.K, Kasdim 1603/Sikka Mayor Inf. Gede Pande, Kajari Sikka Fahmi, S.H, Ketua Pengadilan Negeri Maumere Johnicol Richard Frans Sine, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Paulus Bangkur, S.Pi, Kepala Dunas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Sikka Drs. Lukman, M.Si., Kasiops Kantor SAR Maumere I Wayan Suwena, S.H, General Manager PT Pelindo III Maumere Erry Ardiyanto, PPKK KSOP pelabuhan L. Say Maumere Alexander S. Maunta, Palaksa Lanal Maumere Mayor Laut (P) Samsul Bahri, M. Tr. Opsla, Pasops Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Moh. Makruf, Dandenpom Lanal Maumere Kapten Laut (PM) I Made Sugiarta dan Paspotmar Lanal Maumere Kapten Laut (KH) Moh. Bono. (Atick)
oleh Khudori Husnan (Esais, Alumnus STF Driyarkara dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Irony is the positive name which the melancholic gives to his solitude, his asocial choices. (Susan Sontag, Under the Sign of Saturn).
Pengantar
Di akhir 2017 atau mungkin 2018, saya lupa persisnya, sambil menenteng kamera saya mendatangi kampus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkaa Jakarta. Selain ada buka puasa bersama, di sana digelar acara tutup semester untuk Mahasiswa S2, sekaligus perayaan ulang tahun untuk sejumlah dosen termasuk, seingat saya, Prof. Dr.Franz Magnis Suseno, SJ, (Romo Magnis) Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer, Prof. Dr. J. Sudarminta, SJ, Dr. Simon Petrus Lili Tjahjadi (Romo Lili), dan Dr. B. Herry-Priyono, SJ. (selanjutnya disebut BHP).
Berulang kali saya coba merekam gerak-gerik BHP, berkali-kali juga BHP selalu terlihat tidak nyaman, gelisah dan berusaha menghindar. Sikap berbeda diperlihatkan sejumlah dosen lain yang memilih cuek saat berkonfrontasi dengan kamera. Romo Lilil bahkan tampak luwes berpose.
Tulisan ini bukan tentang hiruk-pikuk acara tutup semester, melainkan tentang bagaimana sikap seorang BHP saat berhadap-hadapan dengan lensa kamera dan dari cara BHP bersikap pada kamera itu, saya akan menguraikan kesan-kesan saya tentang BHP.
Kreativitas di Balik Kamera
Selain mampu menghadirkan kembali masa lalu di masa kini, fotografi juga berkemampuan memasa-lalukan masa kini. Lewat bidikan juru kamera, obyek-obyek usang akan selalu dikenali di masa kini dan lewat mata juru kamera pula, obyek-obyek di masa kini, akan segera menjadi masa lalu usai dipotret.
Mengacu ke pemikiran Roland Barthes dalam Camera Lucida, melalui apa yang disebutnya sebagai ‘spektrum fotografi,’ praktik fotografi mencakup tiga unsur pokok yaitu juru kamera, penyimak, dan target. Jika perhatian kita terpusat pada juru kamera, maka kita akan berhubungan dengan suatu keahlian dan tujuan-tujuan tertentu dari juru kamera.
Sementara itu, jika perhatian kita arahkan pada para penyimak potret, maka kita terhubung dengan fungsi sosial dari produk fotografi yang dapat disimak oleh khalayak ramai. Terkakhir, jika fokus kita adalah obyek yang dipotret, maka kita akan menemukan hubungan yang tampak eksploitatif antara juru kamera dengan target yang dipotret.
Kamera, dalam pandangan sejumlah pemikir, sering dianggap memiliki kemampuan melakukan objektifikasi secara agresif. Susan Sontag dalam On Photography, misalnya, menyebut kamera sebagai a predatory weapon, satu unit kamera, dalam bayangan Sontag, tak ubahnya senjata pemangsa yang mematikan. Lebih jauh, Susan Sontag mengatakan “Just as camera is a sublimate of the gun, to photograph someone is sublimated murder a soft murder, appropriate to a sad, a frightened time.”
Melalui fotografi, tatapan mata juru kamera adalah jenis tatapan mata yang berkehendak melakukan obyektivikasi. Kamera, meminjam istilah yang sedikit teknis, bisa dan biasa mereduksi subyetivitas menjadikanya sekadar obyek belaka, yang secara simbolik bisa dimiliki oleh orang lain (baca juru kamera) untuk kemudian dimanfaatkan sesuka hatinya.
