Category: BERITA

  • Strada Memperkuat Semangat Kebhinekaan

     

    Oleh Veronica Um Kusrini, Guru Perkumpulan Strada

    MENJADI bagian dari perjalanan bangsa adalah sebuah kebanggaan sekaligus tantangan. Agaknya itulah  yang terjadi dalam diri dan jiwa para civitas akademika di Perkumpulan Strada, komunitas pendidikan yang unggul, peduli, dan berjiwa melayani. Perkumpulan Strada  telah menjadi bagian dari pengembangan generasi muda Indonesia dengan eksistensinya melayani dalam dunia pendidikan tepatnya sejak tanggal 24 Mei 1924. Sejak waktu itu hingga saat ini, Perkumpulan Strada telah menjawab tantangannya sebagai bagian dari bangsa ini dengan mencerdaskan generasi muda.

    Perkumpulan Strada dan generasi muda Indonesia memang tidak dapat dilepaskan. Hampir 24.000 orang muda Indonesia  di bawah naungan Perkumpulan Strada. Vibrasi semangat Sumpah Pemuda sangatlah terasa. Tidak terkecuali pada kesempatan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada masa pandemi ini. Hal ini bisa dirasakan dalam seminar yang diadakan oleh Perkumpulan Strada pada Jumat, 29 Oktober 2021. Seminar ini mengambil tema “Memperkuat Wawasan Kebangsaan Bercermin Semangat Sumpah Pemuda.”

    Hadir secara virtual dalam seminar tersebut adalah Romo Odemus Bei Witono, SJ selaku Direktur Perkumpulan Strada, Ibu Anita Wahid Senior Advisor of Gusdurian Network dan Presidium MAFINDO, Bapak Yudi Latif, MA., PhD. pakar Aliansi Kebangsaan, dan praktisi pendidikan Bapak Yohanes Vajar Juniyanto, S.Pd. MM wakil kepala SMA Stada Bhakti Wiyata Kranji. Seminar juga dihadiri oleh guru, karyawan, siswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah.

    Memilih menyerah atau berusaha. Itulah salah satu pesan dari Romo Odemus Bei Witono SJ. Dalam paparannya beliau menambahkan  “Apalagi kita memilih berusaha maka kita akan memiliki masa depan dan kehidupan yang baru. Maka mari kita hancurkan cangkang kehidupan yang membatasi dan membelenggu kita. Mari bertumbuh dan jadilah manusia yang merdeka, apalagi saat ini merdeka belajar untuk para siswa,” ujarnya dengan penuh semangat. Pendidikan juga mempengaruhi sistem nilai dan karakter bangsa. Kita diharapkan mempunyai karakter untuk mempunyai mimpi yang besar agar Indonesia bisa bertumbuh menjadi bangsa yang kuat dan utuh. Itulah pesan kebangsaan dari Romo Bei, Direktur Perkumpulan Strada untuk bangsa Indonesia.

    ****************************

    *Veronica Um Kusrini, Guru Perkumpulan Strada, Penulis Buku  Jejak Jiwa-Antologi Cerpen Anak-anak Katolik, Kanisius 2021.

     

     

  • Bertemu Para Peneliti IPB, Ini Harapan Gubernur NTT

    GUBERNUR NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengharapkan agar kolaborasi antara institut Pertanian Bogor (IPB)  dengan berbagai pemangku kepentingan di NTT baik itu dengan pemerintah daerah maupun perguruan tinggi di NTT dapat berdampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    “Pendekatan  stunting di NTT bukan hanya soal pangan saja tapi juga berkaitan dengan pranata sosial budaya dan pendidikan. Kemiskinan di NTT bukan karena alamnya tapi karena kemampuan untuk mengolahnya yang belum optimal. Kami butuh orang-orang seperti bapak dan ibu yang bisa menjadi trigger. Saya tahu IPB salah satu perguruan tinggi yang sangat hebat yang mampu melakukan ini, “jelas Gubernur VBL saat menerima audiensi tim Peneliti dari IPB yang dipimpin oleh Prof.  Dr. Alimmudin, S. Pi, M. Sc. di ruang kerja Gubernur, Senin (4/10/2021).

    Didampingi oleh Ketua Yayasan Kasih Roslin Mandiri Kupang, Budi Soehardi,  Tim Peneliti dari IPB membawa mandat dan tugas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk membantu penanganan stunting dari aspek pangan.

    Dalam kesempatan tersebut,  Gubernur VBL mendorong kerjasama antara IPB dengan perguruan tinggi di NTT bukan hanya (transfer) ilmunya saja tapi juga kerja lapangan yang produktif. Semangat kolaboratif harus terwujud di lapangan.

    “Kita punya banyak lembaga atau tempat pembenihan tapi masih kurang produktif. Dulu kita termasuk daerah pengekspor sapi yang hebat. Juga punya potensi laut yang luar biasa. Provinsi ini adalah penghasil lobster mutiara terbesar di Indonesia. Kalau seluruh ahli kita punya tantangan lapangan yang kuat, berpanas-berpanasan dan berhujan-hujanan di lapangan  serta berani mabuk laut, kita bisa atasi persoalan kemiskinan di NTT. Kalau kita mau serius seperti ini,  kita bisa keluar dari kemiskinan. Semangat seperti ini kita harapkan dapat ditularkan oleh ahli dari IPB, “jelas Gubernur Viktor.

