Author: Redaksi

  • Tingkatkan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut, Lanal Maumere Bangun Komunikasi dengan Toga dan Tomas

    Maumere Berandanegeri.com – Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere (Lanal Maumere) adalah satuan unsur pertahanan Negara Matra Laut yang terus meningkatkan pemberdayaan wilayah pertahanan laut untuk memperkuat wilayah laut dengan segala potensinya guna kepentingan pertahanan negara di laut.

    Saat ini pemberdayaannya ditingkatkan lebih luas lagi agar pemberdayaan wilayah pertahanan laut itu semakin maksimal untuk mendukung pertahanan negara dalam kerangka sistem pertahanan rakyat semesta.

    Selain itu peran dan  tugas Lanal Maumere juga  sebagai Wadah Komunikasi serta koordinasi para Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) dengan mencakup wilayah kerja Lanal Maumere meliputi Pulau Flores, Lembata hingga Alor sebagai bentuk pemberdayaan wilayah Pertahanan Laut.

    Untuk itu Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M. Tr. Hanla., M.M., CTMP mengundang beberapa perwakilan Toga dan Tomas setempat untuk mebermbangun komunikasi serta silaturahmi khususnya di wilayah kerja Lanal Maumere, sekaligus memperkenalkan diri serta sebagai partner masyarakat pesisir dengan TNI AL bertempat di Balai Prajurit Lanal Maumere, Jumat (14/5/2021) Pukul 20.00.WITA.

    Komandan Lanal Maumere,Kolonel Laut (P) Dwi Yoga menjelaskan berdasarkan aturan hukum dan peraturan perundang-undangan, keberadaan Lanal Maumere di Pulau Flores, merupakan salah satu unsur pertahanan negara dan penegak hukum di Perairan Yurisdiksi R.I., sesuai dengan tugas dari Angkatan Laut berdasarkan pasal 9 UU no. 34 tahun 2004.

     Dalam membangun komunikasi serta silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dan  para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menghadapi kompleksitas pembinaan potensi maritim yang menuntut kerja sama lintas sektoral.

    “Sebagai awal program kerja khususnya sebagai partner masyarakat pesisir diwilayah kerja Lanal Maumere saya juga perlu memperkenalkan diri,”ucap Danlal Maumere.

    Mewakili Tomas dan Toga, Bapak Putut menyampaikan bahwa Keberadaan Lanal Maumere, sejak berdiri sampai dengan saat ini, memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar Mako, apalagi saat ini ada penerimaan Prajurit TNI AL sehingga banyak warga yang berminat mendaftarkan putra/putrinya untuk bergabung menjadi Prajurit TNI Angkatan Laut.

    “Lanal Maumere, sejak dulu sampai sekarang menjalin hubungan baik dengan masyarakat, melindungi kami di saat kerusuhan dahulu, kemudian sekarang ada penerimaan Prajurit TNI di Lanal, jadi semakin banyak warga yg ingin anaknya masuk menjadi Tentara Angkatan Laut”, pungkas Bapak Putut.

    Hadir dalam pertemuan koordinasi dan silaturahmi tersebut Toga dan Tomas diantaranya Bapak Putut, Bapak Abdurahman Madu, Bapak Abdurahman Gamal dan Bapak Ali Sadikin.

    Dari Lanal Maumere hadir Palaksa Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Samsul Bahri, M. Tr. Opsla, Pjs. Pasops Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Moh. Makruf, Pasminlog Lanal Maumere, Mayor Laut (T) Nono Sumarno beserta seluruh Perwira Lanal Maumere dan perwakilan Prajurit Lanal Maumere. (Penlanalmme/Atick)

  • Pemprov NTT Support Distribusi Donasi dari Posko ”Satu Hati” Jakarta

    Kupang Berandanegeri.com – Hari Jumat, 14 Mei 2021, kloter terakhir posko “Satu Hati untuk NTT” dari diaspora Jakarta, diberangkatkan dari pelabuhan Tenau Kupang menuju pelabuhan Waingapu menggunakan KM. AWU secara free berkat bantuan dukungan  pemprov NTT melalui BNPBD yang di komandoi oleh Bpk. Isak Nuka.

    Panitia “Satu Hati untuk NTT” posko Jakarta yang mengakomodir semua donasi dari komunitas NTT yang berdomisili di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Timur sejak keberdaan “Satu Hati” membuka posko di Kantor Badan Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Tebet Jakarta Selatan dan posko cabang Kupang di Jl. Nangka No. 62 di ruko milik Irjen Pol. Johni Asadoma.

    Bahkan Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur Ben Polo Maing, selalu responsif setiap permintaan dukungan dari tim “Satu Hati” untuk urusan teknis dan kendala di lapangan pada saat pendistribusian. Jujur kami “Satu Hati” sangat bangga atas respons yang dilakukan pemprov NTT selama kegiatan kemanusiaan kami di NTT  dan pasca tanggap bencana topan silkon seroja. Bahkan pejabat BNPBD Isak Nuka selalu intens berkomunikasi dengan kami memberi jadwal slot penerbangan khusus untuk distribusi dari donasi “Satu Hati” melalui pesawat carteran BNPBD Demonim Air milik pengusaha asal NTT Vico Amalo untuk tujuan ke lokasi – lokasi bencana. Bahkan kami juga mendapat support satu unit mobil box bnpd. Hal itu disampaikan Tobbyas Ndiwa, SH, tim advokasi, monitoring dan public relation posko “Satu Hati NTT” diaspora Jakarta.

    Bpk Tobbyas Ndiwa (Kiri)- Bpk. Donald, Kaban Penghubung NTT – Jakarta (Kanan)

    Pasca musibah topan siklon Seroja melanda dan meluluh lantakan beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur awal April 2021, hanya berselang sehari warga diaspora asal Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) bahkan Bandung dan sekitarnya bergerak cepat melakukan penggalangan dan pengumpulan donasi. Atas inisiatif IKB/IKB NTT Jakarta, Forum Pemuda NTT Jakrta, Aliansi Timur Indonesia, FKM Flobamora, dan Kolbat sebagai insiator penggalangan donasi, dan dengan cepat direspon cepat oleh semua komunitas diaspora NTT lainnya dengan berbagai nama komunitas. Kemudian semua bersepakat membentuk sebuah posko bersama yang diberi nama Posko “Satu Hati untuk NTT”. Hari kedua pasca launching, bantuan sembako dan pakaian layak pakai mulai membludak di sekretariat bersama posko “Satu Hati” dan berjalan dengan sangat baik selama satu bulan. Ini juga tak lepas peran Kepala Badan Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Jakarta Donald Izaack. Peran pak Donald sangat luar biasa selain menyiapkan tempat penampungan di kantornya di Jl. Tebet Timur Dalam Raya,  juga anjungan NTT di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, beliau juga rela kantornya sepintas mirip gudang akibat berjubelnya barang-barang donasi yang datang. Bahkan di kloter terakhir yang di angkut via KM. Umsini melalui pelabuhan Tanjung Priuk di kawal dan di lepas langsung oleh Kepala Badan Perwakilan tersebut, dimana pada saat terjadinya topan siliklon Seroja melanda NTT, baru dua minggu beliau di tempatkan oleh Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat di Jakarta. Sekali lagi terima kasih pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Timur. (Tn).

