Category: BERITA

  • Mulai 18 Mei, Italia Mulai Buka Kembali Misa Publik

    Mulai 18 Mei, Italia Mulai Buka Kembali Misa Publik

    Berandanegeri.com. PEMERINTAH Italia dan Gereja Katolik setempat menyepakati Misa sudah dibuka kembali untuk umum seperti sediakala terhitung tanggal 18 Mei mendatang. Kesepakatan Pemerintah Italia tersebut juga berlaku untuk kegiatan ibadah komunitas-komunitas bagi umat agama lain.

    “Hari ini, 7 Mei, Konferensi para Uskup Italia (CEI) dan pemerintah negara sudah menandatangani kesepakatan yang memberikan kebebasan kembali kepada Gereja Katolik dan juga agama-agama lain untuk melakukan ibadah seperti biasa mulai 18 Mei mendatang,” ujar Pastor Markus Solo Kewuta SVD kepada berandanegeri.com dari Roma, Italia, Kamis (7/5) malam.

    Menurut Pastor Markus, dalam kesepakatan tersebut disepakati pula sejumlah peraturan ketat yang harus dihormati dan ditaati guna menghindari kasus-kasus baru. Sejak 10 Maret lalu diberlakukan pemberhentian ibadah publik menyusul coronavirus 2019 (covid-19) melanda Italia.

    Oleh karena itu, demikian imam asal kampung Lewouran, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berbagai peraturan detail untuk mengghindari penularan covid-19 dan lain-lain, akan diumumkan oleh pihak Gereja & para pemuka agama kepada umatnya masing-masing. “Peraturan-peraturan yang disepakati dituangkan dalam lima poin utama dengan 27 poin penjelasan. Pengumuman resmi disampaikan tadi,” lanjut Pastor Markus, Islamolog yang menyelesaikan Studi Islamologi dan Arabistik di Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies (PISAI) Roma.

    Ansel Deri

  • Pemkab Dogiyai Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19

    Pemkab Dogiyai Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19

    Berandanegeri.com. PEMERINTAH Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, berkomitmen memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai yang terkena dampak covid-19. Para pelajar dan mahasiswa tersebut sedang menjalani studi di beberapa kota di seluruh wilayah di Indonesia.

    “Hingga kini belum kita salurkan dananya karena data pelajar dan mahasiswa belum lengkap. Banyak pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai atau IPMADO di beberapa kota studi tidak punya data lengkap dan jelas,” kata Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dalam keterangan kepada berandanegeri.com di Jakarta, Kamis (7/5) pagi.

    Menurut Bupati Dumupa, menurut rencana BLT akan diberikan langsung kepada setiap pelajar dan mahasiswa melalui rekening masing-masing. Namun, jika para pelajar dan mahasiswa yang tidak memiliki rekening akan dikirimkan melalui kantor pos.

    “Kami tidak mengirim BLT melalui pengurus IPMADO. Selama ini sejumlah pengurus tidak jujur, sering memotong atau menggelapkan uang. Pengiriman langsung kepada masing-masing pelajar dan mahasiswa bersangkutan untuk memudahkan pertanggungjawaban. Ini penting sebab setiap dana yang bersumber dari keuangan negara berapapun nilainya harus dipertanggungjawabkan,” tegas Dumupa

    Pemerintah Kabupaten Dogiyai memberikan deadline hingga Senin (11/5 2020) kepada setiap pengurus IPMADO untuk mencatat dan mengirimkan data mahasiswa melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dogiyai.

    “Kami ingatkan, para pengurus IPMADO, pelajar, dan mahasiswa yang tidak mematuhi semua ketentuan seperti memalsukan data diri akan diberi sanski tegas,” kata Dumupa, mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

    Foto: Kabupaten Dogiyai. Papua

    Ansel Deri

  • Bupati Dogiyai: Kerja, Kerja, Kerja

    Bupati Dogiyai: Kerja, Kerja, Kerja

    Berandanegeri.com. DAMPAK ekonomi akibat coronavirus 2019 (covid-19) sangat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali yang tinggal di pedalaman di tanah Papua seperti Kabupaten Dogiyai. Karena itu, Bupati Yakobus Dumupa jauh-jauh hari telah bekerja keras mengantisipasinya melalui sosialiasi tiada henti bagi masyarakatnya yang tinggal di wilayah adat Meepago.