    Mantan ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut juga meminta tim peneliti IPB untuk mengintegrasikan penelitiannya dengan program pemerintah Provinsi. Gubernur berharap  kehadiran tim IPB dapat mengubah mindset dan kultur set birokrasi yang lebih berorientasi pada pelaksanaan program dan pemenuhan aspek administrasi semata.

    “Saya minta teman-teman ahli dari IPB dapat bersinergi dengan SKPD terkait untuk pengembangan perikanan, pertanian dan peternakan. Di sini ada ahli perikanan, pengolahan pakan ternak dan gizi yang hebat dari IPB. Silahkan berkolaborasi dengan pimpinan SKPD dan pemangku kepentingan lainnya untuk kemajuan NTT. Kadis Pertanian dan Kadis Perikanan tindaklanjuti dan proaktif berkomunikasi dengan para peneliti ini, “jelas Gubernur.

    Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan komitmennya untuk meniadakan atau zero stunting di NTT,  bukan sekadar menurunkannya.

    “Sejak kami memimpin NTT September 2018, angka stunting turun dari 35,20  persen jadi 22 persen. Tapi ini bukan masalah penurunan jumlah prosentasi, namun ini adalah masalah kemanusian. Kerja seorang pemimpin bukan turunkan prosentase tapi menyelesaikannya supaya orang tidak boleh hidup dalam kondisi seperti ini. Mindset seperti ini yang coba terus kami dorong dan tanamkan kepada para bupati/walikota di NTT,” pungkas Gubernur VBL.

    Sementara itu, ketua tim peneliti IPB, Alimmudin menegaskan tim peneliti dari IPB terdiri dari ahli perikanan,  ahli pangan dan gizi, dan ahli peternakan.

    “Tujuan akhir dari penelitian dan kerja tim ini adalah untuk menghasilkan biskuit tepung lele dan tepung marungga yang bergizi untuk membantu NTT tangani stunting. Misi kami adalah bantu NTT atasi kemiskinan.  Pendekatan kita langsung ke habitat, berikan edukasi dan praktek untuk asupan gizi yang baik. Kita akan bangun kerjasama dengan Undana serta perguruan tinggi lainnya dan PKK NTT. Kami juga siap untuk membantu pemerintah provinsi untuk pengembangan perikanan,  pakan ternak, pengembangan kelor dan peternakan, ” jelas pakar yang sudah banyak terlibat dalam berbagai proyek pengembangan perikanan di berbagai daerah tersebut.

    Para peneliti dari IPB tersebut terdiri dari Enam orang guru besar, masing-masing dua dari tiap fakultas yakni Fakultas Gizi dan Pangan,  Fakultas Perikanan dan Kelautan serta Fakultas Peternakan.

    Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan NTT,  Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa NTT, Plt Kadis Perikanan dan Kelautan NTT dan Plt. Karo Administrasi Pimpinan NTT. (Riki Hayon)

  • JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama

    Maumere, berandanegeri.com – JNE bersyukur karena di usianya yang ke-31 tahun, masih dapat berbagi kebahagiaan kepada pelanggan setia maupun masyarakat Indonesia terlebih di masa pandemi ini.

    Berawal dari tagline JNE yang selalu diusung yaitu “Connecting Happiness”, JNE deklarasikan Hari Bahagia Bersama yang ditandai dengan peluncuran buku yang berjudul Bahagia Bersama pada Selasa 7 September 2021. Bertempat di Studio Markplus.Inc, EightyEight@Kasablanka, Jalan Raya Casablanca No. 88, Menteng Dalam Jakarta Selatan. Launching dilaksanakan secara virtual Zoom dan di tayangankan langsung  melalui  Youtube JNE.

    Acara ini dihadiri oleh M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, Maman Suherman Penulis dan Penggiat Literasi, Muhammad “MICE” Misrad kartunis, Andy F. Noya, Melanie Subono, serta Ivan Gunawan.

    Maman Suherman selaku penulis buku Bahagia Bersama mengatakan, “Sebuah kehormatan dapat menjadi penulis buku Bahagia Bersama dan turut menularkan prinsip serta nilai-nilai berbagi yang membawa perubahan menjadi lebih baik lagi bagi individu mau pun masyarakat luas”.

    “Berbagi agar dapat bahagia bersama perlu dilakukan sebanyak mungkin oleh tiap orang, tidak hanya dalam keadaan lapang tapi juga bahkan dalam kondisi sempit”, tambah pegiat literasi ternama yang akrab disapa Kang Maman ini.

    Muhammad Misrad yang akrab disapa Mice, selaku kartunis yang turut membuat ilustrasi buku Bahagia Bersama menuturkan,

    “Merupakan sebuah challenge yang sangat asyik bisa menjadi bagian dari penyusun isi buku Bahagia Bersama. Prinsip berbagi agar semua bisa bahagia bersama harus disampaikan secara berbeda sehingga pesan bisa diterima oleh semua kalangan dan semua umur, bahkan anak-anak.”