  • Usai Garong, Seorang Nelayan Dibekuk Buser Polres Sikka

    Maumere Berandanegeri.com  – Seorang nelayan warga kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, berinisial MH dibekuk Tim Sapurata Buser Polres Sikka, Rabu (12/05/2021). Pria berusia 60 tahun itu dibekuk sekitar pukul 02.00 WITA di rumahnya oleh aparat Buser Polres Sikka yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu. Agha Ari Septyan, S.I.K dan Kanit Buser, Aiptu. L. Rudi Hartono. Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, MH merupakan garong yang biasa beraksi sendirian. Ia diketahui telah melakukan aksi di 2 tempat berbeda sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor /116/V/2021/NTT/Res. Sikka, tanggal 11 Mei 2021 dan LP Nomor /91/V/2021/NTT/Res.Sikka tanggal 10 April 2020.

    Dari tangan pelaku, petugas berhasilkan mengamankan sejumlah barang bukti yakni: 1 unit HP merk Samsung A71 warna biru, 1 unit tape mobil merk Acoustic warna Hitam, 2 buah chip kartu Telkomsel, 7 buah memory card, 1 buah power bank, 2 buah silikon HP, 5 buah dompet, 1 buah kunci leter T, 1 bilah pisau, 3 buah alat cas, 1unit sepeda motor merk xeon warna biru. Pelaku kini diamankan di Polres Sikka untuk proses hukum selanjutnya. (Atik)

  • Bupati Dogiyai Luncurkan Portal Berita odiyaiwuu.com

    Mowanemani Berandanegeri.com–Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, SIP, M.IP, Rabu (12/5) meluncurkan portal berita odiyaiwuu.com, berbasis di Moanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Papua. Prosesi peluncuran portal berita itu dilakukan di kebun dan kandang ternak miliknya di kampung Kimupugi, Distrik Kamu, Dogiyai.

    “Peluncuran dilakukan di kebun dan kandang ternak sebagai simbol kerja. Bahwa orang hanya dapat meraih kebahagiaan hidup dengan bekerja. Tanpa bekerja kebahagiaan tidak dapat terwujud dalam kehidupan,” ujar Bupati Dumupa, dalam keterangan tertulis yang diterima dari Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Rabu (12/5).

    Menurut Bupati Dumupa, pihaknya meluncurkan portal berita odiyaiwuu.com di kebun dan kandang ternak agar seluruh masyarakat tahu berbagai informasi pembangunan dan perkembangan sosial-kemasyarakatan tak hanya di Dogiyai tetapi juga Tanah Papua. Meski hampir sebagian besar kampung dan distrik di Dogiyai belum tersedia akses telekomunikasi, namun langkah ini ditempu untuk memudahkan warga dalam memperoleh informasi.

    “Media ini hadir untuk ikut memperjuangkan kebahagiaan hidup manusia melalui bekerja. Para pimpinan redaksi, staf redaksi, para wartawan, dan lainnya adalah pekerja-pekerja yang akan berjuang untuk melahirkan kebahagiaan hidup melalui penyebarluasan nilai-nilai kebenaran,” kata Bupati Dumupa, lulusan Program Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.

    Ia menambahkan, masyarakat Papua umumnya dan Dogiyai khususnya tahu, di hampir sebagian wilayah Dogiyai belum tersedia jaringan telekomunikasi. “Saya luncurkan portal berita ini di kebun dan dekat kandang ternak karena sebagian besar warga negara kita adalah masyarakat yang tinggal di kampung dan beraktivitas di kebun,” katanya.

    Kehadiran portal berita tersebut, jelas Bupati Dumupa, sangat diperlukan seiring terbukanya kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat di muka umum, termasuk memperoleh informasi publik kian pesat. Berbagai informasi pembangunan daerah, termasuk distrik hingga kampung-kampung dapat diketahui melalui media. Kebanyakan awak media adalah putera-puteri asli Papua yang punya kemampuan di bidang jurnalistik.

    “Portal berita odiyaiwuu.com ini diperkuat sejumlah anak muda asli Papua. Kita harapkan agar media ini menjadi penyambung lidah aktivitas masyarakat kecil dan pemerintah dari kota hingga kampung-kampung. Saat ini kita memasuki era keterbukaan dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat. Media ini hadir mewartakan apa saja program yang direncanakan, dikerjakan dan dihasilkan bersama masyarakat dan pemerintah,” kata Dumupa, mantan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

    Sementara itu, Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Perusahaan Odiyaiwuu Media Bahagia, penerbit odiyaiwuu.com, Johannes Supriyono menambahkan, ada sejumlah wartawan ikut memperkuat media ini. Mereka berdomisili di sejumlah kabupaten di Papua dan Papua Barat. “Para wartawan yang kita rekrut memiliki semangat luar biasa besar. Kita berharap informasi yang disajikan di media ini memberi manfaat atau referensi yang mencerdaskan,” kata Supriyono.

    “Portal berita odiyaiwuu.com hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat, bukan hanya Dogiyai, tetapi juga di tanah Papua, Indonesia bahkan di seluruh dunia. Saya mengajak semua rekan wartawan media ini untuk meraih kebahagiaan hidup. Peluncuran di kebun dan kendang ternak adalah simbol dari kerja,” kata Bupati Dumupa. (Paskalis Bataona).


  • Peduli Bencana Seroja NTT, Utje Bantu Panitia “Satu Hati untuk NTT”

    Jakarta Berandanegericom – Sandra Hartono selaku perwakilan tim “Satu Hati untuk NTT” mengatakan proses pengangkutan donasi 35 Ton milik Panitia “Satu Hati untuk NTT” dengan menggunakan KM Umsini ke Nusa Tenggara Timur adalah berkat bantuan Gustaaf Utje Patty.

    Sandra mengatakan melalui Utje, akhirnya donasi berupa barang Panitia “Satu Hati untuk NTT diangkut ke Nusa Tenggara Timur.