Sementara itu, obyektivikasi terjadi hanya ketika komunikasi, sebagai perwujudan dari subyektivitas, disangkal oleh pihak-pihak yang terlibat. Artinya, seumpama antara juru potret dengan target yang dipotret ada suatu hubungan timbal balik yang mesra, obyektivikasi atau penguasaan subyek atas obyek, barangkali bisa dihindari.
Selain itu, dari kaca mata juru kamera dan penyimak foto, sebuah foto yang bagus biasanya dihasilkan dari adanya kesepahaman atau sikap saling pengertian antara juru potret dan yang dipotret; Juru potret yang keren dan berpengalaman biasanya akan mengutamakan empati dan ‘rasa’ saat memotret.
Pokok perkaranya barangkali bukan terletak pada adanya dua kutub berlawanan yang mengatakan di satu pihak fotografi adalah medium bagi berlangsungnya obyektivikasi atau dengan lain perkataan fotografi “mematikan” kekhasan subyek, dan di pihak lain fotografi bisa “menghidupkan” subyek dengan cara menonjolkan kekhasan-kekhasannya, tapi, yang perlu digaris-bawahi adalah perlunya sebuah sikap kreatif dan bertanggung jawab terhadap fotografi.
BHP vs Kamera
Di hadapan kamera, siapapun dia, akan merasa kikuk meski hanya berlangsung sepersekian detik. Di hadapan kamera juga, karakter seseorang, dari sebuah pemeriksan yang terperinci, akan bisa dikenali, seperti pernah dilakukan fotografer senior Darwis Triadi saat dia mengatakan, “sudah ratusan ribu saya foto dan saya tau betul membaca wajah dari pengalaman saya dan wajah Ahok adalah jujur, tegas, dan komitmen.”
Ihwal BHP yang tampak tak nyaman dan terkesan selalu merasa terancam saat di hadapan kamera, bisa pembaca periksa pada beberapa fotonya di internet serta di sejumlah tayangan video di YouTube dan menampilkan BHP. Di sana akan terpampang jelas bagaimana mata BHP nyaris tak pernah menatap langsung ke arah kamera, bahkan ketika ia sedang melakukan diskusi virtual via aplikasi Zoom.
Keengganan BHP diabadikan lewat kamera pernah disinggung B. Josie Susilo Hardianto dalam tulisan berjudul Bertekun dalam Sepi (dalam A. Tri Nugroho dkk [ed], B. Herry Priyono Dalam Kenangan, Ikatan Alumni STF Driyarkara, 2021, hal, 61-62). B. Jossie Susilo Hardianto mengisahkan pengalamannya saat menulis untuk rubrik Sosok koran Kompas dan dia gagal mendapat foto diri BHP, hingga akhirnya visualisasi sosok BHP, hanya muncul dalam bentuk karikatur berdasar salah satu foto BHP.
BHP, demikian Jossie Susilo Hardianto, “tidak ingin terjebak dalam selebrasi dan menjadi selebritas.” B. Jossie Susilo Hardianto juga menulis BHP “ingin menyisihkan lebih banyak waktu untuk bergumul dengan buku, data, dan statistik … baginya menghindar jauh dari sorotan lensa dan cahaya studio membuatnya lebih bebas bergumul denga isu-isu yang menjadi keprihatinannya.”
BHP sepertinya paham ada risiko tertentu di balik selebrasi dan menjadi selebritas yang dimediasi oleh kamera. Walhasil, ia memilih menghindar. Terlepas dari masalah selebritas dan selebrasi, yang diperantarai oleh perkakas bernama kamera, ada perkara yang lebih mendalam di balik praktik fotografi dan BHP.
Di lembar-lembar terakhir buku B. Herry Priyono dalam Kenangan, terdapat sejumlah foto BHP, dan dari delapan foto BHP, setidaknya hanya ada tiga foto yang menunjukkan BHP dengan wajah mengarah ke lensa kamera–itu pun saat BHP berfoto dengan sejumlah orang.