    Kisah nyata yang diangkat tentang berbagi yang kemudian membawa perubahan besar. Terutama, bagi siapa pun yang berada di dalam atau terhubung dengan perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional JNE.

    Prinsip berbagi telah menjadi hal yang dijalankan oleh JNE sejak didirikan lebih dari 3 dekade lalu, tepatnya pada 26 November 1990.

    Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE, mengatakan, “Dalam menjalankan bisnis, JNE memiliki tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Maknanya sangat luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket, namun dalam berbagai aspek kehidupan. “Bahagia Bersama” adalah hasil yang dituju dari prinsip Berbagi, Memberi dan Menyantuni yang selama ini JNE jalankan”.

    Dalam rangka untuk meramaikan Hari Bahagia Bersama, JNE juga menyelenggarakan berbagai program antara lain mengadakan aktivasi melalui akun resmi intagram JNE_ID yang bertemakan “The Unsung Hero”. Kuis ini mengajak nitizen untuk menceritakan hal baik yang pernah dialami dan pemenang yang terpilih akan mendapatkan e-wallet dengan total hadiah 10 juta rupiah.

    Buku Bahagia Bersama dapat dibeli secara offline di toko buku Gramedia dan juga secara online melalui website gramedia.com serta toko resmi JNE di Tokopedia, Shopee dan Bukalapak

    Berbagai program menarik terkait buku Bahagia Bersama pun dapat diikuti semua orang melalui akun resmi sosial media JNE.  (Athick)

  • Gunakan Metode “Web Spider,” Misool Basseftim  Lakukan Rehabilitasi Terumbu Karang di Desa Lewotobi 

    LARANTUKA, berandanegeri.com – Dalam upaya mengembalikan ekosistem laut di desa Lewotobi Kecamatan Ile Bura Kabupaten Flores Timur, maka Yayasan Misool Basseftim    melakukan rehabilitasi karang yang rusak dengan menggunakan metode Web Spider atau  jaring laba-laba, pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

    Metode yang rangkanya berbentuk menyerupai jaring laba-laba ini  merupakan  metode rehabilitasi terumbu karang yang diadopsi dari rehabilitasi yang dilakukan di Pulau Badi Propinsi Sulawesi Selatan.

    Staf Community Development Misool Basseftim, Ayub Markus mengatakan metode Web Spider yang digunakan pihaknya untuk menanam terumbu karang tersebut sangatlah sederhana dan siapa pun bisa mempraktekkan dan biayanya juga  murah.

    “Hitung-hitungan sebanyak 25 terumbu karang yang kita buat dengan menggunakan metode Spider ini sebesar Rp2.800.000. Yang mana kalau dirata-ratakan, 1 Spider lebih Rp100.000,” tutur Ayub

    Selain itu, kata Ayub banyak keunggulan dari metode ini banyak rongga-rongga, sehingga arus tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan arus akan terus mengalir. Apalagi wilayah perairan desa Lewotobi yang sangat terkenal dengan arusnya, maka metode ini sangat cocok untuk sirkulasi arus. Dan juga aman bagi persembunyian ikan-ikan kecil untuk bermain.

    Ayub Markus, Staf Community Development Misool Basseftim

    “Biasanya terumbu karang buatan hanya berbentuk besi saja tetapi untuk ini ditaburi dengan pasir. Sehingga karang-karang yang kita tanam maupun yang alami, lebih cepat daya tempelnya jika dibandingkan dengan permukaan besi yang halus,” ujarnya.

    Sebelumnya, sebut Ayub pada tahun 2017 lalu, pihaknya juga sudah melakukan penanaman terumbu karang buatan dengan menggunakan metode meja di perairan desa Lewotobi, sebanyak 10 meja.

    Setelah dilakukan survei  ternyata berhasil karena pertumbuhannya kurang lebih sudah mencapai batas maksimal.

    “Rata-rata terumbu karang yang kita tanam tahun 2017 lalu itu sudah mencapai 30 – 40 cm, artinya sudah bisa hidup secara natural dan sudah kelihatan ada biota-biota laut lain yang datang di daerah terumbu karang tersebut,” paparnya.

    Ayub juga mengungkapkan, penanaman terumbu karang Spider sebanyak 25 buah saat ini, berdekatan dengan 10 meja lainnya, yang sudah ditanam sejak tahun 2017 lalu itu.

    Dengan tujuan agar yang sudah terbangun dari 10 meja ini, bisa menyuplai sumber bibit-bibit planula karang kepada 25 Spider yang baru ditanam tersebut. 25 Spider juga ikut membantu supaya ikan-ikan yang sudah penuh di 10 meja, bisa pindah bermain sehingga menjadi banyak.

    “Jadi 10 meja di tahun 2017 dan ditambah lagi dengan 25 Spider saat ini, mereka saling berdekatan dan jadi satu koloni,” ungkapnya.

