Author: Redaksi

  • Pendidikan, Globalisasi dan Tatanan Dunia Baru

    Pendidikan, Globalisasi dan Tatanan Dunia Baru

    Oleh  Nardi Maruapey*

    MEMASUKI era globalisasi yang terjadi sejak akhir abad-19 dan awal abad-20 sampai munculnya fenomena tatanan dunia baru yang berbasis high technologi dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Kemunculan high technologi sebagai sebuah keniscayaan dari dampak perkembangan zaman. Secara otomatis bahwa fenomena ini mau tidak mau harus dihadapi secara baik dan benar.

    Dan untuk menghadapi itu membutuhkan kecakapan dalam berbagai bidang ilmu, tidak terkecuali bidang pendidikan. Artinya, pendidikan merupakan kekuatan mendasar, prinsipil untuk digunakan modal dalam merespon perkembangan dunia (zaman) yang sedang terjadi. Semangat pendidikan adalah upaya untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

    SDM berkualitas merupakan bagian yang harus dijadikan kekuatan utama (the main force) menghadapi tantangan dan gejolak yang sedang berlangsung ini, akibat dari pengaruh besar era globalisasi dan kemajuan teknologi yang semakin kencang terjadi. Manusia sebagai makhluk individual sekaligus makhluk komunal mesti memiliki modal kecerdasan dan mental (moral) dari proses pembentukkan SDM itu. Pembentukan SDM dilakukan lewat jalur pendidikan dan peran pendidikan.

    Era Globalisasi

    Globalisasi dalam sejarahnya yang panjang itu berakar dari dengan ditandai pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah
    dunia secara mendasar. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir.

    Globalisasi dapat dipahami sebagai perubahan-perubahan dalam bidang ekonomi dan sosial yang berkombinasi dengan pembentukan kesaling-hubungan regional dan global yang unik, yang lebih ekstensif dan intensif dibandingkan dengan periode sebelumnya, yang menantang dan membentuk kembali kehidupan sosial, lebih spesifik lagi negara modern dan berbagai macam tantangannya.

    Banyak orang yang mempunyai pemahaman dengan mendefinisikan globalisasi hanya sebagai proses ekonomi padahal pada dasarnya globalisasi tidak semata proses ekonomi, tetapi glabalisasi merupakan kata yang universal. Menurut Anthony Giddens globalisasi tidak hanya, atau bahkan pada dasarnya, sebuah fenomena ekonomi; dan globalisasi sebaiknya jangan disejajarkan dengan kemunculan sebuah ‘sistem dunia’. Globalisasi sebenarnya menyangkut transformasi ruang dan waktu.

    Giddens melihat bahwa globalisasi tidak hanya berurusan dengan penciptaan sistem-sistem berskala besar, namun juga menyangkut tranformasi konteks pengalaman sosial berciri lokal, dan bahkan personal. Perubahan yang terjadi dari dampak globalisasi sampai ke pola kehidupan masyarakat yang paling kecil dan sederhana dalam keseharian.

    Globalisasi saat ini semakin dirasakan oleh setiap individu yang mendorong adanya perubahan dalam pola perilaku. Globalisasi merupakan salah satu faktor pendorong adanya perubahan dalam struktur, nilai, norma dan tingkah laku manusia. Menurut
    H. A. R. Tilaar (2002), perubahan yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu; kebutuhan akan demokratisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan globalisasi. Adanya perubahan yang begitu pesat dalam proses globalisasi semakin menuntut manusia untuk lebih berkualitas dalam hidup dan agar mampu bersaing.

    Tatanan Dunia Baru

    Globalisasi dan tatanan dunia di era baru (new era) saling punya keterkaitan, dimana ada bentuk atau pola perkembangan dan kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi informasi di antara keduanya. Dan dari perkembangan dan kemajuan itu berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat.

    Di era tatanan dunia baru ini kita melihat begitu derasnya kemunculan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk media sudah bertransformasi menjadi media sosial, media daring, virtual, online, dan lain sebagainya, sehingga kehidupan masyarakat dunia juga semakin hari semakin lebih terbuka antara satu dengan yang lain. Bahwa apa yang terjadi berupa peristiwa yang itu jauh di sekitaran kita dengan jarak yang terlampau sangat dapat diketahui dengan waktu yang singkat; kita bisa mengetahui masalah pribadi seseorang karena ditampilkan lewat media sosial; dan seterusnya.

    Di era tatanan dunia baru bagi Prasetyo dan Trisyanti dalam jurnal mereka, dikatakan bahwa di era ini akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang teknologi saja, namun juga bidang yang lain seperti ekonomi, sosial, dan politik. Di sektor ekonomi telah terlihat bagaimana sektor jasa transportasi dari kehadiran taksi dan ojek daring. Hal yang sama juga terjadi di bidang sosial dan politik. Interaksi sosial pun menjadi tanpa batas (unlimited), karena kemudahan akses internet dan teknologi. Hal yang sama juga terjadi dalam bidang politik. Melalui kemudahan akses digital, perilaku masyarakat pun bergeser. Aksi politik kini dapat dihimpun melalui gerakan-gerakan berbasis media sosial dengan mengusung ideologi politik tertentu.

    Hal-hal semacam ini; baik itu globalisasi maupun tatanan dunia baru akan menjelma menjadi tantangan terbesar abad ini terhadap kehidupan manusia secara individu dan secara kelompok masyarakat. Kita dibalik kondisi ini tidak bisa menolak fenomena ini, ini merupakan sebuah keniscayaan dari proses kemajuan dan pembaharuan zaman.

    Peran Pendidikan

    Sudah tidak asing lagi bahwa pendidikan selain transfer of knowledge (transfer ilmu), juga berfungsi sebagai transfer of value (transfer nilai). Nilai di sini juga dimaksudkan pendidikan sebagai transfer untuk perubahan sosial. Lebih sempit pendidikan formal berfungsi sebagai proses pembaharuan sosial. Pendidikan merupakan investasi manusiawi (human investment) yang sangat penting dalam kemajuan suatu masyarakat. Oleh karena itu banyak bangsa-bangsa di dunia ini meletakkan pendidikan sebagai faktor strategis dalam merespon berbagai kemajuan.

    Untuk itulah pendidikan tentu saja memegang peranan yang sangat penting dalam menghadapi perubahan di era global ini. Banyak nilai-nilai kemanusiaan yang semakin tergususr di era globalisasi dan tatanan dunia baru ini, pendidikan harus mengambil alih pada kondisi ini. Bahwa pendidikan mestinya selalu hadir untuk mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin tergusur itu. Meminjam kata Paulo Freire, pendidikan adalah upaya menjadikan manusia lebih manusiawi atau memanusiakan manusia.

