Blog

  • Kenangan dari Kota Ende – Nusa Nipa

    Kenangan dari Kota Ende – Nusa Nipa

    S i m p l y da F l o r e s

    Menjelang akhir bulan Juni hingga awal Juli 2021, saya berkesempatan ada di kota Ende, Flores, NTT dengan beberapa sahabat untuk satu kegiatan pertemuan budaya. Tepat tanggal 30 Juni soreh hari, kami berkunjung ke Taman Bung Karno, dekat pantai Lapangan Perse Ende.

    Ada beberapa cerita yang  menarik sehingga mendorong saya menuliskannya. Cerita tentang kota Ende dan pohon Sukun dalam hubungannya dengan Sang Proklamator, Ir. Soekarno, juga Danau Kelimutu dan ‘Nusa Nipa’ – nama asli Pulau Flores.

     Kota Ende dan Pohon Sukun

    Sejarah bangsa mencatat bahwa pada tahun 1934-1938, Ir. Soekarno, Sang Putra Fajar diasingkan oleh Penjajah Belanda ke kota Ende – pulau Flores. Aktivitas politik Ir. Soekarno dan kawan-kawan untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda menjadi sebab pengasingan tersebut.  Kota Ende di pulau Flores saat itu, masih sederhana dan jauh dari keramaian. Keadaan transportasi darat dan laut saat itu masih sangat terbatas. Karena itu, pilihan kota Ende diyakini bisa menjauhkan Ir. Soekarno dari kawan-kawan perjuangan dan pasti sulit untuk berkomunikasi dengan kawan-kawan di Jawa serta memperoleh informasi.

    Ternyata  berbeda apa yang dibayangkan penjajah Belanda. Justru ada banyak pengalaman bermanfaat bagi Ir. Soekarno untuk perjuangan. Dia membangun komunikasi dengan masyarakat setempat, sampai bisa membentuk kelompok sandiwara – toneel, lalu melatihnya dan mementaskan belasan karya sandiwaranya. Sandiwara yang berisi pesan semangat perjuangan dan cita-cita kemerdekaan. Hal ini lebih jauh akan saya tuliskan terpisah dengan judul ‘Serambi Bung Karno’ di kota Ende.

    Lalu soal Pohon Sukun. Dari rumah pengasingan Ir. Soekarno, berjarak sekitar 300 meter, ada lapangan  sepak bola dekat pantai, ada satu tempat yang menjadi kecintaan Sang Proklamator untuk duduk. Duduk di bawah rindang dan sejuknya pohon sukun. Dari sini, beliau bisa memandang laut Sawu yang biru membentang, debur ombaknya di pasir pantai berbuih putih siang dan malam, dan pesona kota kecil  Ende yang dibentengi gunung Ia – Meja dan Wongge.

    Pengakuan Bung Karno dalam sejumlah tulisannya, yakni di bawah pohon sukun ini adalah salah satu tempat renungan tentang bangsa dan negara, dan khusus tentang Pancasila.

    Pohon sukun zaman Bung Karno merenung itu telah layu, kering dan tumbang tahun 1970, lalu Sang Penggali Pancasila, Putra Sang Fajar itu wafat 21 Juni tahun 1971.

    Pada tahun 1972, ada seorang ibu, Mama Maria Parera Gadi Djou, berinisiatif menanam kembali pohon sukun, untuk mengingat sejarah penting Bung Karno di kota Ende dan Ilham Pancasila bagi bangsa Indonesia dan dunia. Pohon sukun itu tumbuh sejuk segar sampai sekarang, dalam taman Pancasila Bung Karno, yang tertata rapih hingga saat ini, di samping lapangan Perse Ende.

     Kelimutu, Lio dan Nusa Nipa

    Topik yang kedua yang tidak kalah menarik dari diskusi dengan teman-teman selama di kota Ende adalah tentang Danau Kelimutu, Lio dan Nusa Nipa. Ketiga hal istimewa yang menarik bagiku.

    Danau Kelimutu yang terkenal itu kembali ditegaskan bahwa inilah lokasi sangat istimewa sebagai satu-satunya keajaiban alam di dunia. Ada tiga danau yang unik dan berubah-ubah warnanya, dengan nama lokal masyarakat Lio yakni Tiwu Ata Bupu (danau orangtua), Tiwu Ata Nuwa Muri ( danau orang muda), Tiwu Ata Polo (danau Suanggi – orang jahat). Danau Kelimutu sungguh warisan ajaib alam bagi manusia di dunia. Karena itu, sepantasnya diperlakulan istimewa pula oleh semua pihak sebaga satu-satunya keajaiban dunia. Harus dijaga, dilestarikan dan didayagunakan dengan istimewa pula.

    Bagi masyarakat adat budaya Lio, yang mendiami area terbesar di Kabupaten Ende, Danau Kelimutu menjadi sangat istimewa secara adat budaya, karena dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakir arwah semua orang yang sudah mati. Ada ritual untuk para penjaga alam di danau Kelimutu dan ritual bagi arwah orang mati disana. Lebih dari itu, diyakini bahwa disinilah rumah bersemayam Sang Pencipta – Dua Nggae – Ibu bumi, Bapa Langit.

    Jika demikian, patut dan harus disebut bahwa Danau Kelimutu adalah warisan super istimewa dan ajaib secara alam dan budaya spiritual, baik bagi masyarakat adat Lio maupun masyarakat dunia –  Lio memiliki identitas kultural dan khasanah kearifan lokal yang masih dijaga serta dihidupi hingga saat ini.