    Selaku Ketua Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dogiyai, ia memerintahkan para anggota tim gugus tugas agar dalam sosialisasi terkait wabah menghebohkan dunia itu, disampaikan pula dampak ekonomi akibat covid-19.  Apa saja materi sosialisasi yang diperintahkan Bupati Dumupa untuk disampaikan atau diberitahu tim  gugus tugas kepada warga masyarakat di wilayahnya?

    Pertama, covid-19 sedang mengganggu kestabilan perekonomian Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Kedua, masyarakat harus siap menghadapi guncangan perekonomian Indonesia yang lebih besar dan berat.

    Ketiga, solusi untuk bertahan hidup dalam guncangan perekonomian kedepan adalah kerja yaitu berkebun, beternak, dan melakukan pekerjaan mandiri lainnya. Keempat, jika malas bekerja, maka bersiaplah untuk menderita dan melarat dan jangan salahkan siapapun jika hal itu terjadi. “Saya ulangi kampanye dan nasehat saya selama ini: kerja, kerja, kerja,” kata Bupati Dumupa. (PB)

    Kabupaten Dogiyai
  • Bupati Dumupa Apresiasi Gugus Tugas Covid-19 Dogiyai

    Bupati Dumupa Apresiasi Gugus Tugas Covid-19 Dogiyai

    Berandanegeri.com. KETUA Gugus Tugas Covid-19 sekaligus Bupati Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, Yakobus Dumupa menyebutkan, hasil evaluasi kerja termin pertama Gugus Tugas Covid-19 Dogiyai terkait percepatan penanganan covid-19 di wilayah itu hingga Senin (21/4), masih nihil alias belum ada kasus covid-19.

    “Secara umum pelaksanaan kegiatan penanganan covid-19 di Dogiyai telah berjalan dengan baik. Hampir semua kegiatan mulai berjalan dan sejumlah kekurangan mulai dibenahi secara bertahap. Masyarakat juga mulai memahami covid-19 dan mematuhi kebijakan dan keputusan yang diambil oleh pemerintah kabupaten dalam rangka penanganan covid-19,” ujar Yakobus Dumupa dalam keterangan yang diterima berandanegeri.com Selasa (22/4).

    Hasil evaluasi juga memperlihatkan, pos koordinasi atau posko pengamanan dan pemeriksaan kesehatan di kilo meter 100 Siriwo, Bomomani, dan Moanemani sudah beroperasi secara efektif. Sedangkan posko Unito dan Wigoumakida tengah dalam proses pemberangkatan petugas ke lokasi dan dipastikan minggu depan sudah bisa dioperasionalkan. Dengan demikian, kata Dumupa, seluruh wilayah perbatasan Dogiyai dengan sejumlah kabupaten tetangga bisa dijaga dan diawasi petugas yang ditempatkan di masing-masing posko.

    Selain itu, pengguna jalan darat dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, dan Intan Jaya dan sebaliknya masih belum tertib. Ia mengaku, masih terjadi iring-iringan kendaraan, penyerobotan posko, pemaksaan petugas, dan tindakan anarkhis yang kebanyakan dilakukan warga masyarakat Paniai dan Deiyai dengan menggunakan “surat ijin jalan palsu” (di-scan dan di-fotokopi ulang-ulang) dari bupati setempat. Sedangkan warga masyarakat Dogiyai mulai tertib dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam penggunaan jalan trans Papua Nabire-Ilaga.

    “Pemerintah Dogiyai melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mulai melakukan pendataan dan verifikasi pelajar dan mahasiswa untuk diberi bantuan biaya hidup selama masa covid-19. Kami juga sedang menyediakan bahan makanan untuk kemudian disalurkan bagi warga masyarakat yang kurang mampu ketika terjadi krisis pangan nanti. Termasuk menyiapkan pemberian dana bantuan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu,” lanjutnya

    Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan, Gugus Tugas Covid-19 Dogiyai akan melakukan sosialisasi sejumlah hal yang berkaitan dengan covid-19 dan dampaknya dalam berbagai aspek dan langkah-langkah mengantisipasi atau mengatasi berbagai masalah yang akan muncul kemudian.

