Author: Redaksi

  • Anak Cahaya – Putra Fajar dan Azimat Putih Pemuda Ringkih

    Anak Cahaya – Putra Fajar dan Azimat Putih Pemuda Ringkih

    Anak Cahaya-Putra Fajar (untuk HUT 60 Jokowi)

    Puisi Simply da Flores*

    Mata mentari menembus rimbunan jati agar bisa membelai ubun pemuda ringkih yang telanjang dada sedang membelah kayu bakar

    Derap cahaya berlari antar telapak anak sahaja berkelana melintas pulau Nusantara mengais rejeki melukis nasib

    Seberkas cahaya sakti
    Menggendong anak desa duduki tahta demi tahta dengan amanah semesta
    “Kerja kerja kerja” sebagai abdi negara mengemban amanat penderitaan rakyat
    Bukan untuk kuasa, harta dan gengsi
    Tetapi,
    hanya untuk mengabdi bangsa dan melayani generasi pewaris negeri

    Mata bangsa dunia menatap kagum melihat cahaya terpancar dari wajah dan dada pemuda sahaja
    Meski sebagian anak bangsa menutup wajah sambil memfitnah dengan hujatan dan caci maki ganti terimakasih

    Bekas tapak tangannya bersinar dan langkah kakinya bercahaya di segenap pelosok negeri dalam kerja kerja dan kerja sedikit kata bicara
    tersunging senyum ramah menyapa semua tanpa bedakan kawan dan lawan
    Karena semuanya sesama saudara, sebangsa dan setanah air di alam semesta milik Pencipta

    Fajar pagi memandikan raga pemuda sahaja
    Cahaya mentari menyelemuti jiwa raganya menerjang kegelapan malam
    Dia Putra Fajar
    untuk sesama saudara semesta
    Dia Anak Cahaya untuk bangsa dan negara Indonesia

    Selamat HUT 60
    Ir. Joko Widodo
    Presiden Indonesia

    —————————————————————————————–


    Azimat Putih Pemuda Ringkih

    Putih bajumu berkilau
    Terangi tapakmu masuk got berbau
    Sinari langkahmu masuk keluar kampung kumuh
    Hiasi senyummu menyambut wajah geram lawan politik dengan hujan fitnah caci maki iri dengki

    Putih nurani jiwamu
    Bersimpuh di sajadah tunaikan ibadah
    Menyantap celurit dan palu arit cap PKI, yang ditempel ke wajahmu serta gelar Aseng dan salawi pada dadamu

    Putih nalar dan rasamu diam membisu
    Ketika ragamu digantung diatas salib gantikan tubuh Isa sembahan penganut Nasrani
    Lalu dijadikan ejekan di dunia Maya agar harkat martabat mu tercemar terhina

    Kuyakin,
    Mereka tidak tahu apa yang dilakukan dengan fitnah di dunia maya secara gila
    Semoga diampuni dan diberkahi dengan keagungan cinta Isa Putra Maryam

    Kupercaya
    Isa tersenyum dan merangkul kesahajaan jiwa ragamu
    Memeluk ketulusan karya bhaktimu
    Lalu hadiahkan mahkota CintaNya:
    Bagi dirimu dan keluarga
    Bagi bangsa dan negara Indonesia

    Bapak Joko Widodo
    Pada ulang tahun 60
    Kudoakan untukmu
    Semoga Yang Kuasa berikan baju putih bercahaya bagimu
    Semoga Isa Al-Masih sematkan mahkota putih di kepalamu
    Agar engkau jadikan bangsa ini sejahtera
    NKRI mercusuar dunia dengan Pancasila

    ——————————————————————————–
    *Simply da Flores
    Direktur YA-HARMONI
    Yayasan Global Harmoni Inisiatif

  • SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere Raih Juara I Lomba Pepustakaan Terbaik Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021

    Maumere Berandanegeri.com – SMA Swasta Katolik Bhaktyarsa Maumere berhasil meraih juara I Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi NTT 2021. Pengumuman tersebut disampaikan melalui SK Penentapan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur No: Arpus.041/43/202, (16/07/2021). Kegiatan lomba diikuti oleh perwakilan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA, MA, dan SMK) masing-masing Kabupaten se-Provinsi NTT.

    Kepala SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere, Sr. Marcelina Lidi, SSpS, S.Fil, Lic, menuturkan, kegiatan perlombaan ini diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT dan penilaian diambil oleh para Tim Juri yang turun ke sekolah-sekolah.

    “Hari ini kami keluarga besar SMA Swasta Katolik Bhaktyarsa Maumere mendapat kabar gembira bahwa sekolah kami meraih Juara I Lomba Perpustakaan Terbaik tingkat Provinsi NTT yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT. Penilaian yang diambil ini sangat obyektif karena dalam perlombaan, para Juri turun secara langsung ke sekolah-sekolah untuk membuat penilaian secara langsung”, Tutur Sr. Marcelina kepada berandanegeri.com, Kamis, (17/06/2021).

    Ia pun merasa bersyukur atas pencapaian sekolahnya dan merasa bangga dan bahagia atas prestasi yang dialami oleh SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere. Harapannya, semoga warga sekolah semakin termotivasi dalam literasi terutama dalam hal membaca dan dengan semangat literasi ini, banyak anak-anak  semakin tertarik untuk masuk SMAS Bhaktyarsa Maumere.

    “Sebagai Kepala Sekolah, pertama-tama, saya bersyukur kepada Tuhan atas prestasi yang kami peroleh dan tentunya merasa bangga dan bahagia. Semoga dengan prestasi ini membuat kami warga sekolah untuk semakin termotivasi dalam literasi dan juga agar kami(para guru dan siswa) semakin rajin membaca. Dengan semangat literasi ini juga, kami berharap banyak anak-anak semakin tertarik untuk masuk Bhaktyarsa ”, Tambah Alumni Licenciat Angelicum Roma tersebut.

    Sementara itu, Udo Sura, Kepala Perpustakaan SMAS Bhaktyarsa Maumere juga turut merasa puas dengan pencapaian yang dialami sekolah. Terkait kinerjanya, ia berharap akan terus bekerja maksimal dalam mengelola perpustakaan tersebut.

    “Saya pun merasa puas dengan prestasi yang diraih oleh sekolah dan hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus bekerja maksimal dalam mengelola perpustakaan kami” ungkapnya.