Pada foto tertanggal 14 Agustus 2014 BHP terlihat memicingkan mata, menatap ke arah kamera dengan tatapan mata yang khas BHP, “sinis tak sinis,” meminjam istilah dari Romo Magnis, seperti tertulis juga di buku B. Herry Priyono dalam Kenangan (Hal. 108).
Foto dari tahun 2001 di Tana Toraja. BHP berdiri seorang diri di teras sebuah rumah besar dengan latar belakang sebuah pemandangan alam. BHP tak beralas kaki. Tangan kiri BHP memegang pergelangan tangan kanan dan diletakkan di depan perut.
Stola putih, penanda sakramen imamat yang diterima dan dihayati BHP sebagai seorang imam Jesuit, yang dikalungkan di leher terlihat kontras dengan busana serba gelap yang dikenakannya. Stola warna putih dipakai para imam di Hari Raya Natal, Paskah, Hari Kamis Putih, Hari Raya Orang Kudus, atau hari raya-hari raya khusus dalam liturgi Gereja Katolik.
Wajah BHP tertunduk, seperti sedang merenung, terlihat murung, dan sedih. Juru kamera membidik BHP dari samping dan seperti biasa, tidak ada kontak mata langsung antara BHP dengan lensa kamera. Foto sepertinya diambil secara diam-diam. Sebuah foto yang sangat melankolis.
BHP dalam tulisan Kangen Kepada Tuhan (akan diulas lebih jauh di bawah) banyak bicara tentang ketegangan yang selalu membayangi posisinya yang sekaligus sebagai ilmuwan sosial dan imam Jesuit. Stola yang terkalung di leher terkesan begitu berat ditanggung BHP hingga tubuh BHP pun terlihat ringkih dan menunduk. Tapi, ia berusaha untuk tetap berdiri.
Suasana murung di foto BHP ber-Stola menyiratkan ketegangan antara di satu pihak sikap percaya kepada Tuhan (iman) yang harus diutamakan oleh seorang agamawan di satu pihak dan sikap skeptis dan kritis khas seorang ilmuwan yang selalu bekerja dengan penalaran, data, statistika, dan penelitian empirik di lain pihaknya. Kemurungan BHP di foto BHP ber-Stola bisa jadi merupakan ekspresi ketegangan antara nalar/akal budi di satu sisi dan iman kepada Tuhan di sisi lainnya.
Foto BHP ber-Stola ini sangat dramatis. Foto ini berhasil mengungkap karakteristik BHP yang kompleks; memiliki kepekaan tinggi, terkesan sombong, serius, hati-hati, cerdas, tertutup, penyendiri, keras kepala, konsisten, dan tanpa basa-basi.
Peziarah yang Melampaui Melankoli
Kangen Kepada Tuhan (dalam B. Herry Priyono Dalam Kenangan hal. 313-314) adalah catatan yang dibuat BHP sehari sebelum BHP menghembuskan nafas terakhir pada 21 Desember 2020 karena serangan jantung di usia 60 tahun. Romo Magnis, salah seorang mentor penting BHP, melukiskan kabar meninggalnya BHP yang mengejutkan banyak pihak itu dengan kalimat “seperti kilat di hari cerah.”
Catatan Kangen Kepada Tuhan dibuka dengan tulisan “Ya … itu terasa sebagai sebuah kekosongan yang pedih. Tapi, setelah jatuh-bangun melalui banyak krisis besar, lambat laun saya punya cara sendiri.”
Sulit untuk tidak merasakan adanya suasana melankolis dalam tulisan “Kangen Kepada Tuhan” yang sangat personal dari BHP ini. “Kekosongan yang pedih,” lalu “jatuh bangun melalui banyak krisis besar,” terdengar seperti sebuah pengakuan akan adanya pergulatan batin yang dahsyat dan beban hidup amat berat, yang harus dipikul BHP sendirian. Seorang melankolis , demikian tulis pemikir mutakhir asal Inggris Alain de Botton, tidak sekadar mengetahui dimensi tragis dari insight-insight mereka tapi juga berani menanggungnya seorang diri.