    Dirinya meminta  meminta agar karang yang sudah ditanam itu, harus dikontrol, terus dirawat dan selalu dibersihkan secara rutin dari sampah-sampah plastik maupun rating-ranting pohon yang jatuh ke laut, agar pertumbuhannya lebih cepat dan ikan-ikan juga mulai berdatangan lagi.

    “Dengan membangun rehabilitasi karang ini, masyarakat harus bisa membangun kesadarannya untuk mulai mencintai laut, dengan model-model terumbu buatan yang kita bantu ini,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Lewotobi, Tarsisius Buto Muda menjelaskan bahwa, Restorasi Terumbu Karang sudah mulai dilakukan sejak tahun 2017 lalu, yang diawali dengan Seminar Budaya.

    Dalam seminar budaya tersebut Pemdes Lewotobi akhirnya membuat Peraturan Desa, Nomor 7 Tahun 2017, Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Pesisir dan Laut.

    “Karena ini lahir dari usulan dan kebutuhan masyarakat sendiri, maka kami lalu menganggarkannya melalui Dana Desa pada tahun 2017. Kemudian mendapatakan suppport lagi dari Misool Basseftim sebanyak 25 terumbu karang buatan saat ini,” terangnya.

    Kepala Desa Lewotobi Tarsisius Buto Nuda

    Tarsisius mengatakan, faktor utama terbentuknya peraturan desa  tersebut dikarenakan kondisi laut dan terumbu karang di perairan desa Lewotobi sudah semakin rusak. Selain itu, hasil tangkapan nelayan juga semakin menurun, sebagai akibat dari maraknya pengeboman ikan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Ia menambahkan dengan adanya  peraturan desa yang dibuat oleh pihaknya itu, maka tingkat  kesadaran masyarakat semakin tinggi.

    Dirinya pun berharap agar dengan adanya penanaman karang ini, masyarakat dari waktu ke waktu akan semakin sadar untuk terus menjaga laut, khususnya menjaga terumbu karang dan juga biota laut lainnya.

    Proses rehabilitasi  terumbu karang dengan menggunakan Web Spider tersebut, dilakukan oleh 9 orang penyelam, di kedalaman 6 hingga 7 Meter dari permukaan air laut.( Athick)

  • Status Pengakuan Wilayah Adat di Indonesia 17 Agustus 2021

    Berandanegeri.com – PADA perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) memperbarui data “Status Pengakuan Wilayah Adat di Indonesia”. Data ini diolah dari Sistem Registrasi Wilayah Adat BRWA. Sistem ini meliputi tahapan pencatatan data dan informasi mengenai keberadaan masyarakat adat dan wilayah adatnya.  Selanjutnya BRWA melakukan proses standardisasi data spasial (peta) dan data sosial (profil) masyarakat adat melalui proses Registrasi, Verifikasi, dan Sertifikasi wilayah adat.

    BRWA telah meregistrasi 1.034 peta wilayah adat dengan luas mencapai sekitar 12,4 juta hektar. Peta wilayah adat tersebut tersebar di 29 provinsi dan 136 kabupaten/kota. Status pengakuan wilayah adat berdasarkan kebijakan daerah yang bersifat pengaturan dan penetapan.  Ada 154 wilayah adat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah dengan luas mencapai 2,46 juta hektar atau sekitar 19,8% dari total wilayah adat teregistrasi di BRWA. Pada wilayah provinsi dan kabupaten/kota yang telah menerbitkan Peraturan Daerah untuk pengakuan Masyarakat Adat terdapat 617 peta wilayah adat dengan luas mencapai 7,66 juta hektar. Sementara itu, masih ada sekitar 2,31 juta hektar wilayah adat belum memiliki payung hukum pengakuannya.

    Dari 12,4 juta hektar peta wilayah adat teregistrasi di BRWA, potensi hutan adatnya mencapai sekitar 8,35 juta hektar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menerbitkan 75 surat keputusan pengakuan Hutan Adat dengan luas sekitar 56.903 hektar atau sekitar 0,68% dari potensi Hutan Adat saat ini.

    Informasi lengkap status pengakuan wilayah adat dan hutan adat secara nasional dan regional dapat dilihat pada infografis terlampir.

     

     

  • Bupati Dogiyai dan 24 ASN Wisuda S-2 di STPMD APMD Yogyakarta

    NABIRE berandanegeri.com – Bupati Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Yakobus Dumupa bersama 24 aparatur sipil negara (ASN) diwisuda secara virtual dalam acara Wisuda Program Magister Ilmu Pemerintahan Kelas Dogiyai Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” di Gedung Sutopo STPMD “APMD”, Jalan Timoho, Yogyakarta, Sabtu (14/8/2021).

    “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Dogiyai, saya merasa bangga dan bahagia. Sabtu (14/8) hari ini, saya bersama bapa dan ibu ASN boleh mengikuti acara wisuda setelah kuliah di STPDM “APMD” Yogyakarta hingga selesai,” kata Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dalam keterangan tertulis yang diterima dari Nabire, kota Kabupaten Nabire, Sabtu (14/8/2021).