    Selanjutnya, dalam SK Penetapan, SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere sebagai Juara I akan menerima hadiah berupa Tabanas, Piala dan Piagam Penghargaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 14 Juli 2021 mendatang dan selanjutnya akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengikuti perlombaan Tingkat Nasional.  (Riky Hayon)

  • 17 Korban Eksploitasi Anak pada THM diamankan di Kantor Truk Maumere

    Maumere Berandanegeri.com – Sebanyak 17 anak dibawah umur  yang diduga  korban eksploitasi anak yang terjaring dalam operasi Tim Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Reknata) Ditreskrimun Polda NTT yang dipimpin oleh AKP Riky Daku, S.H.  pada Senin 14 Juni 2021 malam kini sudah diamankan dikantor Truk Maumere, Kabupaten Sikka, NTT pada Selasa 15 Juni 2021.

     17 Korban eksploitasi anak ini berasal dari Jawa Barat yang bekerja pada empat pub atau Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di kota Maumere.

    Ketua Tim Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTT yang dipimpin AKP Riky Daly, S.H.  didampingi Koordinator TRUK Maumere, Suster Eustochia, SSpS dan Kadis DPPKBP3A Kabupaten Sikka dr. Maria B.S. Nenu kepada media ini di Kantor TRUK Maumere, Rabu (16/6/2021) menjelaskan tim yang bertugas mengamankan 17 anak di bawah umur itu masing-masing 8 orang dari Bintang Pub, 5 orang dari Sasari Pub, 3 orang dari 999 Pub, dan seorang dari Libra Pub.

    “Jumlah anak di bawah umur yang kami amankan di TRUK Maumere ada 17 orang, ”kata AKP Riky Daly.

    Dari 17 korban ini Kata AKP Riky Daly ,dua anak merupakan kelahiran Cianjur, namun memiliki alamat tinggal di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka yakni  AW  (16,6 tahun)  dan SW (14,7 tahun).

    Koordinator TRUK Maumere Suster Eustochia, SSpS didampingi  staf TRUK Maumere: Sr. Fransiska Imakulata, SSpS; Suster Francesko Yangkora, SSpS; dan Celo Gunadi kepada media ini menyatakan siap menampung 17 anak di bawah umur yang diduga menjadi korban eksploitasi anak di 4 Pub untuk ditampung sementara di TRUK Maumere.

    “Kami siap menampung para korban, dan siap melayani mereka dengan sepenuh hati selama berada di Shelter Santa Monika TRUK Maumere,” kata Suster Eustochia, SSpS.

    Siap Layani dengan Ikhlas Hati

    Koordinator Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK) Maumere Suster Eustochia, SSpS pada kesempatan ini juga menyatakan ketekadan lembaga yang dipimpinnya itu untuk melayani siapa saja, termasuk 17 pekerja pub yang diduga korban eksploitasi anak di bawah umur yang diamankan  Polda NTT di Kantor TRUK Maumere.

    “Kami selalu melayani siapa saja yang menjadi korban akibat eksploitasi anak di bawah umur, termasuk 17 pekerja pub yang terjaring dalam operasi Tim Polda NTT yang saat ini sedang titipkan di TRUK Maumere. Kami selalu melayani mereka dengan tulus hati,” kata Suster Eustochia.

    Suster Eustochia, SSpS mengaku ia sudah bertemu dengan 17 korban eksploitasi anak di bawah umur dan telah memberikan motivasi kepada mereka terkait keamanan mereka selama berada di TRUK Maumere, upaya perlindungan terhadap mereka dan tekad TRUK Maumere untuk siap memenuhi kebutuhan mereka selama dititip sementara di TRUK Maumere.

    “Saya sampaikan kepada mereka, kalau butuh sesuatu harus disampaikan kepada TRUK Maumere. Kami siap melayani dan memenuhi apa yang dibutuhkan sebisa kami,” kata Suster Eustochia. (Athick)

  • “Gemu Fa Mi Re” Tarian yang Menjadikan Maumere Tuan Rumah Ajang Pemilihan Putra Putri Penari Terbaik Indonesia Tahun 2021

    Maumere Berandanegeri.com – Lagu Gemu Fa Mi Re yang bearsal dari Maumere NTT yang sangat tersohor di seluruh Indonesia bahkan terkenal di dunia ini menjadikan Maumere dipilih menjadi tuan rumah dalam ajang Kontest Tari Indonesia tahun 2021.

    Kontest Tari ini diikuti sebanyak 52 peserta Putra – Putri utusan dari tiap tiap Provinsi di seluruh Indonesia. Berlangsung selama 3 hari yakni sejak tanggal 11 hingga 13 Juni 2021, dengan mengusung tema “The Secret Culture of Indonesia”.

    Terpilihnya Maumere sebagai tuan rumah juga telah melalui rapat koordinasi dari pihak penyelenggara bersama dengan Pemprov NTT, dan juga atas permintaan ibu Julie Laiskodat sehingga disepakati Kegiatan ini bertempat di Maumere.

    Hal ini disampaikan oleh Zam Ibraz selaku Founder Ikatan Penari Putra Putri Indonesia dalam sambutannya pada acara penyematan selendang kepada para peserta tari di Capa Hotel, Jumat (11/06/2021).

    “Persiapan acara panitia memutuskan Kabupaten Sikka Maumere untuk menjadi tuan rumah karena banyak sekali alasan yang membuat kami percaya bahwa jika Kabupaten Sikka cocok untuk pelaksanaan Pemilihan putra putri tari Indonesia, “ujar Ibraz.

    Salah satu   ketertarikan putra-putri tari Indonesia terhadap goyang Maumere adalah  lagu Gemu Fa Mi Re yang tentu kalau di Nusa Tenggara Timur lagu dan goyang Maumere itu menjadi salah satu ikon dan juga tarian yang dikenal oleh para penari  di Indonesia bahkan internasional.

    Tahun ini  kata Ibraz sebanyak 52 finalis yang berasal dari provinsi yang berbeda-beda mengikuti Kontest Tari Indonesia yang bertempat di Maumere, Kabupaten Sikka provinsi NTT.

    Untuk provinsi NTT mengirimkan dua pasang finalis yakni Finalis Putra Putri Tari NTT 1 dan NTT 2, ini merupakan kebijakan kami dalam menghargai NTT sebagai tuan rumah pada ajang Putra Putri Tari Indonesia tahun 2021.