    Dari cerita dan testimoni beberapa teman yang berasal dari Lio, ada beberapa hal menarik. Masyarakat adat Lio percaya bahwa segala bangsa di dunia berasal dari Lio. Ritual dan tradisi adat menjelaskan tentang keyakinan tersebut. Kampung adat, tempat ritual dan religiositas masyarakat Adat Lio bisa dijumpai hingga sekarang. Sejumlah ilmuwan sudah meneliti dan mempublikasi bukunya. Beberapa generasi pewaris sedang berusaha menjaga, memperkuat dan melestarikan seluruh warisan tersebut untuk generasi penerus.

     Nusa Nipa adalah  nama dari masyarakat  adat Lio untuk pulau Flores. Arti Nusa Nipa adalah Pulau Naga. Dinyatakan dalam bahasa adat Lio bahwa Nusa Nipa – Pulau Naga itu Kepalanya menjunjung matahari terbit bersinar di Timur, ekor naga itu ada di barat pulau Flores – mata hari terbenam.

    Dari hasil penelitian budaya pastor Piet Petu, SVD, ditemukan ada aneka nama di setiap komunitas adat yang ada di pulau Flores, dengan arti yang sama yakni Pulau – bumi – tanah Naga – Sawaria.

    Nama yang berarti Pulau Naga ada dalam bahasa adat masyarakat Lamaholot – di wilayah kabupaten Alor, Lembata dan Flores Timur yakni Nuha Ula. Masyarakat Adat Krowe dan Tana Ai di Kabupaten Sikka menyebut Nuhan Naga Sawaria. Masyarakat Manggarai menyebut nama Nutja Lale.

    Berbagai ritual dan bentuk fisik Naga serta Sawaria- Phyton dijumpai dan dipercaya Masyarakat Adat yang mendiami pulau Flores.

    Nama pulau Flores yang dikenal dalam peta umum adalah nama yang dipopulerkan dari zaman penjajah Portugis, Flora da Cabo, lalu diterjemahkan sebagai Pulau Bunga – Pulau Flores.

    Banyak hal yang menjadi kekayaan pengetahuan bagi saya, serta topik istimewa untuk ditelusi serta dipelajari lebih lanjut.

    Saya merasa bangga terlahir di pulau Flores – Nusa Nipa, yang kaya akan Keajaiaban alam serta keanekaragaman komunitas masyarakat adat. Ada harapan dan keyakinan akan adanya semangat dan kecintaan generasi muda pewaris di setiap komunitas adat budaya Nusa Nipa untuk menjaga dan menghidupi warisan luhur budaya serta mensyukuri berkah Sang Pencipta di tanah Naga ini.

    Semoga modernitas dan gencarnya pariwisata dengan digitalisasi, tidak melunturkan dan meniadakan warisan alam dan budaya yang ada; karena tokoh adat budaya dan generasi muda pewarisnya masih terus menjaga dan menghidupi identitas diri dan keunikan adat budaya yang ada.

    Nusa Nipa – Pulau Naga, tidak saja menjadi keajaiban alam lingkungan dunia, tetapi sekaligus  warisan keunikan keragaman adat budaya bagi peradaban dunia.

    ——————–

    *Simply da Flores, Staff SANNIMAS-Direktur Yayasan Harmoni

  • Diaspora Lembata Apresiasi Gubernur NTT

    Diaspora Lembata Apresiasi Gubernur NTT

    Jakarta Berandanegeri.com – WARGA Lembata Diaspora Sedunia yang tergabung dalam Group WhatsApp Ata Lembata mengapresiasi Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat terkait rencana penyelenggaraan Turnamen Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) tahun 2021. Turnamen bola yang menurut rencana menghadirkan kontingen dari seluruh kabupaten/kota sedianya berlangsung di Lewoleba, kota Kabupaten Lembata, NTT Agustus mendatang.

    “Keputusan Pak Gubernur Nusa Tenggara Timur menunda turnamen El Tari Memorial Cup yang semua direncanakan berlangsung pada Agustus 2021 itu langkah bijak. Langkah Pak Gubernur tentu kita apresiasi,” ujar Pastor Dr Bernardus Boli Ujan SVD, warga grup Ata Lembata dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (29/6).

    Menurut Pastor Boli Ujan, imam yang juga dosen Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, keputusan Gubernur Laiskodat tentu juga mempertimbangkan aspek keselamatan warga masyarakat Lembata dan NTT umumnya tatkala turnamen itu digelar. Apalagi, kata mantan Sekretaris Komisi Liturgi KWI ini, penyebaran wabah korona di seluruh wilayah NTT, termasuk Lembata sangat membahayakan keselamatan warga.

    “Saya pikir langkah penundaan Pak Gubernur NTT ini sangat bijak sebagai pemimpin yang mencintai keselamatan warganya. Pak Gubernur tentu tak mau mengambil resiko besar jika terjadi kerumunan warga saat berlangsung turnamen itu. Apalagi, belakangan banyak warga di sejumlah desa di Lembata juga terpapar virus berbahaya itu,” lanjut Pastor Boli, ahli Liturgi lulusan Pontificio Instituto Liturgico Sant Anselmo, Roma.

    Surat Gubernur

    Surat Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat Nomor BU.426.3/07/DISPORA/2021 tentang Penundaan Pelaksanaan Turnamen El Tari Memorial Cup dan Soeratin Cup tahun 2021 tanggal 29 Juni dengan alasan mencegah penularan varian virus baru Covid-19.

    Atas dasar surat Gubernur NTT tersebut, Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nusa Tenggara Timur melalui Surat Nomor: 066/PSSI-NTT/VI/2021 perihal Pemberitahuan Penundaan Kompetisi Sepakbola Asprov PSSI NTT Tahun 2021 menyepakati menunda semua kompetisi Sepakbola Asprov PSSI tahun 2021 yakni Liga III El Tari Memorial Cup XXXI tahun 2021 di Lembata, juga Soeratin Cup U-17 dan U-15 di Belu dan akan dilaksanakan tahun 2022.