    “Pak Utje selaku Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA JP) sangat baik, ia juga yang melakukan lobi – lobi atau komunikasi langsung dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg), Pak Praktikno meresponinya dan berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan Pak Budi Karya. Selanjutnya Pak Budi Karya langsung menghubungi saya untuk berkordinasi dengan tim “Satu Hati untuk NTT,” kata Sandra di Jakarta, (12/05/2021)

    “Puji Tuhan dan Alhamdulilah, akhirnya barang bantuan “Satu Hati untuk NTT” tersebut dapat diberangkatkan dengan menggunakan KM. Umsini ke NTT melalui PT PELNI berkat kebaikan Pak Utje, ujar Rojers.

    Rojers, juga sangat mengapresiasi bantuan Pak Utje. “Kami dari Panitia “Satu Hati untuk NTT” mengucapkan terima ke kepada Pak Utje. Terus terang,  kami sudah berjuang dengan seluruh cara. Ada banyak cara yang dilakukan oleh tim “Satu Hati untuk NTT”,  namun Puji Tuhan, berkat bantuan Pak Utje, Kapal Umsini memberikan quota gratis pengangkutan donasi Panitia “Satu Hati untuk NTT.

    Rojers mengharapkan, semoga persahabatan antara “Satu Hati untuk NTT” dengan seluruh pihak tetap terjalin harmonis. “Walaupun bencana Seroja menghancurkan sebagian daerah NTT, namun NTT tidak berjalan sendiri.  Sebab ada banyak perhatian khusus dari daerah lain ( darisemua pihak}. Bantuan tersebut dikucurkan secara langsung di lokasi terdampak maupun lewat “Satu Hati untuk NTT”, diantaranya Mensekneg, Kementerian Perhubungan, Pemprov NTT, Pak Komisaris Independen PT Pelni,  Kapal Umsini,  PT Pelni, serta organisasi lain seperti : Paguyuban Istri-istri AKABRI 92, Binroh Kristiani Telkom Group, Aoki Vera, Relawan Anak Bangsa,  PT Internusa Minyak, IKB, OKP asal NTT,  Para donatur lain yang telah memberikan donasi berupa uang maupun barang, yang telah menyiapkan transportasi darat,  laut dan udara di Jakarta maupun di NTT, masyarakat NTT maupun Indonesia yang juga telah ikut dalam mengurangi beban NTT.  Semoga persahabatan yang telah dibangun dan juga kepedulian Bapak/Ibu semua dengan kami tetap terjalin baik dan harmonis demi NTT maju untuk Indonesia sukses,” jelas Rojers

    Sementara itu,  Fridrik (Fritz)  juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua BARA JP. “Saya selaku Sekretaris Panitia “Satu Hati untuk NTT” mengucapkan terima kasih kepada Pak Utje. Pak Utje telah membantu dan meringan beban Panitia dalam proses pengangkutan donasi ke NTT,” ucap Fritz. (Riki Hayon)

  • Mengaku Perwira TNI AL, Yuliardi Mengelabui 4 Warga Ende

    Ende Berandanegeri.com – Seorang Pria bernama Yuliardi (27) asal Blitar, Jawa Timur mengaku sebagai  Perwira TNI AL dan berhasil mengelabui 4 warga Kabupaten Ende untuk menjadi anggota TNI AD. Pelaku kini sudah diamankan di Polsek Ndona, Kabupaten Ende untuk menjalani pemeriksaan.

    Diketahui dari ke 4 korban diantaranya Albertus Resi sebelumnya telah gagal tes Cata PK TNI AD 2021 sampai dengan Panda Kupang karena gagal di Rik Awal (tinggi badan 162 cm) namun oleh pelaku dijanjikan akan dibantu pada pendaftaran berikutnya yg ditangani oleh pelaku, sedangkan untuk ke 3 orang korban lainnya belum pernah mendaftar (baru lulus SMA).

    Danposal Ende Peltu Mes Fransisco BJ NRP 73676 menjelaskan, Yuliardi,  pria yang mengaku sebagai Anggota Perwira TNI-AL telah diamankan Babinsa Kodim 1602/Ende dan Babinkamtibmas Polres Ende, pada Selasa 11 Mei 2021. Diamankan karena telah menipu dan menjanjikan kepada 4 orang korban asal Kabupaten Ende untuk menjadi anggota TNI-AD.

    Adapun Kronologi kejadaian pada Senin, 10 Mei 2021, Serma Kelvin-Babinsa Kurulimbu dan Bripka Irvan-Babinkamtibmas Kurulimbu mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Kurulimbu bahwa saudara  Fandi yang menjadi salah satu korban dari  Yuliardi yang mengaku sebagai anggota Perwira TNI AL untuk menjamin kelulusan adiknya  Empisius Pega Daya dan ke 3 orang temannya menjadi anggota TNI AD.

    Setelah menerima pengaduan masyarakat, Serma Kervin-Babinsa Kurulimbu kemudian melaporkan pengaduan masyarakat tersebut kepada Pasi Intel Kodim 1602/Ende.

    Setelah itu  perintah lisan dari Pasi Intel 1602/Ende untuk berkoordinasi dengan Babinkamtibmas setempat menangkap dan membawa pelaku ke Kodim 1602/Ende untuk dimintai keterangan.

    Pada hari Selasa, Tanggal 11 Mei 2021 Pukul 13.00 Wita bertempat di Rumah Ibu Tina Desa Nduaria Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende, Perwira TNI AL gadungan itu berhasil ditangkap oleh Babinsa dan Babinkamtibmas setempat dengan dibantu beberapa warga setempat.

    Pukul 17.30 Wita, Yuliardi (Perwira TNI AL gadungan) tiba di Makodim 1602/Ende untuk dilakukan interogasi oleh anggota Staf Intel Kodim 1602/Ende.

    Pukul 17.45 Wita, Pasintel Kodim 1602/Ende, Kapten Inf Riky Messah menghubungi Danposal Ende via hand phone bahwa telah diamankan seorang laki laki yang mengaku sebagai Anggota Perwira TNI-AL oleh Babinsa Kodim 1602/Ende dan Babinkamtibmas Polres Ende di ruang Sintel Kodim 1602/Ende untuk dilakukan klarifikasi

    Setelah dilakukan interogasi dan klarifikasi, diketahui bahwa pria  tersebut adalah Perwira TNI AL gadungan.

    Selesai interogasi, selanjutnya oknum Perwira TNI AL Gadungan tersebut  berdasarkan perintah Dandim 1602/Ende, diserahkan ke Mapolsek Ndona dikawal Danposal Ende dan anggota Kodim 1602/Ende.

    Sekitar Pukul 20.00 Wita Danposal Ende dan anggota Kodim 1602/Ende  tiba di Polsek Ndona untuk menyerahkan Pelaku dan di terima oleh Kapolsek Ndona.