BHP menulis, “‘Kangen Kepada Tuhan’itu juga membuat saya perlahan belajar bahwa tidak pernah ada situasi ideal. Situasi selalu situasional. Artinya, tidak permah terjadi sepenuhnya apa yang saya inginkan…”
BHP mafhum segala sesuatu yang terjadi di dunia, tak selalu berjalan sebagaimana seharusnya seperti yang ia cita-citakan. Sebaliknya, kenyataan di sekitar BHP kerap melenceng jauh dari apa yang ia bayangkan sebagai yang ideal. Kendati demikian, BHP juga menolak untuk menanggapi situasi tidak beres, bahkan cenderung brengsek itu, dengan tindakan-tindakan ekstrim berbalut kemarahan yang frontal. BHP memilih melakukan orkestrasi antara antara yang idealistis dengan yang realistis.
Sikap BHP menunjukkan kekhasan seorang melankolis yang, karena kecakapan dan kedalaman wawasan keilmuannya, mengetahui dimensi-dimensi realitas secara jauh lebih luas bila dibandingkan dengan orang kebanyakan. Ia adalah seorang pembaca tanda-tanda zaman yang jempolan.
BHP menegaskan “Maka mari peluk ciri terbatas situasi! Mari peluk kondisi yang selalu terbatas ini! Peluklah ketidak-terjadinya kepenuhan ini! Yaa mari kita peluk kegembiraan hanya dengan Anugerah Kangen Kepada Tuhan” saja! Itu sudah cukup bagi saya bukan hanya untuk hidupi kondisi terbatas (karena pandemi ini), tetapi juga untuk tetap mengalami bahwa Dia menuntun saya. Maka, saya juga dekati dengan mata batin “keterbatasan” dan ciri tidak ideal situasi, dan saya tidak kehilangan kegembiraan batin.”
BHP yang menyebut dirinya seorang peziarah itu, dikenal luas sebagai imam Katolik dari ordo Yesuit, ilmuwan, penulis, pemikir, aktivis, dan akademisi. Aneka penyebutan untuk BHP menyiratkan kesan BHP tidak hanya terpaku pada satu bidang kajian. Kendati demikian, BHP bukanlah seorang yang hanya mengetahui suatu pengetahuan sekadar dari kulit permukaannya belaka. Ia menekuni semuanya sejauh masih berada di aras refleksi kritis dan radikal khas modus berpikir filosofis.
BHP di catatannya Kangen Kepada Tuhan mennulis “Sebagai Jesuit, saya memeluk mistik hidup dalam tegangan; antara sorga dan dunia, antara kontemplasi dan aksi, antara yang tak terbatas dengan yang terbatas. Yang pertama bukan musuh yang kedua, yang kedua bukan musuh yang pertama.”
BHP merelakan dirinya tetap terbuka bagi berbagai diskursus, aneka disiplin ilmu dan arus gagasan-gagasan besar. BHP tampaknya berpandangan hanya dengan cara seperti itu dia tetap bisa berkiprah merawat kehidupan dan membela kemanusiaan di tengah situasi-situasi yang melulu tidak ideal.
Melalui jalan “mistik hidup dalam tegangan,” BHP terselamatkan dari kemalangan eksistensial seperti banyak dialami para melankolis seperti salah satunya oleh sang melankolis, pemikir dan kritikus terkemuka Walter Benjamin, yang diyakini banyak pihak memilih mati bunuh diri di usia 48 tahun.
Berada di banyak posisi dan hidup dalam buaian ketegangan, sementara Walter Benjamin harus tumbang dalam kemalangan di akhir hayatnya, tapi tidak demikian halnya dengan BHP seperti saat dia menulis “saya tetap lihat wajah Tuhan dalam tegangan itu, dan saya tetap dengar suara-Nya dalam tegangan dua kutub itu. ” Lugasnya, BHP “tidak kehilangan kegembiraan batin.”
Orang-orang melankolis sering dikatakan terlahir “di bawah tanda Saturnus.” Saturnus sendiri adalah bintang terjauh yang dapat diketahui dari planet bumi. Saturnus sering diasosiasikan dingin, bayangan, dan kematian. Tapi, Saturnus, kata Alain de Botton, “juga berkaitan dengan kekuatan untuk menginspirasi pencapaian-pencapaian luar biasa di bidang pemikiran dan imajinasi.”