    “Mengenai tuan rumah peyelenggara kompetisi di tahun 2022 akan diinformasikan kemudian. Demikian pemberitahuan kami, atas nama perhatian dan kerja sama yang baik disampaikan terima kasih,” demikian bunyi surat yang diteken Sekretaris Aprov PSSI NTT Drs Lambertus Ara Tukan, MM yang salinannya diterima, Selasa (29/6).

    Surat penundaan Aprov PSSI NTT tersebut juga dikirimkan kepada Ketua Umum PSSI di Jakarta, Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) NTT di Kupang, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT, Bupati dan Ketua DPRD Lembata, Bupati Alor, Bupati dan Ketua DPRD Belu, Ketua Umum KONI Kabupaten/Kota se-NTT, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten/Kota se-NTT, dan Ketua Asprov PSSI NTT sebagai laporan.

    Pastor Yohanes Laba Tolok SDB, warga diaspora lainnya juga mengapresiasi Gubernur Viktos Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi karena mengambil langkah bijak setelah mendengar suara masyarakat kecil tentang bahaya Covid-19 sehingga menunda turnamen ETMC di Lembata, Soeratin Cup U-17 dan U-15 tahun 2021 di Belu.

    “Ini bukti keberpihakan kepada masyarakat NTT. Pemimpin seperti ini yang kita butuhkan. Bisa mendengar dan peka terhadap kehidupan masyarakat. Terima kasih, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur atas kebijaksanaannya,” kata Pastor John Laba Tolok, Pembina Novisiat Salesian Don Bosco Tigaraksa, Tangerang, Banten.

    Imam asal Atadei, dengan penundaan tersebut pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Lembata lebih fokus dalam menangani masalah Covid-19 dan warga masyarakat korban badai Seroja serta pembangunan fisik lainnya di Lembata.

    “Penundaan ini tentu mengecewakan Pemkab Lembata dan masyarakat tetapi tentu harus realistis terhadap kenyataan saat ini. Masih ada kesempatan lain. Urusan hidup mati manusia tetap prioritas. Itu yang juga menjadi pertimbangan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT,” kata Pastor John, imam yang lama bertugas di Dili, Timor Leste.

    Dr Justin L Wejak, admin Grup Ata Lembata, mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terbukti sungguh sangat bijak dengan keputusan menunda turnamen ETMC 2021. Keputsaun bijak ini patut diberikan apresiasi. Kedua pemimpin itu telah memperlihatkan kepekaan dan akal sehat yang terkesan pupus dalam diri Pemkab Lembata.

    Menurut Justin, warga asal Lefkuku, Baolangu, silaturahmi Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bersama rombongan ke Sumba dalam rangka merayu tiga Bupati di pulau itu secara kasat mata menunjukkan sikap kepala batu dan masa bodoh mereka terhadap arahan dan nasehat Presiden Joko Widodo dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito terkait perjalanan-perjalanan dinas yang tak begitu perlu di musim pademi Covid-19.

    “Itu baru bicara soal kesehatan. Belum lagi kita berapa biaya yang dihambur-hamburkan Bupati dan rombongan di tengah penderitaan sebagian masyarakat korban banjir dan longsor di Ile Ape dan Kedang awal April lalu. Perilaku pejabat ini kian menyengsarakan warga korban bencana dan pembangunan infrastruktur yang selama ini sengaja ditelantarkan,” kata Justin, dosen Kajian Asia di The University of Melbourne, Victoria, Australia. (Riky Hayon)

  • TNI AL Maumere Gencarkan Serbuan Vaksin kepada Masyarakat Maritim dan Masyarakat Kabupaten Sikka

    Maumere Berandanegeri.com – TNI Angkatan Laut  Lanal Maumere melaksanakan kegiatan “Pekan Serbuan Vaksin Covid-19” bersama masyarakat Maritim dan masyarakat Kabupaten Sikka yang belum melaksanakan vaksin pertama, bertempat di Balai Prajurit Mako Lanal Maumere Jl. Magepanda Km. 10 Kel. Wuring, Kec. Alok Barat, Kab. Sikka NTT pada Selasa, 29 Juni 2021.

    Kegiatan serbuan Vaksinasi yang dilakukan TNI AL disambut dengan antusias masyarakat maritim dan masyarakat Kabupaten  Sikka yang belum divaksinasi.

    Hal ini dapat dilihat dari jumlah animo masyarakat yang hadir di Balai Prajurit Lanal Maumere, namun tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan saat proses pendaftaran hingga penyuntikan vaksin Covid-19.

    Sebelum pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Balai Prajurit Mako Lanal Maumere dilaksanakan Vicon   yang dipimpin oleh Danlantamal VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI IG. Kompiang Aribawa kepada Lanal- Lanal dibawah Jajaran Lantamal VII Kupang termasuk Lanal Maumere yang dilaksanakan oleh Komandan Lanal Maumere Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi, M.Tr.Hanla., M.M.,CTMP., sekaligus untuk melaporkan kesiapan baik sarana serta prasarana pelaksanaan Vasin Covid-19.

    Danlanal Maumere, Kapten Laut (P) Dwi Yoga Melakukan Pemeriksaan Kesehatan sebelum Dilakukan Vaksinasi

    Pada Vicon tersebut Danlantamal VII Menyampaikan “Laksanakan Vaksin Covid-19 (Sinovac) dengan tertib dan teratur serta wajib mengutamakan protokol kesehatan, karena saat proses pemberian vaksin secara prosedur tidak menutup kemungkinan adanya kerumunan atau antrian mulai dari pendaftaran hingga pemberian vaksin Sinovac.”