    Namun, ketika melihat kondisi yang riil dari dunia pendidikan saat ini, sepertinya sangat sulit rasanya untuk mewujudkan manusia atau masyarakat yang menghadapi tantangan zaman. Sebab, kita bisa lihat sendiri bagaimana kebijakan pendidikan yang selama ini terjadi lebih banyak diwarnai oleh kepentingan politik. Kebijakan pendidikan yang ada bersifat proyek. Artinya, pendidikan sudah jadi korban kapitalisasi. Pendidikan saat ini sangat mengikuti kemauan kapitalis, menjadi bagian dari struktur kapitalisme pasar. Pendidikan sejalan dengan kemauan pasar, ciptakan tenaga kerja untuk perusahan. Tanpa melihat aspek pembentukan mental dan moral masyarakat. Akhirnya akan dapat mewujudkan masyarakat yang tidak mudah goyah dengan adanya dampak negatif dari globalisasi dan tatanan dunia baru ini.

    Oleh karena itu, harus adanya desain atau pola baru dalam dunia pendidikan sebagai sebuah alternatif dalam bentuk konsepsi pendidikan untuk diterapkan. Konsep yang dimaksud adalah transformasi pendidikan. Transformasi pendidikan merupakan upaya membuat seseorang untuk tiba pada sebuah kesadaran baru (new consciousness) di era yang baru (new era).

    Untuk itulah dengan melalui tansformasi diharapkan ada proses perubahan yang lebih baik bagi tiap individu, dalam hal ini transformasi melalui jalur pendidikan. Mewujudkan transformasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:

    Pertama, dari segi kurikulum. Pemerintah perlu mengkaji ulang persoalan konseptual fundamental pada harus terhubung dengan lingkungan sosialnya termasuk pilihan-pilihan pekerjaan peserta didik kedepan harus diupayakan dan benar-benar disiapkan oleh pemerintah tempat-tempat pekerjaan dimana kelak peserta didik akan mengembangkan kreatifitasnya tersebut.

    Kedua, dari segi tujuan pendidikan. Yang paling mendasar adalah merubah tujuan pendidikan dari siap pakai menjadi siap memakai, dari berpikir pasif menunggu menjadi pribadi yang pro aktif positif. Dari terbiasa diatur menjadi mengatur, dari kuli menjadi “setidaknya” mandor. Sehingga kita bisa menjadi tuan di negeri kita sendiri.

    Nardi Maruapey, Mahasiswa Universitas Darussalam Ambon

  • Pemda Flores Timur Apresiasi Civitas Akademika Universitas Nusa Nipa

    Larantuka Berandanegeri.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) mengapreasiasi  pihak Civitas Universitas Nusa Nipa yang sudah membantu korban bencana banjir dipulau Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

    “Mewakili pemerintah kabupaten Flores Timur kami mengucapkan terimakasih banyak dan juga mengapresiasi Pihak Civitas Universistas Nusa Nipa sudah tiba diLarantuka dengan membawa bantuan untuk korban bencana,”ungkap Sekretaris BPBP Flotim Tarsisius Kopong Pira,SE.

    Dikatakannya Bantuan ini tidak akan bertahan lama disini, kami akan segera distribusikan kelokasi bencana.

    Bantuan ini diserahkan langsung oleh BEM Fakultas ilmu-ilmu Kesehatan beserta Dekan dan Para Dosen dari Fakultas Ilmu-ilmu kesehatan dan diterima oleh Sekretaris BPBD kabupaten Flores Timur bertempat dihalaman kantor  Badan Penanggulanan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur, Minggu (11/4/2021).Paket bantuan berupa sembako dan pakaaian serta  perlengkapan lainnya.

    Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UNIPA Ns. Agustina Sisilia Wati Dua Wida, M.Kep mengatakan  kurang lebih satu minggu  terakhir ini ia bersama Wakil Dekan dan juga para Dosen Fikes terus menopang aksi sosial Pengurus  BEM Fakultas ilmu-ilmu kesehatan dalam upaya  mengalang donasi untuk korban banjir di kabupaten Sikka,Kabupaten  Lembata dan Kabupaten  Flores Timur.

    “Saya dan wakil dekan serta para dosen terus menopang pengurus BEM fakultas Ilmu-ilmu kesehatan dalam menggalang dana,”ujarnya. Dijelaskannya aksi solidaitas kemanusiaan  ini didukung oleh pihak Rektorat dan juga Yayasan  Pendidikan Tinggi Nusa Nipa.

    Mewakili  Civitas FIKES dan Juga Universitas Nusa Nipa Indonesia , kami  mengucapkan turut berbela sungkawa  atas meninggalnya para korban bencana alam.sembari  berharap bantuan ini  dapat meringankan  beban moril maupun materil  pihak korban bencana alam banjir bandang dan badai Siklon Tropis Seroja yang sampai saat ini berada dilokasi pengungsian. 

    Ketua BEM Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa  Oktaviani Jenli Sulastri  mengatakan logistik bantuan ini merupakan hasil  kerja bersama Jajaran Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fikes dalam mengalang donasi yang dilakukan sekitar lingkungan kampus maupun diluar kampus dengan didukung oleh Bapak dan ibu Dosen  serta masyarakat Kabuapten Sikka.

    Bantuan logistik ini juga bagian dari  upaya menjalankan program kerja sosial  dengan wujud kerja nyata kepada masyarakat.  “Semoga bantuan ini dapat  bermanfaat bagi para korban bencana alam,”tandasnya. (Atic)

  • Klarifikasi Pendeta Ibrahim Assa Jemaat GPDI Maumere terkait Penemuan Telur Berwarna yang Menggegerkan Warga Sikka

    Maumere Berandanegeri.com. – Pendeta Ibrahim Assa Jemaat GPDI Maumere bersama keluarga akhirnya datang menemui bapak Dominikus Dion dan warga dusun Bolawolon Desa Tanaduen untuk memberikan klarifikasi  mengenai penemuan 7 butir telur berwarna diarea pantai Bolawolon yang sempat viral dan menggegerkan warga Bolawolon Desa Tanaduen Kecamatan Kangae pada Selasa 6 April 2021 lalu.

    Saya ingin menjelaskan kronologi sampai ada telur berwarna di area pantai Bolawolon,”ungkap Pdt Ibrahim Assa,Senin(12/4).

     Kami dari jemaat Gereja Pentekosta Di Indonesia Maumere yang beralamat dijalan Diponegoro Kelurahan Kota Uneng menyelenggarakan ibadah Paskah,Minggu,4 April 2021  dan dilanjutkan dengan Sakramen Baptisan pada pukul 13.00 wita di pantai Bolawolon.

    Sebenarnya kegiatan ini rencana awalnya di pantai Pintu Air Wailiti namun ada jemaat yang mengusulkan tempat yang baru dan merekomendasikan di pantai Bolawolon.

    Hadir waktu itu kurang lebih 30 orang jemaat.Saat itu kami membawa makanan sekalian untuk berekreasi menikmati pantai Bolawolon.

    Setelah selesai kegiatan  sakramen baptisan dilanjutkan dengan acara anak-anak Sekolah Minggu (Sekami) bersama guru-guru Sekami. Karena guru Sekami sudah menyiapkan satu permainan untuk mencari telur Paskah.

     Saat saya sedang melaksanakan prosesi sakramen baptisan,guru-guru Sekami sudah menyembunyikan telur Paskah yang sudah diwarnai tersebut dilokasi yang tidak diketahui anak-anak. Telur yang dibawa sudah direbus. Telur paskah tersebut sebanyak 29 butir. Yang disembunyikan sebanyak 24 butir.Sementara 5 butir sudah dimakan.