     Kontest pemilihan Putra – Putri Tari Indonesia merupakan ajang pencarian dan pembinaan bakat kepada para penari muda Indonesia.

    Dalam ajang ini pihaknya mencari penari yang bukan hanya bisa menari tapi penari yang keluar dari zona nyaman, menguasai kemampuan lain seperti sebagai seorang speaker, tata rias, dekorasi, merancang busana dan karya karya lain untuk menunjang dirinya sebagai seorang Putra Putri Tari Indonesia.

    Kami juga ngin mengarahkan putra-putri tari Indonesia menjadi seorang marketing kami juga mau ia bukan cuma menari tapi nantinya bisa berbisnis

    Menurut Ibraz, berbicara tentang  marketing pasti sangat penting penampilan bagaimana mereka bisa punya impact untuk lingkungan sekitar minimal dari desa atau kabupaten yang ada di daerahnya dia punya sebuah gagasan atau hasil yang ditawarkan ke panitia  bahwa di ajang putra-putri tari Indonesia nanti dia bisa melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar bergerak di atas pentas.

    Di akhir sambutannya, Zam Ibraz mengucapkan selamat datang kepada semua finalis seraya berpesan kepada finalis untuk  mengikuti aturan panitia.

    “Selamat berkompetisi dan selamat menjalankan tugas menjalankan tugas  visi misi penari, menginspirasi, kemudian jangan lewatkan setiap momen untuk menyapa berbicara karena akulturasi budaya nya terjadi  di setiap saat bahkan saat ini kalian disebelah  di kanan-kiri  punya saudara dari provinsi yang berbeda-beda inspirasi budaya, “tandasnya. (Athick)

  • Dukung Penuh Pemberdayaan UKM di Kupang dan Indonesia Timur, JNE Gelar Webinar

    Kupang Berandanegeri.com – COVID-19 telah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Dari perusahaan besar hingga Usaha Kecil Menengah (UKM) pun turut merasakan keterpurukan di masa pandemi ini. Sektor UKM menjadi prioritas yang harus diselamatkan dan diberi dukungan penuh untuk terus berkembang dalam menghadapi masa transisi yang mulai beralih dari penjualan offline ke online.

    Mendukung sektor UKM  untuk bersaing di dunia digital, JNE menggelar  webinar “JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Kupang”. Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Kupang dan Indonesia Timur dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

    Acara webinar dibuka oleh Dian Afrizal selaku Head Regional JTBNN Jatim, Bali, NTB dan NTT yang menyampaikan bahwa gelaran webinar ini merupakan salah satu bentuk perhatian JNE dalam rangka pemberdayaan UKM, khususnya di Kota Kupang dan Indonesia Timur.

    “Saya sangat berharap dengan adanya webinar ini bisa memfasilitasi dan membantu para UKM dalam menjalankan bisnis di era digitalisasi ini, saya berharap hadirnya praktisi dari UKM nantinya dapat menjadi inspirasi kepada penggiat UKM di Indonesia Timur dan Kota Kupang khususnya agar UKM indonesia timur dapat go internasional dan berorientasi eksport,” ujar Dian.

    Kepala JNE Cabang Kupang, Emi Khilafat, mengatakan JNE berkomitmen untuk terus melaksanakan program sinergi dan kolaborasi yaitu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan program adaptasi dan inovasi, dimana JNE terus optimis dan percaya bahwa tantangan yang saat ini sedang kita hadapi juga memberikan kita peluang untuk terus menggali potensi untuk berkembang di era pandemi.

    “JNE Kupang berharap dapat terus berkolaborasi dengan UKM Kupang dan semoga webinar Ngajak Online ini dapat menjadi media untuk para customers mengenal JNE lebih jauh karena JNE memiliki banyak program dan penawaran untuk memudahkan UKM, Seperti program JLC (JNE Loyal Card), Program COD sampe kepelosok indonesia timur juga free pick up. JNE Kupang juga ikut membantu mendistribusikan bantuan bencana alam secara gratis keseluruh daerah Kupang yang terdampak bencana,” jelas Emi dalam virtual webinar Goll…Aborasi Bisnis Online Kota Kupang pada Senin (07/06/2021).

    Hadir sebagai pembicara dari pihak UKM, Owner Padu Padan Tenun Erwin Yuan menuturkan, penting bagi pelaku usaha untuk terus fokus dan memiliki minat terhadap produk mereka. Selain itu, terus berinovasi dan mengembangkan content yang menarik juga tak kalah penting terutama pada masa pandemi seperti sekarang. “Padu Padan Tenun mengalami penurunan penjualan saat masa pandemi, namun kami terus melakukan inovasi yaitu dengan memproduksi masker kain dari tenun. Kami juga mengembangkan content sosial media yang menarik dengan teknik story telling di setiap post Instagram padu padan tenun agar nantinya lebih menarik dan mendapatkan banyak exposure,” ujar Erwin.

    Sementara itu, Xaverius Sondakh selaku Owner Moringakoe & Pintukoe mengatakan, salah satu langkah penting dalam memulai bisnis yaitu lihai dalam melihat dan memanfaatkan peluang yang ada disekitar kita, “Dalam memulai bisnis baru, yang pertama kita harus dapat mencari source yg terdekat dan mudah dijangkau lalu kita bisa kaitkan dengan passion kita. Yang kedua adalah service oriented yaitu sifat ingin memperlakukan pelanggan sama seperti kita ingin diperlakukan, service yang baik akan membuat pelanggan repeat buying dan yang terakhir selalu mencari peluang dan solusi terlagi di masa sulit seperti masa pandemi Covid19,” pungkas Sandy.

    Sebagai informasi, gelaran webinar “JNE Ngajak Online 2021 Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Kupang” yang diadakan pada hari Senin, 7 Juni 2021 merupakan kota ke-27 yang menjadi sasaran dalam pemberdayaan UKM oleh JNE. Setelah Kota Kupang, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Bandar Lampung pada 17 Juni 2021. Webinar online kali ini merupakan roadshow di 60 kota di seluruh Indonesiadi  dan dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate. (Athick)

  • Badan Penghubung NTT dan Tokoh Diaspora NTT Jabodetabek Bantu Mediasi Kasus “Human Trafficking” di Jakarta

    Jakarta Berandanegeri.com – Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta, melalui Staf Sub Bidang Pembinaan Masyarakat dan Kehumasan (Subbid PMK), Menahim Saban, SH menjelaskan bahwa pada tanggal 5 Juni 2021 yang lalu, telah mendapat laporan dari beberapa orang warga diaspora NTT yang ada di Jakarta bahwa ada dugaan praktek perdagangan Orang (Human Trafficking) yang dialami dua warga NTT yang ada di Jakarta.