    Karena itu, menurutnya, pihak Gugus Tugas Covid-19 Dogiyai telah berkomitmen untuk konsisten dengan kesepakatan para bupati dari wilayah Meepago dalam rangka percepatan penanganan covid-19 di selkuruh kabupaten di wilayah Meepago. Wilayah Meepago Nabire, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya. Dengan demikian, pihaknya juga berharap agar masyarakat dan semua pihak tetap konsisten menaati kesepakatan yang telah diambil bersama para bupati di wilayah Meepago.

    “Selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 sekaligus Bupati Dogiyai saya mengapresiasi kerja keras tim, masyarakat, dan semua pihak yang sudah bahu-membahu ikut ambil bagian dalam mencegah dan menangani penyebaran covid-19 di Dogiyai. Evaluasi pertama ini perlu kami sampaikan untuk diketahui dan dijadikan bahan evaluasi agar dilakukan pembenahan-pembenahan sebagaimana mestinya,” katanya.

    Ansel Deri

  • DPR Minta Perpusnas Perkuat Layanan Perpusatkaan Digital

    DPR Minta Perpusnas Perkuat Layanan Perpusatkaan Digital

    BERANDANEGERI.COM,- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta mitra kerjanya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) untuk memperkuat layanan perpustakaan digital, membuat konten edukasi Covid-19, dan realokasi anggaran di tengah pandemi Covid-19 ini. Di masa pandemi ini, menurut Hetifah Perpusnas dapat mengambil peran dalam mensukseskan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    “Perpustakaan bukan hanya terkait buku, tetapi bagaimana membentuk ruang publik untuk pertukaran ilmu dan diskusi. Bila sebelumnya perpustakan menyediakan ruang publik seperti auditorium, ruang baca, maka fasilitas yang sama juga dapat dibuat secara virtual oleh perpusnas dalam masa-masa ini,” ujar Hetifah saat rapat virtual dengan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Syarif Bando beserta jajaran, Kamis (16/4/2020).

    Ia menambahkan, di masa pandemi ini banyak inisiatif kegiatan yang diadakan masyarakat. “Misalkan klub buku, atau sharing session dengan tema tertentu. Perpusnas dapat mengambil inisiatif dengan memfasilitasi penggunaan conference call premium, agar bisa melibatkan partisipan yang banyak dalam waktu yang tak terbatas. Ini bisa dimanfaatkan berbagai komunitas literasi, mahasiswa atau elemen masyarakat lainnya,” saran politisi Partai Golkar itu lebih lanjut.

    Hetifah mengatakan, komunitas-komunitas tersebut dapat mengajukan fasilitasi acaranya kepada Perpusnas secara online. Selain itu, Hetifah juga menambahkan, sebaiknya koleksi digital Perpusnas ditambah, terutama dengan judul-judul yang lebih populer. “Bisa misalkan ditambah koleksi-koleksi New York Times Bestseller, yang harganya cukup mahal jika dibeli khususnya oleh anak muda. Tentu tanpa mengurangi juga dukungan terhadap buku-buku lokal kita. Semuanya dengan sistem peminjaman secara online,” paparnya.

    Hetifah juga mengingatkan, keberjalanan program-program Perpusnas di masa pandemi ini harus mengedepankan prinsip inklusivitas. “Agar mereka yang marjinal dan paling terdampak tetap bisa mendapatkan manfaatnya, dan tetap produktif di masa pandemi ini. Kita harus siapkan strateginya,” pungkas legislator daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur itu. (*)

    Sumber : dpr.go.id

  • Merry Riana: Pandemik COVID-19 Ibarat Masa Ulat Menjadi Kepompong

    Merry Riana: Pandemik COVID-19 Ibarat Masa Ulat Menjadi Kepompong

    BERANDANEGERI.COM,- Motivator Merry Riana mengatakan masa pandemik COVID-19 yang mengharuskan orang-orang lebih banyak berada di rumah ibarat masa-masa ulat menjadi kepompong sebelum menjadi kupu-kupu.