     Setelah selesai sakramen pembaptisan cuaca memburuk,angin semakin kencang,hujan dan gelombang laut. Sehingga kami sepakati untuk tidak dilanjutkan pencarian telur Paskah. Dan kami sepakati untuk pulang.

    Waktu bersiap-siap pulang ternyata guru-guru Sekami lupa. Jadi telur Paskah yang disembunyikan di bawah pohon dan dirumput-rumput sudah tidak sempat diambil lagi.

    Kami pikir tidak ada masalah. Semuanya aman-aman saja. Karena memang kita tidak berpikir sampai menjadi sesuatu yang diviralkan.

     Jadi saya kaget melihat postingan hari Minggu lalu. Ada video yang merekam bapak Dominikus Dion dengan beberapa telur yang dikumpulkan satu tempat. Dan saat itu juga saya menghubungi guru-guru Sekami dan mereka mengakui telur Paskah yang diwarnai itu milik sekami Gereja Pentekosta DiIndonesia Maumere.

    Saya perlu meluruskan supaya tidak ada yang berpikir aneh-aneh. Kami minta maaf atas kejadian ini. Kegiatan kami ini tidak ada unsur sengaja. Atau maksud tertentu.

    Pdt Ibrahim Assa mengakui kegiatan seperti ini sudah setiap tahun kami lakukan dari melukis telur Paskah sampai mencari telur Paskah.

    Setelah itu  7 butir telur berwarna itupun dipecahakan dan dibuang kelaut oleh salah satu jemaat GPDI yang turut hadir dilokasi tersebut. (Atic)

  • Nama yang Mengalir Sampai Jauh

    HAJI Sulaeman L Hamzah tentu saja gundah. Rasa sedih, prihatin, terharu pasti menempel dalam dinding hatinya. Salah seorang tokoh di balik sukses Lembata menjadi sebuah daerah otonom lepas dari induknya, Flores Timur, 21 tahun lalu ini terpukul tatkala Lembata, pulau tempat ia lahir dan menghabiskan masa kecilnya, didera dua peristiwa alam yang menyayat hati ribu ratu (rakyat) di kampung halaman, lewotana, leu awuq tanah Lepanbatan. Peristiwa erupsi gunung Ile Lewotolok pada Minggu, 29 November 2020, nyaris melumpuhkan aktivitas warga. Deru kencang dari perut Ile Lewotolok memuntahkan batu, debu, dan belerang nyaris menyambangi tak hanya warga Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur di lereng Ile Lewotolok.

    Muntahan material itu juga menyasar wilayah kecamatan lain, termasuk di bagian selatan seperti Nagawutun dan Wulandoni. “Kakak perempuan sulung dan adik bungsumu sudah di rumah kami di Lewoleba. Usai mengantar pisang, alpukat, dan nenas mereka langsung pamit. Saya sempat tanyakan kondisi ruas jalan Lewoleba menuju Boto hingga Lamalera dan Lebala. Katanya memprihatinkan,” kata H. Sulaeman Hamzah, beberapa waktu setelah erupsi Ile Lewotolok pada November 2020 lalu. Di sela-sela menunaikan tugas selaku anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua, anggota Fraksi NasDem ini terbang ke Lembata dan menyambangi Lewotolok, kampung halamannya.

    “Saya dan ama Jerry Sabah Leku dampingi orangtua (H. Sulaeman Hamzah) bertemu ina, ama, dan kaka arin (bapa, ibu, kaka, adik serta saudari) kemudian kasi bantuan sedikit sekaligus melihat langsung Lewotolok, kampung halaman. Kami semua juga bersiap untuk ikut ambil bagian dalam syukuran Masjid Babul Jannah yang dibangun bapa tua sebagai tanda cintanya kepada sesama saudara kami umat Muslim di kampung. Bapa tua baru selesai merenovasi masjid itu setelah dilanda erupsi Ile Lewotolok,” kata Matias Ladopurap, advokat sekaligus ponakan H. Sulaeman Hamzah. “Bapa tua hanya satu atau dua hari di Lembata setelah acara syukuran renovasi masjid Babul Janah Amakaka. Beliau dan ama Ariel, putra bapa tua, langsung balik Jakarta. Beliau akan menuju Papua untuk kunjungan kerja dan bertemu masyarakat di Dapilnya,” ujar Jery Sabaleku.

    Minggu Kelabu

    Minggu 29 November 2020 pagi dan Minggu 4 April 2021 sungguh menjadi Minggu kelabu tak hanya ribu ratu di Lembata, terutama di Ile Ape. Dua hari Minggu bersamaan itu sungguh menjadi Minggu kelabu juga untuk ribu ratu asal Lembata di rantau. Tragedi banjir lahar dingin yang menyapu desa-desa di sekitar lereng Ile Lewotolok, mengubur orang-orang terkasih dalam tanah leluhurnya. Di tengah malam, di tengah sebagian warga Kristiani bersiap merayakan Minggu Paskah, di tengah penantian mendengar lonceng Gereja, dan suara adzan subuh berkumandang dari menara masjid umat Islam, ribu ratu menyiapkan diri menghaďap kiblat di dalam masjid, petaka banjir lahar dingin itu bagai moster menakutkan. Alam murka. “Enam belas saudara dan saudari kami tertimbun tanah dan bebatuan besar. Lenyap. Ajal juga menjemput pasutri kerabat saya. Mereka baru dari Malaysia. Anaknya selamat karena masih di Lewoleba. Setelah dengar kabar belasan orang dan kampung halaman tertimbun longsor, saya langsung demam. Lama tak bisa berkata-kata. Cuma doa dalam resah dan pasrah,” ujar Yeremias Jena, warga asal Atawatun & dosen Unika Atma Jaya Jakarta.

    Presiden Joko Widodo nampaknya mengubah skenario jadwal kunjungan ke Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Sebagian desa di dua pulau itu dihantam banjir dan longsor pada Minggu, 4 April 2021 dini hari. Sedianya, helikopter TNI yang membawa Presiden akan singgah di Adonara sebelum melanjutkan perjalanan menuju bandara Wunopito di Lewoleba, Lembata. Bekas Walikota Surakarta itu sedianya sholat Jumat di nusa tadon Adonara. Pada pukul 15.00 WIB, helikopter yang membawa rombongan Jokowi baru mendarat dan diperkirakan usai sholat Jumat di bandara Jokowi baru akan menuju Ile Ape meninjau warga dan situasi pasca banjir lahar dingin menambrak desa-desa di lereng Ile Lewotolok.

    “Masyarakat macam dendam sekali mau lihat Jokowi. Mereka tak mampu memendam rindu melihat Jokowi dari dekat. Jalanan penuh dengan warga. Mengenakan masker mengikuti protokol kesehatan, mereka seperti tak pernah takut dengan petugas keamanan yang mengawal Jokowi. Anggota Paspampres juga ramah-ramah mengatur warga agar tetap jaga jarak dengan mobil yang membawa RI-1. Nama Jokowi dan sosok beliau sampai saat ini masih terus mengalir hingga kampung-kampung bahkan sampe kebun. Kami bangga Jokowi kunjungi juga Lembata dan Presiden RI pertama yang singgah di pulau ini sejak Indonesia. Jokowi menggandakan kebanggaan kami setelah tahun 1979 Wakil Presiden Haji Adam Malik kunjungi korban bencana Waiteba, Kecamatan Atadei di Loang, kota Kecamatan Nagawutun. Legasi Adam Malik bagi rakyat Lembata adalah TK Nely Adam Malik Loang,” kata Anton Pati Liman, warga Lewoleba asal Puor dan ayah dua putera anggota TNI Angkatan Darat.