    Dari tangan pelaku berhasil diamankan  barang bukti  diantaranya  1 buah hand phone,1 buah tas pinggang  beserta isinya,1 buah tas gendong beserta isinya, uang tunai Rp. 3.565.000, 1 buah dompet beserta isinya, KTP, SIM dan ATM, buku tabungan BNI, pakaian pelaku dan bukti transfer.

     Danpasol Ende mengatakan tindakan yang dilakukan oleh Yuliardi dapat mencoreng nama institusi TNI khususnya TNI AL dan TNI AD di mana yang bersangkutan telah menipu degan mengaku sebagai Perwira TNI AL dan menjanjikan kepada 4 orang korban menjadi anggota TNI AD dengan memintai membayar uang degan total keseluruhan sejumlah Rp. 28.050.000,-

    “Yuliardi berjanji akan mengembalikan semua kerugian uang yang dialami oleh ke 4 orang korban dengan total nominal Rp. 28.050.000, “ucapnya.

    Secara terpisah Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga P., M. Tr. Hanla., M.M., CTMP., menyampaikan bahwa rekruitment TNI baik Darat, Laut maupun Udara tidak dipungut biaya apapun. Hal ini senada dengan yang disampaikan Dandim 1603/Sikka Letkol Inf M. Zulnalendra Utama bahwa Penerimaan Prajurit TNI gratis tanpa dipungut biaya. (Atik)

  • Permudah Pelunasan Tunggakan Iuran bagi Peserta PBPU, BPJS Kesehatan Jalin Kerjasama dengan PT Pegadaian

     Maumere Berandanegeri.com – Dalam rangka peningkatan keaktifan peserta dan kolektibilitas iuran  segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), BPJS Kesehatan menjalin kerjasama dengan PT Pegadaian (Persero) memberikan alternatif solusi bagi peserta untuk membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    “Peserta PBPU dapat memperoleh Uang Pinjaman dari Pegadaian mulai dari Rp510.000  hingga Rp5.000.000. Pencairan Uang Pinjaman digunakan untuk pembayaran Iuran JKN, “jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere saat menggelar diskusi media bertajuk “Bersama Mengawal Implementasi Program JKN-KIS” yang berlangsung di Hotel Capa Maumere, Selasa (11/5/2021).

    Kepala BPJS Kesehatan Cabang  Maumere mengatakan  produk ini mirip dengan produk Gadai atau Kredit Cepat Aman (KCA) reguler yang mampu memberikan kredit dengan sistem gadai bagi seluruh golongan nasabah untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif.

    Terkait program pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan, kata Arie, produk ini hanya berlaku bagi segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja.

    Pembayaran lewat agunan berupa perhiasan emas, emas batangan, berlian, mobil, sepeda motor, laptop, handphone, alat rumah tangga, atau barang elektronik lainnya, produk gadai merupakan solusi tepat untuk mendapatkan pinjaman secara mudah, cepat, dan aman.

    “Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap peserta JKN-KIS bisa lebih mudah melunasi kewajibannya membayar iuran JKN-KIS yang tertunggak. Langkah ini juga merupakan upaya kami dalam mengoptimalkan kolektabilitas iuran JKN-KIS segmen PBPU dan Bukan Pekerja,” jelas, “Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere.

    Diskusi Media BPJS Kesehatan Cabang Maumere bersama Aliansi Wartawan SIKKA (AWAS), Selasa(11/5/2021) bertempat di Hotel Capa Resort Maumere

    Peserta JKN-KIS yang ingin memanfaatkan layanan ini, bisa mengunjungi Kantor Pegadaian setempat dengan membawa KTP, kartu JKN-KIS, kode booking, dan barang berharga yang akan digadaikan.

     Selain itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang  Maumere yang membahawi tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata ini mengatakan  BPJS Kesehatan juga memberikan solusi berupa pembayaran iuran BPJS  melalui Auto Debit Iuran JKN-KIS.

    Auto Debit pembayaran Iuran JKN-KIS memberikan manfaat bagi pesrta, di antaranya: membantu peserta mambayar iuran secara tepat waktu, menghindarkan peserta dari lupa membayar Iuran, dan peserta tidak perlu mengantri untuk membayar iuran di bank atau chanel pembayaran konvensional lainnya.

     Auto Debit Iuran JKN-KIS kini semakin mudah. Peserta dapat menggunakan kartu Debit/Kredit berlogo Visa atau Mastercard untuk mendaftar Autodebit dan membayar Iuran JKN-KIS pada Aplikasi Mobile JKN, “jelas Arie.

    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere menyebutkan jumlah peserta BPJS Kesehatan baik dari Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata sebanyak 34.828.Kategori PBPU dipastikan menunggak iuran sebesar Rp 24 M lebih.

    Jumlah penunggak dari kabupaten Sikka sebanyak 17.757 orang dengan total tunggakan sebesar Rp 13 M lebih. Rincian tunggakan ini, untuk kelas 1 total penunggak 1.514 peserta nilan tunggakan Rp 2,9 M; kelas 2 sebanyak  1.905 peserta dengan nilai tunggakan Rp2,4 M; dan kelas 3 sebanyak 14.338 peserta dengan nilai tunggakan  R p8 M lebih.

    Untuk Kabupaten Flotim, jumlah penunggak sebanyak  8.848 peserta dengan nilai tunggakan Rp 5,8 M lebih. Sementara  Kabupaten Lembata jumlah penunggak sebanyak 8.328 peserta dengan nilai tunggakan Rp 4,6 M lebih. (Atik)

  • Tanjung Kajuwulu, Pesona yang Semakin Bersinar

    Maumere Berandanegeri.com – Tanjung Kajuwulu berada di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT menjadi destinasi yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat kota Maumere khususnya dan masyarakat Kabupaten Sikka umumnya juga wisatawan mancanegara.

    Kawasan wisata yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten Sikka ini berada pada  jarak 25 Km arah barat laut Kota Maumere ramai dikunjungi setiap hari Sabtu dan Minggu. Pengunjung kawasan wisata ini berkisar 100 orang.

    Kawasan wisata  Tanjung Kajuwulu letaknya sangat strategis karena memiliki konektivitas langsung dengan beberapa destinasi wisata disekitarnya seperti Nusa Kutu, Agrowisata Magepanda, Taman Wisata Alam Laut Teluk Maumere dan wisata religi Wairnokerua.

    Tempat-tempat wisata yang dapat dinikmati di kawasan  Tanjung Kajuwulu antara lain Bukit Salib, Pantai  Pasir Putih, Padang Rumput Ilalang, Formasi Tebing Alam, Panorama sunrise dan sunset yang sangat menakjubkan. Serta wisata bahari Sweaming, Snorkeliing dan Diving.

    Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus membenahi kawasan Tanjung Kajuwulu supaya para pengunjung benar-benar bisa menikmati keindahan Tanjung Kajuwulu.

    “Saya  berharap tempat wisata Tanjung Kajuwulu harus ditata secara baik, agar bisa memberi makna tersendiri bagi para wisatawan yang akan datang berkunjung ke tempat ini  nantinya,”ujar Bupati Sikka  saat membuka Launching Pengelolaan Retribusi Tarif Parkir Kendaraan di lokasi Tanjung Kajuwulu, Minggu(9/5/2021).

    Robi Idong pada kesempatan itu mengatakan dengan melihat kondisi Tanjung Kajuwulu yang menurutnya masih terus dibenahi maka pihaknya juga berencana akan membuat sebuah kolam renang terbesar di tempat tersebut, yang diperuntukkan bagi anak-anak dan orang dewasa.

    “Ke depannya kalau bisa nanti kita bangun kolam renang untuk anak-anak  dan orang dewasa, serta Jacuzzi (kolam air hangat). Tempat wisata ini perlu ditata lebih baik lagi, karena selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara,” tuturnya.

    Robi Idong juga menegaskan bahwa pariwisata harus mempunyai kreativitas yang tinggi, harus mampu melihat pasar, dan bisa melakukan apa saja.

    “Tempat ini sangat indah, ini masuk kawasan konservasi dan dalam daerah perlindungan laut. Sehingga tidak boleh ada penangkapan ikan dengan pukat atau jala di sini, hanya bisa dilakukan dengan memancing saja,” tegasnya.

    Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Peth Poling menjelaskan, menyadari potensi  wisata  yang eksotis pada kawasan ini dan mengacu pada amanat RIPPARDA (Rencana Induk Pengembangan  Pariwisata Daerah) telah dimulai kegiatan pengembangan pembangunan sarana dan prasarana sejak tahun 2017.

    Pihaknya membangun berbagai fasilitas melalui dana DAK dan DAU berupa gazebo, lampu taman, kamar mandi/WC dan ruang ganti. Selain itu juga dibangun kios cinderamata, jalur pejalan kaki menuju puncak bukit yang terdapat salib, serta menara pandang serta disiapkan air melalui sumur bor dan tempat parkir kendaraan.

    Menurut Peth Poling untuk mengembangkan daya tarik kawasan wisata Kajuwulu, yang mungkin bisa dikembangkan adalah  para layang, flying fox olahraga dayung dan pengembangan jalur off-road karena mengingat lokasi wisata ini cocok untuk atraksi-atraksi  wisata itu.

    “Jadi, kita akan terus melakukan penataan tempat ini, agar menjadi lebih menarik dan ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

    Pengunjung yang memiliki kendaraan dikenakan tarif retribusi parkir kendaraan antara lain kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 4000, mobil minibus dikenakan tarif sebesar Rp 8000 dan bagi kendaran truk sebesar Rp 12.000. (Atik)

  • Kopi Pencerahan

    Oleh Markus Makur

    ORANG Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai memiliki tradisi lejong (berkunjung). Saat lejong itu ada ngara mbaru dan meka (tamu). Biasanya tuan rumah selalu menyuguhkan kopi asli Manggarai Timur, khususnya Kopi Colol. Pendamping minuman kopi biasanya dengan Tete (ubi jalar), Teko (Ubi Keladi), Daeng (ubi kayu). Kadang-kadang juga minum kopi saja. Kebiasaan lainnya adalah Cenggo, Senggo Inung Kopi. Orang Manggarai Raya itu sangat ramah. Siapa saja yang dikenal atau tamu tak dikenal biasanya diajak  mai cenggo, Senggo di (mari mampir). Saat Cenggo, Senggo, tuan rumah selalu suguhkan kopi pahit, kopi pait. Nenek moyang orang Manggarai Raya tidak mengenal gula pasir. Belakangan minuman kopi ditambah dengan gula pasir. Zaman dulu, minuman kopi dicampur dengan gula Kolang. Gula yang terbuat dari pohon aren. Biasanya pohon kopi berada di antara pohon aren. Pohon aren sebagai pelindung pohon kopi. Kopi mencerahkan. Kopi saling menginspirasi. Kopi juga membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.

    Kopi, selain untuk keperluan minuman persaudaraan, biasanya saat minum kopi ada sharing pengalaman, diskusi seputar masalah sosial. Ada nilai keakraban, nilai persaudaraan, nilai kekeluargaan. Kopi juga sebagai identitas dalam kehidupan budaya orang Manggarai Raya. Jikalau tuan rumah tak memiliki kopi tepung saat ada tamu, maka tuan rumah bisa minta di tetangga. Intinya dalam rumah orang Manggarai Raya selalu tersedia kopi biji dan kopi tepung. Tidak bisa tidak. Harus ada kopi didalam rumah tangga.

    Jual Biji Kopi demi Biaya Anak Sekolah

    Selain untuk keperluan minum, kopi biji juga dijual kepada pembeli demi biaya anak sekolah. Pendapatan utama orang Manggarai Raya adalah kopi. Belakangan ada jenis tanaman perkebunan lainnya. Yang pertama tanaman perkebunan di wilayah Manggarai Raya adalah kopi. Selain biaya pendidikan, hasil jual kopi biji dan tepung untuk acara ritual adat, biaya perkawinan dan biaya-biaya lainnya.

    Saya ingat orangtua dulu memetik kopi, menjemur kopi dan menjual kepada penadah di kampung. Uangnya untuk biaya pendidikan dan keperluan dalam keluarga. Panen kopi sekali dalam satu tahun kalender kerja.

    Suguhan Kopi saat Ritual Adat

    Apabila ada ritual adat, ritual adat perkawinan. Ritual mempertemukan jodoh antara keluarga perempuan dan laki-laki. Biasanya keluarga perempuan menyambut tamu anak wina, pihak laki-laki dengan suguhan minuman kopi. Tak ada minuman lain. Hanya minuman kopi. Jadi minuman kopi sebagai minuman pembuka bagi tamu yang berkunjung. Jadi utamakan minuman kopi terlebih dahulu.

    Bukan hanya didalam rumah disuguhkan minuman kopi. Tapi, saat bekerja di kebun, sawah, ladang, saat bangun rumah dan keperluan lain selalu disediakan minuman kopi.