    “Dua hari yang lalu, kami, Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta mendapat laporan dari beberapa orang diaspora NTT yang ada di Jakarta terkait dugaan  perdagangan orang (Human Trafficking ) yang dialami dua warga asal NTT. Kami selanjutnya, merespon laporan tersebut. Dipimpin Oleh  Kepala Badan Penghubung  Provinsi NTT bersama beberapa orang dari unsur Ormas Diaspora NTT di Jakarta, langsung bergerak cepat mendatangi lokasi tempat kedua korban berada  yaitu di daerah Pesing, Jakarta Barat’ Jelas Nahim.

    Kedua warga diaspora NTT tersebut antara lain; Vircinia Selan (18) warga TTU dan Megi Taopan (19) warga Amarasi Barat, telah dijanjikan pekerjaan oleh salah satu agen pekerjaan, sebagai ART pada rumah Sutiyah, salah satu Warga Jakarta, dengan diiming-imingi gaji sejumlah Rp 2.000.000 per bulan. Namun, setibanya di Jakarta, setelah bekerja beberapa hari, apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak sehingga diputuskan lagi bahwa kedua korban hanya akan menerima gaji sebesar Rp 1.300.000 perbulan ditambah pemotongan uang tiket kedatangannya. Kedua korban tersebut akhirnya memutuskan untuk melarikan diri sebelum ditahan oleh security majikan tersebut.

    “Tiba di lokasi, kami mendengar keterangan dan pemaparan dari kedua korban tentang kronologis bagaimana mereka di rekrut dan dijanjikan pekerjaan sebagai ART dengan gaji yang menggiurkan, karena tertarik dengan iming-iming gaji yang cukup besar tersebut, akhirnya kedua korban mau diajak ke Jakarta. Namun setelah tiba di Jakarta apa yang mereka alami tidak sesuai seperti yang dijanjikan, seperti jenis pekerjaan dan jumlah gaji yang dijanjikan,  mereka juga dilarang menggunakan telephone seluler (selama beberapa hari Hp mereka disita). Merasa di tipu, akhirnya kedua korban memutuskan untuk kabur dari tempat mereka bekerja, kedua korban sempat di tahan di posko security kompleks” Terang Nahim kepada Awak Media, Senin (07/06/2021).

    Setelah mendapat laporan tersebut, Pihak Badan Penghubung dan Tokoh Diaspora NTT Jabodetabek langsung bergerak cepat, menindaklanjuti kasus ini. Pihak Badan Penghubung telah mengijinkan kedua korban untuk menginap sementara di Wisma Kantor Badan Penghubung NTT, Tebet, Jakarta Selatan.

    Menurut Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta, Hendry Donald Izaac, S.Sos., M.SI, pihaknya telah membantu dalam upaya memediasi kedua belah pihak baik dari pihak majikan, Sutiyah dan kedua korban. Dan sang Majikan, Sutiyah bersama Badan Penghubung akan membantu memfasilitasi kepulangan kedua korban ke kampung halamannya.

    “Untuk kasus Human Trafficking kedua Warga Diaspora NTT ini, kami telah melakukan mediasi bersama kedua belah pihak dalam hal ini, Sutyah dan kedua korban. Dan Sutyah bersama kami akan memfasilitasi keberangkatan kedua korban termasuk pengadaan tiket untuk kembali ke kampung halaman masing-masing”, imbuh Pak Donald.

    Foto Bersama Setelah Mediasi di Wisma Badan Penghubung NTT, Tebet-Jakarta Selatan

    Sementara itu, Tokoh Diaspora NTT Jabodetabek sekaligus Ketua Forum Pemuda NTT Jabodetabek, Yohanes Hiba Ndale, menghimbau agar berbagai elemen dalam masyarakat perlu menindak tegas terkait praktik Human Trafficking yang mengorbankan para pekerja di mana pun termasuk warga NTT. Pihaknya mengapresiasi Badan Penghubung yang telah menindaklanjuti kasus ini.

    “Kami harapkan perhatian semua elemen untuk menindak tegas praktik Human Trafficking yang mengorbankan para pekerja termasuk warga NTT. Saya mengapresiasi pihak Badan Penghubung yang telah menindaklanjuti persoalan ini..”, jelas Pak Ady Papa.

    Yohanes melanjutkan bahwa setiap pemuda/i NTT adalah generasi masa depan bangsa dan cita-cita adalah yang utama bagi kaum muda.

    “Kaum muda NTT adalah generasi masa depan bangsa dan cita-cita adalah yang utama bagi kaum muda saat ini maka diharapkan kasus ini tidak terulang kembali’, imbau Ketua Forum Pemuda NTT tersebut. (Riky Hayon)

  • Badan Penghubung NTT Jakarta Gelar “Senam dan Rapat” bersama Forum Komunikasi Badan Penghubung Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI)

    Jakarta Berandanegeri.com – Kepala Badan Penghubung Nusa Tenggara Timur (NTT) Jakarta melalui Kepala Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga, Welhemus Adam Kaseh, S.AP menuturkan, kegiatan senam bersama dan rapat koordinasi yang dilaksanakan merupakan inisiatif Badan Penghubung NTT Jakarta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kegiatan silahturahmi bersama para Badan Penghubung Provinsi seluruh Indonesia, setelah sekian lama belum terselenggara oleh karena terhambat pandemic Covid-19.

    Kegiatan senam dan rapat koordinasi terpusat di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Jumat, 04 Juni 2021 dihadiri Badan Penghubung 34 Provinsi di Indonesia. Dengan mengangkat Tema “Senam dan Rapat Koordinasi”, Badan Penghubung NTT merasa sangat bersyukur karena oleh kegiatan ini Para Badan Penghubung Seluruh Indonesia dapat bertemu kembali secara langsung.