    Lebih lanjut Komandan Lanal Maumere menyampaikan kepada Komandan Lantamal VII melalui Vicon “Sesuai perintah dari Pemerintah dan Pimpinan TNI AL, Lanal Maumere siap melaksanakan Vaksin Covid-19 (Sinovac) bersama warga Kabupaten  Sikka yang belum melaksanakan sama sekali vaksin Covid-19,

    Karena kegiatan ini sangatlah penting sebagai bagian dari Satgas Covid-19 untuk menekan laju pertumbuhan wabah virus corona. “ucap danlanal Maumere saat melakukan Vicon bersama Danlantamal VII Kupang beserta Jajarannya.

    Sebanyak 280 orang menjalani Vaksinasi diantaranya staf Lanal Maumere, Ibu- ibu Jalasenastri dan keluarga besar anggota Lanal Maumere serta masyarakat maritim di wilayah kerja Lanal Maumere, serta masyarakat Kabupaten Sikka yang belum pernah mendapatkan Vaksin Covid-19. (Athick)

  • Mencari-Doa Pagi, Puisi-puisi Nana Ernawati

    Mencari-Doa Pagi, Puisi-puisi Nana Ernawati

    Mencari


    Laut milikku dan ombak milikmu menjauh dari pantai
    angin kehilangan debar dan perahu kehilangan sauh
    pagi membela sepi, air membiarkan kapal berjalan tak ada tuju
    terasa Ende seperti mimpi menjulurkan tangannya
    yang hangat
    aku laut tak ada tempat berlabuh,
    ombak menghitung camar dan ikan-ikan berlomba merapat
    laut milikku, langit menyatu menyegerakan rindu,
    ombak milikmu, kau kemas dalam irama makin jauh


    Rinca, NTT 2015

    ————————————————————————————


    Doa Pagi

    aku rindu pada laut
    walau tiap hari kutuju pantai
    aku mengangeni abu di puncak gunung
    walau tiap hari kuhirup semerbak hawa pagi
    aku ingin mendengar nyanyian indahmu
    walau sebuah sajak pun tak pernah bisa kurangkum
    aku mau
    aku ingin
    aku menadahkan cinta dari cawanmu yang luas
    mengharap belaian dari sepasang tanganmu yang basah
    peluh dan cinta serta amarah karena aku ragu-ragu
    jangan kau abaikan doaku walau aku tak miliki bibir
    yang fasih dan ciuman membara seperti mereka
    aku hanya seorang pejalan malam,
    tanpa lampu, tanpa jubah,
    hanya kumiliki sebuah nokhta darimu, samar, jauh dan
    timbul tenggelam, tapi jangan ragukan aku,
    beri aku lampu itu


    Jakarta, 170114


    *Nana Ernawati, Penyair, Pendiri dan Ketua Lembaga Seni Sastra “Reboeng”. Puisi-puisinya dimuat dalam buku antologi Penyair Yogya 3 Generasi (1981), Tugu (1986), Tonggak 4 (1987), Parangtritis, 55 Penyair Membaca Bantul (2014), Puan-Puan (2014), Perempuan Langit I (2014), Perempuan Langit II (2015).

    *Sumber: buku puisi Perempuan yang Melukis di Atas Air, Nana Ernawati, Elmatera, 2015

  • Warga Lembata Diaspora Minta Gubernur NTT Batalkan ETMC 2021

    Warga Lembata Diaspora Minta Gubernur NTT Batalkan ETMC 2021

    Jakarta Berandanegeri.com–Sejumlah warga Lembata Diaspora Sedunia yang tergabung dalam Grup WhatsApp Ata Lembata, meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Panitia Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) membatalkan rencana turnamen ETMC yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di NTT dan rencananya diselenggarakan di Lewoleba, kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2021.

    “Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki niat baik memajukan olahraga sekaligus ajang mencari potensi pamain lokal. Namun, melihat penyebaran virus korona di Lembata yang makin meningkat, kami meminta Gubernur Laiskodat untuk membatalkan. Turnamen itu sangat bagus namun melihat terpaan virus korona makin meningkat, sebaiknya dibatalkan kemudian diagendakan kembali di waktu mendatang,” ujar Justin L Wejak, admin grup Ata Lembata dalam keterangan tertulis yang diterima berandanegeri.com Minggu (20/6/2021).

    Sementara itu Pastor Yohanes Laba Tolok SDB mengingatkan agar Pemerintah Provinsi NTT serius mempertimbangkan keselamatan para kontingen dan warga masyarakat Lembata di tengah meningkatnya wabah korona. Apalagi, belakangan semakin banyak warga Lembata terpapar virus berbahaya itu dan meninggal sia-sia akibat keterbatasan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di rumah sakit di Lembata.

    “Turnamen itu akan menimbulkan kerumunan besar. Warga masyarakat Lembata terutama di Lewoleba dan desa-desa akan berbondong-bondong ke Lewoleba untuk menyaksikan dari dekat rangkaian kegiatan berbagai cabang olahraga. Kehadiran warga dalam jumlah besar malah akan memudahkan penyebaran virus korona. Ini tentu membahayakan keselamatan mereka dan para kontingen. Paling pas Pemerintah Provinsi NTT membantu Lembata menangani covid-19 atau membangun sejumlah ruas jalan penting yang masih belum diurus, termasuk para pengungsi di wilayah Ile Ape dan Kedang,” ujar Pastor John Laba Tolok SDB, Pembina Novisiat SDB Tigaraksa, Tangerang, Provinsi Banten.

    Sementara itu, anggota grup lainnya, Petrus Bala Pattyona menambahkan, pembatalan turnamen itu perlu dilakukan agar Pemerintah Kabupaten Lembata serius menangani berbagai persoalan pembangunan di daerah itu yang masih menumpuk. Lembata, kata praktisi hukum asal Desa Belabaja, Nagawutu itu, baru saja dilanda dua kali bencana baik hebat yang menyebabkan daerah kelimpungan dari aspek pendanaan. Bencana banjir yang terjadi awal April lalu, akhirnya membuat Presiden Jokowi mengunjugi Lembata melihat langsung warga dan korban pada 9 April.