    Missionaris Pembawa Tanaman Kopi

    Para missionaris yang melakukan misi pewartaan di bumi Manggarai Raya melihat kesuburan tanah serta alamnya sangat cocok ditanami kopi. Orang Manggarai Raya harus berterima kasih kepada missionaris dari Ordo Serikat Sabda Allah yang berkarya di bumi Manggarai Raya. Jikalau mereka tidak bawa tanamam kopi maka orang Manggarai Raya tidak mengenal tanaman kopi. Pewartaan lewat tanaman kopi. Ini menarik. Cikal bakal pertama tanaman kopi di wilayah Manggarai Raya berasal dari kampung Colol. Maka disebut kopi Colol. Ini tak bisa dibantah. Ada bukti sejarah yang sudah ditulis dalam media KOMPAS. Bahkan saat diadakan sayembara tanaman kopi oleh Belanda. Salah satu petani di colol mendapatkan penghargaan dari ratu Belanda berupa bendera Belanda. Bendera itu sebagai benda keramat di wilayah Colol. (Baca KOMPAS yang ditulis wartawan KOMPAS, Frans Sarong). Untuk itu dari Colol tersebar tanaman kopi di seluruh Manggarai Raya. Orang Eropa, khususnya Belanda adalah penyuka, penikmat minuman kopi. Hanya kelemahannya, kopi tidak menjadi branding utama di wilayah Manggarai Raya.

    Kopi Simbol Persahabatan

    Dimana ada dua tiga orang berkumpul sambil Inung kopi, minum kopi  terjalin sebuah persahabatan. Banyak diskusi, sharing pengalaman, berbagi ilmu pengetahuan. Air, tepung kopi tak terpisahkan. Kopi melebur di air hingga disebut minuman kopi. Bukan lagi sebut air bening. Antara air dan kopi  sudah menyatu menjadi satu. Siapapun yang minum kopi dalam sebuah perkumpulan, menyatu semua ide dan pemikiran. Kemudian dilanjutkan dengan aksi nyata. Perubahan itu ada di aksi nyata. “Minumlah kopi Colol. Ada persaudaraan dan persahabatan yang dibangun saat minum kopi.”


    Anggota Komunitas Cenggo Inung Kopi Online Manggarai Timur sedang berdiskusi sambil minum kopi sebagai kekhasaan komunitas ini, Januari 2021. (DOK/KOMUNITAS CIKO MATIM)

                              ***********************

    Penulis adalah wartawan tinggal di Manggarai Timur, NTT

  • Pascafenomenologi dan Kematian Partikular

    Pascafenomenologi dan Kematian Partikular

    Oleh Budi Hartanto

    PASCAFENOMENOLOGI dikembangkan oleh Don Ihde seorang filsuf teknologi asal Amerika. Sebuah filsafat yang menjelaskan relasi-relasi pragmatis-eksistensialistis antara manusia dan dunia teknologi, yaitu ketika eksistensi tidak lagi dapat dimaknai terbatas pada tubuh dengan segala potensi panca inderanya, tapi juga berada pada moda relasi dan transparansi dengan teknologi. Mengacu pada filsafat Ihde ini, fenomenologi klasik kemudian tidak lagi memadai untuk memahami secara filosofis dunia kehidupan kontemporer.

    Fenomenologi membahas bagaimana kesadaran dijelaskan sebagai sesuatu yang selalu tertuju pada fenomena. Ia sering dikatakan yang menengahi dua aliran besar filsafat modern: idealisme dan materialisme. Dengannya, kita pahami secara eksistensial bahwa dunia merupakan struktur relasional dan terberi dari kesadaran. Secara intensional, “subjek” atau ego transendental mencerap dunia dengan perspektif yang khas dan tersituasikan. Maurice Merleau-Ponty kemudian mengelaborasi fenomenologi yang tidak berpusat pada subjek Cartesian. Ia berpendapat, tubuhlah yang merasakan dan mengerti dunia. Ihde kemudian melengkapinya bahwa tubuh berada dalam relasi dengan teknologi. Dunia secara intensional mewujud dan dipersepsikan melalui mediasi instrumen-instrumen teknis.

    Secara lebih luas pascafenomenologi merupakan filsafat material yang mensyaratkan setiap pengetahuan. Ia menjadi moda cara mengadanya manusia, teknologi mentransformasikan pengalaman. Karena itu, semua ilmu-ilmu empiris boleh dikategorikan ke dalam pascafenomenologi. Tidak hanya penggunaan instrumen optik seperti dalam ilmu biologi molekular, fisika partikel dan kosmologi kontemporer, tapi juga geografi, antropologi, sejarah dan arkeologi mendasarkan pengetahuannya dengan mediasi materialitas teknologi.

    Berdasarkan pendekatan pascafenomenologis, Ihde mengatakan dalam sebuah wawancara, filsafat tidak lagi berorientasi linguistik. Pikiran tidak menjadi keutamaan digunakan terutama untuk menyingkap pengetahuan. Kendati demikian, bukan berarti ilmu pengetahuan kemudian menafikan rasionalitas, melainkan berpijak pada kualitas-kualitas termanifestasikan secara teknologis. Ia, misalnya, merumuskan gagasan hermeneutika material. Karena aktivitas ilmu pada dasarnya bersifat sosio-kultural, hermeneutika material diperlukan dalam setiap penelitian keilmuan. Menurut Ihde, pemilahan analitis antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu alam tidak lagi diperlukan karena keduanya mengandaikan suatu kegiatan hermeneutis (2003: hal. 18).     

    Pembacaan dunia melalui teknologi merupakan inti fenomenologi instrumentasi atau secara lebih luas pascafenomenologi(1979: division one). Kesatuan relasional inilah yang membentuk dunia secara persepsional. Teleskop, misalnya, menjadi ekstensi dari tubuh. Kesatuan manusia-teleskop mencipta dunia secara partikular fenomenologis. Teleskop berada dalam relasi dengan tubuh, seolah-olah tubuh (mata) kita meluas, melihat bintang-bintang dan planet-planet dari jarak dekat. Ihde mengistilahkannya relasi transparansi dengan teknologi (1979: hal. 8). Yaitu ketika tidak lagi disadari objektivitas keberadaannya, melainkan menjadi ekstensi dari tubuh.

    Demikian pula telpon (1979: hal. 23). Telpon merupakan instrumen yang menghadirkan dunia melalui wujud suara. Keseluruhan tubuh tereduksi terbatas pada kualitas inderawi tertentu. Tubuh mewujud sebagai dunia teknologis. Teknologi tidak hanya memediasi dunia non-human (baca: alam), tetapi juga dunia tercipta antara manusia dengan manusia-manusia lainnya. Pengalaman tereduksi pada kualitas-kualitas inderawi tertentu, dunia terkonstruksi secara instrumental-fenomenologis.