    “Kegiatan Senam dan Rapat Koordinasi ini merupakan sebuah silahturahmi bersama Badan Penghubung seluruh Provinsi di Indonesia. Hal ini dilakukan karena selama ini berbagai aktifitas terhambat oleh karena pandemic sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan hari ini, silahturahmi antar badan penghubung bisa terjalin kembali. Kami juga sangat bersyukur karena bisa bertemu kembali” Tutur Adam kepada awak media, Jumat (04/06/2021).

    Rapat Koordinasi Badan Penghubung Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) juga membahas terkait Peningkatan Kapabilitas ASN Badan Penghubung Seluruh Indonesia dan Penyusunan Program Pameran tahun 2022

    “Kami mengagendakan dua tema dalam pembahasan dalam rapat FORKAPPSI yaitu peningkatan kapabilitas ASN dalam lingkup Badan Penghubung dan juga selanjutnya menyusun program untuk kegiatan pameran di tahun 2022 mendatang” tambah Adam.

    Sementara itu, Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta sekaligus Ketua FORKAPPSI, Hendry Donald Izaac, S.Sos., M.SI menerangkan bahwa dalam hasil keputusan rapat Koodinasi Badan Penghubung seluruh Indonesia menghasilkan empat keputusan yaitu terkait promosi budaya, pagelaran seni, kajian terhadap rancangan UU ASN dan peninjauan kapasitas dan kapabilitas Badan Penghubung.

    Kaban Penghubung NTT Jakarta Bpk. Donald Isaac (Batik Biru)

    “Secara umum, ada empat hal yang kami putuskan dalam rapat Badan Penghubung seluruh Indonesia; Pertama, Pada tahun 2022 akan diselenggarakan Promosi Daerah dan Budaya Seluruh Indonesia di Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan PT. Angkasa Pura. Kedua, Akan diadakan Pagelaran Seni Produk dan Kuliner Nusantara. Ketiga, FORKAPPSI ke depannya akan mengkaji rancangan UU ASN untuk kemudian diusulkan ke Kemendagri. Keempat, FORKAPPSI akan meninjau kapasitas dan kapabilitas Badan Penghubung sebagai badan yang strategis sesuai peran dan fungsi”, jelas Pak Donald. (Riky Hayon)

  • Sebuah Refleksi, dengan Jarak

    Sebuah Refleksi, dengan Jarak

    Oleh Th. Sumartana

    APA yang khas pada karya “Catatan Pinggir” Tempo yang dikumpulkan dalam buku ini, yang tiap minggunya ditulis oleh Goenawan Mohamad, adalah suaranya yang lirih dan sikapnya yang bertanya-tanya.

    Pengalamannya sejak lama sebagai penyair dan penulis esai telah memberikan karakteristik pada setiap karyanya. Tulisannya menjadi semacam senandung, yang tidak hanya menyimpulkan sikap personalnya menghadapi pilihan-pilihan susah di masyarakat, tapi juga membuka kemungkinan bagi alternatif lain – yang barangkali bisa ditemukan dengan mendalami pilihan-pilihan yang ada.

    Barangsiapa sempat membaca tulisan-tulisan Goenawan pada masa Demokrasi Terpimpin, yaitu ketika ia turut terlibat dalam polemik keras dengan pihak Lekra misalnya, akan melihat bahwa di sana juga ia tak terpancing oleh semangat perkelahian lalu menulis dengan cara berseru-seru. Sebab nampaknya, bila orang tidak lagi mau mencari jalan berkomunikasi, maka nasib seluruh zaman dengan segala persoalannya memang telah ditentukan. “Cara yang berkebudayaan” itulah salah satu prinsip.

    Skeptisisme sebagai cara untuk mencari kebenaran memang mempunyai tempat dalam khazanah pemikiran filsafat. Ia merelatifikasikan segala macam kebenaran yang sempat terumuskan. Suatu rumus, kecuali bisa mengungkap kebenaran juga berkecenderungan memenjarakan kebenaran baru yang mungkin tercipta. Sikap skeptis memberi ruang untuk tidak terjebak dalam dogmatisme atau fanatisme terhadap suatu sikap atau ajaran. Dan ia bekerja dengan pertanyaan.

    Cuma harus diakui, cara semacam ini sering tidak praktis – khususnya dalam menghadapi pertanyaan yang minta jawaban segera. Sebab itu sering ada tuntutan di masyarakat agar para cendekiawan bicara lebih jelas, lebih mengarah, dan kalau perlu mengambil pihak. Apa salahnya sesekali menghardik?

    Tapi itu tidak terjadi, dan agaknya memang sebagian orang telah dikecewakan. Apa boleh buat. Seperti nampak dalam seluruh nada “Catatan Pinggir”-nya, Goenawan bukan anti perubahan – namun ia tak punya resep atau cara langsung untuk mengubah masyarakat. Di situlah ia mungkin berada dalam posisi ambivalen – antara ya dan tidak. Ini terutama menonjol bila dilihat dari mereka yang bergerak dalam latar belakang pekerjaan politik, yang minatnya adalah mengubah dan mengubah keadaan sesegera mungkin.

    Di situ Goenawan tetap seorang yang bekerja pada latar belakang persoalan-persoalan kebudayaan. Ia mungkin tidak hanya berpikir mengubah keadaan, tetapi juga praktek serta arah perubahan yang bakal terjadi. Ia tetap seorang yang bimbang dengan apa yang ada. Seorang yang tak habis-habisnya mengunyah pertanyaan.

    Sikap semacam itulah agaknya yang membedakan “Catatan Pinggir” Goenawan dengan Kompasiana PK Oyong, atau editorial Mochtar Lubis atau Rosihan Anwar semasa koran-koran mereka masih ada. Oyong sangat terlibat pada suatu masa ketika perubahan-perubahan politik yang besar sedang terjadi: ia muncul sebagai salah seorang pembicara dari perubahan tersebut. Sedang Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar selalu sudah mengantungi jawaban terhadap hampir semua persoalan di masyarakat. Perbandingan sepintas ini menyangkut pula dilema kehidupan pers di Indonesia.