    “Ulat saat menjadi kepompong merasa tidak nyaman, tidak bisa bergerak bebas. Ketika dia merasa hidupnya akan berakhir seperti itu, dia kemudian menjadi kupu-kupu yang lebih indah,” kata Merry saat jumpa pers di Graha BNPB sebagaimana disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Senin (20/4).

    Merry mengatakan masa-masa harus bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah untuk menghindari penularan virus corona penyebab COVID-19 adalah proses yang sama dengan saat ulat menjadi kepompong.

    Ketika proses ini berhasil dilalui, Merry yakin kita semua akan menjadi individu-individu yang lebih baik, seperti kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu.

    “Saya takin ini semua akan bisa kita lalui. Indonesia bisa pulih kembali, Indonesia bisa sehat kembali,” tuturnya.

    Karena itu, Merry menyarankan masyarakat untuk tidak mudah panik dan tidak mudah protes terkait dengan kebijakan yang pemerintah ambil dalam menangani COVID-19.

    “Jangan mudah protes, tetapi kita harus berproses. Mungkin di awal ada yang merespons dengan panik atau marah. Namun, ini sudah berjalan sebulan,” katanya.

    Merry yakin masa pandemi COVID-19 yang sudah berjalan selama satu bulan akan lebih memudahkan masyarakat untuk berproses menanggapi situasi tidak nyaman yang muncul.

    Pada masa pandemi COVID-19, agar di rumah saja tetap sehat, Merry menyarankan masyarakat untuk menjaga imun, menjaga iman, dan menjaga pikiran.

    “Bisa saja fisik kita di rumah, tetapi pikiran kita ke mana-mana. Membaca dan melihat berita-berita yang bermacam-macam tentang virus corona, kemudian merasa takut. Ketakutan itu justru bisa membuat kita menjadi sakit,” katanya. (*)

    Sumber : bnpb.go.id

  • Asosiasi Bupati di Papua Perkuat RSUD Nabire Tangani Covid-19

    Asosiasi Bupati di Papua Perkuat RSUD Nabire Tangani Covid-19

    Berandanegeri.com. ASOSIASI Bupati Meepago, Provinsi Papua, bertekad memperkuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, Kabupaten Nabire, menyepakati untuk memperkuat RSUD Nabire dalam rangka mempercpat penanganan coronavirus 2019 (Covid-19) di wilayah Meepago yang meliputi Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya.

    “Rumah Sakit Umum Daerah Nabire ditunjuk Pemerintah Pusat menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Papua. Karena itu kami dari Asosiasi Bupati Meepago telah menyepakati memperkuat Rumah Sakit Umum Daerah Nabire. Selain itu ada sejumlah poin kesepakatan yang kami ambil bersama guna mempercepat penanganan Covid-19 di wilayah Meepago,” ujar Yakobus Dumupa, Sekretaris Asosiasi Bupati Meepago yang juga Bupati Kabupaten Dogiyai dalam keterangan tertulis yang diterima  media ini di Jakarta, Kamis (16/4 2020).

    Kesepatan para bupati Meepago tersebut berlangsung di Jalan Trans Papua Nabire-Ilaga KM 100 Siriwo dan didampingi para pimpinan DPRD, Kapolres, Dandim, para Kepala Dinas Kesehatan, dan sejumlah anggota Gugus Tugas Covid-19 dari masing-masing kabupaten. Selain memperkuat RSUD Nabire, masing-masing kabupaten menyumbang dana sebesar Rp. 1 miliar dan sejumlah alat kesehatan.

    Para bupati juga bersepakat memutus total jalan raya Wasior-Nabire guna mencegah penyebaran Covid-19 ke wilayah Meepago. Kemudian menutup atau membatasi semua pintu masuk ke wilayah Meepago melalui jalur darat, laut dan udara, kecuali untuk pelayanan kesehatan dan pelayanan bahan bakar minyak melalui jalur udara untuk Intan Jaya dengan mengikuti protokoler medis yang ketat.

    “Kami juga sepakat memperpanjang pembatasan lalu lintas kendaraan dan orang ke wilayah Meepago dan dalam wilayah Meepago sampai tanggal 6 Mei 2020 dan akan dievaluasi kembali untuk menentukan tindak lanjutnya,” kata Yakobus Dumupa.