    Menurut Bala Pattyona, dua kecamatan di wilayah utara, yaitu Ile Ape dan Ile Ape Timur akhir November 2020 dilanda erupsi gunung Ile Lewotolok. Ribuan warga sampai mengungsi di kebun-kebun. Lalu pada Minggu, 4 April 2021, longsor dan banjir kembali melanda Ile Ape dan Ile Timur, termasuk wilayah Kedang di bagian timur. Turnamen itu juga akan menimbulkan kerumunan yang berpotensi memudahkan penyebaran virus korona sehingga turnamen belum mendesak diselenggarakan tahun ini.

    “Bencana terakhir awal April lalu sampai membuat Presiden Jokowi mengunjungi Lembata dan melihat langsung kondisi warga yang sangat menderita kehilangan sanak saudara dan kampung halaman. Pemkab Lembata sangat lemah dalam penanganan warga dan relokasi yang masih bermasalah hingga saat ini. Karena itu, turnamen sebesar EMTC akan sangat menyedot anggaran daerah. Jadi baiknya ETMC dibatakan Pak Gubernur dan diagendakan kembali di waktu mendatang karena akan berpotensi memudahkan penyebaran virus korona,” kata Pattyona.

    Marianus Wilhelmus Lawe Wahang, warga grup lainnya, mengatakan sebaiknya anggaran daerah Lembata yang sangat minim saat ini diarahkan untuk membantu para korban bencana, baik di Ile Ape dan Ile Ape Timur serta wilayah Kedang yang sangat parah dilanda bencana awal April lalu.

    “Bupati Lembata kesannya sangat bermain-main dalam membangun daerah itu. Banyak anggaran tak digunakan tepat sasaran. Bupati malah menaikkan gaji dan tunjangan per bulan sebesar Rp. 408 juta lebih mulai awal 2021. Turnamen ETMC belum begitu urgen. Saya pikir tak ada alasan untuk melanjutkan. Dibatalkan sampai suasana kembali daerah pulih di tengah gempuran wadah korona,” kata Lawe, kepala kamar mesin, chief engineer, sebuah kapal berbendera asing di perairan Uni Emirat Arab.

    Ansel Deri, admin grup Ata Lembata mengemukakan, Lembata sesungguhnya belum siap menggelar turnamen ETMC dari aspek persiapan venue yang masih minim. Sebuah lapangan yang baru dikebut Pemerintah Kabupaten Lembata juga tak memadai menampung ribuan anggota kontingen dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

    Wartawan asal kampung Kluang, Desa Belabaja ini juga mengusulkan kepada Gubernur NTT agar turnamen ETMC yang sedianya diselenggarakan Agustus 2021 ini dibatalkan. Kemudian Pemerintah Provinsi memberikan kesempatan kepada Bupati Lembata menangani warga masyarakat dan desa-desa yang baru saja dihantam banjir dan longsor awal April lalu. Pemkab Lembata juga diberi kesempatan membenahi daerah yang sangat ambradul 21 tahun terakhir.

    “Jangan sampai tamu ETMC dan tuan rumah sama-sama malu melihat wajah kota amburadul tak terurus selama 10 tahun terakhir. Bupati Lembata lebih suka jalan-jalan tidak jelas sembari menikmati gajinya ratusan juga per bulan dari kabupaten miskin itu. Lalu kalau ribuan orang datang di Lembata, bagaimana jaminan kesehatan warga masyarakat saat korona makin ganas? Rumah sakit umum daerah di Lembata sangat minim fasilitas. Kalau ada atlit cedera bisa saja Pemprov NTT atau Panitia ETMC harus menyewa helikopter mengevakuasi peserta. Baiknya dana provinsi itu untuk bekin jalan yang selama ini ditelantarkan Bupati Sunur,” kata Ansel Deri, editor buku Membangun Tanpa Sekat dalam rangka HUT ke-21 Otonomi Lembata tahun 2021.

  • Anak Cahaya – Putra Fajar dan Azimat Putih Pemuda Ringkih

    Anak Cahaya – Putra Fajar dan Azimat Putih Pemuda Ringkih

    Anak Cahaya-Putra Fajar (untuk HUT 60 Jokowi)

    Puisi Simply da Flores*

    Mata mentari menembus rimbunan jati agar bisa membelai ubun pemuda ringkih yang telanjang dada sedang membelah kayu bakar

    Derap cahaya berlari antar telapak anak sahaja berkelana melintas pulau Nusantara mengais rejeki melukis nasib

    Seberkas cahaya sakti
    Menggendong anak desa duduki tahta demi tahta dengan amanah semesta
    “Kerja kerja kerja” sebagai abdi negara mengemban amanat penderitaan rakyat
    Bukan untuk kuasa, harta dan gengsi
    Tetapi,
    hanya untuk mengabdi bangsa dan melayani generasi pewaris negeri

    Mata bangsa dunia menatap kagum melihat cahaya terpancar dari wajah dan dada pemuda sahaja
    Meski sebagian anak bangsa menutup wajah sambil memfitnah dengan hujatan dan caci maki ganti terimakasih

    Bekas tapak tangannya bersinar dan langkah kakinya bercahaya di segenap pelosok negeri dalam kerja kerja dan kerja sedikit kata bicara
    tersunging senyum ramah menyapa semua tanpa bedakan kawan dan lawan
    Karena semuanya sesama saudara, sebangsa dan setanah air di alam semesta milik Pencipta