    Toleransi dari Amakaka

    Lembata adalah pulau unik dalam banyak hal. Warga masyarakatnya hidup berdampingan dengan aman dan damai meski dalam kondisi serba minim. Budaya opu lake, birin breun taat dalam sanubari warganya. Mereka punya militansi bertahan hidup bahkan melangkah jauh hingga menyasar benua-benua di bawah kolong langit. Relasi sosial keagamaan lebih kuat diikat karena kawin mawin. Tak heran dalam sebuah keluarga penganut agamanya gado-gado. Dari selatan Lembata, tepatnya di kampung Muslim Lebala Leworaja kehidupan warganya sangat harmonis. Di kampung Luki, Desa Pantai Harapan, Kecamatan Wulandono, tak jauh dari Leworaja, berdiri kokoh masjid Asyamat Luki. “Saat jadi guru di SD Inpres Luki, saya ditugaskan tetua adat dan ulama Muslim menjadi Ketua Panitia Pembangunan Masjid Asyamat. Saat peresmian, saya diundang para ulama hadir tapi saya minta maaf tak bisa hadir. Saya lagi pigi (pergi) Larantuka urus saya punya anak-anak sekolah,” ujar Frans Lua Mudaj, kerabat saya di kampung Kluang, Desa Belabaja (Boto), Nagawutun.

    Kisah Jokowi dan rombongan serta sebelas warga Lembata sholat Jumat berjamaah di Masjid Babul Jannah Amakaka bekin Wakil Ketua DPRD Lembata asal Lewotolok, Begu Ibrahim, Rifai Mayeli, dan Frans Ado Uran Atawolo. Begu & Rifai tak pernah menyangkah berada di lokasi bencana Amakaka berjarak tak sampai sepuluh meter dari Presiden Jokowi. Begu sering berada di Amakaka pascabencana banjir lahar dingin guna ambil bagian dalam mengurus warga korban. “Saya bahagia bisa sholat bareng Bapak Presiden Joko Widodo. Ini pengalaman yang tak pernah saya lupa,” kata Begu. “Saya berada di barisan belakang bapa Jokowi. Pengalaman jadi cerita di kampung. Nama Jokowi sungguh luar biasa. Orang cerita ràme sekali beliau begitu peduli dengan Lembata. Beliau juga berksempatan sholat di Amakaka. Bapak Gubernur menunggu di posko pengungsi didampingi Pak Bupati Lembata. Kàmi warga sipil dan warga Amakaka di lokasi yang diijinkan sholat bersama Bapak Presiden. Kami terlebih dahulu diperiksa dan baru diijinkan dengan protokol kesehatan ketat,” kata Rifai.

    Kisah Rifai Mayeli dan iparnya, Frans Atawolo unik. Mereka berdua berboncengan menuju lokasi bencana di Ile Ape dan Ile Ape Timur. “Sejak erupsi Ile Lewotolok, kami anak muda dari Desa membentuk relawan mencari donasi dari rumah ke rumah dan pihak lain ikut membantu korban. Bencana kedua pada Minggu awal April lalu, saya dan ama naik satu motor. Saya rasa mau demam juga berada dekat Presiden Jokowi saat berada di Amakaka,” ujar Rifai, penjaga kios lulusan jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Nusa Cencana. Rifai bersama Begu juga berkesempatan sholat bersama Presiden Joko Widodo dan rombongan dari Jakarta. Warga asal Lebala ini berharap juga agar bisa diangkat jadi ASN. “Usai kuliah saya buka usaha warung kecil di kampung sambil menunggu ada lowongan PNS dari Pemerintah Pusat,” kata Rifai.

    Kisah Frans Atawolo berbeda. Ia menjauh dari Rifai saat sepeda motor berada di lokasi bencana. Frans mencoba mengambil posisi di belakang anggota Paspampres agar bisa melihat dari dekat Jokowi, sang idola. Tukang kayu dan batu musiman rupanya paham medan bencana. Ia fasih “jalan tikus” mana di tengah lumpur dan batu-batu besar bakal dilewati Jokowi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Frans memilih berdiri di atas batu di ketinggian. “Saya teriak sekeras-kerasnya. ‘Bapa Jokowi, saya dan kami orang kampung sayang bapa. Terima kasih su datang di kita pu kampung. Terima kasih, Tuhan. Tuhan sudah antar dan jaga bapa Jokowi di sini. Terima kasih, Tuhan’. Itu teriakan saya dari atas batu,” kata Frans.

    Sandal swallow dan celana agak kotor tak ia peduli. “Saya ka, bapa Presdiden? Saya ka, bapa Presiden?,” tanya Frans melihat Jokòwi menunjuk tangan ke arah ia dan teman-teman relawan. “Ya, kamu. Kamu,” kata Frans mengulang omongan anggota Paspampres. “Saya turun dekat bapa Jokowi. Saya dikasi jaket yang beliau kenakan. Air mata saya tumpah. Doa saya bertemu bapa Jokowi dijawab Tuhan. Orang-orang minta jaket dorang pake sekadar foto. Ada yang tawarkan beli dengan harga 10 juta rupiah. Saya tolak. Jumat, 9 April, malam orang kampung saya datang sekadar pake jaket Jokowi. Sabtu pagi, ada tetangga datang kasi saya kopi dan pisang goreng. Mereka rasa macam bapa Jokowi ada di rumah saya. Beliau sungguh orang hebat, rendah hati dan peduli sesama. Uang 1000 rupiah ďi jaket bapa Jokowi saya kasi Rifai kerna dia nikah dengan sudari kami,” kata Frans.

    Masjid Babul Jannah Lewotolok, Desa Amakaka terbilang unik. Panitia Pembangunan Masjid Babul Jannah lebih banyak diisi warga penganut Katolik. Ketua Panitia Pembangunan Masjid adalah Thomas Tuto Langoday. Sedangkan sekretaris panitia adalah Krens Witak Ladopurap, bendahara adalah Karel Kaba Ladopurab dan Bernardus Hena Ladopurap yang kala itu menjabat Kepala Desa Amakaka. “Masjid ini diresmikan Pak Sarwono Kusumaatmaja saat beliau menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Beliau sempat menitikkan air mata. Kaget karena beliau baru tahu panitia pembangunan masjid kebanyakan saudara-saudari umat Katolik. Pancasila sesungguhnya sudah lama lahir dan tumbuh di Amakaka,” ujar Jery Sabaleku.