Ya. Kekuatan terbesar BHP adalah dalam hal memberikan inspirasi bagi orang-orang terdekatnya. Daya inspiratorial BHP terrekam dalam sebuah buku berjudul B. Herry Priyono dalam Kenangan Kami (A. Tri Nugroho dkk [ed], Ikatan Alumni STF Driyarkara, 2021). Di buku setebal kebih dari tiga ratus halaman ini, pembaca akan menemukan begitu banyak cerita, kesaksian, insight dari berbagai pihak yang pernah berinteraksi dengan BHP; para mentor, anak didik, kolega, keluarga, dan masih banyak lagi.
Kebanyakan kontributor tulisan di buku ini mengaku sangat terkesan dengan kecerdasan BHP, sosok yang pernah menyandang predikat sebagai mahasiswa terbaik di LSE (London School of Economics and Political Science). Mereka merasa berhutang banyak pada BHP melalui caranya mengajar, menulis, gerak-gerik, hingga kebiasaan-kebiasaannya di keseharian.
Tangan dingin BHP berhasil membangkitkan jiwa-jiwa yang sebelumnya “minder” menjadi sangat penuh percaya diri. Tidak sedikit yang nyaris tersesat dalam studi, akhirnya terselamatkan oleh sentuhan ajaib BHP. Di sini BHP tak ubahnya juru selamat.
Maumere Berandanegeri.com – Dalan rangka mendukung program kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka guna pemenuhan kebutuhan darah, Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P.M.Tr.Hamla,M.M., CTMP menyumbangkan darahnya kepada PMI Kabupaten Sikka di kantor SAR Maumere, Kamis (20/5/2021).
Disela-sela pengambilan darah, Danlanal Maumere mengatakan “Mari kita bantu orang-orang yang membutuhkan darah guna melanjutkan hidup mereka, karena darah yang kita sumbangkan sangat berarti untuk mereka yang membutuhkan. “ini adalah nilai ibadah serta saling tolong menolong, “himbau Danlanal Maumere.
Kepala SAR Maumere, I Putu Sudayana mengatakan kegiatan donor darah adalah program kerja kantor SAR dan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap 4 bulan sekali.
“Kegiatan ini kita lakukan bersama TNI Polri dan instansi komunitas maritim, setiap empat bulan sekali, “sebut I Putu Sudayana.
I Putu Sudayana menyebutkan total penyumbang darah yang bisa diambil serta memenuhi syarat sebanyak 25 orang dari 28 orang.sedangkan 3 orang tidak dapat melaksanakan donor darah dikarenakan tensi rendah dan juga masa pemulihan setelah didiagnosa reaktif Covid-19.
I Putu Sudayana pada kesempatan itu juga mengucapkan terimakasih kepada Komandan Lanal Maumere yang sudah berpartisipasi dengan menyumbangkan darahnya kepada PMI.
Turut berpartisipasi dalam pengambilan darah diantaranya Kepala Basarnas Maumere I Putu Sudayana, Kepala Seksi TOKPD Bandara Maumere, I Putu Eka Budayasa, Pelaksana Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Samsul Bahri, Pjs Danunit Intel Lanal Maumere, Kapten Laut (KH) M.Bono, Anggota Basarnas Maumere, Personel Kodim 1603/Sikka, Personel Polres Sikka, Pegawai KSOP Maumere. (Atick)
Maumere Berandanegeri.com – Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi,M.Tr.Hanla M.M.CTMP, mengapresiasi kerja panitia Penerimaan Tamtama Gelombang 1 Tahun Anggaran 2021 Panitia Daerah (Panda) Lanal Maumere, dalam amanatnya saat memimpin upacara Penandatanganan Pakta Integritas dan Sumpah Jabatan Panitia Penerimaan Tamtama Gel 1 TA 2021 Panitia (Daerah) Panda Lanal Maumere berlangsung dilapangan olahraga Lanal Maumere, Kamis (20/5/2021).
Dikatakannya selaku Komandan Lanal Maumere dan sebagai ketua panitia daerah mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia Lanal Maumere, karena dengan penuh semangat dan ikhlas meluangkan waktu dalam melaksanakan tugas penerimaan prajurit saat ini. “Saya juga mengucapkan terimakasih kepada adik-adik calon Prajurit TNI Angkatan Laut yang dengan penuh semangat mengikuti tahap, demi tahap seleksi dan saya harapkan kalian lulus menjadi prajurit TNI Angkatan Laut,” ungkap Danlanal Maumere.