    Fajar pagi memandikan raga pemuda sahaja
    Cahaya mentari menyelemuti jiwa raganya menerjang kegelapan malam
    Dia Putra Fajar
    untuk sesama saudara semesta
    Dia Anak Cahaya untuk bangsa dan negara Indonesia

    Selamat HUT 60
    Ir. Joko Widodo
    Presiden Indonesia

    —————————————————————————————–


    Azimat Putih Pemuda Ringkih

    Putih bajumu berkilau
    Terangi tapakmu masuk got berbau
    Sinari langkahmu masuk keluar kampung kumuh
    Hiasi senyummu menyambut wajah geram lawan politik dengan hujan fitnah caci maki iri dengki

    Putih nurani jiwamu
    Bersimpuh di sajadah tunaikan ibadah
    Menyantap celurit dan palu arit cap PKI, yang ditempel ke wajahmu serta gelar Aseng dan salawi pada dadamu

    Putih nalar dan rasamu diam membisu
    Ketika ragamu digantung diatas salib gantikan tubuh Isa sembahan penganut Nasrani
    Lalu dijadikan ejekan di dunia Maya agar harkat martabat mu tercemar terhina

    Kuyakin,
    Mereka tidak tahu apa yang dilakukan dengan fitnah di dunia maya secara gila
    Semoga diampuni dan diberkahi dengan keagungan cinta Isa Putra Maryam

    Kupercaya
    Isa tersenyum dan merangkul kesahajaan jiwa ragamu
    Memeluk ketulusan karya bhaktimu
    Lalu hadiahkan mahkota CintaNya:
    Bagi dirimu dan keluarga
    Bagi bangsa dan negara Indonesia

    Bapak Joko Widodo
    Pada ulang tahun 60
    Kudoakan untukmu
    Semoga Yang Kuasa berikan baju putih bercahaya bagimu
    Semoga Isa Al-Masih sematkan mahkota putih di kepalamu
    Agar engkau jadikan bangsa ini sejahtera
    NKRI mercusuar dunia dengan Pancasila

    ——————————————————————————–
    *Simply da Flores
    Direktur YA-HARMONI
    Yayasan Global Harmoni Inisiatif

  • SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere Raih Juara I Lomba Pepustakaan Terbaik Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021

    Maumere Berandanegeri.com – SMA Swasta Katolik Bhaktyarsa Maumere berhasil meraih juara I Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi NTT 2021. Pengumuman tersebut disampaikan melalui SK Penentapan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur No: Arpus.041/43/202, (16/07/2021). Kegiatan lomba diikuti oleh perwakilan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA, MA, dan SMK) masing-masing Kabupaten se-Provinsi NTT.

    Kepala SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere, Sr. Marcelina Lidi, SSpS, S.Fil, Lic, menuturkan, kegiatan perlombaan ini diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT dan penilaian diambil oleh para Tim Juri yang turun ke sekolah-sekolah.

    “Hari ini kami keluarga besar SMA Swasta Katolik Bhaktyarsa Maumere mendapat kabar gembira bahwa sekolah kami meraih Juara I Lomba Perpustakaan Terbaik tingkat Provinsi NTT yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT. Penilaian yang diambil ini sangat obyektif karena dalam perlombaan, para Juri turun secara langsung ke sekolah-sekolah untuk membuat penilaian secara langsung”, Tutur Sr. Marcelina kepada berandanegeri.com, Kamis, (17/06/2021).

    Ia pun merasa bersyukur atas pencapaian sekolahnya dan merasa bangga dan bahagia atas prestasi yang dialami oleh SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere. Harapannya, semoga warga sekolah semakin termotivasi dalam literasi terutama dalam hal membaca dan dengan semangat literasi ini, banyak anak-anak  semakin tertarik untuk masuk SMAS Bhaktyarsa Maumere.

    “Sebagai Kepala Sekolah, pertama-tama, saya bersyukur kepada Tuhan atas prestasi yang kami peroleh dan tentunya merasa bangga dan bahagia. Semoga dengan prestasi ini membuat kami warga sekolah untuk semakin termotivasi dalam literasi dan juga agar kami(para guru dan siswa) semakin rajin membaca. Dengan semangat literasi ini juga, kami berharap banyak anak-anak semakin tertarik untuk masuk Bhaktyarsa ”, Tambah Alumni Licenciat Angelicum Roma tersebut.

    Sementara itu, Udo Sura, Kepala Perpustakaan SMAS Bhaktyarsa Maumere juga turut merasa puas dengan pencapaian yang dialami sekolah. Terkait kinerjanya, ia berharap akan terus bekerja maksimal dalam mengelola perpustakaan tersebut.

    “Saya pun merasa puas dengan prestasi yang diraih oleh sekolah dan hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus bekerja maksimal dalam mengelola perpustakaan kami” ungkapnya.

    Selanjutnya, dalam SK Penetapan, SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere sebagai Juara I akan menerima hadiah berupa Tabanas, Piala dan Piagam Penghargaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 14 Juli 2021 mendatang dan selanjutnya akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengikuti perlombaan Tingkat Nasional.  (Riky Hayon)

  • 17 Korban Eksploitasi Anak pada THM diamankan di Kantor Truk Maumere

    Maumere Berandanegeri.com – Sebanyak 17 anak dibawah umur  yang diduga  korban eksploitasi anak yang terjaring dalam operasi Tim Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Reknata) Ditreskrimun Polda NTT yang dipimpin oleh AKP Riky Daku, S.H.  pada Senin 14 Juni 2021 malam kini sudah diamankan dikantor Truk Maumere, Kabupaten Sikka, NTT pada Selasa 15 Juni 2021.

     17 Korban eksploitasi anak ini berasal dari Jawa Barat yang bekerja pada empat pub atau Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di kota Maumere.