    Mantan anggota Majelis Rakyat Papua ini mengemukakan, kerja sama ini ditempuh sebagai upaya untuk membangun dan mengembangkan sumber daya manusia Dogiyai agar bisa mengerti pemerintahan dan berpemerintahan yang melayani masyarakat di kampung-kampung di Dogiyai. Proses pendidikan kelas khusus ini sebagian berlangsung tatap muka, yaitu sebelum masa pandemi Covid-19. Setelah pandemi merebak, kelas berlangsung dalam jaringan (daring).

    “Kami semua bersyukur kepada Tuhan karena boleh melewati proses perkuliahaan di daerah di tengah keterbatasan jaringan telekomunikasi yang kerap tersendat-sendat. Kami semua tetap semangat demi meningkatkan mutu pelayanan melalui pendidikan formal bagi warga masyarakat kampung. Para dosen juga tetap bekerja keras melayani aparat kami di kampung hingga kami sukses melalui capaian akademik membanggakan,” ujar Yakobus Dumupa, bupati berusia muda dan penulis belasan buku aneka tema.

    Bupati Yakobus Dumupa dan para ASN tersebut mengikuti wisuda secara virtual dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Magister Ilmu Pemerintahan Kelas Dogiyai tahun 2021 di Auditorium LPP RRI Jalan Merdeka, Nabire, kota Kabupaten Nabire atau sekitar 300 kilo meter dari Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai.

    Para wisudawan yang semuanya ASN Dogiyai, wilayah adat Meepago itu memulai kuliah pada Juli 2019 pada Program Magister Ilmu Pemerintahan di STPMD “APMD” Kelas Khusus Dogiyai Yogyakarta. Nota kesepahaman kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) antara pihak Pemerintah Kabupaten Dogiyai dengan STPMD “APMD” Yogyakarta ditandatangani pada 19 Februari 2019 di Yogyakarta.

    Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta Dr Sutoro Eko Yunanto mengatakan, wisuda Program Magister Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Kelas Dogiyai membahagiakan meski awalnya penuh dengan dinamika. Namun, dengan pemindahan kuncir menandai bahwa para wisudawan menjadi ‘sujana’, orang yang penuh kebajikan.

    “Para lulusan harus mempunyai kemampuan berpikir, thinking yang lebih atau talking, berbicara kepada pemerintah dan masyarakat serta kemampuan memimpin. Namun, lebih penting adalah menjaga spirit melayani dan melindungi rakyat yang berdaulat. Ini menjadi semangat STPMD “APMD” Yogyakarta. Mudah-mudahan bisa menjadi semangat wisudawan. Selamat melayani dan melindungi rakyat Dogiyai,” kata Sutoro Eko, doktor Ilmu Pemerintahan lulusan Universitas Gajah Mada.

    Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Dogiyai yang juga Ketua Panitia Wisuda Samuel Rihi mengemukakan, pihak panitia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas perhatian terhadap peningkatan kapasitas ASN melalui alokasikan anggaran untuk program kerjasama dengan Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas Yogyakarta.

    “Bupati Dogiyai Pak Yakobus Dumupa dan Wakil Bupati Pak Oskar Makai sungguh mewujudkan salah satu misi dari visi Dogiyai Bahagia sehingga hari ini kita bisa saksikan pengukuhan 24 lulusan Magister Ilmu Pemerintahan yang merupakan putra-putri Dogiyai. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua STPMD “APMD” Pak Sutoro Eko yang sudah menerima Pemerintah Kabupaten Dogiyai sebagai mitra untuk mengembangkan SDM aparatur sipil negara guna melayani masyarakat di kampung-kampung di Dogiyai,” ujar Sem Rihi, yang juga Anggota Senat Luar Biasa STPMD “APMD” Yogyakarta.

    Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh pejabat struktural STPMD “APMD”, para dosen, senat, dan seluruh civisitas akademik yang setia meluangkan wakti untuk membimbing para mahasiswa kelas Dogiyai mulai awal hingga wisuda. Begitu juga dukungan penuh pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah serta elemen masyarakat terkait program pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas ASN.

    “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu panitia sehingga acara wisuda berjalan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Secara khusus saya sampaikan limpah terima kasih kepada Bupati Dogiyai Pak Yakobus Dumupa, Wakil Bupati Bapak Oskar Makai, Sekda Bapak Petrus Agapa, Ketua DPRD Bapak Elias Anauw, dan Sekretaris Dewan Adat Bapak Alexander Pakage yang setia ikut mendampingi kami selama prosesi wisuda,” kata Sem Rihi.

    ****

     

     

  • Emanuel Bria : Ilusi Industri Garam Bupati Simon 

    Emanuel Bria : Ilusi Industri Garam Bupati Simon 

     

    Jakarta berandanegeri.com. – BUPATI Simon sebaiknya berhenti berilusi soal industri garam Malaka dan fokus pada program swasembada pertanian, seperti beras “Nona Malaka” sesuai janji kampanyenya. Hal ini karena industri garam Malaka buruk dari sisi lingkungan dan memiliki nilai ekonomi yang kecil.