Komandan Lanal Maumere juga menyampaikan perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut yaitu dalam proses penerimaan Prajurit TNI Angkatan Laut harus sesuai dengan seleksi yang berlaku
“Bagi prajurit TNI Angkatan Laut atau siapapun juga dilarang melakukan praktek percaloan, seleksi seluruh prajurit TNI Angkatan Laut gratis dan tanpa dipungut biaya, bila terjadi praktek percaloan maka oknum akan dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku, “tegas Danlanal Maumere selaku ketua panitia Daerah Lanal Maumere.
Danlanal Maumere juga menegaskan, bagi calon siswa Tamtama TNI AL yang memenuhi persyaratan dalam proses seleksi akan mengikuti tahapan seleksi pusat di Malang. Saya harapkan kalian lulus menjadi prajurit TNI Angkatan Laut,” tuturnya.
Sementara itu Perwakilan Orang Tua calon siswa Tamtama TNI AL, Anwar mengatakan “kami sangat berterimakasih kepada Lanal Maumere serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada panitia perekrutan Calon Tamtama AL agar proses ini dilaksanakan secara transparan dan terbuka.
“Proses seleksi dilakukan dengan transparan dan terbuka, karena pengalaman di Lanal Maumere bagi casis yang dinyatakan gugur diberi kesempatan untuk bertanya dimana letak kekurangannya, sehingga diketahui dan kemudian diperbaiki,” ujar Anwar.
Hadir dalam Upacara tersebut pelaksana Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Samsul Bahri,S.E.M,Tr.Opsla, Pasintel Lanal Maumere Mayor Laut (P) M.Makruf, Pasminlog Lanal Maumere, Mayor Laut (T) Nono Sumarno dan seluruh perwira Staf Lanal Maumere dengan peserta upacara terdiri dari barisan Prajurit Lanal Maumere dan Calon Siswa Tamtama Panda Lanal Maumere, serta dihadiri oleh perwakilan orang tua calon siswa Tamtama TNI AL Gel 1 TA 2021 Panda Lanal Maumere. (Atick)
Maumere Berandanegeri.com – Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP memberi paparan rencana penyiapan pengembangan wisata Kampung Bahari Nusantara (KBN), Desa Kojadoi, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Pemaparan ini dalam rangka rapat koordinasi Pokja Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Pemerintah Daerah bertempat di Ballroom Hotel Capa Resort Maumere, Rabu(19/5/2021).
Dalam paparannya, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP mengatakan “TNI adalah komponen utama Pertahanan dan Keamanan Rakyat yang mempunyai Tiga Tugas Pokok. Ketiga tugas pokok itu antara lain pertama menegakkan kedaulatan negara, kedua mempertahankan keutuhan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan ketiga melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.”
Pada kesempatan itu, TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere mengajak Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk bersinergi memberdayakan dan memanfaatkan anugerah Tuhan yang ada di wilayah Kabupaten Sikka khususnya Desa Kojadoi yang memiliki keindahan alam laut dan pemandangan Bukit Purba sebagai tempat destinasi “The Acient Sea Rock Mountain“
“Mari kita bersama – sama persiapkan Wisata Kampung Bahari Nusantara (KBN) Desa Kojadoi, Kecamatan Alok untuk mewujudkan impian kita menjadikan Desa Kojadoi tempat destinasi yang mendunia, “ucapnya.
Danlanal Maumere berharap apresiasi dan dukungan penuh dari Kadis Pariwisata Kabupaten Sikka dan Direktur Industri dan Kelembagaan BPOPLBF terhadap pengembangan KBN Desa Kojadoi.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut diantaranya : Direktur Industri dan Kelembagaan BPOLBF, Ibu Neysa Amelia, Kadis Pariwisata Kab. Sikka, Petrus Poling Wairmahing, Kadis Kelautan dan Perikanan Kab. Sikka, Paulus Bangkur, Kadis Kominfo Kab. Sikka, Drs. Kensius Didimus, Pjs Pasops Lanal Maumere, Mayor Laut (P) M. Makruf, Danunit Intel Lanal Maumere, Kapten Laut (KH) M. Bono, Pjs. Kapen Lanal Maumere, Lettu Laut (P) Heru Elfianto, para OPD Kab. Sikka, staf Kementerian Pariwisata RI dan Staf Dinas terkait Kab. Sikka.