    Selain itu, para bupati sepakat diberlakukan surat ijin jalan khusus dan wajib mengenakan pakaian dinas bagi para pejabat, pegawai ASN, dan anggota TNI dan Polri yang melakukan perjalanan untuk keperluan atau urusan dinas.

    Kesepakatan lainnya, dilarang membawa atau menitipkan minuman keras dan barang-barang terlarang lainnya dalam kendaraan yang diizinkan melintas di jalan raya Trans Papua Nabire-Ilaga. Juga mengisolasi atau membatasi warga masyarakat di masing-masing Kabupaten agar tidak bepergian ke Kabupaten lain atau melakukan kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan penularan dan penyebaran Covid-19.

    Para bupati juga menyepakati pembagian tanggungjawab Posko sepanjang jalan Trans Papua Nabire-Ilaga, mulai dari Nabire sampai Intan Jaya. Kabupaten Nabire bertanggungjawab untuk Posko Topo, Kabupaten Dogiyai bertanggungjawab untuk Posko KM 100 Siriwo dan Posko Bomomani. Sedangkan Kabupaten Deiyai bertanggungjawab untuk Posko Iyadimi dan Kaitaka, Kabupaten Paniai bertanggungjawab untuk Posko Udaugi dan Makataka, dan Kabupaten Intan Jaya bertanggungjawab untuk Posko Makataka dan Ugisiga.

    “Para Bupati wilayah Meepago bersama seluruh komponen yang hadir dalam pertemuan telah bersepakat untuk melakukan upaya-upaya percepatan penanganan Covid-19 secara bersama-sama,” ujarnya.

    Ansel Deri

  • Bupati Dogiyai Tambah Tiga Posko Tangani Covid-19

    Bupati Dogiyai Tambah Tiga Posko Tangani Covid-19

    Berandanegeri.com. BUPATI Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, Yakobus Dumupa dan jajaran pemerintah setempat bergerak cepat mencegah dan menangani coronavirus 2019 (Covid 19) di Dogiyai.

    Saat ini pihaknya telah memutuskan untuk menambah tiga posko baru yakni di Bomomani, Distrik Mapia, Unito, Distrik Sukikai Selatan, dan Wigoumakida, Distrik Sukikai Selatan.

    Posko Bomomani bertugas melakukan pembatasan dan pemeriksaan kendaraan dan orang dari Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Dogiyai ke Nabire dan sebaliknya.

    Sedangkan Posko Unito bertugas melakukan pembatasan dan pemeriksaan kendaraan dan orang dari Sukikai Selatan di Dogiyai ke Timika di Kabupaten Mimika dan sebaliknya. Kemudian Posko Wigoumakida bertugas melakukan pembatasan dan pemeriksaan kendaraan dan orang dari Wigoumakida di Dogiyai ke Kabupaten Kaimana di Provinsi Papua Barat dan sebaliknya.

    “Setelah masa tugas satgas berakhir 5 April 2020, secara resmi saya bubarkan. Selaku Bupati Dogiyai saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan dan anggota satgas dan semua pihak yang telah berpartisipasi melaksanakan upaya-upaya pencegahan pandemi covid-19. Semoga segala jerih payahnya diperhitungkan dan dibalas dengan berkat yang melimpah dari Tuhan,” ujar Bupati Dumupa dalam keterangan yang diterima Sabtu (11/4).

    Bupati Dumupa, menegaskan, pembubaran satgas itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Daerah. Salah satu poin surat edaran itu yaitu memerintahkan Gubernur dan Bupati/Walikota menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah. Tugas Gubernur, Bupati/Walikota tersebut, tidak dapat didelegasikan kepada pejabat lain di daerah.

    “Sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di atas, maka sejak tanggal 9 April 2020, saya langsung menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Kabupaten Dogiyai. Keanggotaan gugus tugas ini terdiri dari sejumlah unsur dan kami akan bekerja selama lima bulan ke depan dengan ketentuan dapat diperpanjang masa kerjanya sesuai kondisi dan kebutuhan,” lanjut Bupati Dumupa, yang pernah menjadi anggota Majelis Rakyat Papua.

