Category: PAPALELE ONLINE

  • JUAL BUKU : Bahasa Balim : Tata Bahasa dan Kamus

    JUAL BUKU : Bahasa Balim : Tata Bahasa dan Kamus

    Judul: Bahasa Balim : Tata Bahasa dan Kamus

    Penulis: Pastor Frans Lieshout, OFM

    Penerbit: Tollelegi, Mei, 2014

    Jumlah halaman : xii + 86 halaman

    Ukuran : 13 x 20 cm

    Pesan : Telp/whatsapp : 0812 886 122 37

  • JUAL BUKU : 100 Pesan Revolusi Diri

    JUAL BUKU : 100 Pesan Revolusi Diri

    Judul: 100 Pesan Revolusi Diri

    Penulis: Yoseph Bruno Dasion, SVD

    Penerbit: Tollelegi, Januari 2015

    Jumlah halaman : xiv + 102 halaman

    Ukuran : 13 x 20 cm

    Pesan : Telp/whatsapp : 0812 886 122 37

  • JUAL BUKU : Jalan Damai Menuju Papua Sejahtera

    JUAL BUKU : Jalan Damai Menuju Papua Sejahtera

    Judul: Jalan Damai Menuju Papua Sejahtera

    Penulis: Paskalis Kossay

    Kata Pengantar : Pastor Dr. Neles Tebay,Pr

    Penerbit: Tollelegi, Juli 2015

    Jumlah halaman : xx + 120 halaman

    Ukuran : 13 x 20 cm

    Pesan : Telp/whatsapp : 0812 886 122 37

  • JUAL BUKU : Perang Napoleon di Jawa 1811

    JUAL BUKU : Perang Napoleon di Jawa 1811

    Judul: Perang Napoleon di Jawa 1811
    Penulis: Jean Rocher
    Penerbit: Kompas
    Kondisi: baru, segel, asli

    Pesan : Telp/whatsapp : 0812 886 122 37

  • JUAL BUKU : Satjipto Rahardjo dan Hukum Progresif: Urgensi dan Kritik

    JUAL BUKU : Satjipto Rahardjo dan Hukum Progresif: Urgensi dan Kritik

    Judul: Satjipto Rahardjo dan Hukum Progresif: Urgensi dan Kritik
    Kontributor: Moh. Mahfud MD, dkk
    Penerbit: Epistema Institute & HuMa
    Kondisi: baru, segel, asli


    Pesan : Telp/whatsapp : 0812 886 122 37

  • Jual Buku : Antonio Gramsci

    Jual Buku : Antonio Gramsci

    Judul: Kritik Antonio Gramsci terhadap Pembangunan Dunia Ketiga
    Penulis: Muhadi Sugiono
    Penerbit: Pustaka Pelajar
    Kondisi: baru, segel, asli

    Pesan : Telp/whatsapp : 0812 886 122 37

  • Songsong 17 Agustus, Pedagang Umbul-umbul Raup Keuntungan

    Songsong 17 Agustus, Pedagang Umbul-umbul Raup Keuntungan

    Jelang hari kemerdekaan RI ke – 72 setiap sudut di kota Ende diwarnai dengan hiasan bendera merah putih, umbul – umbul dan tulisan – tulisan dirgahayu maupun tulisan bernuansa patriotisme yang menambah warna warni kemerdekaan di kota Rahim Pancasila ini.

    Dengan perayaan HUT Kemerdekaan ini banyak pedagang  mulai melihat peluang bisnis untuk meraup keuntungan dengan menjual ornamen 17-an meskipun hanya dilakukan musiman setahun sekali di saat ulang tahun kemerdekaan negeri ini.

    Budianto, warga Tanjung Ende salah seorang pedagang bendera dan umbul-umbul saat ditemui JurnalTimur,  Rabu (16/08/2017) di depan trotoar Taman Bung Karno menuturkan dirinya menjual bendera dan umbul-umbul tersebut dengan harga relatif murah antara Rp 15-20 ribu per lembar agar bisa menyaingi pedagang lain yang berada di sekitar lokasi Jl Sukarno.

    Pria jangkung ini menjual ornamen 17-an itu sejak 1 Agustus lalu dengan penghasilan per hari bisa mencapai jutaan rupiah.

    “Saya mulai menjual sejak tanggal 1 Agustus lalu dan penghasilan per harinya lebih dari cukup berkisar antara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Kalau ramai sekali Rp 1.000.000 tetapi kalau sepi sekali ya sekitar Rp 750 ribu” katanya.

    Namun Budi menambahkan umbul-umbul dan bendera yang dijualnya bukan barang miliknya sendiri sehingga keuntungan bersih dari penjualan ornamen tersebut dapat diperkirakan setengah dari harga barang tersebut.

    Saat ditanya kepemilikan barang-barang dagangan yang dijualnya, Budi menuturkan kalau barang-barang tersebut merupakan barang titipan salah seorang pedagang di Ende sehingga setelah dijual dirinya harus setor ke pemilik sesuai harga barang yang sudah ditentukan pemilik.

    “Saya hanya menjual. Dan ketika barang – barang ini laku maka saya mendapat keuntungan dari penjualannya sekitar 15-25% dari harga barang tersebut” tuturnya.

    Sementara itu Ephy Rithi salah seorang pembeli yang ditemui di lokasi penjualan Budi mendukung langkah yang dilakukan Budi dalam meningkatkan ekonomi keluarga meski pun hanya dilakukan musiman saat HUT Kemerdekaan RI namun bisa meraup keuntungan yang besar dari usaha ini.

    Dirinya bersyukur dengan adanya pedagang musiman yang menjual ornamen ini sehingga tidak terlalu sulit mendapatkan umbul – umbul dan bendera yang telah tersedia seperti di depan Taman Bung Karno.

    “Bersyukur karena semua yang kita butuhkan saat HUT Kemerdekaan RI sudah ada di sekitar sini sehingga tidak susah-susah mencarinya. Tinggal kita siapkan uang untuk membelinya” katanya.(welano)

    Sumber : jurnaltimur