    Kematian Pascafenomenologis

    Membahas kematian selalu merujuk pada gagasan tentang terlepasnya jiwa (res cogitans) dari tubuh (res extensa). Inilah problem klasik dualisme jiwa-tubuh Cartesian. Eksistensi tak akan ada tanpa jiwa atau pikiran; dan tanpanya sama juga dengan kematian. Filsafat Descartes sebenarnya menegaskan apa yang diwariskan oleh agama-agama dan tradisi kebudayaan tentang keberadaan jiwa sebagai entitas non-fisik tak terjelaskan. Keberadaannya dianalogikan seperti hantu di dalam mesin.

    Seperti juga halnya fenomenologi klasik percaya adanya ego transendental. Filsafat Husserl menjelaskan bahwa eksistensi tidak hadir secara material. Husserl masih berada dalam bayang-bayang filsafat Descartes. Baru fenomenologi yang dikembangkan oleh Maurice Merleau-Ponty, tubuh mendapat tempat utama. Perspektif fenomenologi, jiwa yang dipercaya dalam arti eksistensi memang tidak mendeterminasi bagaimana kita melihat dunia, bahkan dalam perkembangannya tidak dikenal entitas nonfisik bernama jiwa. Pemahaman kita tentang entitas yang dinamakan jiwa bersifat material. Tubuh tersituasikan yang bersifat relasional dengan teknologi menentukan bagaimana dunia hadir secara persepsional. Oleh karena itu, kematian perspektif pascafenomenologi selalu merupakan kematian tubuh dan dalam relasinya dengan instrumen.

    Lalu pertanyaannya kemudian bagaimana kita melihat kematian dan kematian eksistensial seperti diargumentasikan Muhammad Damm dalam bukunya yang akan kita telaah ini? Kematian, menurut Damm, pada dasarnya konstruksi sosio-kultural. Dari sini kemudian terbentuk sebuah antinomi antara kematian tubuh sosial dan tubuh korporeal. Di satu sisi tubuh bersifat organis korporeal, namun di sisi lain ia hadir secara sosial. Mengenai hal ini bisa kita lihat filsafat eksistensialisme Gabriel Marcel, ketegangan antara tubuh sosial dan tubuh korporeal pernah dijelaskan olehnya dalam Being and Having (1949). Menurutnya, ada kesatuan relasional antara Aku sebagai ada yang bersifat sosial (being) dan tubuhku yang korporeal (having). Ada menurut Marcel dapat dijelaskan lewat pernyataan eksistensialistik Aku memiliki tubuhku. Jadi, bila tubuh korporeal tidak dimiliki, maka tidak ada Aku sebagai tubuh sosial. Aku menjadi ada yang terlepas dari tubuh, namun pada saat yang sama Aku dan tubuh dapat menjadi kesatuan, seperti ketika kita merasakan sakit pada tubuh kita. Proposisi “Aku memiliki tubuhku”, dalam filsafat Marcel, menjelaskan manusia adalah tubuhnya sekaligus bukan tubuhnya, yaitu ketika tubuh dikatakan dimiliki oleh Aku sebagai entitas yang tak dapat dijelaskan

    Perspektif pascafenomenologis, kesadaran terkait dengan persepsi kultural. Selain kualitas-kualitas inderawi yang kita cerap secara langsung, dipercaya adanya persepsi kultural yang membentuk kesadaran tentang dunia (atau gestalt). Merleau-Ponty mengelaborasi fenomenologi tentang persepsi ini ke dalam sosialitas manusia. Eksistensi tercipta berdasar pengalaman kemenubuhan (embodiment) yang berkembang secara perseptual-fenomenologis. Ia menjadi prasyarat terbentuknya dunia sosial. Namun demikian, bukan berarti kesadaran itu terbatas pada pengalaman yang asali (dunia pra-keilmuan), karena relasi-relasi sosial telah membentuk nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, menurut Merleau-Ponty, fenomenologi mencakup nilai-nilai yang terbentuk melalui relasi-relasi sosial, seperti etika, politik, estetika, sejarah dan bahasa. 

    Ini berbeda dengan filsafat Ihde, eksistensi tidak terbatas pada tubuh dan potensi sosialnya saja, tapi juga teknologi. Secara pragmatis, persepsi dapat dihadirkan dengan mediasi instrumen. Karena itu, apa yang kita ketahui sebagai kesadaran/pikiran tidak terpisah dari dunia material. Ia membuat terma mikropersepsi dan makropersepsi. Mikropersepsi adalah persepsi (materialistis) yang hadir ketika kita mengenali kualitas-kualitas inderawi secara langsung. Sedangkan makropersepsi terbentuk secara kultural dan tidak bersifat langsung.

    Dapat diproposisikan kemudian, kematian eksistensial (tubuh sosial dan tubuh korporeal) dapat merupakan persepsi, terutama makropersepsi yang mengkonstruksi gagasan tentang kedirian. Bahkan, gagasan tentang mikropersepsi (yaitu ketika tubuh mencerap dunia) sebenarnya menjelaskan tubuh korporeal tidaklah benar-benar impersonal. Artinya, tubuh dapat mengenali dunia inderawi (kepadatan, warna, suara, suhu) terlepas dari eksistensi tubuh sosial. Dikotomi tubuh sosial dan tubuh korporeal berkenaan dengan kematian seperti dirumuskan Damm dapat kita jelaskan lewat fenomenologi persepsi dan instrumentasi ini.

    Makropersepsi yang membentuk kesadaran yang menyejarah tentu saja tidak bisa dianalogikan dengan kehidupan itu sendiri. Karena relasi tubuh, instrumen dan dunia secara pragmatis mengandaikan terciptanya dimensi-dimensi kehidupan, makropersepsi tidaklah menjadi keutamaan, bahkan boleh dibilang tidak ada. Konsekuensinya, kematian perspektif pascafenomenologi bersifat korporeal, relasional, dan instrumental. Eksistensi bukanlah state of mind, melainkan tubuh dalam relasinya dengan instrumen.

    Karena kematian universal itu negativitas atas kehidupan (atau antifenomenologi), lenyapnya kehidupan termediasi instrumen dapat diistilahkan dengan kematian partikular-pascafenomenologis. Kematian bersifat partikular konsekuensi dari berekstensinya dunia melalui teknologi. Karena pengandaiannya, tentu saja, tubuh kita masih hidup, hanya kualitas yang bersifat relasional diketahui mati. Terputusnya kehidupan virtual (simulasi komputer dan media sosial) dapat kita istilahkan dengan kematian partikular. Simulasi tubuh virtual, yaitu tubuh terkoneksi ke dalam ruang virtual, menjelaskan apa yang kita mengerti dengan kematian partikular. Ketika realitas terputus, seolah-olah kita merasakan kematian.