    Langkah pembubaran satgas juga merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease di Lingkungan Pemerintah Daerah. Salah satu poin instruksi itu yakni melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocussing) atau perubahan alokasi anggaran yang digunakan secara memadai.

    “Pemerintah Kabupaten Dogiyai telah melakukan perubahan alokasi anggaran. Alokasi anggaran ini akan kami gunakan untuk beberapa pos seperti penanganan kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan, penanganan dampak ekonomi serta penyediaan jaringan pengaman sosial atau social safety net,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, berkaitan dengan sedang dan akan dilakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran dan penularan pandemi covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Kabupaten Dogiyai diharapkan dukungan dan kerja sama masyarakat.

    “Saya meminta dan berharap agar masyarakat dan semua pemangku kepentingan mendukung berbagai upaya pencegahan penyebaran dan penularan pandemi covid-19. Saya juga meminta masyarakat dan semua pihak mematuhi segala keputusan yang telah dan akan diambil pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Kabupaten Dogiyai,” katanya.

    Dalam upaya mencegah penularan dan penyebaran pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai serta kabupaten-kabupaten sekitarnya, pihaknya akan terus melaksanakan kerja sama penanganan pencegahan penyebaran dan penularan pandemi COVID-19 secara bersama-sama.

    “Kita tetap bekerja keras untuk mencegah dan menangani penyebaran covid-19 di Kabupaten Dogiyai meskipun hingga saat ini kasus covid-19 masih nihil di daerah ini. Dukungan APBD juga kita sedang hitung bersama. Sedangkan sejak kasus covid-19 muncul kami hanya memiliki alat pelindung diri atau DPD sebanyak 5 buah. Kami sedang berupaya menyiapkan APD dalam jumlah besar guna mengantisipasi penyebaran covid-19,” ujar Bupati Dumupa.

    Ansel Deri

  • Bupati Dogiyai Tindaklanjuti Edaran Men-Pan dan RB

    Bupati Dogiyai Tindaklanjuti Edaran Men-Pan dan RB

    Berandanegeri.com. BUPATI Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Yakobus Dumupa menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berkaitan dengan penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dogiyai. Tindak lanjut surat edaran itu berupa jadwal kerja dari rumah dan kantor berlaku mulai 6 April 2020.

    “Saya baru saja mengeluarkan surat berkaitan dengan penyesuaian sistem kerja ASN. Mulai tanggal 6 hingga 19 April 2020 seluruh ASN di Kabupaten Dogiyai tetap aktif bekerja di rumah masing-masing dan masuk kantor kembali pada 20 April. ASN yang terlibat dalam penanganan pencegahan covid-19 tetap menjalankan tugasnya melalui koordinasi dengan pimpinan OPD masing-masing,” ujar Bupati Yakobus Dumupa dalam keterangan kepada media ini, Minggu (5/4 2020).

    Surat Edaran Nomor 440/106 SET tentang Perpanjangan Penyesuaian Jam Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintahan Dogiyai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) dikeluarkan di Kigamani pada Jumat, 3 April 2020. Surat edaran tersebut selain disampaikan kepada seluruh pimpinan OPD di lingkup Pemerintahan Kabupaten Dogiyai, juga diteruskan kepada pimpinan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD) serta para kepala sekolah mulai dari SD hingga SMP di wilayah Dogiyai.

    “Pekerjaan yang di rumah atau tempat tinggal dikoordinasikan oleh pimpinan OPD. Bekerja dari rumah atau tempat tinggal tidak diartikan sebagai libur. Saya juga meminta pimpinan OPD membuat jadwal bagi pejabat eselon III, IV, dan staf melaksanakan tugas di kantor secara bergilir sehingga penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan optimal untuk melayani masyarakat,” katanya.