    Kalaupun Bupati Simon hendak membangun wilayah pesisir, lebih berguna memberdayakan kelompok-kelompok garam tradisional dengan cara-cara yang ramah lingkungan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga di Kabupaten Malaka dan sekitarnya dari pada melakukan intervensi industri garam secara masif untuk kebutuhan industri nasional.

    Perlu dicatat bahwa meskipun Indonesia memiliki garis pantai terbesar kedua di dunia setelah Kanada, namun sebetulnya tingkat produksi garam Indonesia sangat tergantung terhadap banyak faktor di antaranya cuaca dan nilai ekonomi garam yang rendah. Faktanya total produksi garam Indonesia terus menurun setiap tahun karena terkena dampak badai La Nina yang menyebabkan curah hujan yang tinggi. Sementara itu secara ekonomi pemamfaatan pantai untuk kegiatan ekonomi lain seperti pariwisata alam memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan industri garam. Hal ini menyebabkan sejumlah pemerintah daerah lebih memilih mengembangkan pariwisata ketimbang industri garam.

    Contohnya sesuai perhitungan ahli Kimia Universitas Indonesia, Misri Gozan, dalam kondisi ideal,  rata-rata satu hektar lahan produksi garam menghasilkan antara 50-100 ton garam per tahun dan dijual sekitar RP. 1.100 per kilogram karena itu satu hektar lahan garam menghasilkan sekitar Rp. 5.5 juta hingga 11 juta hasil kotor. Ini belum dihitung biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi dalam waktu sekitar lima bulan dan tentu saja ini kondisi ideal. Dalam banyak kasus panen garampun gagal karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

    Nilai ekonomis garam yang rendah diperparah lagi dengan dampak industri garam sendiri terhadap lingkungan. Di Kabupaten Malaka, misalnya, dampak kegiatan produksi garam industri PT. IDK terhadap masyarakat pesisir sangat terasa. Apalagi kegiatan pembersihan lahan dilakukan dengan cara merusak berhektar-hektar hutan mangrove.

    Dampak langsung yang dirasakan masyarakat berdasarkan berbagai diskusi dengan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan tambak garam IDK antara lain penyusupan air laut ke wilayah darat terutama daerah pertanian dan sumur penduduk yang menyebabkan rusaknya lahan pertanian dan masyarakat makin kesulitan untuk mengakses air tawar untuk konsumsi sehari-hari.

    Selain itu rusaknya hutan mangrove yang merupakan ekosistem peralihan darat dan laut dan tumbuhan penyerap karbon yang cukup tinggi, menyebabkan suhu udara dan laut makin panas. Perlu dicatat juga bahwa Laut Timor merupakan wilayah yang secara rutin dilewati badai tropis Australia yang menyebabkan gelompang laut meningkat dan menyebabkan curah hujan dan angin yang cukup tinggi. Bencana siklon tropis yang baru saja dilewati beberapa bulan yang lalu oleh sebagian besar masyarakat NTT khususnya Kabupaten Malaka adalah salah contohnya.

    Dalam kondisi rusaknya hutan mangrove sebagai benteng alami yang berfungsi untuk memecah arus gelombang laut yang tinggi maka resiko bencana alam untuk masyarakat Kabupaten Malaka juga makin meningkat.

    Bupati Simon, dalam masa kampanyenya selalu menyebut beras “Nona Malaka” sebagai salah satu program primadonanya. Akan tetapi jika industri garam juga hendak dilaksanakan, meskipun beliau menolaknya selama masa kampanye, maka sudah hampir pasti mimpi soal beras “Nona Malaka” pun tidak akan tercapai jika lahan pertanian masyarakat rusak dan bencana alam melanda.

    Karena itu dari pada membangun ilusi tentang industri garam Malaka, lebih baik stop program garam IDK, pulihkan alam dan lingkungan pesisir laut khususnya situs-situs adat budaya dan fokus pada program primadonanya tentang beras “Nona Malaka” dan berbagai bidang pertanian yang lain.

    ***************************

  • Satu Hati untuk NTT, “Ad Hoc to Foundation”

    SETELAH resmi dibubarkannya kegiatan penggalangan donasi kepanitiaan “Satu Hati untuk NTT” (SHUN) dalam penanganan bantuan seroja, Sabtu (7/7/2021), Kepala Badan Penghubung NTT, Hendry Donald Izaac, S.Sos., M.Si menginisiasi berdirinya SHUN sebagai Yayasan.

    Setelah berunding bersama para Tokoh Diaspora NTT, Organda dan perwakilan Diaspora NTT dari kalangan etnis, kepengurusan Yayasan “Satu Hati untuk NTT” pun resmi terbentuk di Kantor Badan Penghubung NTT, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (10/8/2021).

    “Saya sangat berterima kasih kepada para tokoh Diaspora NTT yang ada di Jakarta, para Organda dan Perwakilan etnis kabupaten yang turut mendukung terbentuknya Yayasan “Satu Hati untuk NTT”. Harapan saya, semoga yayasan ini bisa bekerja sama dengan Badan Penghubung dan warga Diaspora NTT seluruh dunia terlebih dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan” kata Pak Donald Izaac dalam sambutan paska acara pemilihan pengurus Yayasan yang juga dihadiri awak berandanegeri.com“, Selasa (10/8/2021).