    Kehadiran Sarwono Kusumaatmaja kala itu sekaligus meresmikan puluhan perahu nelayan yang disumbang Pak Haji Sulaeman Hamzah selaku anak tanah Lewotolok untuk para nelayan di sekitar lereng Ile Ape dan beberapa wilayah di Lembata.   Nah, kisah kehadiran Jokowi di Lembata dan melakukan sholat Jumat di Masjid Babul Jannah Amakaka adalah kisah yang akan mengalir sampai jauh: menyapa warga hingga pantai, sungai, gunung, rumah-rumah penduduk hingga kebun para petani di bawah lereng gununt di pedalaman selatan Lembata. Nama Jokowi mengalir sampai jauh: kisah pada sosok seorang Presiden dan pemimpin negeri yang menyambangi Lembata dalam lawatan resminya. Terima kasih, Bapak Presiden. Doa kami ribu ratu: semoga bapa keluarga sehat selalu dan penuh keberkahan. Selamat siang. Tuhan berkati. Salamalaikum.

    Jakarta, 11 April 2021

    Ansel Deri

    Orang udik dari kampung;

    Catatan dari kunjungan Jokowi di Lembata.

  • Cerita Kepala Desa di NTT Bersahabat dengan Penderita Disabilitas Mental (Bagian Ketujuh)

    Oleh Markus Makur

    PENDERITA disabilitas mental ada di sekitar lingkungan keluarga kita. Bahkan mungkin salah satu anggota keluarga kita mengalami derita disabilitas mental. Disabilitas mental adalah satu satu dari sekian penyakit dalam tubuh manusia yang rapuh.

    Penderita disabilitas mental ada yang dipasung di pondok reyot. Tak manusiawi. Tak bermartabat.

    Penderita disabilitas mental atau sering disebut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) merupakan masalah serius dan mengarahkan kepada darurat disabilitas mental di bumi Nusa Tenggara Timur.

    Negara masih minim hadir untuk menangani dan mencegahnya. Bahkan, fasilitas untuk menangani mereka yang menderita itu masih minim. Kadang-kadang banyak alasan dalam penanganannya yang berkaitan regulasi. Dana terbatas untuk penanganannya. Belum ada komisi khusus untuk menangani mereka yang menderita.

    Penanganan untuk memulihkan penderita disabilitas mental belumlah prioritas dalam program yang dibuat oleh pemerintah, baik pusat, Provinsi dan daerah. Tapi dibalik masalah tersebut, seorang imam dari ordo Serikat Sabda Allah (SVD), Pater Aventinus Saur, SVD memulai gerakan aksi kemanusiaan untuk peduli, bersuara lantang, dan menangani mereka yang derita disabilitas mental bermula di sebuah stasi di Keuskupan Agung Ende (Baca Buku Belum Kalah) 2014 lalu.

    Pater Avent Saur, SVD, Ketua KKI NTT mengunjungi penderita disabilitas mental di Desa Golo Meni, Oktober 2020. (Dok/Markus Makur)

    Kemudian Pater Avent terus merefleksi dan merenungkan dalam diri serta serius turun ke tengah-tengah masyarakat untuk advokasi, sosialisasi, beri perhatian. Beri makan nasi bungkus di jalan-jalan di Kota Ende dan mempublikasikan di media massa.

    Kemudian Pater membentuk kelompok sukarelawan yang dinamakan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Februari 2016.

    Relawan KKI setia melayani, mengunjungi, mendata dan memberikan makanan seadanya. Terinspirasi oleh gerakan kemanusiaan Pater Avent, 6 orang di Manggarai Timur bertemu Pater di Rumah Makan Ayu di pinggir jalan Trans Flores di Kota Borong, Juli 2017. Sesudah makan bersama, kami sama-sama berkunjung ke rumah satu warga yang dipasung di sekitar Kota Borong. Kemudian, Pater melanjutkan perjalanan ke Ende. Sementara kami kembali dengan aktivitas harian dan secara sporadis melakukan kunjungan, mendata dan merawat. Saat itu kami tak dibekali oleh ilmu tentang apa itu sakit gangguan jiwa. Semangat saat itu adalah peduli bagi mereka yang disisihkan. Dipinggirkan. Dilupakan. Disingkirkan bertahun-tahun.

    Tahun 2020, semakin gencar menangani penderita gangguan jiwa, walaupun di tengah pandemi Covid19, relawan KKI terus melakukan kunjungan sosial, aksi sosial.

    Aksi kemanusiaan dengan mengajak berbagai pihak. Kepala Desa juga diajak untuk terlibat mendampingi, mengunjungi, memberikan perhatian. Bantuan sosial.

    Kepala Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Yohanes Tobis merupakan yang pertama dalam pendampingan bersama relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) bagi rakyatnya yang menderita gangguan jiwa, baik di pasung maupun yang tinggal di dalam pondok-pondok saja.

    Kepala Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, NTT, Yohanes Tobis (baju hitam bertopi) mendampingi Pater Avent Saur, SVD mengunjungi penderita ODGJ yang pulih di Kampung Nunur, Oktober 2020. (Dok/Markus Makur)

    Pemerintah Desa Mbengan mengunjungi warganya yang sedang sakit gangguan jiwa. Memberikan bantuan sosial bagi penderitanya.

    Terpisah Kepala Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Orison Songgo sangat aktif dan peduli dengan warganya yang menderita gangguan jiwa yang sedang di pasung maupun yang tinggal di pondok-pondok di kebun.

    Beberapa kali relawan KKI mengunjungi. Menyapa. Membawa bantuan Kasih di desanya, Kepala Desa mendampingi relawan KKI. Sungguh luar biasa.

    Bulan Desember 2020 ditengah pandemi Covid19, Kepala Desa mendampingi Ketua DPRD Manggarai Timur, Heremias Dupa, Pastor rekan Paroki Santo Antonius Padua Mbeling, Pater Frumens Andi, SMM, relawan KKI dan wartawan, perawat dari Puskesmas Lebi Balus Permai membawa bantuan gitar bagi seorang penderita gangguan jiwa yang tinggal di pondok di pinggir sawahnya.

    Mengunjungi beberapa penderita di desanya untuk membawa bantuan kemanusiaan di tengah pandemi Covid19 berupa beras dan makanan ringan.

    Oktober 2020, Kepala Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Paulus Darman, mendampingi Ketua KKI, Pater Aventinus Saur, SVD bersama relawan KKI Manggarai Timur mengunjungi warga di desanya yang menderita gangguan jiwa dipasung.

    Saat  kunjungan itu sudah tengah malam karena Pater Avent keliling dari Rego, Kabupaten Manggarai Barat.

    Menempuh Jarak 500 KM Ende-Pelosok Manggarai Barat

    Ceritanya begini sampai mengunjungi penderita gangguan jiwa di pelosok Manggarai Barat. Pater Avent mendapatkan informasi dari Pater Alex Jebadu, SVD, Dosen STFK Ledalero bahwa ada beberapa penderita gangguan jiwa di Kampung Rego, Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

    Kemudian Pater mengagendakan kunjung Oktober 2020. Saya ikut mendampingi Pater Avent.