    Sebagaimana pilihan-pilihan pelik yang lain, dilema kehidupan pers di Indonesia pun terbentang antara tuntutan yang ideal dengan batasan-batasan riil. Idealisme tanpa pijakan realitas menjadikan orang pemimpi dan sekaligus pembohong. Sedang realisme tanpa nilai-nilai ideal akan menjadikan orang hidup tanpa martabat. Sikap penulis “Catatan Pinggir” terhadap dilema pelik ini sedemikian rupa, sehingga ia seolah dapat mengatasinya dengan sempurna. Di satu pihak ia tidak kehilangan yang ideal, di pihak lain ia bisa memenuhi batasan-batasan yang ditentukan keadaan. Ia tidak jatuh pada sikap pasrah atau sinisme.

    Goenawan bergerak di tataran ide. Di sini masalah efisiensi sebuah tulisan, atau kegunaan serta-merta dari sebuah kegiatan pers demi mengubah masyarakat, tersoroti dengan tajam. Menyimak seluruh rangkaian “Catatan Pinggir” di buku ini, agaknya pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana menumbuhkan dengan sabar kesadaran yang lebih dalam – entah untuk menerima atau menolak keadaan.

    Perubahan tidak hanya terjadi ketika orang menolak. Penolakan tidak selalu melahirkan sesuatu yang baru. Penerimaan juga tidak bisa hanya diartikan sebagai langkah pengukuhan status quo. Penolakan terhadap sebagian hal yang dianggap ‘buruk’, ditambah penerimaan sebagian hal yang dianggap ‘baik’, juga tidak menyelesaikan soal. Sikap ‘praktis-pragmatis’ semacam ini melangkahi persoalan dasar – bahwa apa yang dianggap ‘buruk’ dan ‘baik’ itulah justru yang harus dipersoalkan secara lebih mendalam. Namun pemikiran skeptis memang tak jarang menjengkelkan orang, karena ia jauh dari kepentingan praktis.

    Dari satu segi – katakanlah segi pemegang kekuasaan – sikap semacam itu secara teknis sering disebut sikap seorang ‘liberal’. Karena titik tumpunya bukan komitmen atau loyalitas terhadap kekuasaan, tetapi justru pemikiran ulang terhadap kekuasaan dan penggunaan kekuasaan. Sedang dari sisi lain – katakanlah sisi para pengkritik keadaan – sikap skeptis dianggap sebagai sikap ragu terhadap perlunya perubahan. Keraguan yang akhirnya menelantarkan penderitaan para korban yang nyata dari keadaan.

    Dua tujuan dari dua sisi itu punya arah yang berbeda tetapi tuntutan yang sama – tuntutan untuk mengambil pihak. Dan penulis “Catatan Pinggir” agaknya amat menyadari, bahwa kepadanya juga disodorkan dilema moral intelektual semacam ini.

    Dalam usahanya menanggapi dilema tersebut – yang mungkin sebagian sudah menjadi pekerjaan rutin – Goenawan menulis. Dari hampir seluruh nada renungannya, Goenawan secara implisit hendak menjelaskan bahwa sikap skeptisnya tidak dikukuhinya sebagai suatu sistem – tetapi sebagai cara yang terbuka untuk mencari pengertian baru yang lebih lengkap tentang kenyataan hidup sehari-hari.

    “Catatan Pinggir’ tidak mulai dengan “berita-berita hangat dalam masyarakat” – kemudian, sejauh bisa, menilainya. Ia menyusup ke dalam “berita-berita hangat” tersebut sambil mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang relevan untuk mendalaminya. Syukur bisa ditemukan makna yang lebih dalam di belakang gejala-gejalanya yang nampak.

    Dalam hubungan itu Goenawan banyak memanfaatkan tamsil, ibarat, perumpamaan, cerita sejarah (bahkan juga cerita anak-anak), riwayat para tokoh, renungan keagamaan, serta menimba inspirasi dari berbagai literatur – meski jauh dari pretensi untuk membuat suatu karya ilmiah; kumpulan karangan ini pula tidak dimaksudkan sebagai semacam kumpulan kuliah.

    Dengan kesabarannya, daya tahannya, panjang napasnya, Goenawan berusaha menulis refleksi tentang soal-soal kemanusiaan, kemasyarakatan, politik, sejarah, masa depan dan lain-lain. Sambil menawarkan pertanyaan-pertanyaan yang syukur bisa merangsang perluasan cakrawala pandangan yang ada. Dan lepas dari hasil akhir yang dicapainya dalam pencarian itu – apakah kita menyetujuinya atau tidak – pertanyaan-pertanyaan yang dirasa perlu telah dikemukakan.

    Kebutuhan ber-refleksi

    Fokus Kita dan “Catatan Pinggir” yang dikumpulkan dalam buku ini berjumlah 283 nomor. Dirangkum dari Majalah Tempo sejak terbitan tanggal 13 Maret 1976 sampai 12 September 1981. Dibagi dalam 21 tema. Pemilahan tema-tema tersebut dicantumkan sepenuhnya dengan maksud mempermudah pembacaannya. Ia bukan klasifikasi dalam artinya yang ketat.

    Sifat renungan yang justru hendak mencari pemahaman yang utuh tentang banyak peristiwa, menyebabkan kita sulit menemukan tema tunggal. Tema yang satu berkaitan erat dengan tema-tema yang lain, sehingga klasifikasi yang tercantum dalam buku ini hanya bersifat relatif. Juga pencantuman indeks (nama) serta daftar kepustakaan lebih merupakan suatu “pelayanan sosial” daripada pertanggungjawaban formal bagi suatu karya ilmiah.

    Kenapa refleksi? Pertama-tama mungkin karena Tempo majalah berita mingguan yang mempunyai warna khas sejak pemunculannya. “Catatan Pinggir” memiliki kesempatan minggu demi minggu untuk mengambil jarak terhadap peristiwa-peristiwa penting yang terjadi, sehingga lebih leluasa untuk menukik ke inti-inti peristiwa tersebut.

    Di situlah kelebihan “Catatan Pinggir” dibandingkan catatan-catatan editorial yang lain. Ia memiliki tenggang waktu untuk mencernakan peristiwa-peristiwa aktual, hal yang amat esensial bagi suatu pekerjaan reflektif – yang dapat dibaca secara khusus, bukan hanya untuk mengetahui kejadian hari demi hari tetapi juga untuk merenungkan maknanya sebagai kesatuan yang utuh. Sehingga ia dapat dinikmati sebagai bagian yang bisa berdiri sendiri.