    Selain itu, Yayasan “Satu Hati untuk NTT” pun bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Sosial Religi.

    “Yayasan Satu Hati untuk NTT” juga mengakomodir bidang pendidikan dalam hal membantu anak-anak untuk mendapat kemudahan pendidikan, anak-anak miskin, warga diaspora yang sakit, Bencana Alam, Musibah, Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah ibadah dan kegiatan Sosial lainnya” Tamba Pak Donald Izaac.

    Acara Pemilihan Pengurus Yayasan “Satu Hati untuk NTT” dipimpin langsung oleh Pengacara Tobby Ndiwa, S.H (Steering Commite), dihadiri perwakilan Tokoh Diaspora NTT Jakarta, Organda, dan perwakilan Diaspora NTT dari kalangan etnis. Lewat voting, Vico Amalo berhasil terpilih sebagai Ketua Yayasan dan Sandra Hartono sebagai Wakil Ketua Yayasan.

    Ketua Yayasan “Satu Hati untuk NTT” terpilih, Vico Amalo, dalam sambutannya meminta dukungan semua anggota, warga Diaspora NTT dan juga Badan Penghubung NTT Jakarta.

    “Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Yayasan “Satu Hati untuk NTT”. Oleh karena kepercayaan dari kita semua maka saya mohon dukungan kita agar Yayasan ini dapat berjalan dengan baik” Tutur Vico di sela-sela sambutannya, Selasa (10/8/2021).

    Sementara itu, Ketua Forum Pemuda NTT-Jakarta, Yohanes Hiba Ndale dalam sambutannya mewakili Tokoh Diaspora NTT Jakarta pun turut mendukung berdirinya Yayasan “Satu Hati untuk NTT”.

    “Sebagai tokoh Diaspora NTT, saya mengapresiasi acara ini dan siap mendukung kegiatan Yayasan “Satu Hati untuk NTT” ke depannya” Ujar sosok yang lazim di sapa Adi Papa.

    Setelah pemilihan pengurus definitif, rencana acara pelantikan, sedianya akan dilangsungkan paska HUT RI ke 76, di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).  (Riky)

  • Kritik Terbuka Emanuel Bria terhadap Bupati Simon Nahak Soal Tambak Garam IDK 

    Kritik Terbuka Emanuel Bria terhadap Bupati Simon Nahak Soal Tambak Garam IDK 

    Jakarta Berandanegeri.com – Menanggapi kebijakan Bupati Malaka, Simon Nahak yang terus menggelar karpet merah bagi PT. Inti Daya Kencana (IDK) yang hingga sekarang beroperasi secara ilegal di Kabupaten Malaka dan telah merusak sekitar 300 hektar hutan mangrove dan situs-situs adat yang sakral (lulik) di sepanjang Pantai Selatan Malaka, Emanuel Bria, anggota Departemen Sumber Daya Alam dan Energi pada DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengutuk keras kebijakan tersebut karena tidak berpihak pada masyarakat adat di sepanjang meti ktuik tasi ktuik (wilayah pesisir pantai selatan).

    Emanuel Bria yang saat ini juga mengajar tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) pada Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia, sebuah inisiatif yang dilahirkan oleh UNDP, Bappenas dan Tanoto Foundation seperti dilansir dari Gendis, secara tegas mengatakan saat ini dunia sedang bergerak ke arah model pembangunan yang rendah karbon dan hutan mangrove serta laut memberi kontribusi yang sangat besar untuk menyerap karbon dioksida.

    Selain itu kondisi Kabupaten Malaka yang berada di perbatasan dengan Australia sangat rentan terhadap badai tropis yang secara rutin melewati wilayah ini setiap tahun. Jika industri garam menjadi pilihan bupati Simon dengan mengorbankan ekosistem laut seperti mangrove artinya Bupati Simon sedang menyiapkan jalan mulus bagi bencana alam untuk daerah yang dipimpinnya. Warisan seperti apa yang hendak ditinggalkan Bupati Simon dalam waktu pemerintahannya? Itu yang harus dipikirkan.

    Sebelum terpilih, Bupati Simon Nahak menjadi bagian dari gerakan Forum Peduli Mangrove Malaka dan ditunjuk oleh masyarakat hukum adat sebagai penasihat hukum untuk menghentikan kegiatan PT. IDK. Ini menjadi salah satu agenda kampanye Bupati Simon saat Pilkada Malaka tahun 2020 sehingga didukung suara mayoritas di sebagian besar wilayah pesisir pantai selatan yang terkena dampak negatif kegiatan PT. IDK.

    Sebagai orang beradat, janji kampanye untuk selamatkan wilayah meti ktuik tasi ktuik bersama masyarakat adat bukan hanya sebuah janji politik tetapi janji Bupati Simon terhadap situs-situs sakral (lulik) dan leluhur tanah Malaka.

    “Karena itu sebagai salah seorang yang turut mendukung dan menggerakan masyarakat untuk memilih Bupati Simon saat Pilkada Malaka, saya berharap Bupati Simon kembali mempertimbangkan kebijakannya tersebut dan setia pada janjinya terhadap tanah dan leluhur rai Malaka,” tutur Eman.