    Saat itu Pater berangkat dari Ende, Ibukota Kabupaten Ende, singgah di rumah di Kompleks Mabako, Waelengga. Selanjutnya menempuh perjalanan ke arah Barat. Ende-Waelengga-Ruteng, Lembor-Pacar-Rego. Kurang lebih 9 hari mengelilingi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur

    Kurang lebih jarak yang ditempuh dari Ende ke Desa Rego pergi pulang 500 kilometer. Sebelum Pater Avent balik ke Ende, dia diundang seorang relawan KKI Manggarai Timur di kampung Taga, Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba Utara.

    Saat itu Pater Avent dan beberapa relawan berangkat dari Kampung Weto, Orong, Kecamatan Welak. Bermalam di kampung Urang, lalu keesokan hari berangkat menuju ke bagian timur dengan rute, Urang-Ketang-Cancar-Ruteng-Bealaing-Mukun dan tiba pukul 22.00 Wita. Selanjutnya mengunjungi penderita gangguan jiwa yang di pasung di Desa Golo Meni. Makan malam di rumah kepala Desa. Selanjutnya kami tidur di rumah keluarganya Pater di Manus. Keesokan harinya mengunjungi penderita gangguan di Kampung Rana Mbeling dan melanjutkan perjalanan ke Kampung Taga.

    Saat pulang dari Kampung Taga, Pater mengunjungi penderita di Desa Golo Tolang, Desa Mbengan, Desa Rana Kolong hingga kembali ke Ende.

    Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara bersama Petugas Medis Peduli ODGJ

    Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur melakukan kunjungan rumah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah itu. Kunjungan itu dilakukan setiap 10 hari. Ini bagian dari kepedulian untuk menangani warganya yang derita gangguan jiwa.

    Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman mengatakan, saat mengunjungi rumah ODGJ, pihaknya menggandeng petugas medis pengelola program kesehatan jiwa dari Puskesmas di wilayah kecamatan tersebut.

    “Selain kegiatan bimbingan konseling pada keluarga ODGJ, pihak Kecamatan Lamba Leda Utara dan pengelola ODGJ juga melakukan perawatan untuk memelihara kesehatan fisik dan psikis ODGJ. Kami juga memandikan dan mengganti pakaian ODGJ, seperti yang kami lakukan hari ini, saat melayani salah satu ODGJ di Kampung Ronting,” tutur Supratman kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

    Seorang perawat Puskesmas Lebi Balus Permai, Desa Ngampang Mas, Kec. Borong sedang tensi pasien di depan pondoknya di pinggiran sawahnya, Desember 2020. (Dok/Markus Makur

    Menurutnya, kegiatan perawatan kesehatan fisik dan psikis hanya dilakukan bagi ODGJ kategori halusinasi. Sedangkan untuk pasien skizofrenia belum dilakukan.

    Ia menuturkan, sesuai data sementara, ada 57 ODGJ di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara yang tersebar di beberapa desa seperti Desa Satar Padut 14 orang, Desa  Satar Kampas 9 orang, Desa  Satar Punda 8 orang dan Desa Satar Punda Barat 5 orang.

    Kemudian, Desa Nampar Tabang 4 orang, Desa Golo Munga Barat 4 orang, Desa Golo Mangung 10 orang, Desa Golo Wontong 1 orang, dan  Desa Haju Wangi 2 orang.

    Dari sejumlah ODGJ tersebut, kata Supratman, hanya satu orang yang dipasung di Kampung Wae Rambung, Desa Golo Munga Barat. Pasien itu dipasung karena sering melakukan tindakan kekerasan bagi warga lain menggunakan benda tajam.

    “Yang paling rutin kami kunjungi  selama ini di pusat kecamatan yaitu di Dampek, Desa Satar Padut. Untuk di desa-desa lain, kami belum terlibat, tetapi teman-teman dari Puskesmas rutin kunjung,” ujarnya.

    “Sejauh ini, kami bersama pengelola ODGJ di setiap Puskesmas di Lamba Leda Utara terus berupaya melakukan pendekatan kemanusiaan untuk memuluskan rencana perawatan dan penyaluran obat-obatan khusus bagi ODGJ, sebab sebagian besar pasien tidak mau dikunjungi serta tidak terima  dikunjungi, apalagi diberi obat,” tambahnya.

    Menurut Supratman, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara bersama seluruh pemerintah desa di kecamatan itu akan terus mendata ODGJ yang belum terdata agar mendapat perhatian dari berbagai pihak serta mendapat bantuan pengobatan.

    “Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara mengimbau seluruh masyarakat Lamba Leda Utara untuk bersikap ramah dengan ODGJ dan meminta semua pemangku kebijakan lokal untuk bijak dalam bersikap agar sebisa mungkin kebijakan yang diambil sarat keberpihakan kepada ODGJ,” pungkasnya.

    Data yang dikumpulkan relawan KKI Manggarai Timur bahwa Pemerintah tingkat kecamatan, yakni Kecamatan Lamba Leda Utara yang pertama kali bersinergi dengan pihak Puskesmas setempat dengan melakukan kunjungan rutin untuk mendata dan menggali penyebab warga menderita disabilitas mental. Kiranya inisiatif dan kepedulian dari Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara menginspirasi 11 Kecamatan lainnya di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

    **********

    *Penulis adalah Wartawan dan koordinator relawan Kelompok Kasih Insanis Kabupaten Manggarai Timur

  • Pemilik Catering Reo Indah: “Saya Bangga dipercayakan Melayani Jamuan untuk Presiden RI bersama Rombongan.”

    Maumere Berandanegeri.com – PEMILIK Catering Reo Indah Siska Tarsi merasa bangga dipercayakan oleh Paspampres melalui Pemkab Sikka menyediakan jamuan makan untuk presiden RI Jokowidodo bersama rombongan.

    ”Saya sangat bangga sekali ketika Paspampres melalui Pemkab Sikka mempercayakan Catering Reo Indah untuk menyiapkan menu makan untuk Bapak Presiden dan rombongan,”ungkap Siska Tarsi disela-sela melayani jamuan makan untuk rombongan presiden RI di bandara Frans Seda Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT,Jumad (9/4).

    Dua kali Presiden Joko Widodo menyambangi Bandara Frans Seda Maumere. Pertama saat kunjungan ketika meresmikan Bendungan Napun Gete di Kecamatan Waiblama pada 23 Februari 2021 lalu, dan kedua saat meninjau korban bencana badai Seroja di Lembata dan Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada 9 April 2021.

    Dalam dua kali kunjungan presiden RI kata Siska Tarsi bangga karena Paspamres melalui Pemkab Sikka mempercayakan Catering Reo Indah untuk menyediakan jamuan makan. Ini satu kepercayaan yang luar biasa bagi dirinya dan harus diterima dan dijalani dengan penuh tanggung jawab.

    Pemilik Catering Reo Indah, Siska Tarsi sedang melayani tamu

    Dikisahkannya sebenarnya mending melayani seribu atau dua ribu orang daripada melayani Presiden dan rombongan presiden karena tingkat kecemasannya sangat tinggi apalagi berhadapan dengan Paspampres makan harus begini begitu kita diburuh waktu. “Tapi sebenarnya yang kita cari itu bukan uang. Saya melayani Presiden RI dan rombongan itu hal yang luar biasa,” ungkap Siska Tarsi.