    Dalam surat edaran tersebut, Bupati Yakobus juga menyampaikan bahwa dalam hal pekerjaan penting dan mendesak yang harus dikerjakan di kantor atau di tempat lain, maka dilakukan secara terbatas baik jumlah personil maupun jam kerja diatur kepala OPD. “Saya juga meminta agar sejak tanggal pemberlakuan surat edaran ini, seluruh rencana perjalanan dinas ditiadakan. Kecuali  rencana perjalanan dinas yang penting dan mendesak atas perintah Bupati,” lanjut Yakobus, mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP). Ia menambahkan, setelah surat ini berlaku akan dilakukan evaluasi terhadap perkembangan pandemi covid-19 untuk diambil langkah-langkah lebih lanjut.

    Surat edaran tersebut, demikian Bupati Dumupa, menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

    Berikut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440/2436/SJ tentang Pencegahan Penyebaran Coronavirus Diseas 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah. Juga Surat Edaran Gubernur Papua Nomor 440/3705/SET tentang Pembatasan Masuk/Keluar Orang, Pembatasan Aktivitas Masyarakat dan Pembatasan Aktivitas Masyarakat dan Perpanjangan Waktu Kerja di Rumah (Work From Home) serta Pengendalian Dampak Kasus Covid-19 di Provinsi Papua.

    Ansel Deri

  • Cegah Covid-19, 4 Bupati di Papua Gandengan Tangan

    Cegah Covid-19, 4 Bupati di Papua Gandengan Tangan

    Berandanegeri.com. DALAM rangka mencegah penyebaran coronavirus diseas 2019 atau Covid-19 di daerah, empat bupati di Provinsi Papua bergandengan tangan mencegah covid-19 secara kolektif. Keempat bupati itu yaitu Bupati Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

    Langkah pencegahan empat pemerintah kabupaten tersebut diambil setelah Organisasi Kesehatan Sedunia atau World Health Organization (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan covid-19 sebagai pandemi global dan penetapan Indonesia sebagai negara dengan status darurat covid-19.

    “Kami mengambil tindakan pencegahan penyebaran covid-19 bersama. Masing-masing kabupaten berkontribusi menyumbangkan dana, fasilitas, dan tenaga bagi pelaksanaan kegiatan pencegahan covid-19. Kabupaten Dogiyai bertindak sebagai koordinator dan secara teknis akan dilaksanakan Satuan Tugas Covid-19,” ujar Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa melalui keterangan tertulis yang diterima media ini di Jakarta, Minggu (22/3 2020).

    Selain itu, langkah berikut yaitu kegiatan pencegahan penyebaran covid-19 akan dilaksanakan mulai tanggal 23 Maret sampai dengan 5 April 2020. Jadwal tersebut dapat diperpanjang setelah pihak satgas covid-19 melakukan evaluasi. Ia menambahkan, ada sejumlah langkah konkrit yang akan diambil bersama pemerintah Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

    Langkah konkrit tersebut antara lain  pertama, melarang orang yang berasal dari wilayah yang telah berdampak covid-19 untuk memasuki wilayah Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Kabupaten Paniai. Kedua, melarang semua warga Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai untuk keluar daerah meninggalkan kabupaten masing-masing.

    Ketiga, sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 secara luas kepada seluruh masyarakat. Keempat, pendirian Posko Terpadu Covid-19 di Jalan Trans Papua, Nabire-Enarotali KM 100 Unipo, Distrik Siriwo, Nabire. Posko ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada semua pengguna jalan dan sterilisasi terhadap semua kendaraan yang melintas.

    Kelima, pendirian Posko Covid-19 di Moanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Waghete, kota Kabupaten Deiyai, dan Enarotali, kota Kabupaten Paniai, dan pelayanan tindakan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire. Keenam, pemeriksaan terhadap penumpang pesawat di bandara udara Nabire dan penumpang kapal laut di pelabuhan laut Nabire. Ketujuh, penutupan bandar udara Moanemani, bandara udara Waghete, dan bandara udara Enarotali. Kedelapan, kegiatan-kegiatan lainnya yang dianggap penting dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

    “Kami semua sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar langkah bersama empat kabupaten mencegah penyebaran covid-19 dapat berjalan lancar dan sukses. Kerja keras ini dibarengi dengan doa memohon kuasa Tuhan demi mewujudkan Meepago bebas covid-19,” kata Yakobus, mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

    Ket foto: Bupati Kabupaten Dogiyai, Papua Yakobus Dumupa