    Ketua Tim Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTT yang dipimpin AKP Riky Daly, S.H.  didampingi Koordinator TRUK Maumere, Suster Eustochia, SSpS dan Kadis DPPKBP3A Kabupaten Sikka dr. Maria B.S. Nenu kepada media ini di Kantor TRUK Maumere, Rabu (16/6/2021) menjelaskan tim yang bertugas mengamankan 17 anak di bawah umur itu masing-masing 8 orang dari Bintang Pub, 5 orang dari Sasari Pub, 3 orang dari 999 Pub, dan seorang dari Libra Pub.

    “Jumlah anak di bawah umur yang kami amankan di TRUK Maumere ada 17 orang, ”kata AKP Riky Daly.

    Dari 17 korban ini Kata AKP Riky Daly ,dua anak merupakan kelahiran Cianjur, namun memiliki alamat tinggal di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka yakni  AW  (16,6 tahun)  dan SW (14,7 tahun).

    Koordinator TRUK Maumere Suster Eustochia, SSpS didampingi  staf TRUK Maumere: Sr. Fransiska Imakulata, SSpS; Suster Francesko Yangkora, SSpS; dan Celo Gunadi kepada media ini menyatakan siap menampung 17 anak di bawah umur yang diduga menjadi korban eksploitasi anak di 4 Pub untuk ditampung sementara di TRUK Maumere.

    “Kami siap menampung para korban, dan siap melayani mereka dengan sepenuh hati selama berada di Shelter Santa Monika TRUK Maumere,” kata Suster Eustochia, SSpS.

    Siap Layani dengan Ikhlas Hati

    Koordinator Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK) Maumere Suster Eustochia, SSpS pada kesempatan ini juga menyatakan ketekadan lembaga yang dipimpinnya itu untuk melayani siapa saja, termasuk 17 pekerja pub yang diduga korban eksploitasi anak di bawah umur yang diamankan  Polda NTT di Kantor TRUK Maumere.

    “Kami selalu melayani siapa saja yang menjadi korban akibat eksploitasi anak di bawah umur, termasuk 17 pekerja pub yang terjaring dalam operasi Tim Polda NTT yang saat ini sedang titipkan di TRUK Maumere. Kami selalu melayani mereka dengan tulus hati,” kata Suster Eustochia.

    Suster Eustochia, SSpS mengaku ia sudah bertemu dengan 17 korban eksploitasi anak di bawah umur dan telah memberikan motivasi kepada mereka terkait keamanan mereka selama berada di TRUK Maumere, upaya perlindungan terhadap mereka dan tekad TRUK Maumere untuk siap memenuhi kebutuhan mereka selama dititip sementara di TRUK Maumere.

    “Saya sampaikan kepada mereka, kalau butuh sesuatu harus disampaikan kepada TRUK Maumere. Kami siap melayani dan memenuhi apa yang dibutuhkan sebisa kami,” kata Suster Eustochia. (Athick)

  • “Gemu Fa Mi Re” Tarian yang Menjadikan Maumere Tuan Rumah Ajang Pemilihan Putra Putri Penari Terbaik Indonesia Tahun 2021

    Maumere Berandanegeri.com – Lagu Gemu Fa Mi Re yang bearsal dari Maumere NTT yang sangat tersohor di seluruh Indonesia bahkan terkenal di dunia ini menjadikan Maumere dipilih menjadi tuan rumah dalam ajang Kontest Tari Indonesia tahun 2021.

    Kontest Tari ini diikuti sebanyak 52 peserta Putra – Putri utusan dari tiap tiap Provinsi di seluruh Indonesia. Berlangsung selama 3 hari yakni sejak tanggal 11 hingga 13 Juni 2021, dengan mengusung tema “The Secret Culture of Indonesia”.

    Terpilihnya Maumere sebagai tuan rumah juga telah melalui rapat koordinasi dari pihak penyelenggara bersama dengan Pemprov NTT, dan juga atas permintaan ibu Julie Laiskodat sehingga disepakati Kegiatan ini bertempat di Maumere.

    Hal ini disampaikan oleh Zam Ibraz selaku Founder Ikatan Penari Putra Putri Indonesia dalam sambutannya pada acara penyematan selendang kepada para peserta tari di Capa Hotel, Jumat (11/06/2021).

    “Persiapan acara panitia memutuskan Kabupaten Sikka Maumere untuk menjadi tuan rumah karena banyak sekali alasan yang membuat kami percaya bahwa jika Kabupaten Sikka cocok untuk pelaksanaan Pemilihan putra putri tari Indonesia, “ujar Ibraz.

    Salah satu   ketertarikan putra-putri tari Indonesia terhadap goyang Maumere adalah  lagu Gemu Fa Mi Re yang tentu kalau di Nusa Tenggara Timur lagu dan goyang Maumere itu menjadi salah satu ikon dan juga tarian yang dikenal oleh para penari  di Indonesia bahkan internasional.

    Tahun ini  kata Ibraz sebanyak 52 finalis yang berasal dari provinsi yang berbeda-beda mengikuti Kontest Tari Indonesia yang bertempat di Maumere, Kabupaten Sikka provinsi NTT.

    Untuk provinsi NTT mengirimkan dua pasang finalis yakni Finalis Putra Putri Tari NTT 1 dan NTT 2, ini merupakan kebijakan kami dalam menghargai NTT sebagai tuan rumah pada ajang Putra Putri Tari Indonesia tahun 2021.

     Kontest pemilihan Putra – Putri Tari Indonesia merupakan ajang pencarian dan pembinaan bakat kepada para penari muda Indonesia.

    Dalam ajang ini pihaknya mencari penari yang bukan hanya bisa menari tapi penari yang keluar dari zona nyaman, menguasai kemampuan lain seperti sebagai seorang speaker, tata rias, dekorasi, merancang busana dan karya karya lain untuk menunjang dirinya sebagai seorang Putra Putri Tari Indonesia.