    Siska Tarsi mengaku saat kunjungan Presiden Perdana pada 23 Februari 2021 lalu, ia dan kru Catering Reo Indah sempat stress karena banyak aturan dari Paspmapres dan Rumah Tangga Kepresidenan di mana saat itu sempat dua jenis makanan ditolak.

    Pemeriksaan sangat ketat. Pemeriksaan diawasi oleh Paspampres bagian food. Pada kunjungan pertama, ada 2 jenis makanan ditolak. Dua Menu makanan yang ditolak yaitu Ubi rebus dan Lepah. Ini bukan soal menu yang salah tetapi masalah kadar air. Karena kadar air di sini berbeda. Sehingga ada unsur-unsur yang tidak bisa dikonsumsi oleh Presiden dan Rombongan Presiden.

    “Puji Tuhan, saat kunjungan kedua pada 9 April 2021, semua makanan yang kami siapkan lolos semuanya. Dan semua dilaksanakan dengan enjoy karena sudah ada pengalaman sebelumnya” kata Siska bangga.

    Siska Tarsi mengakui bahwa ia dan kru Catering Reo Indah: Ida Yonas (koki), Nining Arnold (dekorasi ruangan), Mariana Tanjung (Pramusaji), dan kru Catering Reo Indah: Rosalia, Maria Pudensia, Petrada Onansia Farida, Maria Patrisia, dan Yustina Daiman selalu bekerja secara profesional dan dengan tulus hati.

    “Semua kru Catering Reo Indah bekerja secara profesional, dan bekerja dengan hati sehingga hasilnya juga sangat memuaskan. Catering Reo Indah memberikan yang terbaik untuk ribuan orang rombongan Presiden,” kata Siska, Ibunda dari Abagael Arnold ini.

    Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Maumere yang membawahi Flores-Lembata dan Alor, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga, P., M.Tr. Hanla, M.M, CTMP yang turut menikmati olahan makanan yang dihasilkan Catering Reo Indah saat kunjungan Presiden di Bandara Frans Seda, Jumat (9/4) mengaku menu yang disiapkan Kru Catering Reo Indah sangat spesial dan memenuhi semua standar kesehatan.

    Danianal Maumere sedang menikmati menu makanan

    “Menu yang disiapkan Catering Reo Indah ini sangat spesial. Saya sangat menyukainya,” kata Danlanal Kolonel Laut (P) Dwi Yoga.

    Pengakuan serupa disampaien sejumlah Paspampres dan rombongan Presiden Jokowi lainnya. “Menu yang disiapkan sangat spesial dan semua lolos dari sisi kesehatan,” kata salah seorang Paspampres bidang food.

    Siska mengaku selama usaha cateringnya, ia sering memasak menu sesuai dengan selera pemesan, dan hasil olahannya sangat disukai konsumen, khususnya olahan bakso dengan siomay ikan, dan ikan lada hitam, dan menu favorit konsumen lainnya. Selain usaha catering ia juga menyewakan sarung kursi dan perkakas dapur lainnya. Harga disesuaikan.

    Sekilas tentang Catering Reo Indah

    Catering Reo Indah milik Siska Tarsi beralamatdi Jalan Dua Toru No. 2 Maumere, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT.

    Siska Tarsi sendiri adalah anak ke-5 dari 10 bersaudara pasangan Mantan Kapolsek Reok-Manggarai Portasius Tarsisius asal Bola dan Mama Veronika Nanut asal Manggarai dirintisnya sejak 15 tahun lalu.

    Siska yang merupakan Sarjana Keuangan Perbankan Universitas Merdeka Malang mengawali usahanya dengan jualan kue di mana awalnya oven untuk usaha kue dibelinya dengan cara kredit ditetangga seharga Rp 35ribu.

    Setelah beberapa tahun usaha kue, saya kemudian membuka Catering dan diberi nama Catering Reo Indah. Nama Reo karena saya berasal dari Reo. Sementara suami saya berasal dari Nelle, Kabupaten Sikka,” kata Siska. (Atic)

  • Korban Badai Siklon: Suara dari Wailolong

    Oleh Karolus Tiko

    DESA Wailolong, sebuah desa di utara Lembata, yang terletak di jalur utama Lewoleba – Kedang (Kecamatan Omesuri dan Buyasuri). Menurut pengakuan Rahman Rasyid Paokuma, warga desa Wailolong, banjir dari arah hulu sungai menyapu sebagian besar desa pada Minggu, (4/4/2021) dinihari. Warga sudah mengungsi ke tempat aman 1 jam sebelum banjir datang. Meskipun tidak ada korban jiwa manusia, tetapi banjir menghancurkan desa, menghanyutkan ternak, pangan yang baru selesai dipanen, dan kebun/lahan pertanian.

    Satu Minggu setelah kejadian, bantuan ke Wailolong masih sangat minim. Keadaan Wailolong juga luput dari hiruk-pikuk pemberitaan media lokal maupun nasional.

    Desa Wailolong yang selama ini di pandang paling manis dan indah ketika mmemasuki wilayah Kedang, di mana ada hiasan tumbuhan kelapa dan pisang yang berjejer di pinggir jalan. Tapi sekarang semuanya sudah berubah  menjadi gelap, kotor dan  kumuh Karena banjir.

    Wailolong yang merupakan sumber air minum, sekarang sumber  air minumnya di penuhi lumpur.

    Foto-foto dan Narasi oleh Karolus Tiko, Warga Desa Wailolong, Kabupaten Lembata.

    Bila Bapak/Ibu/Saudara/Saudari tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudari kita yang terkena bencana banjir di Wailolong bisa menghubungi : JPIC OFM

  • Perundingan Tapal Batas Kabupaten Nabire dan Dogiyai Buntuh

    Moanemani – BUPATI Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa mengemukakan, perundingan tapal batas antara Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Nabire, Papua mengalami jalan buntuh alias deadlock. Perundingan yang melibatkan sejumlah pihak baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua tersebut dilakukan secara langsung maupun virtual melalui zoom meeting itu berlangsung di ruang rapat Hotel Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Selasa (6/4 2021) lalu.

    “Selaku Bupati Dogiyai saya menolak tapal batas antara Kabupaten Dogiyai dan Nabire. Oleh karena belum ada kata sepakat, kampung-kampung di wilayah Degeuwo seperti kampung Ugida, Tibai, Mabou, dan Epomani masih dalam sengketa antara Nabire dan Dogiyai. Meski, secara de jure dan de facto Degeuwo berada dalam wilayah Nabire,” ujar Bupati Yakobus dalam keterangan yang diterima dari Moanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Sabtu (10/4 2021).

    Perundingan tapal batas antara Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Nabire yang berlangsung di hotel Novotel Mangga Dua Square Jakarta, jelas Yakobus, dihadiri juga pihak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua. Para pihak itu antara lain Tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Nabire, Tim PBD Dogiyai, Pemerintah Provinsi Papua, Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat, Badan Informasi Geospasial (BIG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), dan Direkotrat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

    Menurut mantan anggota Majelis Rakyat Papua ini, pertemuan antara pihak Pemerintah Dogiyai dan Nabire mengalami jalan buntuh terkait tapal batas Dogiyai dan Nabire di wilayah Degeuwo. “Saya menolak tapal batas Dogiyai dan Nabire di wilayah Degeuwo. Saya langsung memerintahkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Dogiyai, Pak Lukas Wakei untuk tidak menandatangani berita acara penegasan tapal batas. Perlu dilakukan perundingan ulang kedua belah pihak di waktu mendatang,” kata Yakobus.