  • Bupati Flotim Apresiasi  Langkah KEMENAG Gandeng FKUB Ajak Masyarakat  “Pray from Home”

    LARANTUKA Berandanegeri.com – Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hajon memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan “Berdoa dari Rumah” (Pray from Home) yang digagas oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur secara virtual untuk keselamatan Bangsa dan Negara serta Lewotana Flores Timur dari ancaman Covid-19.

    Apresiasi ini  disampaikan Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hajon saat memberikan sambutan yang digelar secara virtual dari rumah jabatan Bupati Flores Timur, pada Selasa, 27 Juli 2021.

    “Sebagai Bupati Flores Timur saya  menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Kantor Kementerian Agama dan FKUB Flores Timur  atas inisiatif yang sangat baik dan bermanfaat ini” ungkap Antonius Gege Hajon.

    Antonius Gege Hajon menegaskan Flores Timur juga merupakan salah satu daerah yang mengalami situasi buruk ini. Puluhan korban terpapar dan kehilangan keluarga dan sahabat.

    “Ini duka kita, ini pengalaman yang mesti terus mengingatkan kita semua untuk tetap memiliki optimisme bertahan hidup dengan berbagai cara dan sikap. Tentu hal yang mesti kita ikuti dan kita buat yakni membiasakan pola hidup sehat , mengikuti  protokol kesehatan 5 M dan mentaati himbauan pemerintah dan lembaga agama”, jelasnya.

    Karena itu menurutnya butuh kesadaran bersama untuk mengupayakan semua cara yang bisa membantu meredam laju dan semakin meluas dan masifnya akibat Pandemi Covid.

    “Pemerintah telah melakukan berbagai tindakan dan kebijakan berdasarkan atauran aturan yang bisa menolong meredam Pandemi ini. Berbagai aturan telah diterapkan seperti Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat serta edukasi dan sosialiasi pembiasaan hidup dengan Protokol Kesehatan 5M ; menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas”, jelasnya.

    Bupati Flotim  menggarisbawahi pada titik tertentu mungkin perlu ada ruang tersendiri untuk kembali ke diri. Memberi ruang spiritual dengan berdoa memohon kehadiran dan kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa agar pandemi ini segera berlalu dan kita semua dapat kembali melaksanakan tugas tugas panggilan kita masing masing dengan lebih baik, aman dan lancar.

    Dirinya berharap, semoga kegiatan “Doa dari Rumah”, Pray from Home ini dapat menjadi sebuah ketukkan di Pintu Surga sehingga  Tuhan kita, Allah yang Satu dan Esa dapat memberikan rahmat kesembuhan dan perlindungan. Rahmat pembebasan dari malapetaka Covid 19 ini.

    Menurutnya meminta doa-doa seperti ini bukan hanya dalam ruang ruang atau media media seperti ini tetapi boleh juga terjadi dan dilaksanakan di rumah kita masing- masing, bersama sama anggota keluarga kita masing -masing, serta upaya-upaya lainnya yang bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga masyarakat melalui ritual-ritual khusus yang bertujuan untuk membebaskan masyarakat Flores Timur dari ancaman Covid-19.

    Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon menyampaikan terima kasih kepada Bupati Flores Timur yang berkenan memberi perhatian akan terselenggaranya acara Pray from Home, serta seluruh jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkompimda Flores Timur yang turut ambil bagian dalam ikhtiar ini.

    “Kita berdoa untuk keselamatan bangsa dan daerah kita, teristimewa untuk para korban meninggal dunia agar dapat diberi tempat yang istimewa di surga, yang menderita sakit dapat disembuhkan, mohon kesehatan dan kekuatan untuk para relawan serta tenaga kesehatan yang berjuang mengatasi wabah ini”, harap Martinus Tupen Payon.

    Martinus Tupen Payon  menambahkan “Doa dari Rumah,” Pray from Home merupakan ajakan bapak Menteri Agama RI, dan kami sebagai perpanjangan tangan beliau di daerah, juga himbauan bapak PLT Kakanwil untuk melaksanakan tugas ini dengan mengajak dan menghimbau masyarakat kita, secara khusus ASN di lingkungan Kementerian Agama agar berdoa dari rumah untuk keselamatan bangsa kita dan secara khusus agar pandemi covid ini segera berakhir.

    Kepala Kementerian Agama Flores Timur, Martinus Tupen Payon

    Kegiatan secara virtual melibatkan beberapa komponen seperti unsur Forkompimda, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, para pimpinan BUMN/BUMD serta para pemuka agama  berjalan aman dan lancar serta mendapat atensi yang luar biasa dari masyarakat umat beragama di Kabupaten Flores Timur.

    Para pemimpin agama atau rohaniwan yang membawakan doa yakni Katolik : RD. Bernadus Bala Kerans, Islam : H. Muhammad Syahrir Gunawan, Kristen : Pdt. Paulus Bambang Irawan Matoneng dan I Made Budana dari Hindu.  (Athick)