    Kematian partikular menjadi lebih terasa apabila dilihat melalui relasi-relasi manusia dengan dunia sosialnya yang tercipta secara teknologis. Mungkin inilah relevansi kematian “tubuh sosial” seperti dijelaskan Damm. Bahwa kematian terkait dengan dunia sosial, bersifat intersubjektif, antara manusia dengan manusia-manusia lainnya. Tanpa dunia sosial, kematian menjadi tidak bermakna. Dimensi afektif kematian dapat dijelaskan dalam konteks ini. Ketika memutus secara elektronis dan permanen, seakan-akan kita merasakan kematian. Dari sini dapat dimengerti, kematian selalu menakutkan, selain rasa sakit tentunya, karena terputusnya relasi-relasi sosial. Seperti dalam nalar filsafat Heideggerian, eksistensi bermakna ketika ada yang lain mati meninggalkan kita.

    Namun, perlu kita garisbawahi dunia sosial selalu tersituasikan dan termediasikan tubuh dan teknologi. Sebelum relasi sosial terbentuk, pengandaiannya tubuh mesti terlebih dulu secara inderawi mengenali dunia. Kita tentunya tidak bisa menafikan realitas asali ini. Karena tanpanya tak ada ruang sosial.

    Fantasi Imortalitas

    Lalu tentang imortalitas. Bagaimana ia dapat dipahami dalam konteks pascafenomenologi dan kematian partikular? Imortalitas adalah keadaan tanpa kematian pada manusia. Imortalitas tentu hanya mungkin dalam hal pikiran/state of mind saja. Saya kira jelas tak ada tubuh yang abadi di Bumi ini. Semua kehidupan pasti mati. Dalam kamus pascafenomenologi, tak ada kata keabadian. Diskursus filsafat tentang keabadian alam, yang bermula sejak Aristoteles dan terus menggejala sampai periode filsafat Islam (Alfarabi dan Ibnu Sina), misalnya, mendapat tanggapan cukup sengit dari Algazhali. Menurut Alghazali, keabadian hanya ada pada Tuhan sebagai sebab dunia yang tidak abadi. Demikian pula saya kira sains kontemporer memberi penjelasan alam semesta pasti berakhir.

    Dalam buku Damm, ada pembahasan tentang filsafat imortalitas, yaitu ketika secara teknis dan keilmuan dimungkinkan terciptanya eksistensi yang dapat hidup abadi. Seperti misal pikiran yang diupload ke dalam komputer atau dipindahkan ke tubuh yang lain, sehingga manusia (yakni pikirannya) dapat hidup abadi. Bila kita telaah secara pascafenomenologis, hal ini tidak memungkinkan. Kehidupan selalu mengandaikan keberadaan tubuh. Teknologi robotik, misalnya, hanya dapat kita kendalikan secara parsial lewat tubuh. Pemindahan pikiran merupakan “teknofantasi” (2002: hal. 13). Karena analoginya kita membuat kesadaran dengan segala kompleksitas tubuhnya, imortalitas kemudian menjadi tidak rasional. Adalah wajar bila banyak ilmuwan menemukan jalan buntu berkenaan dengan kemungkinan-kemungkinan pemindahan pikiran.

    Berbicara tentang kehidupan (dan kematian) biasanya merujuk pada sekumpulan sel-sel dan organisme. Pascafenomenologi melihat kualitas-kualitas yang kita pahami sebagai kehidupan organis berekstensi secara teknologis. Kehidupan tidak hanya terbatas pada sel-sel dan organisme saja, tapi juga bersifat “elektronis” dan instrumental. Bahkan, tidak hanya sistem relasional, transplantasi organ tubuh dengan organ buatan menjelaskan tubuh dan instrumen dapat menjadi kesatuan. Donna Haraway mengatakan dalam Cyborg Manifesto (1991), kita sekarang hidup dalam dunia cyborg (organisme sibernetis), yaitu sebuah dunia ketika tidak ada lagi batas-batas antara tubuh, organisme, dan teknologi. Artinya, demikian pemikiran Haraway, transparansi teknologis telah menjadi kenyataan, realitas tidak lagi termediasikan, manusia adalah cyborg.

    Renungan-renungan atas kematian saya kira penting diketengahkan agar menjadi rasional, tidak tabu dan menakutkan. Tema yang disampaikan buku Kematian: Sebuah Risalah tentang Eksistensi dan Ketiadaan (2011) saya kira relevan dengan kondisi zaman dan searah dengan tujuan ilmu pengetahuan yaitu menyingkap yang tak terjelaskan seperti kematian.

    *************************

    *Budi Hartanto, Alumnus STF Driyarkara, Penulis Buku Dunia Pasca Manusia, Kepik 2013

    *Tulisan ini adalah Makalah yang Dibawakan dalam Diskusi Buku Kematian: Sebuah Risalah tentang Eksistensi dan Ketiadaan (2011) karya Muhammad Damm. FIB UI.

    Referensi

    Damm, Mohammad (2011). Kematian: Sebuah Risalah tentang Eksistensi dan Ketiadaan. Penerbit Kepik, Depok.

    Hartanto, Budi. (2004). “Tentang Kematian dan Sifat-sifat Jiwa”. Dalam Jurnal Filsafat Driyarkara edisi Tuhan Yang Tak Pernah Mati TH. XXVII No. 2.

    ————– (2004). “Aku Mencerap maka Aku Ada”. Koran Tempo Minggu, 18 April 2004, Jakarta.

    Heidegger, Martin. (1973). Being and Time. Diterjemahkan oleh John Macquarrie & Edward Robinson. Oxford Basil Blackwell.

    Haraway, Donna (1991). A Cyborg Manifesto: Science, Technology, and Socialist-Feminism in the Late Twentieth Century, in Simians, Cyborgs and Women: The Reinvention of Nature. New York, Routledge.

    Ihde, Don. (1979). Technic and Praxis. Holland dan Boston, USA. D Riedel Publishing Company.

    ————– (1990). Technology and the Lifeworld: from Garden to Earth. Bloomington/Indianapolis. Indiana University Press.

    ————– (2003). Postphenomenology—Again?. Working Paper from Centre of STS Studies No. 3.

    University of Aarhus.

    ————–. (2002). Bodies in Technology. Electronic Mediations; V. 5. Minneapolis: University of Minnesota Press.

    Marcel, Gabriel (1949). Being and Having. Harper & Row Publisher, New York.

    Sunaryo (2006). “Kritik Al-Gazhali atas Konsep Keabadian Alam Aristoteles”. Dalam Jurnal Filsafat Driyarkara edisi Wacana Perempuan Th. XXVIII No 3.