    Kami juga ngin mengarahkan putra-putri tari Indonesia menjadi seorang marketing kami juga mau ia bukan cuma menari tapi nantinya bisa berbisnis

    Menurut Ibraz, berbicara tentang  marketing pasti sangat penting penampilan bagaimana mereka bisa punya impact untuk lingkungan sekitar minimal dari desa atau kabupaten yang ada di daerahnya dia punya sebuah gagasan atau hasil yang ditawarkan ke panitia  bahwa di ajang putra-putri tari Indonesia nanti dia bisa melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar bergerak di atas pentas.

    Di akhir sambutannya, Zam Ibraz mengucapkan selamat datang kepada semua finalis seraya berpesan kepada finalis untuk  mengikuti aturan panitia.

    “Selamat berkompetisi dan selamat menjalankan tugas menjalankan tugas  visi misi penari, menginspirasi, kemudian jangan lewatkan setiap momen untuk menyapa berbicara karena akulturasi budaya nya terjadi  di setiap saat bahkan saat ini kalian disebelah  di kanan-kiri  punya saudara dari provinsi yang berbeda-beda inspirasi budaya, “tandasnya. (Athick)

  • Dukung Penuh Pemberdayaan UKM di Kupang dan Indonesia Timur, JNE Gelar Webinar

    Kupang Berandanegeri.com – COVID-19 telah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Dari perusahaan besar hingga Usaha Kecil Menengah (UKM) pun turut merasakan keterpurukan di masa pandemi ini. Sektor UKM menjadi prioritas yang harus diselamatkan dan diberi dukungan penuh untuk terus berkembang dalam menghadapi masa transisi yang mulai beralih dari penjualan offline ke online.

    Mendukung sektor UKM  untuk bersaing di dunia digital, JNE menggelar  webinar “JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Kupang”. Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Kupang dan Indonesia Timur dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

    Acara webinar dibuka oleh Dian Afrizal selaku Head Regional JTBNN Jatim, Bali, NTB dan NTT yang menyampaikan bahwa gelaran webinar ini merupakan salah satu bentuk perhatian JNE dalam rangka pemberdayaan UKM, khususnya di Kota Kupang dan Indonesia Timur.

    “Saya sangat berharap dengan adanya webinar ini bisa memfasilitasi dan membantu para UKM dalam menjalankan bisnis di era digitalisasi ini, saya berharap hadirnya praktisi dari UKM nantinya dapat menjadi inspirasi kepada penggiat UKM di Indonesia Timur dan Kota Kupang khususnya agar UKM indonesia timur dapat go internasional dan berorientasi eksport,” ujar Dian.

    Kepala JNE Cabang Kupang, Emi Khilafat, mengatakan JNE berkomitmen untuk terus melaksanakan program sinergi dan kolaborasi yaitu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan program adaptasi dan inovasi, dimana JNE terus optimis dan percaya bahwa tantangan yang saat ini sedang kita hadapi juga memberikan kita peluang untuk terus menggali potensi untuk berkembang di era pandemi.

    “JNE Kupang berharap dapat terus berkolaborasi dengan UKM Kupang dan semoga webinar Ngajak Online ini dapat menjadi media untuk para customers mengenal JNE lebih jauh karena JNE memiliki banyak program dan penawaran untuk memudahkan UKM, Seperti program JLC (JNE Loyal Card), Program COD sampe kepelosok indonesia timur juga free pick up. JNE Kupang juga ikut membantu mendistribusikan bantuan bencana alam secara gratis keseluruh daerah Kupang yang terdampak bencana,” jelas Emi dalam virtual webinar Goll…Aborasi Bisnis Online Kota Kupang pada Senin (07/06/2021).

    Hadir sebagai pembicara dari pihak UKM, Owner Padu Padan Tenun Erwin Yuan menuturkan, penting bagi pelaku usaha untuk terus fokus dan memiliki minat terhadap produk mereka. Selain itu, terus berinovasi dan mengembangkan content yang menarik juga tak kalah penting terutama pada masa pandemi seperti sekarang. “Padu Padan Tenun mengalami penurunan penjualan saat masa pandemi, namun kami terus melakukan inovasi yaitu dengan memproduksi masker kain dari tenun. Kami juga mengembangkan content sosial media yang menarik dengan teknik story telling di setiap post Instagram padu padan tenun agar nantinya lebih menarik dan mendapatkan banyak exposure,” ujar Erwin.

    Sementara itu, Xaverius Sondakh selaku Owner Moringakoe & Pintukoe mengatakan, salah satu langkah penting dalam memulai bisnis yaitu lihai dalam melihat dan memanfaatkan peluang yang ada disekitar kita, “Dalam memulai bisnis baru, yang pertama kita harus dapat mencari source yg terdekat dan mudah dijangkau lalu kita bisa kaitkan dengan passion kita. Yang kedua adalah service oriented yaitu sifat ingin memperlakukan pelanggan sama seperti kita ingin diperlakukan, service yang baik akan membuat pelanggan repeat buying dan yang terakhir selalu mencari peluang dan solusi terlagi di masa sulit seperti masa pandemi Covid19,” pungkas Sandy.

    Sebagai informasi, gelaran webinar “JNE Ngajak Online 2021 Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Kupang” yang diadakan pada hari Senin, 7 Juni 2021 merupakan kota ke-27 yang menjadi sasaran dalam pemberdayaan UKM oleh JNE. Setelah Kota Kupang, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Bandar Lampung pada 17 Juni 2021. Webinar online kali ini merupakan roadshow di 60 kota di seluruh Indonesiadi  dan dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate. (Athick)