    Oleh karena belum menemui kata sepakat terkait tapal batas dua kabupaten “kakak-beradik”, jelas Yakobus, ada sejumlah langkah yang ditempuh bersama. Pertama, tapal batas wilayah pemerintahan antara Dogiyai dan Nabire terdahulu, dinyatakan masih tetap berlaku. Kedua, Pemerintah Provinsi Papua diminta pihak Kemendagri memfasilitasi penyelesaian penegasan tapal batas wilayah Dogiyai dan Nabire. Ketiga, hasil penyelesaian penegasan tapal batas dua belah pihak yang sudah disepakati agar dilaporkan kepada Kemendagri.

    Pada bagian lain, menurut Yakobus, alasan penolakan penegasan tapal batas sesuai aspirasi masyarakat sejumlah desa/kampung di wilayah Degeuwo. Masyarakat di wilayah ini seperti kampung Ugida, Tibai, Mabou, dan Epomani menghendaki keluar dari Nabire dan bergabung di Dogiyai. “Kampung-kampung ini sangat jauh dari Nabire dan kesulitan dalam aspek pelayanan pemerintahan dan pembangunan. Sedang jarak ke Dogiyai lebih dekat. Dari aspek kekerabatan sosial dan wilayah adat, Degeuwo masuk wilayah Dogiyai. Masyarakat wilayah ini merupakan bagian tak terpisahkan satu sama lain,” kata Yakobus.

    *******************

  • Warga Bolawolon Desa Tanaduen Digegerkan dengan Penemuan Telur Berwarna-warni

    Maumere berandanegeri.com – WARGA Bolawolon RT 17/RW 006 Desa Tanaduen Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka digegerkan dengan penemuan telur berwarna warni dibawah pohon asam yang biasa dijadikan sebagai tempat ritual adat untuk meminta air hujan jika terjadi kemarau panjang.

    Telur berwarna warni ini pertama kali ditemukan oleh Renol (16) cucu dari bapak Dominikus Dion (65) warga Bolawolon.

    Dominikus Dion menuturkan ketika dirinya bangun pagi dihari Selasa tanggal 6 April 2021 sekitar pukul 07.00 WITA cucunya  menemukan satu butir telur berwarna merah bercampur ungu.

     “Saya bangun pagi dan cucu saya melihat ada satu butir telur berwarna merah keunguan dan memanggil saya untuk melihat telur itu. Saya kemudian ambil telur tersebut dan menutupnya dengan  tempurung,”ucapnya.

    Hari Rabu(7/4) pagi telur itu masih ada  dan tidak ada penambahan.Hari Kamis(8/4) muncul lagi 3 butir telur berwarna warni juga.Warna ungu, merah dan hijau.Telur itu berada terpisah-pisah. Setelah itu dirinya memindahkan keempat butir telur dalam satu tempat yang tidak jauh dari pohon asam.

    Setelah itu dirinya melakukan sesajen dan meminta kepada leluhur bahwa jika memang  arwah leluhur menyayanginya maka kasi tambah 3 butir dengan maksud supaya genap 7 butir.Namun keesokannya muncul 4 butir lagi.

     “Telurnya berada terpisah-pisah jadi saya ambil dan saya amankan dalam satu tempat. Dan saya juga buat sesajen meminta kepada arwah leluhur untuk menambahkan saya 3 butir supaya genap  7 butir. Namun muncul 4 butir,”ungkapnya.

    Hari Jumad (9/4) muncul lagi 4 butir telur berwarna merah. Keempat butir telur tersebut berada terpisah-pisah akhirnya dirinya mengambil telur tersebut dan disatukan bersama keempat telur sebelumnya. Namun salah satu dari keempat butir telur itu pecah. Jadi total telur yang ada sebanyak 7 butir.

     Dominikus Dion sebagai warga dusun Bolawolon merasa aneh karena selama hidupnya baru sekali terjadi.

     “Saya merasa aneh dengan kejadian ini. Saya tiap hari tidur dipondok samping pohon asam ini. Tidur malam pun saya tidak dapat petunjuk apapun,”ungkapnya. (ATIC)

  • BEM FIKES Universitas Nusa Nipa Indonesia Salurkan Bantuan Bencana Alam

    Maumere Berandanegeri.com – Jumad, 9 April 2020 bertempat di halaman Kantor Bupati Sikka, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa Indonesia menyalurkan bantuan kepada korban bencana badai Seroja di Semparong Kabupaten Sikka,Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

    Bantuan ini disalurkan melalu Pemerintah kabupaten Kabupaten Sikka,Jumad(9/4) betempat dihalaman kantor Bupati Sikka.
    Bantuan tersebut diterima langsung oleh kabag Kesra Very Awales.

    Kabag kesra Very Awales menyampaikan terimakasih kepada Badan Eksekutif Mahasiswa FIKES Universitas Nusa Nipa Indonesia yang telah memberikan Kontribusi nyata kiranya dapat meringankan beban bagi masyarakat yang tertimpa bencana alam.

    Bantuan berupa Bahan Sembako dan Pakaian

    Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Ns. Agustina Sisilia Wati Dua wida, M.Kep menyampaikan bantuan ini berawal dari aksi penggalangan dana yang dilakukan selama beberapa hari terakhir yang memperlihatkan eksistensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa Indonesia dalam menjalankan salah satu Tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan peduli terhadap problem-problem kemanusiaan.

    Harapannya bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh BEM Fikes dapat bermanfaaf bagi para korban bencana di Semparong, kabuten Sikka ,Flotim dan Lembata.

    Sementara Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Alumni dan kerja sama, Pembronia Nona Fembi, S.Kep., Ns., M.Kep dalam kesempatan tersebut berharap hasil dari aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh BEM FIKES bukan hanya bernilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap wilayah terdampak bencana alam , melainkan aksi ini pun merupakan sebagai bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk selalu responsif terhadap problem sosial kesehatan yang terjadi di masyarakat.
    .
    Ketua BEM Fikes Nusa Nipa Oktaviani Jenli sulastri dlm kesempatan itu menyampaikan
    Saya mewakili pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa Maumere telah melakukan aksi penggalangan dana selama kurang lebih 4 hari untuk sesama saudara saudari yang tertimpa bencana alam badai seroja di semparong,Lembata dan Adonara.

    “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat kabupaten Sikka yang telah memberikan sumbangan baik dalam bentuk uang maupun dalam bentuk sembako/barang,”ungkapnya.

    Dan tidak lupa juga kmi ucapkan terima kasih kepada bapak ibu dosen fakultas ilmu-ilmu kesehatan yang sudah membimbing kami, ucapan terima kasih juga untuk orang tua kami yang telah mensuport kami agar kami selalu semangat dalam melakukan aksi kemanusiaan ini

    Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan, Wakil Dekan, Para Dosen, Ketua Bem, Perwakilan pengurus BEM Fikes serta HUMAS UNIPA Indonesia. (ATIC).