    Di situ pula “Catatan Pinggir” dapat memenuhi salah satu aspek kebutuhan masyarakat untuk memikirkan kembali, dalam suasana yang lebih tenang, peristiwa yang dialami sehari-hari. Suasana reflektif ini merupakan kebutuhan spiritual yang semakin hari semakin meningkat, sepadan dengan perkembangan masyarakat yang semakin disibukkan oleh bermacam kegiatan rutin. Suasana keletihan mental menghadapi rutin inilah yang mungkin akan menempatkan renungan-renungan “Catatan Pinggir” dalam kedudukan sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan yang relevan.

    Dengan berpikir ulang, mencari perspektif, dengan mempertanyakan kembali pemikiran-pemikiran yang ada, diharapkan kesadaran yang baru dapat ditumbuhkan dan visi kehidupan dapat disegarkan. Di tengah invasi budaya konsumerisme, ketika semua orang mencari kemudahan yang bersifat “instant”, “Catatan Pinggir” tidak dapat memenuhinya. “Catatan Pinggir” tidak memberi petunjuk apa pun – bahkan tidak mengambil sikap tegas terhadap pilihan-pilihan susah di masyarakat. Ketegasan bukanlah bahasa “Catatan Pinggir”. Di sini sebagian orang – sekali lagi – boleh kecewa.

    Goenawan Mohamad dikenal sebagai seorang budayawan penyabar dan tekun melakukan tugas. Jumlah yang banyak dari “Catatan Pinggir”, yang masih akan bertambah lagi, akan turut memperkaya khazanah dunia buku – dunia ide – di Indonesia. Keluasan literaturnya memberikan kemampuan referensial terhadap proses pendalaman perenungannya. Dalam hubungan ini, “Catatan Pinggir” dapat dikatakan salah satu karya jurnalisme yang unik di Indonesia.

    Amnesia sejarah

    Bila orang membandingkan tulisan dalam kumpulan ini dari tahun ke tahun, mungkin akan menemukan perubahan-perubahan nuansa. Semenjak “Catatan Pinggir” masih bernama “Fokus Kita”, ia memang sudah mempunyai ciri sebagai karya reflektif.

    Namun dalam “Fokus Kita” kita dapati bahwa tanda seru – yang kebetulan bertanda-gambar pentung – serta gaya bahasa imperatif cenderung lebih banyak dari tanda tanya serta ulasan yang tinggal terbuka. Persepsi Goenawan terhadap lingkungan sekitarnya dengan segala masalahnya tentu turut mempengaruhi perubahan ini. Dan perubahan lain mungkin masih akan berlanjut.

    Mengambil satu contoh dari tema renungan yang mampu menyentuh masalah dasar masyarakat kita, dapat kita tunjuk salah satu “Catatan Pinggir” yang berbicara tentang amnesia sejarah. Sejenis penyakit budaya yang turut melemahkan sendi-sendi kehidupan kita, baik sebagai pribadi, kelompok maupun bangsa secara keseluruhan. Penyakit yang bukan hanya menyebabkan kita cenderung membuat kesalahan yang sama seperti di masa lalu – juga sering menyebabkan kita kehilangan orientasi.

    Kita menjadi sekelompok orang yang pangling bukan hanya kepada orang lain atau lingkungan sekitar, tapi juga kepada diri sendiri. Kita hanya seolah tahu apa yang kita perbuat – sementara kejadian demi kejadian lepas dari kemauan serta kehendak kita. Kita kehilangan kesadaran sejarah, sebab itu kendali sejarah pun tidak lagi di tangan kita. Apa yang kita perbuat bergerak sendiri dalam pola yang amat lain dengan apa yang kita kehendaki.

    Amnesia sejarah adalah sejenis penyakit yang membuat kita tidak siuman terhadap kesenjangan semacam itu. Dan Goenawan Mohamad dalam “Catatan Pinggir”-nya telah mencatat hal-hal semacam itu. Memang dalam suara yang lirih. Tapi sudah dikatakan.

    *********************

    *Tulisan ini adalah Pengantar Buku “Catatan Pinggir I”, Garfiti Pers, 1982.

  • Rektor Universita Nusa Nipa Indonesia Lepas 793 Mahasiswa KKN-MM di Kabupaten Ende

    Ende Berandanegeri.com – Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia, Dr.Ir. Angelinus Vincentius melepas 793 Mahasiswa KKN-MM ke Kabupaten Ende.

    Acara  Pelepasan  Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Mandiri (KKN-MMN) Universitas Nusa Nipa Indonesia Tahun 2021 kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang diwakili oleh Asisten 1 Setda Ende Drs. Abraham Badu, M.Si, berlangsung di halaman Kantor Camat Kota Baru, Kabupaten Ende, pada Rabu, 2 Juni 2021 

    Rektor UNIPA Indonesia, Dr.Ir. Angelinus Vincentius pada kesempatan itu menjelaskan kegiatan Kuliah Kerja  Nyata (KKN) di UNIPA merupakan program wajib bagi mahasiswa jenjang S-1  berbobot 3 SKS yang dilaksanakan  setiap  tahun  sebelum mahasiswa lulus menjadi sarjana. 

    “KKN-MM  merupakan wujud implementasi dari salah satu amanat  Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, “ungkapnya.

    Dikatakannya model KKN yang dipilih adalah KKN Mandiri dengan mengusung tema besar pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat pesisir dimasa pendemi Covid 19. 

    Selain itu Mahasiswa diharapkan mendampingi masyarakat setempat dalam meningkatkan kepatutan melaksanakan protokoler kesehatan. Pelaksanaan kegiatan  KKN-MM berlangsung selama 30 hari.

    Dr.Ir. Angelinus Vinsentius menerangkan Universitas Nusa Nipa  Indonesia sebagai kampus yang telah terakreditasi B  (atau predikat amat baik) dari Badan Akreditasi Nasional PT, senantiasa berupaya menjadi pilar pengabdian kepada masyarakat  yang lebih kaya akan gagasan, dapat memberi inspirasi baru  serta bagian dari solusi dalam menyelesaikan masalah sosial yang mendasar.

    Ditambahkannya, para Mahasiswa bersama Dosen Pembimbing KKN  dapat berkomitmen untuk bekerja menciptakan gagasan baru  dan tidak bermaksud menggurui  masyarakat melainkan menjadi fasilitator yang mendampingi masyarakat dalam menjalankan program-pogram yang bermanfaat.

    Diharapkan setelah KKN-MM  nantinya program-program kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif dapat dipublikasi pada jurnal online UNIPA bernama jurnal Bakti Nian Tana ( BANITA).

    Pada Kesempatan itu juga Rektor UNIPA Indonesia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Ende yang telah merestui UNIPA melaksanakan KKN MM.

    Ucapan terimakasih juga kepada Camat Kota Baru, Camat Maurole dan Camat Wewaria, para kepala desa serta Tokoh masyarakat yang telah bersedia menerima mahasiswa UNIPA Indonesia

    Bupati Ende melalui Asisten 1 Setda Ende Drs. Abraham Badu, M.Si pada kesempatan itu  menyampaikan  pemohonan maaf kerena Bapak Bupati Ende tidak bisa hadir,  lalu mengutus saya untuk mewakili.

    Asisten 1 Setda Ende, Drs. Abraham Badu, MSi sedang Memberikan Sambutan

    “Atas nama bupati Ende saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran bapak bupati Ende, “ucapnya.

    Asisten 1 Setda Ende, Drs. Abraham Badu,M.Si menjelaskan KKN-MM merupakan bentuk pengaplikasian teori dari kampus dan terjun kepada masyarakat untuk mengabdi.

    Ini ajang pembuktian seberapa jauh pemahaman peserta KKN-MM antara teori dan praktik di lapangan, kemampuan peserta KKN-MM  akan diasah dan diuji mengatasi permasalahan yang terjadi  ditengah masyarakat.

    Harapannya kegiatan KKN-MM Universitas Nusa Nipa Indonesia di kabupaten Ende ini dapat membawa perubahan.

    Dirinya juga berpesan kepada Mahasiswa KKN-MM akan beberapa hal yang harus diperhatikan adalah dapat berbaur dan membangun kebersamaan di lokasi KKN-MM seperti dengan orang tua asuh dan lingkungan sekitar

    Harus mampu membawa perubahan pola pikir bagi masyarakat  dan Temukan Potensi-Potensi diwilayah ini yang belum terjamah.

    “Jadikan kegiatan KKN-MM sebagai proses pengalaman yang berharga. Berikan kesan yang baik agar kalian diingat selalu,”ucapnya.

    Mewakili Pemda Ende, saya mengucapkan terimah kasih dan apresiasi kepada Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dan Juga  pihak Universitas Nusa Nipa Indonesia  yang telah memilih kabupaten Ende dengan 3 kecamatan yaitu kecamatan Kota Baru, Kecamatan Maurole dan kecamatan Wewaria  sebagai lokasi KKN-MM.

    Turut Hadir  Ketua  Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu, Rektor UNIPA Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.S.i , Wakil Rektor 1  Dr. Jonas KGD Gobang , S.Fil,MA , Ketua LP2M  UNIPA Indonesia  Teresia Elfi, S.Kep.,Ns.,M.,  para  Dosen Pembimbing Lapangan  dan Mahasiswa Peserta KKN-MM.  Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.S.i 

    Peserta  KKN-MM tahun 2021 berjumlah 793  Mahasiswa dengan  dosen pembimbing lapangan berjumlah 62 orang.Untuk diketahui Semua Mahasiswa sebelum  datang kelokasi KKN,  Peserta KKN-MM telah dirapid test  antigen dan   hasil test-nya negative. (Atick)

  • PC NU Sikka Serahkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana Alam

    Maumere Berandanegeri.com – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sikka, menyerahkan bantuan sembako kepada  korban bencana alam di Bebeng, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (3/6/2021).

    Bantuan   berupa sembako ini diberikan kepada 50 KK yang tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Sikka diantaranya di Kelurahan Wolomarang, Kelurahan Wuring, Dusun Waipare Desa Watumilok, Kilometer Dua Kelurahan Kota Uneng, Magepanda dan Ndete. Bantuan tersebut diserahkan oleh Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sikka.

    Anggota Banon Muslimat NU Sikka, Hj. Nurnaningsih mengatakan sumber bantuan ini  dari NU Kuwait. Orang-orang Indonesia yang bekerja di Kuwait memberikan donasi untuk warga Indonesia khususnya di Pulau Flores yang saat ini sedang dilanda  bencana alam.

    “NU Kuwait memberikan amanah kepada kami untuk menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam yang  layak menerima sumbangan walaupun sumbangan ini tidak seberapa, “ungkap Hj Nurnaningsih. Selain itu untuk tetap menjaga silahrurahmi diantaara sesama.

     Dengan adanya bantuan ini, kata Hj. Nurnaningsih umat  muslim dan warga kabupaten Sikka lainnya mengenal dan mengetahui keberadaan NU di Kabupaten Sikka. Karena NU ini hadir sudah sejak empat tahun lalu namun sebagian masyarakat belum mengenal NU.

    “Kita berharap kedepannya Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sikka lebih dikenal di kalangan masyarakat Kabupaten Sikka, “ucap Hj. Nurnaningsih.

    Bantuan yang diberikan ini tidak seberapa namun kami berharap semoga dengan bantuan ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu dalam menyambung kehidupan sehari-hari.

    Sementara itu, Sekretaris Panitia PCI NU Sikka, Adi menjelaskan sesuai dengan arahan dari NU Kuwait  bantuan sembako tersebut diberikan  sebanyak 200 Paket.

    Sebelumnya PCNU Sikka sudah menyerahkan bantuan ini di pulau Adonara sebanyak 150 paket. Sementara itu  50 Paket untuk kabupaten Sikka  baru diserahkan  hari ini.

    “Kita sudah menyerahkan sebanyak 150 paket untuk Adonora, Kabupaten Flores Timur dan hari ini kita meyerahakan 50 Paket untuk Kabupaten Sikka, “jelas Adi.

    Di Sikka  bantuan ini diberikan dibeberapa titik yaitu,di Bebeng Kelurahan Wolomarang, Wuring, Kilometer Dua Kelurahan Kota Uneng, Magepanda, Waipare Desa Watumilok dan Ndete.

    Dirinya juga menjelaskan dalam waktu dekat PCNU  Kabupaten Sikka, mewakili NU Sikka Peduli bekerjasama dengan  NU Kuwait  dan  elemen lainnya untuk tetap menggalang dana  membantu korban bencana alam. (Athick)